14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

Gading Ganesha by Gading Ganesha
February 22, 2026
in Khas
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

Alumni Smansa Singaraja menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam saya berbunyi. Pesan masuk dari grup WhatsApp. Putu Ferryawan menyapa singkat, “Selamat pagi.” Sapaan sederhana, tetapi cukup untuk membangunkan semangat kami semua.

Pagi itu, Sabtu, 21 Februari 2026, kami telah berjanji untuk menanam pohon di kawasan hutan Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run yang akan digelar pada 22 Maret 2026.

Putu Ferryawan adalah orang yang paling bersemangat. Maklum, di tengah kesibukannya sebagai wakil kepala di tempatnya bekerja, waktu santai menjadi barang mewah. Sudah lama ia meminta saya mengajaknya ke Hutan Panji, namun selalu saja tertunda. Kesempatan ini akhirnya menjadi jawaban. Bahkan sejak rapat awal, ia termasuk yang paling antusias membahas jadwal dan jumlah pohon yang akan ditanam.

Ada pula seorang kawan lain, dosen di perguruan tinggi terbesar di Buleleng, yang awalnya tak kalah bersemangat. Ia turut berdiskusi menentukan hari baik untuk penanaman. Namun pada hari pelaksanaan, ia malah berhalangan karena harus menghadiri upacara adat. Namanya juga hari baik, kadang memang telah lebih dulu dipilih untuk kepentingan adat.

Menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

Penanaman pohon sendiri dipilih sebagai salah satu agenda utama Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026. Ini jadi bentuk rasa terima kasih dan kepedulian terhadap alam, khususnya kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan dan penghasil oksigen.

“Kalau kita rajin olahraga, rajin lari tapi udaranya tidak sehat, belum tentu juga kita jadi sehat,” canda Ketua Panitia, Dedy Saputra, pada kami. Ia seorang pelari aktif asal Desa Pemuteran yang telah mengikuti puluhan event lari di Bali.

Pesannya itu sederhana, namun saya merasakan makna yang dalam. Sebelum berlari untuk kesehatan, pastikan alam yang kita pijak tetap lestari dan sehat.

Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Yayasan Hamemayu Cendekia Bumi (Mayubumi), Pemerintah Desa Panji, serta Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Panji yang turut hadir dan mendampingi proses penanaman.

Awalnya saya sempat mengira Desa Panji dipilih karena saya adalah warga setempat. Ternyata bukan. Panji dipilih karena belakangan menjadi perbincangan terkait kondisi hutannya. Media sosial sempat diramaikan dengan berbagai isu. Hingga pemerintah desa harus memberikan klarifikasi agar tidak terjadi bias informasi. Maka, menanam pohon ini bagi kami menjadi simbol kepedulian sekaligus dukungan.

Menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

Tepat pukul delapan pagi, sebelas orang perwakilan panitia tiba di titik kumpul Monumen Bhuana Kerta—sembilan laki-laki dan dua perempuan, seluruhnya serempak mengenakan seragam alumni SMANSA Singaraja. Turut hadir Ketua Karang Taruna Desa Panji, Wayan Ganesha, beserta anggotanya, ada juga Gede “Gabeng” Sukerta Sekretaris Bumdes Panji yang ikut mengawal kegiatan.

Perjalanan menuju lokasi penanaman tak sampai sepuluh menit berkendara, dari Monumen Bhuana Kerta hingga Bendungan Tiying Tali. Di sana, rombongan disambut Kelompok Tani Hutan Desa Panji.

Setelah menerima arahan dari Perbekel Desa Panji dan Ketua LPHD Panji penanaman pun dimulai. Puluhan bibit beringin dan matoa ditanam di sepanjang jalur air dari Bendungan Tiying Tali hingga Air Terjun Cemara atas arahan dari Ketua LPHD Panji.

Suasana sejuk menyelimuti langkah kami. Suara air sungai mengalir pelan, seolah menyamarkan napas yang mulai terengah. Meski jalurnya tidak terlalu menanjak, berjalan sejauh dua kilometer di medan licin tetap menguras tenaga, terutama bagi yang baru pertama kali menyusuri hutan ini. Dengan bantuan peralatan dari Kelompok Tani Hutan, satu per satu pohon ditanam.

Menurut Pak De Benot, sapaan akrab Ketua LPHD Bhuana Utama Panji, kawasan hutan Panji masih membutuhkan banyak penanaman dan perawatan berkelanjutan.

“Tidak cukup hanya menanam. Agar pohon bisa tumbuh, harus dirawat,” kata Pak De Benot.

Peran anggota LPHD sangat penting. Mereka rutin turun membersihkan tanaman liar yang kerap tumbuh cepat, apalagi di musim hujan. Jika dibiarkan, tanaman liar dapat menutupi bibit yang baru ditanam dan menghambat pertumbuhannya. Hutan Desa Panji sendiri memiliki luas hampir 129 hektare—ini jadi tanggung jawab yang tidak kecil.

Menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

Setelah penanaman selesai, Air Terjun Cemara menjadi tempat melepas lelah. Sambil menikmati bekal, kami berbincang dan mengabadikan momen bersama.

Damar Windu, Founder Yayasan Mayubumi yang juga dosen di Universitas Pendidikan Ganesha, menegaskan bahwa gerakan menanam pohon adalah tanggung jawab bersama. “Kolaborasi adalah kekuatan. Merawat bumi tidak bisa dikerjakan sendirian,” ujarnya.

Desi Parlina, salah satu panitia yang ikut serta, bahkan bangun pukul lima pagi demi bisa hadir. “Aku tadi bangun pagi sekali, masak dulu untuk anak-anak di rumah, biar tenang di hutan,” katanya sambil tersenyum. Ia berharap suatu hari dapat mengajak anak-anaknya menyusuri Hutan Panji.

Hari itu saya jadi belajar satu hal sederhana dan penting. Pergi ke hutan dan menanam pohon bisa menjadi pelepas jenuh. Menghirup udara segar, merasakan dinginnya air sungai, dan menyentuh tanah basah menghadirkan kesadaran baru tentang pentingnya menjaga alam.

Menjaga hutan tetap lestari mungkin akan membuat kita benar-benar bisa berlari dengan bahagia. Ya Fun Run— bisa berlari dengan pasokan udara yang bersih dan hati yang ringan.

Menanam pohon di Hutan Panji | Foto-foto: Dok Ganesha

Sebelum berlari pada 22 Maret 2026 nanti, panitia Alumni Smansa Charity Fun Run telah lebih dulu menanam harapan. Sebab mereka percaya kesehatan bukan hanya soal seberapa jauh kita berlari. Tetapi juga seberapa peduli kita turut menjaga bumi tempat kita melangkah. Dan saya percaya dimana setiap langkah berani dimulai, selalu bisa jadi harapan. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PanjihutanlingkunganPendidikanSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

Next Post

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails
Next Post
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

Maya Menulis Tantra  ---Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co