25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Omakase’ Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

Luh Eka Susanti by Luh Eka Susanti
December 23, 2025
in Esai
‘Omakase’ Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

'Omakase' Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

SEORANG sushi chef berdiri tenang di balik meja kayu, menatap potongan ikan segar kemerahan. Tangannya bergerak perlahan namun pasti, mengiris, menata, dan menyajikan, tanpa banyak kata. Di hadapan tamu, tidak ada daftar menu panjang, hanya satu kalimat sederhana: “Percayakan pada saya.”

Inilah omakase, sebuah seni kuliner yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan memasak. Di balik kesederhanaannya, tersimpan disiplin tinggi, jam terbang panjang, dan pemahaman mendalam tentang rasa, teknik, serta budaya. Fenomena inilah yang kini semakin diminati dan sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia kuliner secara profesional.

***

Dulu, menjadi chef identik dengan dapur panas dan kerja keras tanpa henti. Sekarang, dunia kuliner jauh lebih seru dan penuh gaya. Dari konten food vlog, open kitchen, sampai konsep omakase yang lagi hype, profesi chef, terutama sushi chef, makin dilirik generasi muda.

Omakase bukan cuma soal makan enak, tapi soal pengalaman, kepercayaan, dan keahlian yang keliatan simpel tapi sebenarnya penuh skill. Di tengah tren ini, pertanyaan besarnya adalah: sudah siapkah generasi muda kita, khususnya mahasiswa kuliner, untuk masuk ke industri yang makin kompetitif dan berstandar global?

Perkembangan tersebut turut menggeser paradigma lama yang mengidentikkan kuliner unggulan dengan fine dining atau masakan Barat semata. Saat ini, konsep-konsep kuliner Asia, termasuk Jepang, justru semakin mendapatkan tempat di hati konsumen.

Salah satu yang paling menonjol adalah omakase, sebuah konsep penyajian yang menekankan kepercayaan penuh kepada chef dalam menentukan menu terbaik berdasarkan bahan, teknik, dan filosofi rasa. Omakase kini bukan lagi konsep eksklusif yang hanya ditemui di kota-kota besar dunia, melainkan telah menjadi tren (happening) di berbagai destinasi wisata, termasuk Bali.

Kehadiran restoran omakase mencerminkan meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap kualitas, keaslian teknik, serta pengalaman bersantap yang personal dan berkelas. Hal ini sekaligus menandakan bahwa pasar kuliner Indonesia semakin matang dan berorientasi pada nilai pengalaman.

Seiring dengan tren tersebut, profesi sushi chef juga mengalami peningkatan pamor yang signifikan. Sushi chef tidak lagi dipandang sekadar sebagai juru masak, tetapi sebagai seniman kuliner yang memadukan ketelitian, estetika, dan filosofi dalam setiap sajian. Permintaan terhadap sushi chef yang kompeten pun terus meningkat, baik di restoran hotel berbintang maupun di restoran independen berkonsep modern. Namun demikian, menjadi seorang sushi chef bukanlah hal yang instan.

Profesi ini menuntut penguasaan keterampilan teknis yang mumpuni, mulai dari pemilihan dan penanganan bahan baku segar, teknik pemotongan ikan (knife skills), pemahaman rasa (flavor profiling), hingga konsistensi standar kebersihan dan keamanan pangan. Di balik kesederhanaan tampilan sashimi dan sushi, terdapat proses pembelajaran yang panjang dan disiplin yang tinggi.

Di sinilah peran pendidikan vokasi menjadi sangat strategis. Program studi D3 Perhotelan IPB Internasional, khususnya konsentrasi Tata Boga, dituntut untuk tidak hanya mengajarkan dasar-dasar memasak, tetapi juga membaca arah perkembangan industri dan menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi yang relevan.

Keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang adaptif dan siap kerja. Kegiatan guest lecture yang diselenggarakan oleh Program Studi D3 Perhotelan konsentrasi Tata Boga melalui tema “Fusion on the Plate: Omakase Sashimi Experience with Japanese Inspiration” merupakan salah satu wujud nyata dari upaya tersebut.

Dengan menghadirkan praktisi industri seperti Chef I Nyoman Budi Artana, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga wawasan langsung dari pelaku yang berkecimpung di dunia profesional.

Kehadiran praktisi dalam ruang akademik diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di kelas dan realitas industri. Mahasiswa dapat memahami bagaimana standar kerja profesional diterapkan, bagaimana filosofi omakase dijalankan, serta bagaimana kreativitas dan disiplin berjalan beriringan dalam praktik kuliner modern. Pengalaman semacam ini sulit diperoleh melalui pembelajaran konvensional semata.

Lebih jauh, guest lecture semacam ini juga berperan penting dalam meningkatkan literasi industri mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar “bagaimana memasak”, tetapi juga “mengapa” suatu teknik digunakan, “bagaimana” industri bergerak, dan “apa” kompetensi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di dalamnya. Dengan demikian, mahasiswa menjadi lebih melek industri dan mampu memetakan peluang karier sejak dini.

Pada akhirnya, pesatnya perkembangan industri kuliner, dari tren omakase hingga meningkatnya kebutuhan akan sushi chef professional, menjadi sinyal kuat bahwa dunia pendidikan vokasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterhubungan nyata dengan industri.

Kegiatan guest lecture yang menghadirkan praktisi ke ruang kelas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jembatan penting untuk membuka wawasan, membentuk mental profesional, dan menyiapkan mahasiswa agar benar-benar siap terjun ke dunia kerja. Ketika kampus dan industri mampu berjalan beriringan, mahasiswa tidak hanya belajar memasak, tetapi juga belajar membaca arah zaman.

Pertanyaannya kini, apakah kita siap menjadikan ruang kelas sebagai pintu masuk menuju standar kuliner global, atau masih ingin bertahan pada cara belajar lama yang semakin tertinggal oleh perkembangan industri? [T]

Penulis: Luh Eka Susanti
Editor: Adnyana Ole

Tags: IPB InternasionalJepangkulinerOmakasePendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan Buleleng Berkumpul, Lalu Deklarasikan Komunitas Perempuan Bali Utara: Berdaya, Bermakna, Berdampak

Next Post

‘Free Bird’: Spirit Perjuangan Rock Selatan

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti, S.Pd.,M.Pd lahir di Denpasar, 19 Agustus 1988 silam. Ia memperoleh gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Pendidikan Ganesha pada tahun 2013. Karirnya menjadi dosen Bahasa Inggris dimulai sejak tahun 2010. Dia juga mengajar Bahasa Inggris untuk caddy golf, hotelier dan spa therapist, serta menekuni Pembelajaran BIPA. Selain itu, ia pernah menjadi salah satu pemenang dalam lomba Menulis Bahan Ajar Membaca Dini oleh Balai Bahasa Bali Tahun 2019 dan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Sisa SD Kelas Awal

Related Posts

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails
Next Post
‘Free Bird’: Spirit Perjuangan Rock Selatan

'Free Bird': Spirit Perjuangan Rock Selatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co