13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Asep Kurnia by Asep Kurnia
April 20, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan sikap dan  karakteristik masyarakat Baduy dari sikap pasif menjadi aktif, dari menghindar menjadi menjemput, dari menolak jadi menerima bahkan dari sederhana, ikhlas bersahaja mengarah pada sikap money oriented. Semua itu bisa dibuktikan saat berkunjung dan melihat  tanah ulayat mereka (Saba Budaya Baduy).

Pastinya kita akan lebih tercengang dan khawatir lagi ketika melihat kenyataan bahwa di kekinian suku Baduy yang tidak lagi sesederhana, sekuat dan setegas dahulu dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam.  Ditambah munculnya indikasi yang kurang sedap yaitu tanda-tanda atau gejala alamiah mulai meluntur atau melemahnya sikap mereka dalam melaksanakan hukum adat, karena ada beberapa hukum adat yang dirasakan sudah expired atau tidak lagi sesuai zaman dan kebutuhan (memodifikasi hukum adat dengan melanggar hukum adat yang sistimatik).

Ekspektasi Kepemilikan Teknologi Digital Warga Baduy

Bagi pemerhati pasti  akan muncul kekhawatiran bahwa di Baduy sedang terjadi degradasi dan transisi budaya yang lebih mengarah pada meredup atau rusaknya berbagai budaya lokal unggulan yang sudah  kita anggap sebagai labolatorium sekaligus  percontohan budaya adiluhung. Bahkan nurani penulis mempertanyakan  sampai pada level apakah kini derajat kesehatan dan keajegan Baduy sudah begitu rusak terganggu oleh hama intervensi dan penyakit modernisasi  ?

Kemajuan ilmu pengetahuan dan percepatan perkembangan  teknologi digital telah dirasakan begitu masif merambah ke berbagai lapisan masyarakat. Bukan hanya di perkotaan saja, tetapi sudah lebih jauh merangsek  ke pedesaan dan pedalaman termasuk pada wilayah suku Baduy. Pengaruhnya begitu dahsyat dalam merubah tatanan sosial,  ekonomi  bahkan menggeser paradigma berpikir sampai mengubah pola kehidupan serta peradaban mereka.

Penggunaan alat digital modern oleh warga adat di wilayah hukum adat Baduy sudah tidak bisa terelakkan lagi. Intensitas dan frekuensi pembelian sekaligus pemanfaatan hand phone oleh warga masyarakat Baduy sudah melampaui dari ekspektasi ideal.

Mereka sudah tidak lagi risi, takut atau malu untuk berpenampilan sebagai pengguna setia Hand Phone,  bahkan ada kesan lebih pada berlomba-lomba memiliki HP  yang multitipe. Kini, memiliki HP bagi warga  Baduy  bukan lagi sekedar sebagai asesoris (gaya hidup)  tetapi sudah menjadi kebutuhan media komunikasi terefektif dan efisien hidup mereka, bahkan multimanfaat termasuk untuk melancarkan bisnis perdagangan mereka.

Situasi yang digambarkan di atas tentunya merupakan bukti konkret bahwa digitalisasi telah mampu mengubah pola hidup mereka dari anti hidup modern menjadi pengguna bahkan penikmat alat modern. Dan tentunya bisa kita sebut bahwa masyarakat Baduy sudah menerima sebagian dari modernisasi dalam arti menerina beberapa pola hidup modern yang diterapkan dikehidupan sehari-hari mereka walaupun masih dengan cara selektivitas yang ketat.

Kini mereka (sebagian besar), kalau pakai teori estimasi sekitar 75 ℅ warga Baduy sudah tidak bisa lagi hidup tanpa HP. Telepon genngam sudah menjadi istri kedua bagi kaum pria atau suami kedua bagi seorang wanita dewasa Baduy, dan menjadi sahabat karib bagi anak-anak Baduy. Kecuali warga Baduy Dalam yang masih belum secara vulgar diperbolehkan memiliki HP.

Jika sudah seperti itu, kita bisa membaca atau menafsirkan bahkan sudah bisa memprediksi bagaimana nasib , arah, dan kisah masa depan budaya lokal Baduy ?

Efek Ganda Destinasi Wisata Budaya Baduy

Digulirkannya program destinasi wisata tujuan utamanya adalah bagaimana meningkatkan geliat ekonomi setempat agar pendapatan (income per capita ) masyarakat meningkat yang akhirnya kesejahteraan masyarakat pun meningkat . Baduy di beberapa tahun lalu sudah menerima dan menyetujui wilayahnya dijadikan areal destinasi wisata dengan batasan diksi ‘Wisata Budaya Baduy’ yang kemudian diperjelas dan dipertegas  menjadi “Saba Budaya Baduy”.

Serupa tapi tak sama bahwa kesepakatan menerima program destinasi wisata adalah demi dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baduy melalui adanya peningkatan pendapatan individu warga Baduy sekaligus meningkatkan geliat perekonomian wilayah atau desa-desa pendamping  suku Baduy melalui intensitas kunjungan para wisatawan.

Sebagai bukti mereka merespon  program wisata, tokoh adat memberi izin dibukanya beberapa titik jalur atau pos tambahan menuju Baduy termasuk  membuka pos  termudah dan terdekat menuju Baduy Dalam.

Kini,  wisatawan sudah bukan lagi diangka 100 tapi sudah ribuan yang datang ke Baduy perminggunya. Intensitas pengunjung Baduy begitu tinggi  dan beragam. Pada titik fokus ini selain  memberikan dampak yang signifikan terhadap  peningkatan kesejahteraan  masyarakat Baduy, namun disisi lain  muncul dampak negatif terhadap keajegan adat istiadat atau budaya adilihung mereka. Polusi dan transisi budaya serta akulturasi budaya kini terjadi di Baduy tanpa  bisa  ditolak dan akhirnya  penurunan kharisma budaya lokal merekapun tidak bisa dihindari.

Narasi singkat di atas hanyalah memaparkan situasi singkat kekinian suku Baduy akibat  pengaruh digitalasasi dan destinasi wisata yang mereka terima. Apakah  situasi tersebut lebih memungkinan  pada terjadi kerusakan atau kesempurnaan budaya lokal Baduy, kita hanya bisa bicara sebatas wait and see ! [T]

  • Ditulis di Padepokan  Sisi Leuit Perbatasan  Baduy
Tags: Provinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Next Post

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails

Terbang di Atas Sepi

by Angga Wijaya
May 8, 2026
0
Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

Read moreDetails
Next Post
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co