25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

Gading Ganesha by Gading Ganesha
February 22, 2026
in Khas
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

Alumni Smansa Singaraja menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam saya berbunyi. Pesan masuk dari grup WhatsApp. Putu Ferryawan menyapa singkat, “Selamat pagi.” Sapaan sederhana, tetapi cukup untuk membangunkan semangat kami semua.

Pagi itu, Sabtu, 21 Februari 2026, kami telah berjanji untuk menanam pohon di kawasan hutan Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run yang akan digelar pada 22 Maret 2026.

Putu Ferryawan adalah orang yang paling bersemangat. Maklum, di tengah kesibukannya sebagai wakil kepala di tempatnya bekerja, waktu santai menjadi barang mewah. Sudah lama ia meminta saya mengajaknya ke Hutan Panji, namun selalu saja tertunda. Kesempatan ini akhirnya menjadi jawaban. Bahkan sejak rapat awal, ia termasuk yang paling antusias membahas jadwal dan jumlah pohon yang akan ditanam.

Ada pula seorang kawan lain, dosen di perguruan tinggi terbesar di Buleleng, yang awalnya tak kalah bersemangat. Ia turut berdiskusi menentukan hari baik untuk penanaman. Namun pada hari pelaksanaan, ia malah berhalangan karena harus menghadiri upacara adat. Namanya juga hari baik, kadang memang telah lebih dulu dipilih untuk kepentingan adat.

Menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

Penanaman pohon sendiri dipilih sebagai salah satu agenda utama Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026. Ini jadi bentuk rasa terima kasih dan kepedulian terhadap alam, khususnya kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan dan penghasil oksigen.

“Kalau kita rajin olahraga, rajin lari tapi udaranya tidak sehat, belum tentu juga kita jadi sehat,” canda Ketua Panitia, Dedy Saputra, pada kami. Ia seorang pelari aktif asal Desa Pemuteran yang telah mengikuti puluhan event lari di Bali.

Pesannya itu sederhana, namun saya merasakan makna yang dalam. Sebelum berlari untuk kesehatan, pastikan alam yang kita pijak tetap lestari dan sehat.

Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Yayasan Hamemayu Cendekia Bumi (Mayubumi), Pemerintah Desa Panji, serta Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Panji yang turut hadir dan mendampingi proses penanaman.

Awalnya saya sempat mengira Desa Panji dipilih karena saya adalah warga setempat. Ternyata bukan. Panji dipilih karena belakangan menjadi perbincangan terkait kondisi hutannya. Media sosial sempat diramaikan dengan berbagai isu. Hingga pemerintah desa harus memberikan klarifikasi agar tidak terjadi bias informasi. Maka, menanam pohon ini bagi kami menjadi simbol kepedulian sekaligus dukungan.

Menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

Tepat pukul delapan pagi, sebelas orang perwakilan panitia tiba di titik kumpul Monumen Bhuana Kerta—sembilan laki-laki dan dua perempuan, seluruhnya serempak mengenakan seragam alumni SMANSA Singaraja. Turut hadir Ketua Karang Taruna Desa Panji, Wayan Ganesha, beserta anggotanya, ada juga Gede “Gabeng” Sukerta Sekretaris Bumdes Panji yang ikut mengawal kegiatan.

Perjalanan menuju lokasi penanaman tak sampai sepuluh menit berkendara, dari Monumen Bhuana Kerta hingga Bendungan Tiying Tali. Di sana, rombongan disambut Kelompok Tani Hutan Desa Panji.

Setelah menerima arahan dari Perbekel Desa Panji dan Ketua LPHD Panji penanaman pun dimulai. Puluhan bibit beringin dan matoa ditanam di sepanjang jalur air dari Bendungan Tiying Tali hingga Air Terjun Cemara atas arahan dari Ketua LPHD Panji.

Suasana sejuk menyelimuti langkah kami. Suara air sungai mengalir pelan, seolah menyamarkan napas yang mulai terengah. Meski jalurnya tidak terlalu menanjak, berjalan sejauh dua kilometer di medan licin tetap menguras tenaga, terutama bagi yang baru pertama kali menyusuri hutan ini. Dengan bantuan peralatan dari Kelompok Tani Hutan, satu per satu pohon ditanam.

Menurut Pak De Benot, sapaan akrab Ketua LPHD Bhuana Utama Panji, kawasan hutan Panji masih membutuhkan banyak penanaman dan perawatan berkelanjutan.

“Tidak cukup hanya menanam. Agar pohon bisa tumbuh, harus dirawat,” kata Pak De Benot.

Peran anggota LPHD sangat penting. Mereka rutin turun membersihkan tanaman liar yang kerap tumbuh cepat, apalagi di musim hujan. Jika dibiarkan, tanaman liar dapat menutupi bibit yang baru ditanam dan menghambat pertumbuhannya. Hutan Desa Panji sendiri memiliki luas hampir 129 hektare—ini jadi tanggung jawab yang tidak kecil.

Menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

Setelah penanaman selesai, Air Terjun Cemara menjadi tempat melepas lelah. Sambil menikmati bekal, kami berbincang dan mengabadikan momen bersama.

Damar Windu, Founder Yayasan Mayubumi yang juga dosen di Universitas Pendidikan Ganesha, menegaskan bahwa gerakan menanam pohon adalah tanggung jawab bersama. “Kolaborasi adalah kekuatan. Merawat bumi tidak bisa dikerjakan sendirian,” ujarnya.

Desi Parlina, salah satu panitia yang ikut serta, bahkan bangun pukul lima pagi demi bisa hadir. “Aku tadi bangun pagi sekali, masak dulu untuk anak-anak di rumah, biar tenang di hutan,” katanya sambil tersenyum. Ia berharap suatu hari dapat mengajak anak-anaknya menyusuri Hutan Panji.

Hari itu saya jadi belajar satu hal sederhana dan penting. Pergi ke hutan dan menanam pohon bisa menjadi pelepas jenuh. Menghirup udara segar, merasakan dinginnya air sungai, dan menyentuh tanah basah menghadirkan kesadaran baru tentang pentingnya menjaga alam.

Menjaga hutan tetap lestari mungkin akan membuat kita benar-benar bisa berlari dengan bahagia. Ya Fun Run— bisa berlari dengan pasokan udara yang bersih dan hati yang ringan.

Menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

Sebelum berlari pada 22 Maret 2026 nanti, panitia Alumni Smansa Charity Fun Run telah lebih dulu menanam harapan. Sebab mereka percaya kesehatan bukan hanya soal seberapa jauh kita berlari. Tetapi juga seberapa peduli kita turut menjaga bumi tempat kita melangkah. Dan saya percaya dimana setiap langkah berani dimulai, selalu bisa jadi harapan. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PanjihutanlingkunganPendidikanSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

Next Post

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

Maya Menulis Tantra  ---Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co