6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

Son Lomri by Son Lomri
April 12, 2026
in Panggung
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

Pameran wayang dalam Festival Wayang Bali Utara

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua Buleleng. Itu tentu sebuah peristiwa langka, karena biasanya di areal pelabuhan yang sudah tak terpakai itu lebih sering ada konser musik atau resepsi pernikahan.

Selain pementasan wayang kulit, di areal pelabuhan tua itu memang sedang dipertunjukkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Di situ, hal-hal yang berkaitan dengan wayang juga dibicarakan dalam bentuk diskusi, workshop dan pameran.

Gedung tua yang masih tersisa di areal itu — gedung kini disulap jadi Museum Soenda Ketjil, seakan menjadi saksi bagaimana wayang diratapi, ditangisi, tapi tetap ada sekelompok orang yang ngotot memberi nyawa kepada wayang agar ia bisa tetap hidup dari zaman ke zaman.

Yayasan Lemah Tulis adalah salah satu lembaga yang berisi orang-orang yang ngotot itu. Lembaga itulah yang menggelar Festival Wayang Bali Utara selama tiga hari, mulai 9 hinggal 11 April di areal pelabuhan yang sejak lama tak pernah jelas fungsinya untuk apa.

“Aku melihat Bali Utara sebagai landscape kebudayaan yang sangat beragam dan menemukan kalau wayang itu salah satu kesenian yang masih eksis di Bali Utara.” kata I Putu Ardiyasa, direktur festival sekaligus sebagai Ketua Yayasan Lemah Tulis.

Malam itu, dua nomor pertunjukan wayang kulit oleh Jro Dalang Sudarma Bungkulan dan Dalang Cilik Dewa Komang Satya Aby Mantra asal Desa Banjar setidaknya telah menjadi jawaban atas pertanyaan, di mana posisi wayang hari ini khususnya di Bali Utara, baik sebagai tontonan yang masih eksis maupun sebagai pertunjukan itu sendiri.

“Wayang sesungguhnya, kan, memang bahasanya sangat kaku barangkali, dalam konteks kita saat ini—anak-anak muda zaman sekarang, tetapi nyatanya, malam ini, [pertunjukan wayang] ternyata bisa membuat orang bertahan di tempat duduknya,” lanjut I Putu Ardiyasa.

Anak-anak SMP dalam workshop wayang di Festival Wayang Bali Utara 2026

Ketika itu, orang-orang datang dan menikmati pertunjukan wayang. Bahkan, di hari yang sama, pagi, diskusi pengenalan wayang kulit dan lukis wayang kaca dan Workshop Pembuatan Wayang Kulit yang diadakan di Museum Sunda Ketjil, setidaknya telah menebar pemahaman terkait dunia pewayangan sebenarnya tak sempit.

“Wayang kulit di Bali Utara, itu cukup unik di antara wayang-wayang yang ada di Bali secara umum,” kata Ardiyasa.

Salah satunya, bisa dilihat dari sisi bentuk, seperti anatominya lebih besar dan atraktif, ukirannya juga mengikuti gaya ukiran seperti yang ada di Pura Beji. Perbedaan itu cukup mencolok jika dibandingkan dengan bentuk wayang yang ada di Bali selatan.

Kemudian secara fungsi, wayang di Bali Utara lebih beragam. Bahkan, tirta (air suci) wayang itu diposisikan sebagai tirta utama khususnya di upacara-upacara tiga bulanan dan kematian.

“Itu semua diposisikan tidak saja magis, tetapi juga eklusif.” lanjutnya.

Wayang Sebagai Pemantik dalam Membaca Masa Silam

Kemudian pemilihan Museum Soenda Ketjil sebagai lokasi kegiatan FWB 2026 itu, salah satu pertimbangannya karena saat ini negara sedang mengupayakan pendayagunaan ruang publik secara massif.

Lukisan wayang kaca dalam Festival Wayang Bali Utara 2026

Namun dalam praktiknya, Yayasan Lemah Tulis melihat yang lain, bagaimana Museum Soenda Ketjil justru cenderung berada dalam kondisi yang relatif pasif, baik sebagai institusi museum maupun sebagai bagian dari wacana publik yang jarang diangkat kembali.

“Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi sejarah yang dimiliki dengan pemanfaatannya dalam konteks kekinian,” kata I Putu Ardiyasa.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan apabila mengacu pada konteks masa lampau, Soenda Ketjil seharusnya dapat menjadi ruang yang produktif untuk dilakukan pembacaan ulang. Pembacaan ulang tersebut tidak hanya terbatas pada narasi sejarah formal, seperti posisinya sebagai bagian dari sejarah ibu kota pada masa lampau, tetapi juga perlu diarahkan pada nilai-nilai yang lebih terkini.

“Misalnya, semangat pluralisme dan keberagaman yang pernah tumbuh di kawasan tersebut, serta etos perjuangan para pedagang dalam mempertahankan kehidupan ekonomi mereka.” lanjutnya.

Selain itu, tokoh seperti I Gusti Ketut Pudja juga memiliki relevansi penting untuk diangkat kembali dalam konteks ini. Apalagi sebagai tokoh asal Buleleng yang turut berperan dalam perumusan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), telah memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat lokal.

Pementasan wayang dalam Festival Wayang Bali Utara 2026

I Gusti Ketut Pudja (1909-1977) memang merupakan salah satu tokoh penting asal Buleleng yang telah menjadi figur nasional, salah satu peran terpentingnya adalah keikutsertaannya dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Oleh karena itu, pemaknaan ulang terhadap peran dan pemikiran tokoh tersebut menjadi bagian penting untuk kembali diingat, bahkan dipelajari dan ditiru spiritnya.

Dengan demikian, melalui Festival Wayang Bali Utara 2026, sangat memungkinkan untuk kembali membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil agar tak ahistoris. [T]

Penulis: Son Lomri
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengFestival Wayang Bali Utarawayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

Next Post

Sepiring Seafood Kedonganan dan Pelajaran Resiliensi Pariwisata Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

by tatkala
November 6, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

Read moreDetails

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
0
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

Read moreDetails

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails
Next Post
Sepiring Seafood Kedonganan dan Pelajaran Resiliensi Pariwisata Bali

Sepiring Seafood Kedonganan dan Pelajaran Resiliensi Pariwisata Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co