AWALNYA mereka kumpul-kumpul, antara lain membahas kain Bali, kuliner, juga sesekali perkembangan politik lokal. Lalu, mereka berinisitif membangun komunitas yang lebih resmi, Komunitas Perempuan Bali Utara.
“Bali Utara memiliki potensi luar biasa untuk berkembang karena memiliki alam dan manusia yang unik dan khas, juga dinamis dan kreatif,” kata Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A., atau biasa dipanggil Prof. Titik, dosen Undiksha yang menjadi penasehat Komunitas Perempuan Bali Utara.
Karena manusianya dinamis dan kreatif, kata Prof Titik, Komunitas Perempuan Bali Utara ini diyakini mampu memberi dampak positif bagi pergerakan perempuan di Bali Utara. “Saya optimis komunitas ini mampu,” kata Prof. Titik.

Komunitas Perempuan Bali Utara dideklarasikan Senin, 22 Desember 2025, di kawasan Lovina, Buleleng. “Dipilihnya 22 Desember sebagai hari kelahiran Komunitas Perempuan Bali Utara karena hari ini menandai lahirnya gerakan perempuan nasional pertama di Jogjakarta yaitu tanggal 22 Desember 1928,” kata Ketua Komunitas Perempuan Bali Utara, Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.,M.Pd.
Sonia mengatakan, komunitas ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya wadah untuk bertukar pandangan dan bertukar gagasan soal Bali Utara. Tujuan didirikan komunitas ini adalah untuk memberikan penguatan bahwa perempuan harus berdaya, bermakna dan berdampak bagi masyarakat di sekitarnya.
Sonia mengatakan, ada tiga hal penting yang menjadi tujuan perjuangan perempuan Bali Utara. Satu, berdaya – bahwa dia mampu mengusahakan hidupnya menjadi hidup yang baik dan berguna. Dua, bermakna – bahwa dia mampu memberi makna bagi semua yang dilakukannya. Tiga, berdampak – bahwa usahanya mampu memberi dampak bagi perempuan di sekelilingnya.
Menurutnya, perempuan terlahir sebagai pencipta keajaiban dan itu bermula dari evolusi penciptaan, secara biologis dan psikologis perempaun diciptakan sebagai pencipta dan penjaga. Perempuan adalah ibu, pelindung dan penjaga kehidupan. Ia menumbuhkan, merawat dan menyelesaikan persoalan-persoalan.

Komunitas ini lahir dari sebuah visi untuk menjadi ruang berpikir perempuan di Bali Utara dan mengaktualisasikan pikirannya dalam berbagai bentuk program pendidikan, seni budaya, sosial dan lingkungan.
“Komunitas ini menyatukan tekad mengucap ikrar untuk membuat sebuah gerakan perempuan yang mampu menggerakkan visi kemajuan perempuan di Bali utara khususnya dan Indonesia umumnya,” kata Sonia.
Kata Sonia, perjuangan ini akan lama dan panjang dan akan tercatat dalam sejarah bahwa perempuan Bali Utara bersatu dan berupaya menciptakan dampak bagi masyarakat di Bali Utara khususnya dan Indonesia umumnya. [T][R]



























