23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
May 21, 2026
in Panggung
Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

Maisie Sum merupakan etnomusikolog dari Conrad Grebel University College University Of Waterloo Canada

DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran budaya pada Rabu malam, 20 Mei 2026. Di sayap panggung sisi kanan tampak 16 mahasiswa Warga Shanti dari Conrad Grebel University College, University of Waterloo, Kanada. Mereka mengenakan busana adat Bali sambil memegang panggul gamelan dengan wajah penuh antusias. Sementara di sisi kiri, Sekaa Gong Eka Wakya Banjar Paketan Desa Adat Buleleng tampil percaya diri sebagai tuan rumah dengan tabuhan khas Bali Utara yang energik dan berwibawa.

Warga Shanti dari Kanada mengawali penampilannya dengan mempersembahkan empat karya dengan pembina tabuhnya Dewa Made Suparta, S.Sn. Pertama adalah Tabuh Gilak, komposisi musik atau tabuh dasar dalam karawitan Bali seperti gong kebyar dan gong gede yang memiliki pola siklus 8 ketukan. Biasanya tabuh ini berfungsi sebagai instrumen pengiring upacara. Tabuh ini memiliki tempo dinamis, bersemangat dan memberikan kesan gembira.

Penampilan itu kemudian dipadukan dengan Tari Pendet, tarian tradisional Bali yang melambangkan penyambutan dan penghormatan kepada dewa-dewi. Gerak tari yang lembut berpadu dengan tabuhan gamelan menciptakan suasana sakral sekaligus hangat.

Mahasiswa Kanada juga membawakan Tabuh Lelongoran, karya karawitan khas Buleleng yang dikenal mempertahankan unsur gong lelambatan dan memiliki nuansa magis tersendiri.

Associate Professor sekaligus etnomusikolog University of Waterloo, Maisie Sum, mengaku bahwa penampilan ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik untuk ditampilkan.

“Kami sangat antusias membagikan karya khas Bali Utara ini kepada penonton,” ujar Maisie.

Warga Shanti dari University of Waterloo | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Penampilan mereka ditutup dengan Tabuh Kreasi Padurasa, komposisi yang terinspirasi dari konsep gotong royong. Karya tersebut digarap bersama oleh lima mahasiswa University of Waterloo, yakni Sarah, Arden, Hailey, Shalaka, dan Logan.

Bagi Maisie, karya itu menjadi simbol kerja bersama dan proses saling belajar antaranggota kelompok selama berada di Bali.

“Karya ini lahir dari ide bersama para mahasiswa selama kami belajar dan berproses di Bali,” ujarnya.

Banjar Paketan Unjuk Gigi Tradisi Bali Utara

Tidak kalah memukau, Sekaa Gong Eka Wakya Banjar Paketan juga menampilkan empat repertoar khas Bali dengan pembina tabuhnya I Made Pasca Wirsutha, S.Sn alias Dek Pas.

Pertunjukan dibuka dengan Tari Kembang Deeng. Menurut Ketua Sekaa Gong Eka Wakya Banjar Paketan, I Ketut Sunada, Tari Kembang Deeng merupakan tarian penyambutan yang terinspirasi dari tradisi padeengan dalam upacara pitra yadnya atau pengabenan dan lahir dari Festival Tari Penyambutan se-Bali dalam ajang Pesta Kesenian Bali tahun 1998.

“Tarian ini menggambarkan widyadara dan widyadari yang turun dari kahyangan untuk menyambut sang atma,” tuturnya.

Sekaa Gong Eka Wakya Banjar Paketan | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Selanjutnya, penampilan Tari Truna Jaya. Tarian ini berasal dari Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Diciptakan sekitar tahun 1915 oleh seniman Pan Wandres, tarian ini menggambarkan dinamika dan emosi seorang pemuda yang sedang beranjak dewasa, serta biasanya ditarikan dengan gerakan yang lincah dan ekspresif

Sekaa Gong Eka Wakya juga membawakan Tabuh Lelongoran khas Buleleng dan Tabuh Kreasi Dwikora. Tabuh Dwikora yang dimainkan oleh kelompok gong yang telah berdiri sejak 1906 tersebut menggambarkan semangat perjuangan rakyat Indonesia.

Kolaborasi Gamelan Bali dan Kanada di Banjar Paketan

I Ketut Sunada, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus pertukaran budaya antara mahasiswa Kanada dengan kelompok gong di Banjar Paketan.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah pernah terselenggara sebelumnya, jadi sekarang menjadi lanjutan. Wakil ketua kami, I Made Pasca Wirsutha, S.Sn, memiliki relasi dengan mahasiswa Kanada dari University of Waterloo,” ungkapnya.

Menurut Sunada, para mahasiswa Kanada sebelumnya telah belajar gamelan secara daring bersama Dek Pas. Mereka mempelajari sejumlah tabuh seperti Gilak, Lelambatan, hingga Gong Tua yang di Buleleng dikenal dengan istilah lelongoran dan sekatian.

“Hasil pembelajaran daring itu mereka tampilkan di sini. Mereka juga ingin memastikan permainan gong yang dipelajari sudah sesuai dengan pakem aslinya,” katanya.

Tidak hanya belajar memainkan gamelan, mahasiswa Kanada tersebut juga tertarik meneliti kesenian Gong Tua yang dianggap memiliki keunikan tersendiri, khususnya di Bali Utara.

“Melalui kegiatan ini mereka juga ingin melihat langsung budaya yang ada di Banjar Paketan,” imbuhnya.

Tari Kembang Deeng dari Sekaa Gong Eka Wakya, Banjar Paketan | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Maisie Sum, mengungkapkan ketertarikannya terhadap gamelan Bali telah dimulai sejak 2004. Ketertarikan itu berkembang semakin dalam setelah kampusnya mengundang seniman Bali, Dewa Suparta, sebagai Artist-in-Residence di Conrad Grebel University College.

“Sejak saat itu kami memiliki banyak hubungan dengan Bali,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Bali, Maisie bersama rombongan mahasiswa menjalani latihan di Sanggar Seni Cundamani, Ubud, selama sekitar satu minggu. Ia mengatakan para mahasiswa yang ikut merupakan peserta yang memiliki ketertarikan besar terhadap musik dan budaya Bali, sehingga ingin merasakan pengalaman belajar secara langsung di Pulau Dewata. Selain itu, mereka juga ingin memperkenalkan nuansa musik Bali Utara melalui repertoar yang dibawakan.

Tari Pendet yang diiring sekaa gong dari Warga Shanti, University of Waterloo | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Maisie menjelaskan proses mempelajari gamelan bagi mahasiswa di Kanada memerlukan waktu yang cukup panjang. Dalam satu semester, mereka menjalani latihan selama 12 minggu dengan durasi sekitar tiga jam setiap pertemuan. Menurutnya, hingga waktu pementasan, mahasiswa biasanya mampu menguasai sekitar tiga karya setelah kurang lebih 30 jam latihan.

“Itu tergantung pada karyanya. Kami tidak berlatih sesering masyarakat Bali biasanya berlatih,” katanya.

Ia juga mengenang salah satu karya pertama yang dipelajarinya, yakni Tari Kebyar Gandrung, yang menurutnya menjadi salah satu komposisi paling sulit untuk dimainkan.

Pertunjukan kolaborasi tersebut dinilai Maisie sebagai pengalaman yang sangat istimewa. Ia menyebut kesempatan berbagi panggung bersama Sekaa Gong Eka Wakya menjadi momen langka sekaligus berharga bagi rombongannya.

“Kami merasa sangat beruntung bisa tampil bersama mereka, menerima masukan mereka, dan berinteraksi secara langsung,” ungkapnya.

Maisie berharap hubungan budaya yang telah terjalin dapat terus berlanjut. Ia bahkan membuka kemungkinan kolaborasi lanjutan antara seniman Kanada dan Bali.

“Kami berharap ke depannya tetap ada kolaborasi, dan saya juga berharap kami bisa kembali lagi ke Bali, khususnya ke Banjar Paketan,” katanya.

Sesi foto bersama | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Tidak banyak hal yang bisa membuat seorang mahasiswa rela terbang dari Kanada hanya untuk memastikan apakah cara mereka memainkan tabuh sudah benar atau belum. Namun, itulah yang dilakukan 16 mahasiswa University of Waterloo malam itu. Mereka datang dari jauh untuk bermain sepenuh hati di hadapan sekaa gong yang telah hidup lebih dari satu abad. Buleleng menyambut mereka, dan gamelan, seperti biasa, tak pernah mempersoalkan dari mana asalmu.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tags: Banjar Paketangong kebyarKanadakesenian bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berguru ke Baduy Luar

Next Post

Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails
Next Post
Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co