2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Reinkarnasi dan Transmigrasi Jiwa

Khairul A. El Maliky by Khairul A. El Maliky
January 1, 2026
in Esai
Reinkarnasi dan Transmigrasi Jiwa

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Konsep reinkarnasi—yakni keyakinan tentang kelahiran kembali jiwa ke dalam tubuh baru—telah lama menjadi bagian dari tradisi spiritual Timur dan diskursus filsafat metafisik. Dalam Islam, khususnya teologi arus utama, reinkarnasi secara eksplisit ditolak. Namun, dalam sejarah pemikiran tasawuf dan filsafat Islam, terdapat wacana-wacana simbolik dan metaforis tentang perjalanan jiwa, transformasi kesadaran, serta keberlanjutan eksistensi ruh yang sering disalahpahami sebagai reinkarnasi. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep reinkarnasi secara kritis melalui empat perspektif: agama, sains modern, filsafat, dan tasawuf.

Dengan pendekatan kualitatif-analitis, artikel ini menunjukkan bahwa tasawuf tidak mengajarkan reinkarnasi dalam arti literal, melainkan mengajukan konsep transformasi ruhani dan perjalanan kesadaran yang jauh lebih subtil. Reinkarnasi, dalam konteks tasawuf, lebih tepat dipahami sebagai simbol epistemologis tentang kematian ego dan kelahiran kesadaran baru.

Pendahuluan

Pertanyaan tentang apa yang terjadi pada manusia setelah kematian merupakan salah satu tema tertua dalam sejarah intelektual umat manusia. Dari mitologi kuno hingga agama-agama besar, dari filsafat klasik hingga sains modern, manusia terus berusaha memahami nasib jiwa setelah tubuh tidak lagi berfungsi. Salah satu gagasan paling kontroversial dalam diskursus ini adalah konsep reinkarnasi.

Reinkarnasi secara umum dipahami sebagai kembalinya jiwa ke dunia material dalam bentuk tubuh baru setelah kematian. Konsep ini lazim ditemukan dalam agama Hindu, Buddha, Jainisme, serta aliran-aliran spiritual tertentu di Barat modern. Namun, dalam Islam, konsep ini sering dianggap bertentangan dengan ajaran tentang kematian, alam barzakh, kebangkitan, dan hari pembalasan.

Meskipun demikian, tidak sedikit kalangan yang mengaitkan tasawuf—sebagai dimensi esoterik Islam—dengan gagasan reinkarnasi. Karya-karya sufi besar seperti Ibnu ‘Arabi, Jalaluddin Rumi, dan Suhrawardi kerap disalahpahami sebagai legitimasi transmigrasi jiwa. Hal ini menimbulkan pertanyaan akademis yang penting: apakah tasawuf benar-benar mengajarkan reinkarnasi, ataukah yang dimaksud adalah konsep lain yang secara terminologis dan ontologis berbeda?

Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan menelaah konsep reinkarnasi secara interdisipliner, sekaligus menempatkan tasawuf dalam kerangka epistemologi Islam yang utuh.

Reinkarnasi dalam Perspektif Agama

1. Reinkarnasi dalam Tradisi Keagamaan Timur

Dalam Hindu, reinkarnasi (samsara) merupakan siklus kelahiran dan kematian yang dipengaruhi oleh hukum karma. Jiwa (ātman) terus terlahir kembali hingga mencapai pembebasan (moksha). Dalam Buddhisme, meskipun konsep “jiwa” ditolak, terdapat kesinambungan kesadaran yang berpindah dari satu kehidupan ke kehidupan lain hingga mencapai nirwana.

Dalam kerangka ini, reinkarnasi berfungsi sebagai mekanisme keadilan kosmis: perbuatan dalam satu kehidupan menentukan kondisi kehidupan berikutnya.

2. Reinkarnasi dalam Islam: Posisi Teologis

Islam secara tegas menolak konsep reinkarnasi literal. Al-Qur’an menyatakan bahwa manusia hidup sekali di dunia, mati, lalu memasuki alam barzakh hingga hari kebangkitan:

“Di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 100)

Ayat ini menegaskan tidak adanya kembalinya manusia ke kehidupan dunia setelah kematian. Hadis Nabi Muhammad juga memperkuat pandangan bahwa kematian adalah pintu menuju kehidupan akhirat, bukan siklus kelahiran kembali di dunia.

Namun, penolakan terhadap reinkarnasi tidak berarti penolakan terhadap keberlanjutan eksistensi ruh. Islam membedakan secara jelas antara baqā’ al-rūḥ (kelanggengan ruh) dan tanāsukh al-arwāḥ (perpindahan ruh ke tubuh lain), yang terakhir dianggap menyimpang dari akidah.

Reinkarnasi dalam Perspektif Sains

1. Sains dan Kematian Kesadaran

Sains modern mendefinisikan kematian sebagai berhentinya fungsi biologis, khususnya aktivitas otak. Dalam paradigma materialistik, kesadaran dianggap sebagai produk emergen dari sistem saraf. Dengan demikian, ketika otak mati, kesadaran pun dianggap lenyap.

Namun, persoalan muncul ketika sains belum mampu menjelaskan secara tuntas apa itu kesadaran. Masalah kesadaran (hard problem of consciousness) menunjukkan bahwa pengalaman subjektif tidak mudah direduksi menjadi proses fisik.

2. Penelitian tentang Ingatan Kehidupan Lampau

Beberapa penelitian parapsikologi, seperti yang dilakukan Ian Stevenson, mendokumentasikan kasus anak-anak yang mengklaim mengingat kehidupan sebelumnya. Meskipun penelitian ini kontroversial dan tidak diterima secara luas oleh komunitas ilmiah arus utama, ia menunjukkan bahwa gagasan tentang kesinambungan kesadaran pascakematian belum sepenuhnya tertutup secara empiris.

Namun demikian, sains tidak dapat membuktikan reinkarnasi sebagai mekanisme universal. Bukti-bukti yang ada bersifat anekdotal dan belum memenuhi standar replikasi dan verifikasi yang ketat.

3. Batas Epistemologi Sains

Penting dicatat bahwa sains bekerja dalam batasan metodologis tertentu. Ia hanya dapat mengkaji fenomena yang terukur dan terobservasi. Jika kesadaran pascakematian berada di luar dimensi fisik, maka sains tidak memiliki perangkat untuk menegaskannya. Dengan demikian, penolakan sains terhadap reinkarnasi lebih bersifat metodologis daripada ontologis.

Reinkarnasi dalam Perspektif Filsafat

1. Plato dan Keabadian Jiwa

Plato mengajukan gagasan bahwa jiwa bersifat abadi dan telah ada sebelum tubuh. Dalam beberapa dialognya, ia mengemukakan kemungkinan jiwa mengalami kelahiran kembali sebagai bagian dari proses pendidikan kosmik. Namun, reinkarnasi dalam filsafat Plato lebih bersifat moral dan simbolik daripada mekanistik.

2. Filsafat Islam dan Penolakan Tanāsukh

Filsuf Muslim seperti Ibnu Sina secara tegas menolak reinkarnasi literal. Menurutnya, jiwa bersifat individual dan diciptakan bersamaan dengan kesiapan tubuh. Perpindahan jiwa ke tubuh lain dianggap bertentangan dengan prinsip identitas personal.

Namun, filsafat Islam mengakui perjalanan jiwa menuju kesempurnaan intelektual dan spiritual setelah kematian, bukan melalui kelahiran kembali, melainkan melalui transformasi eksistensial.

3. Reinkarnasi sebagai Metafora Eksistensial

Dalam filsafat kontemporer, beberapa pemikir memandang reinkarnasi sebagai metafora perubahan identitas. Manusia “lahir kembali” setiap kali mengalami transformasi kesadaran yang radikal. Dalam arti ini, reinkarnasi bukan peristiwa ontologis, melainkan simbol dinamika eksistensi manusia.

Reinkarnasi dalam Perspektif Tasawuf

1. Tasawuf dan Tuduhan Reinkarnasi

Tasawuf sering dituduh mengajarkan reinkarnasi karena penggunaan bahasa simbolik tentang perjalanan ruh, tajalli, dan transformasi wujud. Beberapa ungkapan sufi, seperti syair Jalaluddin Rumi tentang “mati sebagai mineral, hidup sebagai tumbuhan”, kerap ditafsirkan secara harfiah sebagai reinkarnasi.

Namun, tafsir literal terhadap teks sufi merupakan kekeliruan hermeneutik. Bahasa tasawuf bersifat simbolik, puitis, dan metaforis.

2. Konsep Fana’ dan Baqa’

Dalam tasawuf, konsep sentral yang sering disalahpahami sebagai reinkarnasi adalah fana’ (lebur ego) dan baqa’ (kekal bersama Tuhan). Fana’ bukan kematian fisik, melainkan kematian sifat-sifat egoistik. Setelah itu, seorang salik mengalami baqa’, yakni kelahiran kesadaran baru yang selaras dengan kehendak Ilahi.

Dalam kerangka ini, “kelahiran kembali” adalah peristiwa batiniah, bukan perpindahan ruh ke tubuh lain.

3. Alam Ruh dan Transformasi Kesadaran

Tasawuf mengajarkan bahwa ruh mengalami perjalanan melalui berbagai maqam dan ahwal. Setelah kematian fisik, ruh tidak kembali ke dunia dalam bentuk jasad baru, tetapi melanjutkan perjalanan di alam yang sesuai dengan tingkat kesadarannya.

Ibnu ‘Arabi menegaskan bahwa setiap ruh memiliki identitas ontologis yang unik. Ia menolak tanāsukh, tetapi mengakui keberlanjutan eksistensi ruh dalam bentuk yang tidak terikat ruang dan waktu duniawi.

4. Reinkarnasi sebagai Simbol Epistemologis

Dalam tasawuf, bahasa reinkarnasi dapat dipahami sebagai simbol epistemologis: kesadaran manusia “menjelma” dalam bentuk-bentuk pemahaman baru seiring kedekatannya dengan Tuhan. Setiap maqam adalah “kehidupan” baru, dan setiap hijab yang tersingkap adalah “kematian” dari ketidaktahuan sebelumnya.

Dengan demikian, reinkarnasi dalam tasawuf bukanlah transmigrasi jiwa, melainkan metamorfosis kesadaran.

Sintesis Interdisipliner

Dari kajian lintas disiplin ini, tampak bahwa konsep reinkarnasi memiliki makna yang sangat berbeda tergantung pada kerangka epistemologis yang digunakan. Agama Islam menolak reinkarnasi literal, sains tidak dapat memverifikasinya, filsafat menafsirkannya secara metaforis, dan tasawuf menggunakannya sebagai simbol transformasi ruhani.

Kesalahan umum terjadi ketika bahasa simbolik tasawuf dipaksa masuk ke dalam kategori ontologis yang kaku. Padahal, tasawuf berbicara pada level pengalaman batin, bukan mekanisme kosmik yang bersifat fisikal.

Implikasi Teologis dan Spiritual

Pemahaman yang tepat tentang konsep reinkarnasi dalam tasawuf memiliki implikasi penting. Ia menjaga kemurnian akidah Islam sekaligus membuka ruang dialog dengan tradisi spiritual lain. Lebih jauh, ia mengajak manusia untuk fokus pada “kelahiran kembali” batiniah di kehidupan ini, bukan menunggu kehidupan berikutnya.

Dalam tasawuf, keselamatan tidak ditentukan oleh berapa kali manusia lahir ke dunia, melainkan sejauh mana ia mengenal dirinya dan Tuhannya.

Kesimpulan

Reinkarnasi, dalam pengertian perpindahan ruh ke tubuh baru setelah kematian, tidak diajarkan dalam tasawuf Islam dan bertentangan dengan teologi Islam arus utama. Namun, tasawuf mengajarkan konsep transformasi kesadaran yang sering disalahpahami sebagai reinkarnasi.

Dengan pendekatan interdisipliner, artikel ini menunjukkan bahwa reinkarnasi dalam tasawuf bersifat simbolik dan epistemologis, bukan ontologis. Ia merujuk pada kematian ego dan kelahiran kesadaran ruhani yang lebih tinggi.

Dengan demikian, tasawuf tidak menawarkan siklus kelahiran kembali, melainkan jalan pembebasan kesadaran—bukan dari dunia menuju dunia, tetapi dari ego menuju kebenaran. [T]

Penulis: Khairul A. El Maliky
Editor: Adnyana Ole

Tags: kesadaranreinkarnasitasawuftransmigrasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putra Pradyana, Winner Pro Bali Ambassador: Siap ‘Berkarya, Berbagi, dan Menginspirasi’

Next Post

‘Toto – Africa’: Membuka Gerbang Menuju Dunia Lain, Antara Realita dan Mimpi

Khairul A. El Maliky

Khairul A. El Maliky

Pengarang novel yang lahir di Kota Probolinggo. Buku terbarunya yang sudah terbit antara lain, Akad, Pintu Tauhid, Kalam, Kalam Cinta (Penerbit MNC, 2024) dan Pernikahan & Prasangka Cinta (Segera). Di sela-sela mengajar Sastra Indonesia, pengarang juga menulis dan mengirimkan cerpennya ke berbagai media massa.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
‘Toto – Africa’: Membuka Gerbang Menuju Dunia Lain, Antara Realita dan Mimpi

'Toto - Africa': Membuka Gerbang Menuju Dunia Lain, Antara Realita dan Mimpi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co