2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Reinkarnasi dan Transmigrasi Jiwa

Khairul A. El Maliky by Khairul A. El Maliky
January 1, 2026
in Esai
Reinkarnasi dan Transmigrasi Jiwa

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Konsep reinkarnasi—yakni keyakinan tentang kelahiran kembali jiwa ke dalam tubuh baru—telah lama menjadi bagian dari tradisi spiritual Timur dan diskursus filsafat metafisik. Dalam Islam, khususnya teologi arus utama, reinkarnasi secara eksplisit ditolak. Namun, dalam sejarah pemikiran tasawuf dan filsafat Islam, terdapat wacana-wacana simbolik dan metaforis tentang perjalanan jiwa, transformasi kesadaran, serta keberlanjutan eksistensi ruh yang sering disalahpahami sebagai reinkarnasi. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep reinkarnasi secara kritis melalui empat perspektif: agama, sains modern, filsafat, dan tasawuf.

Dengan pendekatan kualitatif-analitis, artikel ini menunjukkan bahwa tasawuf tidak mengajarkan reinkarnasi dalam arti literal, melainkan mengajukan konsep transformasi ruhani dan perjalanan kesadaran yang jauh lebih subtil. Reinkarnasi, dalam konteks tasawuf, lebih tepat dipahami sebagai simbol epistemologis tentang kematian ego dan kelahiran kesadaran baru.

Pendahuluan

Pertanyaan tentang apa yang terjadi pada manusia setelah kematian merupakan salah satu tema tertua dalam sejarah intelektual umat manusia. Dari mitologi kuno hingga agama-agama besar, dari filsafat klasik hingga sains modern, manusia terus berusaha memahami nasib jiwa setelah tubuh tidak lagi berfungsi. Salah satu gagasan paling kontroversial dalam diskursus ini adalah konsep reinkarnasi.

Reinkarnasi secara umum dipahami sebagai kembalinya jiwa ke dunia material dalam bentuk tubuh baru setelah kematian. Konsep ini lazim ditemukan dalam agama Hindu, Buddha, Jainisme, serta aliran-aliran spiritual tertentu di Barat modern. Namun, dalam Islam, konsep ini sering dianggap bertentangan dengan ajaran tentang kematian, alam barzakh, kebangkitan, dan hari pembalasan.

Meskipun demikian, tidak sedikit kalangan yang mengaitkan tasawuf—sebagai dimensi esoterik Islam—dengan gagasan reinkarnasi. Karya-karya sufi besar seperti Ibnu ‘Arabi, Jalaluddin Rumi, dan Suhrawardi kerap disalahpahami sebagai legitimasi transmigrasi jiwa. Hal ini menimbulkan pertanyaan akademis yang penting: apakah tasawuf benar-benar mengajarkan reinkarnasi, ataukah yang dimaksud adalah konsep lain yang secara terminologis dan ontologis berbeda?

Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan menelaah konsep reinkarnasi secara interdisipliner, sekaligus menempatkan tasawuf dalam kerangka epistemologi Islam yang utuh.

Reinkarnasi dalam Perspektif Agama

1. Reinkarnasi dalam Tradisi Keagamaan Timur

Dalam Hindu, reinkarnasi (samsara) merupakan siklus kelahiran dan kematian yang dipengaruhi oleh hukum karma. Jiwa (ātman) terus terlahir kembali hingga mencapai pembebasan (moksha). Dalam Buddhisme, meskipun konsep “jiwa” ditolak, terdapat kesinambungan kesadaran yang berpindah dari satu kehidupan ke kehidupan lain hingga mencapai nirwana.

Dalam kerangka ini, reinkarnasi berfungsi sebagai mekanisme keadilan kosmis: perbuatan dalam satu kehidupan menentukan kondisi kehidupan berikutnya.

2. Reinkarnasi dalam Islam: Posisi Teologis

Islam secara tegas menolak konsep reinkarnasi literal. Al-Qur’an menyatakan bahwa manusia hidup sekali di dunia, mati, lalu memasuki alam barzakh hingga hari kebangkitan:

“Di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 100)

Ayat ini menegaskan tidak adanya kembalinya manusia ke kehidupan dunia setelah kematian. Hadis Nabi Muhammad juga memperkuat pandangan bahwa kematian adalah pintu menuju kehidupan akhirat, bukan siklus kelahiran kembali di dunia.

Namun, penolakan terhadap reinkarnasi tidak berarti penolakan terhadap keberlanjutan eksistensi ruh. Islam membedakan secara jelas antara baqā’ al-rūḥ (kelanggengan ruh) dan tanāsukh al-arwāḥ (perpindahan ruh ke tubuh lain), yang terakhir dianggap menyimpang dari akidah.

Reinkarnasi dalam Perspektif Sains

1. Sains dan Kematian Kesadaran

Sains modern mendefinisikan kematian sebagai berhentinya fungsi biologis, khususnya aktivitas otak. Dalam paradigma materialistik, kesadaran dianggap sebagai produk emergen dari sistem saraf. Dengan demikian, ketika otak mati, kesadaran pun dianggap lenyap.

Namun, persoalan muncul ketika sains belum mampu menjelaskan secara tuntas apa itu kesadaran. Masalah kesadaran (hard problem of consciousness) menunjukkan bahwa pengalaman subjektif tidak mudah direduksi menjadi proses fisik.

2. Penelitian tentang Ingatan Kehidupan Lampau

Beberapa penelitian parapsikologi, seperti yang dilakukan Ian Stevenson, mendokumentasikan kasus anak-anak yang mengklaim mengingat kehidupan sebelumnya. Meskipun penelitian ini kontroversial dan tidak diterima secara luas oleh komunitas ilmiah arus utama, ia menunjukkan bahwa gagasan tentang kesinambungan kesadaran pascakematian belum sepenuhnya tertutup secara empiris.

Namun demikian, sains tidak dapat membuktikan reinkarnasi sebagai mekanisme universal. Bukti-bukti yang ada bersifat anekdotal dan belum memenuhi standar replikasi dan verifikasi yang ketat.

3. Batas Epistemologi Sains

Penting dicatat bahwa sains bekerja dalam batasan metodologis tertentu. Ia hanya dapat mengkaji fenomena yang terukur dan terobservasi. Jika kesadaran pascakematian berada di luar dimensi fisik, maka sains tidak memiliki perangkat untuk menegaskannya. Dengan demikian, penolakan sains terhadap reinkarnasi lebih bersifat metodologis daripada ontologis.

Reinkarnasi dalam Perspektif Filsafat

1. Plato dan Keabadian Jiwa

Plato mengajukan gagasan bahwa jiwa bersifat abadi dan telah ada sebelum tubuh. Dalam beberapa dialognya, ia mengemukakan kemungkinan jiwa mengalami kelahiran kembali sebagai bagian dari proses pendidikan kosmik. Namun, reinkarnasi dalam filsafat Plato lebih bersifat moral dan simbolik daripada mekanistik.

2. Filsafat Islam dan Penolakan Tanāsukh

Filsuf Muslim seperti Ibnu Sina secara tegas menolak reinkarnasi literal. Menurutnya, jiwa bersifat individual dan diciptakan bersamaan dengan kesiapan tubuh. Perpindahan jiwa ke tubuh lain dianggap bertentangan dengan prinsip identitas personal.

Namun, filsafat Islam mengakui perjalanan jiwa menuju kesempurnaan intelektual dan spiritual setelah kematian, bukan melalui kelahiran kembali, melainkan melalui transformasi eksistensial.

3. Reinkarnasi sebagai Metafora Eksistensial

Dalam filsafat kontemporer, beberapa pemikir memandang reinkarnasi sebagai metafora perubahan identitas. Manusia “lahir kembali” setiap kali mengalami transformasi kesadaran yang radikal. Dalam arti ini, reinkarnasi bukan peristiwa ontologis, melainkan simbol dinamika eksistensi manusia.

Reinkarnasi dalam Perspektif Tasawuf

1. Tasawuf dan Tuduhan Reinkarnasi

Tasawuf sering dituduh mengajarkan reinkarnasi karena penggunaan bahasa simbolik tentang perjalanan ruh, tajalli, dan transformasi wujud. Beberapa ungkapan sufi, seperti syair Jalaluddin Rumi tentang “mati sebagai mineral, hidup sebagai tumbuhan”, kerap ditafsirkan secara harfiah sebagai reinkarnasi.

Namun, tafsir literal terhadap teks sufi merupakan kekeliruan hermeneutik. Bahasa tasawuf bersifat simbolik, puitis, dan metaforis.

2. Konsep Fana’ dan Baqa’

Dalam tasawuf, konsep sentral yang sering disalahpahami sebagai reinkarnasi adalah fana’ (lebur ego) dan baqa’ (kekal bersama Tuhan). Fana’ bukan kematian fisik, melainkan kematian sifat-sifat egoistik. Setelah itu, seorang salik mengalami baqa’, yakni kelahiran kesadaran baru yang selaras dengan kehendak Ilahi.

Dalam kerangka ini, “kelahiran kembali” adalah peristiwa batiniah, bukan perpindahan ruh ke tubuh lain.

3. Alam Ruh dan Transformasi Kesadaran

Tasawuf mengajarkan bahwa ruh mengalami perjalanan melalui berbagai maqam dan ahwal. Setelah kematian fisik, ruh tidak kembali ke dunia dalam bentuk jasad baru, tetapi melanjutkan perjalanan di alam yang sesuai dengan tingkat kesadarannya.

Ibnu ‘Arabi menegaskan bahwa setiap ruh memiliki identitas ontologis yang unik. Ia menolak tanāsukh, tetapi mengakui keberlanjutan eksistensi ruh dalam bentuk yang tidak terikat ruang dan waktu duniawi.

4. Reinkarnasi sebagai Simbol Epistemologis

Dalam tasawuf, bahasa reinkarnasi dapat dipahami sebagai simbol epistemologis: kesadaran manusia “menjelma” dalam bentuk-bentuk pemahaman baru seiring kedekatannya dengan Tuhan. Setiap maqam adalah “kehidupan” baru, dan setiap hijab yang tersingkap adalah “kematian” dari ketidaktahuan sebelumnya.

Dengan demikian, reinkarnasi dalam tasawuf bukanlah transmigrasi jiwa, melainkan metamorfosis kesadaran.

Sintesis Interdisipliner

Dari kajian lintas disiplin ini, tampak bahwa konsep reinkarnasi memiliki makna yang sangat berbeda tergantung pada kerangka epistemologis yang digunakan. Agama Islam menolak reinkarnasi literal, sains tidak dapat memverifikasinya, filsafat menafsirkannya secara metaforis, dan tasawuf menggunakannya sebagai simbol transformasi ruhani.

Kesalahan umum terjadi ketika bahasa simbolik tasawuf dipaksa masuk ke dalam kategori ontologis yang kaku. Padahal, tasawuf berbicara pada level pengalaman batin, bukan mekanisme kosmik yang bersifat fisikal.

Implikasi Teologis dan Spiritual

Pemahaman yang tepat tentang konsep reinkarnasi dalam tasawuf memiliki implikasi penting. Ia menjaga kemurnian akidah Islam sekaligus membuka ruang dialog dengan tradisi spiritual lain. Lebih jauh, ia mengajak manusia untuk fokus pada “kelahiran kembali” batiniah di kehidupan ini, bukan menunggu kehidupan berikutnya.

Dalam tasawuf, keselamatan tidak ditentukan oleh berapa kali manusia lahir ke dunia, melainkan sejauh mana ia mengenal dirinya dan Tuhannya.

Kesimpulan

Reinkarnasi, dalam pengertian perpindahan ruh ke tubuh baru setelah kematian, tidak diajarkan dalam tasawuf Islam dan bertentangan dengan teologi Islam arus utama. Namun, tasawuf mengajarkan konsep transformasi kesadaran yang sering disalahpahami sebagai reinkarnasi.

Dengan pendekatan interdisipliner, artikel ini menunjukkan bahwa reinkarnasi dalam tasawuf bersifat simbolik dan epistemologis, bukan ontologis. Ia merujuk pada kematian ego dan kelahiran kesadaran ruhani yang lebih tinggi.

Dengan demikian, tasawuf tidak menawarkan siklus kelahiran kembali, melainkan jalan pembebasan kesadaran—bukan dari dunia menuju dunia, tetapi dari ego menuju kebenaran. [T]

Penulis: Khairul A. El Maliky
Editor: Adnyana Ole

Tags: kesadaranreinkarnasitasawuftransmigrasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putra Pradyana, Winner Pro Bali Ambassador: Siap ‘Berkarya, Berbagi, dan Menginspirasi’

Next Post

‘Toto – Africa’: Membuka Gerbang Menuju Dunia Lain, Antara Realita dan Mimpi

Khairul A. El Maliky

Khairul A. El Maliky

Pengarang novel yang lahir di Kota Probolinggo. Buku terbarunya yang sudah terbit antara lain, Akad, Pintu Tauhid, Kalam, Kalam Cinta (Penerbit MNC, 2024) dan Pernikahan & Prasangka Cinta (Segera). Di sela-sela mengajar Sastra Indonesia, pengarang juga menulis dan mengirimkan cerpennya ke berbagai media massa.

Related Posts

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails

Memang Pasar Malam

by Angga Wijaya
May 30, 2026
0
Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

Read moreDetails

Kuta dan Peradaban Palegongan: Radikalisme Estetika di Ambang Pesisir

by I Gusti Made Darma Putra
May 29, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

KETIKA dunia menyebut Kuta hari ini, ingatan kolektif yang muncul hampir selalu seragam, pesisir yang riuh, lanskap global pariwisata, komodifikasi...

Read moreDetails

‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

by Ruben Cornelius Siagian
May 29, 2026
0
‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

TERBITNYA ensiklik Magnifica Humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence karya Paus Leo XIV menandai...

Read moreDetails
Next Post
‘Toto – Africa’: Membuka Gerbang Menuju Dunia Lain, Antara Realita dan Mimpi

'Toto - Africa': Membuka Gerbang Menuju Dunia Lain, Antara Realita dan Mimpi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati
Khas

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

by Emi Suy
June 1, 2026
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif
Esai

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara
Budaya

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

by Satria Aditya
May 31, 2026
Radio Tua Kakek Panjul
Dongeng

Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi
Cerpen

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu
Puisi

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya
Ulas Buku

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co