24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
February 13, 2026
in Esai
Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

JUMAT, 13 Februari 2026, dunia pendidikan Bali mendapat energi baru. Hari itu benar-benar menjadi momentum penting. Peresmian revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan di SMK Negeri 3 Singaraja (Stemsi) menandai komitmen nyata pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan zaman.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Revitalisasi adalah bagian dari upaya besar membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sebagaimana diamanatkan dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Pidato Sambutan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti

Beliau menyampaikan bahwa pembangunan dan pembaruan fasilitas pendidikan harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis, kreatif, dan mendorong penguatan karakter peserta didik. Sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi harus menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan. Tak tanggung-tanggung, bantuan revitalisasi yang dikucurkan untuk wilayah ini mencapai Rp90,7 miliar.

Lalu pertanyaannya, “Apakah artinya angka bantuan revitalisasi ini bagi Pembangunan Pendidikan Bali ke depan?” Bantuan revitalisasi sebesar Rp 90,7 miliar yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat peresmian di SMKN 3 Singaraja tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Dana tersebut adalah simbol kepercayaan pusat dan investasi masa depan bagi Bali.

Pertanyaannya lagi, apakah ia hanya akan menjelma menjadi bangunan dan fasilitas baru, atau benar-benar menjadi titik balik peningkatan mutu pendidikan? Jika dikelola dengan visi yang kuat, Rp 90,7 miliar adalah energi transformasi untuk menguatkan karakter siswa, meningkatkan kompetensi guru, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, revitalisasi ini seharusnya dimaknai sebagai mandat untuk melahirkan generasi Bali yang unggul dan berdaya saing global tanpa tercerabut dari akar budayanya. Terutama bagi SMK, dana tersebut harus memperkokoh pendidikan berbasis dunia kerja dan mewujudkan lulusan dengan kemampuan MWB: Melanjutkan, Wirausaha, dan Bekerja. Karena pada akhirnya, bukan besar kecilnya anggaran yang menentukan masa depan pendidikan Bali, melainkan kesungguhan semua pihak menjadikannya momentum perubahan nyata. Walau baru hanya menyentuh sebagian kecil saja sekolah di Bali, bantuan ini sudah merupakan stimulus untuk geliat pendidikan Bali bisa lebih maju lagi.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Kadisdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia Meninjau Lingkungan SMKN 3 Singaraja (Stemsi)

Bali memiliki keunikan tersendiri. Sebagai daerah yang bertumpu pada pariwisata, pertanian, dan budaya, sekolah-sekolah di Bali dituntut mampu mengintegrasikan potensi lokal dengan kompetensi global.

Bagi sekolah yang telah mendapatkan bantuan, revitalisasi membuka peluang besar meliputi tersedianya laboratorium praktik yang lebih modern, ruang belajar yang nyaman, dan penguatan kurikulum yang lebih adaptif. Selain itu dapat pula menumbuhkan sinergi dengan dunia usaha dan industri.

Tantangan

Tentu, revitalisasi bukan tanpa tantangan. Gedung baru tidak otomatis menghasilkan lulusan unggul jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas guru, manajemen sekolah yang visioner, serta kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Tanpa guru yang siap bertransformasi, ruang kelas modern bisa kehilangan maknanya.

Kesenjangan antarwilayah juga perlu diperhatikan. Sekolah di daerah pegunungan atau pinggiran Bali tetap harus mendapat perhatian setara. Revitalisasi harus adil, tidak hanya terpusat.

Yang paling penting untuk disadari, modernisasi tidak boleh membuat sekolah kehilangan jati diri. Bali adalah destinasi dunia, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat. Pendidikan harus menjaga keseimbangan itu.

Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukanlah bangunan yang megah, melainkan generasi yang lahir dari dalamnya — generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, dan siap menatap masa depan dengan percaya diri.

Kurikulum hari ini tidak bisa lagi kaku, melainkan adaptif. Dunia berubah cepat—digitalisasi, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, dan dinamika industri pariwisata menuntut sekolah ikut bergerak. Adaptif bukan berarti ikut arus tanpa arah, tetapi cerdas memadukan potensi lokal dengan tuntutan global. Adaptif berarti wajib menguatkan jati diri.

Sekolah di Bali tetap harus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter lokal sebagai fondasi moral peserta didik. Sekolah di Bali harus tetap berakar pada nilai-nilai budaya seperti Tri Hita Karana, gotong royong banjar, dan karakter spiritual yang kuat, sambil tetap menatap dunia.

Revitalisasi menurut saya juga harus menjawab realitas yang tidak ringan. Beberapa peristiwa yang terjadi di sejumlah sekolah di Bali belakangan ini, mulai dari pembulian, campur tangan pihak luar sekolah, ketidakadilan, hingga perilaku menyimpang murid yang melampaui batas norma, menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.

Inilah hakikat yang perlu disadari dengan bijak. Peresmian revitalisasi ini seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni. Ia adalah titik awal transformasi pendidikan yang lebih menyeluruh.

Dengan dukungan anggaran yang besar, kebijakan yang berpihak pada kualitas, dan komitmen membangun SDM Bali Unggul, revitalisasi menjadi peluang emas bagi sekolah-sekolah di Bali untuk bangkit dan berinovasi.

Khusus bagi SMK

Bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), revitalisasi memiliki makna yang lebih tajam. SMK bukan hanya tempat belajar teori, tetapi tempat menempa kesiapan hidup. SMK merupakan pusat pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan kerja.

Lebih jauh lagi, lulusan SMK harus memiliki kemampuan untuk dapat melanjutkan, wirausaha, dan bekerja (MWB). Melanjutkan, berarti punya fondasi akademik yang kuat untuk kuliah. Wirausaha, berarti mampu menciptakan peluang, bukan sekadar mencari pekerjaan. Bekerja, berarti siap masuk dunia industri dengan kompetensi yang diakui. Inilah makna revitalisasi bagi SMK, yakni memperkuat link and match, menjembatani sekolah dengan dunia kerja secara nyata.

Revitalisasi satuan pendidikan sejatinya adalah awal perjalanan panjang. Ia bukan proyek sesaat, melainkan gerakan perubahan. Jika dimaknai dengan benar, revitalisasi bukan hanya memperbarui bangunan sekolah, tetapi memperbarui harapan. Harapan bahwa dari ruang-ruang kelas yang lebih layak akan lahir generasi Bali yang cerdas, terampil, berkarakter, dan percaya diri menghadapi masa depan.

Karena pada akhirnya, sekolah yang benar-benar hidup bukanlah yang dindingnya dicat baru, melainkan yang di dalamnya tumbuh mimpi, kreativitas, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengPendidikanSMKN 3 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

Next Post

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co