25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

Ashlikhatul Fuaddah by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
in Esai
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

Ashlikhatul Fuaddah

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga ini sesungguhnya merujuk pada sesuatu yang jauh lebih damai, antrean panjang orang-orang yang berlomba mendapatkan takjil gratis atau murah di pinggir jalan, di depan masjid, di halaman kantor, atau di mana pun ada yang membagikannya.Video-video pendek tentang antrean ini menyebar cepat di media sosial, memancing komentar, tawa, dan tidak jarang perdebatan kecil tentang siapa yang “berhak” ikut antre.

Yang menarik bukan saja fenomenanya, melainkan reaksi masyarakat terhadapnya. Sebagian memujinya sebagai wujud kebersamaan yang mengharukan. Sebagian lain mencibir: ini solidaritas sungguhan atau sekadar konten? Pertanyaan itu sah diajukan. Tetapi barangkali ada pertanyaan yang lebih menarik untuk dijawab, dari sudut pandang komunikasi, apa yang sesungguhnya sedang terjadi di balik fenomena takjil war ini?

Mari kita mulai dari yang paling tampak: antrean itu sendiri. Dalam keseharian yang semakin individual dan terfragmentasi, antrean adalah salah satu dari sedikit momen di mana orang-orang yang tidak saling mengenal berdiri di ruang fisik yang sama, berbagi waktu yang sama, menuju tujuan yang sama. Sosiolog Erving Goffman menyebutnya sebagai focused interaction, situasi di mana dua orang atau lebih saling menyesuaikan kehadiran dan perhatian mereka secara langsung.

Antrean takjil menciptakan kondisi itu. Di sana, orang-orang yang sehari-hari berpapasan tanpa saling menatap tiba-tiba menjadi tetangga antrean, berbagi senyum, mengobrol ringan tentang cuaca atau tentang seberapa panjang barisan di depan mereka, kadang tertawa bersama ketika stok habis sebelum giliran tiba. Ini bukan komunikasi yang dalam atau bermakna secara personal, tetapi ia adalah komunikasi “komunal” yang dalam konteks masyarakat perkotaan yang semakin anonim, justru memiliki nilai yang tidak bisa diremehkan.

Dimensi kedua yang menarik adalah peran media sosial dalam memperluas dan memperkuat fenomena ini. Takjil war tidak akan menjadi “war” tanpa TikTok dan Instagram Reels. Video seseorang yang antusias berlari menuju meja pembagian takjil, atau wajah kecewa yang sudah kehabisan, mengundang tawa dan empati secara bersamaan dari jutaan penonton yang tidak hadir di lokasi.

Dalam teori komunikasi massa kontemporer, ini adalah contoh nyata dari apa yang Henry Jenkins (2006) sebut sebagai participatory culture, budaya partisipasi di mana batas antara penonton dan peserta menjadi kabur. Orang-orang yang menonton video takjil war tidak hanya menjadi konsumen konten, banyak dari mereka kemudian termotivasi untuk ikut serta, baik sebagai penerima takjil maupun sebagai pembagi. Siklus ini menciptakan apa yang dalam kajian komunikasi disebut sebagai media-driven social participation, keterlibatan sosial yang dipicu dan diperkuat oleh konsumsi media.

Menggerakkan

Lalu bagaimana dengan pertanyaan yang sering muncul “Apakah ini solidaritas yang tulus, atau sekadar mencari konten? Pertanyaan itu mungkin kurang produktif jika dikemukakan sebagai oposisi biner. Dalam pendekatan Uses and Gratifications, manusia menggunakan media dan berpartisipasi dalam aktivitas sosial untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus, dan kebutuhan-kebutuhan itu tidak selalu saling mengecualikan.

Seseorang bisa sekaligus ingin berbagi takjil karena empati dan ingin mendokumentasikannya untuk media sosial. Seseorang bisa sekaligus menikmati gratisnya takjil dan menikmati pengalaman sosial antrean bersama orang lain.

Yang lebih menarik untuk diamati adalah bagaimana fenomena ini menggerakkan distribusi sumber daya secara organik. Di banyak kota, informasi tentang lokasi pembagian takjil gratis menyebar melalui jaringan media sosial dan grup-grup komunitas. Ini adalah contoh dari komunikasi jaringan (network communication) yang bekerja secara efektif, pesan bergerak cepat melalui simpul-simpul hubungan sosial, menggerakkan orang untuk hadir di titik-titik tertentu dalam kota. Masjid yang biasanya hanya dikenal oleh warga sekitarnya tiba-tiba menjadi titik temu lintas komunitas karena unggahan seorang pengunjung yang menyebar secara viral.

Ruang Baru Komunal

Ada satu aspek dari takjil war yang menurut saya paling signifikan secara komunikasi dan sering luput dari perhatian. Ia adalah salah satu dari sedikit fenomena yang berhasil menembus batas-batas sosial yang biasanya tidak mudah ditembus.

Di antrean takjil, mahasiswa berdiri di samping ibu rumah tangga. Karyawan kantoran berbaur dengan tukang ojek. Anak muda dari berbagai latar berbagi pengalaman menunggu yang sama. Dalam masyarakat yang semakin terpolarisasi, secara ekonomi, secara politik, secara kultural, momen-momen lintas batas seperti ini memiliki nilai komunikasi yang sesungguhnya sangat tinggi. Erving Goffman menyebut momen-momen di mana orang dari status berbeda berbagi ruang dan pengalaman yang setara sebagai leveling moments, situasi yang sementara meratakan hierarki sosial dan memungkinkan terjadinya kontak yang lebih manusiawi.

Takjil war tentu bukan solusi atas persoalan kesenjangan sosial. Ia juga bukan indikator tunggal bahwa solidaritas masyarakat sedang baik-baik saja. Namun, membacanya semata sebagai “konten receh” atau “tren musiman” juga terlalu tergesa-gesa.

Dari kacamata komunikasi, takjil war adalah fenomena yang menunjukkan bagaimana media sosial, ritual keagamaan, dan kebutuhan manusia akan koneksi sosial bekerja bersama-sama untuk menciptakan ruang-ruang baru pertemuan komunal.

Ruang itu mungkin ramai, mungkin sesak, mungkin tidak selalu tulus sepenuhnya, tetapi ia ada. Dan di kota-kota besar yang semakin individualistis, keberadaan ruang seperti itu, dalam bentuk apa pun, adalah sesuatu yang patut kita perhatikan dengan lebih serius. [T]

Penulis: Ashlikhatul Fuaddah
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulan puasaMuslimRamadanRamadhantakjil
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

Next Post

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Ashlikhatul Fuaddah

Ashlikhatul Fuaddah

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co