5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Omakase’ Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

Luh Eka Susanti by Luh Eka Susanti
December 23, 2025
in Esai
‘Omakase’ Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

'Omakase' Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

SEORANG sushi chef berdiri tenang di balik meja kayu, menatap potongan ikan segar kemerahan. Tangannya bergerak perlahan namun pasti, mengiris, menata, dan menyajikan, tanpa banyak kata. Di hadapan tamu, tidak ada daftar menu panjang, hanya satu kalimat sederhana: “Percayakan pada saya.”

Inilah omakase, sebuah seni kuliner yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan memasak. Di balik kesederhanaannya, tersimpan disiplin tinggi, jam terbang panjang, dan pemahaman mendalam tentang rasa, teknik, serta budaya. Fenomena inilah yang kini semakin diminati dan sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia kuliner secara profesional.

***

Dulu, menjadi chef identik dengan dapur panas dan kerja keras tanpa henti. Sekarang, dunia kuliner jauh lebih seru dan penuh gaya. Dari konten food vlog, open kitchen, sampai konsep omakase yang lagi hype, profesi chef, terutama sushi chef, makin dilirik generasi muda.

Omakase bukan cuma soal makan enak, tapi soal pengalaman, kepercayaan, dan keahlian yang keliatan simpel tapi sebenarnya penuh skill. Di tengah tren ini, pertanyaan besarnya adalah: sudah siapkah generasi muda kita, khususnya mahasiswa kuliner, untuk masuk ke industri yang makin kompetitif dan berstandar global?

Perkembangan tersebut turut menggeser paradigma lama yang mengidentikkan kuliner unggulan dengan fine dining atau masakan Barat semata. Saat ini, konsep-konsep kuliner Asia, termasuk Jepang, justru semakin mendapatkan tempat di hati konsumen.

Salah satu yang paling menonjol adalah omakase, sebuah konsep penyajian yang menekankan kepercayaan penuh kepada chef dalam menentukan menu terbaik berdasarkan bahan, teknik, dan filosofi rasa. Omakase kini bukan lagi konsep eksklusif yang hanya ditemui di kota-kota besar dunia, melainkan telah menjadi tren (happening) di berbagai destinasi wisata, termasuk Bali.

Kehadiran restoran omakase mencerminkan meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap kualitas, keaslian teknik, serta pengalaman bersantap yang personal dan berkelas. Hal ini sekaligus menandakan bahwa pasar kuliner Indonesia semakin matang dan berorientasi pada nilai pengalaman.

Seiring dengan tren tersebut, profesi sushi chef juga mengalami peningkatan pamor yang signifikan. Sushi chef tidak lagi dipandang sekadar sebagai juru masak, tetapi sebagai seniman kuliner yang memadukan ketelitian, estetika, dan filosofi dalam setiap sajian. Permintaan terhadap sushi chef yang kompeten pun terus meningkat, baik di restoran hotel berbintang maupun di restoran independen berkonsep modern. Namun demikian, menjadi seorang sushi chef bukanlah hal yang instan.

Profesi ini menuntut penguasaan keterampilan teknis yang mumpuni, mulai dari pemilihan dan penanganan bahan baku segar, teknik pemotongan ikan (knife skills), pemahaman rasa (flavor profiling), hingga konsistensi standar kebersihan dan keamanan pangan. Di balik kesederhanaan tampilan sashimi dan sushi, terdapat proses pembelajaran yang panjang dan disiplin yang tinggi.

Di sinilah peran pendidikan vokasi menjadi sangat strategis. Program studi D3 Perhotelan IPB Internasional, khususnya konsentrasi Tata Boga, dituntut untuk tidak hanya mengajarkan dasar-dasar memasak, tetapi juga membaca arah perkembangan industri dan menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi yang relevan.

Keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang adaptif dan siap kerja. Kegiatan guest lecture yang diselenggarakan oleh Program Studi D3 Perhotelan konsentrasi Tata Boga melalui tema “Fusion on the Plate: Omakase Sashimi Experience with Japanese Inspiration” merupakan salah satu wujud nyata dari upaya tersebut.

Dengan menghadirkan praktisi industri seperti Chef I Nyoman Budi Artana, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga wawasan langsung dari pelaku yang berkecimpung di dunia profesional.

Kehadiran praktisi dalam ruang akademik diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di kelas dan realitas industri. Mahasiswa dapat memahami bagaimana standar kerja profesional diterapkan, bagaimana filosofi omakase dijalankan, serta bagaimana kreativitas dan disiplin berjalan beriringan dalam praktik kuliner modern. Pengalaman semacam ini sulit diperoleh melalui pembelajaran konvensional semata.

Lebih jauh, guest lecture semacam ini juga berperan penting dalam meningkatkan literasi industri mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar “bagaimana memasak”, tetapi juga “mengapa” suatu teknik digunakan, “bagaimana” industri bergerak, dan “apa” kompetensi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di dalamnya. Dengan demikian, mahasiswa menjadi lebih melek industri dan mampu memetakan peluang karier sejak dini.

Pada akhirnya, pesatnya perkembangan industri kuliner, dari tren omakase hingga meningkatnya kebutuhan akan sushi chef professional, menjadi sinyal kuat bahwa dunia pendidikan vokasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterhubungan nyata dengan industri.

Kegiatan guest lecture yang menghadirkan praktisi ke ruang kelas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jembatan penting untuk membuka wawasan, membentuk mental profesional, dan menyiapkan mahasiswa agar benar-benar siap terjun ke dunia kerja. Ketika kampus dan industri mampu berjalan beriringan, mahasiswa tidak hanya belajar memasak, tetapi juga belajar membaca arah zaman.

Pertanyaannya kini, apakah kita siap menjadikan ruang kelas sebagai pintu masuk menuju standar kuliner global, atau masih ingin bertahan pada cara belajar lama yang semakin tertinggal oleh perkembangan industri? [T]

Penulis: Luh Eka Susanti
Editor: Adnyana Ole

Tags: IPB InternasionalJepangkulinerOmakasePendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan Buleleng Berkumpul, Lalu Deklarasikan Komunitas Perempuan Bali Utara: Berdaya, Bermakna, Berdampak

Next Post

‘Free Bird’: Spirit Perjuangan Rock Selatan

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti, S.Pd.,M.Pd lahir di Denpasar, 19 Agustus 1988 silam. Ia memperoleh gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Pendidikan Ganesha pada tahun 2013. Karirnya menjadi dosen Bahasa Inggris dimulai sejak tahun 2010. Dia juga mengajar Bahasa Inggris untuk caddy golf, hotelier dan spa therapist, serta menekuni Pembelajaran BIPA. Selain itu, ia pernah menjadi salah satu pemenang dalam lomba Menulis Bahan Ajar Membaca Dini oleh Balai Bahasa Bali Tahun 2019 dan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Sisa SD Kelas Awal

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
‘Free Bird’: Spirit Perjuangan Rock Selatan

'Free Bird': Spirit Perjuangan Rock Selatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co