24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

Ashlikhatul Fuaddah by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
in Esai
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

Ashlikhatul Fuaddah

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga ini sesungguhnya merujuk pada sesuatu yang jauh lebih damai, antrean panjang orang-orang yang berlomba mendapatkan takjil gratis atau murah di pinggir jalan, di depan masjid, di halaman kantor, atau di mana pun ada yang membagikannya.Video-video pendek tentang antrean ini menyebar cepat di media sosial, memancing komentar, tawa, dan tidak jarang perdebatan kecil tentang siapa yang “berhak” ikut antre.

Yang menarik bukan saja fenomenanya, melainkan reaksi masyarakat terhadapnya. Sebagian memujinya sebagai wujud kebersamaan yang mengharukan. Sebagian lain mencibir: ini solidaritas sungguhan atau sekadar konten? Pertanyaan itu sah diajukan. Tetapi barangkali ada pertanyaan yang lebih menarik untuk dijawab, dari sudut pandang komunikasi, apa yang sesungguhnya sedang terjadi di balik fenomena takjil war ini?

Mari kita mulai dari yang paling tampak: antrean itu sendiri. Dalam keseharian yang semakin individual dan terfragmentasi, antrean adalah salah satu dari sedikit momen di mana orang-orang yang tidak saling mengenal berdiri di ruang fisik yang sama, berbagi waktu yang sama, menuju tujuan yang sama. Sosiolog Erving Goffman menyebutnya sebagai focused interaction, situasi di mana dua orang atau lebih saling menyesuaikan kehadiran dan perhatian mereka secara langsung.

Antrean takjil menciptakan kondisi itu. Di sana, orang-orang yang sehari-hari berpapasan tanpa saling menatap tiba-tiba menjadi tetangga antrean, berbagi senyum, mengobrol ringan tentang cuaca atau tentang seberapa panjang barisan di depan mereka, kadang tertawa bersama ketika stok habis sebelum giliran tiba. Ini bukan komunikasi yang dalam atau bermakna secara personal, tetapi ia adalah komunikasi “komunal” yang dalam konteks masyarakat perkotaan yang semakin anonim, justru memiliki nilai yang tidak bisa diremehkan.

Dimensi kedua yang menarik adalah peran media sosial dalam memperluas dan memperkuat fenomena ini. Takjil war tidak akan menjadi “war” tanpa TikTok dan Instagram Reels. Video seseorang yang antusias berlari menuju meja pembagian takjil, atau wajah kecewa yang sudah kehabisan, mengundang tawa dan empati secara bersamaan dari jutaan penonton yang tidak hadir di lokasi.

Dalam teori komunikasi massa kontemporer, ini adalah contoh nyata dari apa yang Henry Jenkins (2006) sebut sebagai participatory culture, budaya partisipasi di mana batas antara penonton dan peserta menjadi kabur. Orang-orang yang menonton video takjil war tidak hanya menjadi konsumen konten, banyak dari mereka kemudian termotivasi untuk ikut serta, baik sebagai penerima takjil maupun sebagai pembagi. Siklus ini menciptakan apa yang dalam kajian komunikasi disebut sebagai media-driven social participation, keterlibatan sosial yang dipicu dan diperkuat oleh konsumsi media.

Menggerakkan

Lalu bagaimana dengan pertanyaan yang sering muncul “Apakah ini solidaritas yang tulus, atau sekadar mencari konten? Pertanyaan itu mungkin kurang produktif jika dikemukakan sebagai oposisi biner. Dalam pendekatan Uses and Gratifications, manusia menggunakan media dan berpartisipasi dalam aktivitas sosial untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus, dan kebutuhan-kebutuhan itu tidak selalu saling mengecualikan.

Seseorang bisa sekaligus ingin berbagi takjil karena empati dan ingin mendokumentasikannya untuk media sosial. Seseorang bisa sekaligus menikmati gratisnya takjil dan menikmati pengalaman sosial antrean bersama orang lain.

Yang lebih menarik untuk diamati adalah bagaimana fenomena ini menggerakkan distribusi sumber daya secara organik. Di banyak kota, informasi tentang lokasi pembagian takjil gratis menyebar melalui jaringan media sosial dan grup-grup komunitas. Ini adalah contoh dari komunikasi jaringan (network communication) yang bekerja secara efektif, pesan bergerak cepat melalui simpul-simpul hubungan sosial, menggerakkan orang untuk hadir di titik-titik tertentu dalam kota. Masjid yang biasanya hanya dikenal oleh warga sekitarnya tiba-tiba menjadi titik temu lintas komunitas karena unggahan seorang pengunjung yang menyebar secara viral.

Ruang Baru Komunal

Ada satu aspek dari takjil war yang menurut saya paling signifikan secara komunikasi dan sering luput dari perhatian. Ia adalah salah satu dari sedikit fenomena yang berhasil menembus batas-batas sosial yang biasanya tidak mudah ditembus.

Di antrean takjil, mahasiswa berdiri di samping ibu rumah tangga. Karyawan kantoran berbaur dengan tukang ojek. Anak muda dari berbagai latar berbagi pengalaman menunggu yang sama. Dalam masyarakat yang semakin terpolarisasi, secara ekonomi, secara politik, secara kultural, momen-momen lintas batas seperti ini memiliki nilai komunikasi yang sesungguhnya sangat tinggi. Erving Goffman menyebut momen-momen di mana orang dari status berbeda berbagi ruang dan pengalaman yang setara sebagai leveling moments, situasi yang sementara meratakan hierarki sosial dan memungkinkan terjadinya kontak yang lebih manusiawi.

Takjil war tentu bukan solusi atas persoalan kesenjangan sosial. Ia juga bukan indikator tunggal bahwa solidaritas masyarakat sedang baik-baik saja. Namun, membacanya semata sebagai “konten receh” atau “tren musiman” juga terlalu tergesa-gesa.

Dari kacamata komunikasi, takjil war adalah fenomena yang menunjukkan bagaimana media sosial, ritual keagamaan, dan kebutuhan manusia akan koneksi sosial bekerja bersama-sama untuk menciptakan ruang-ruang baru pertemuan komunal.

Ruang itu mungkin ramai, mungkin sesak, mungkin tidak selalu tulus sepenuhnya, tetapi ia ada. Dan di kota-kota besar yang semakin individualistis, keberadaan ruang seperti itu, dalam bentuk apa pun, adalah sesuatu yang patut kita perhatikan dengan lebih serius. [T]

Penulis: Ashlikhatul Fuaddah
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulan puasaMuslimRamadanRamadhantakjil
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

Next Post

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Ashlikhatul Fuaddah

Ashlikhatul Fuaddah

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails
Next Post
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co