16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Omakase’ Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

Luh Eka Susanti by Luh Eka Susanti
December 23, 2025
in Esai
‘Omakase’ Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

'Omakase' Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

SEORANG sushi chef berdiri tenang di balik meja kayu, menatap potongan ikan segar kemerahan. Tangannya bergerak perlahan namun pasti, mengiris, menata, dan menyajikan, tanpa banyak kata. Di hadapan tamu, tidak ada daftar menu panjang, hanya satu kalimat sederhana: “Percayakan pada saya.”

Inilah omakase, sebuah seni kuliner yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan memasak. Di balik kesederhanaannya, tersimpan disiplin tinggi, jam terbang panjang, dan pemahaman mendalam tentang rasa, teknik, serta budaya. Fenomena inilah yang kini semakin diminati dan sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia kuliner secara profesional.

***

Dulu, menjadi chef identik dengan dapur panas dan kerja keras tanpa henti. Sekarang, dunia kuliner jauh lebih seru dan penuh gaya. Dari konten food vlog, open kitchen, sampai konsep omakase yang lagi hype, profesi chef, terutama sushi chef, makin dilirik generasi muda.

Omakase bukan cuma soal makan enak, tapi soal pengalaman, kepercayaan, dan keahlian yang keliatan simpel tapi sebenarnya penuh skill. Di tengah tren ini, pertanyaan besarnya adalah: sudah siapkah generasi muda kita, khususnya mahasiswa kuliner, untuk masuk ke industri yang makin kompetitif dan berstandar global?

Perkembangan tersebut turut menggeser paradigma lama yang mengidentikkan kuliner unggulan dengan fine dining atau masakan Barat semata. Saat ini, konsep-konsep kuliner Asia, termasuk Jepang, justru semakin mendapatkan tempat di hati konsumen.

Salah satu yang paling menonjol adalah omakase, sebuah konsep penyajian yang menekankan kepercayaan penuh kepada chef dalam menentukan menu terbaik berdasarkan bahan, teknik, dan filosofi rasa. Omakase kini bukan lagi konsep eksklusif yang hanya ditemui di kota-kota besar dunia, melainkan telah menjadi tren (happening) di berbagai destinasi wisata, termasuk Bali.

Kehadiran restoran omakase mencerminkan meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap kualitas, keaslian teknik, serta pengalaman bersantap yang personal dan berkelas. Hal ini sekaligus menandakan bahwa pasar kuliner Indonesia semakin matang dan berorientasi pada nilai pengalaman.

Seiring dengan tren tersebut, profesi sushi chef juga mengalami peningkatan pamor yang signifikan. Sushi chef tidak lagi dipandang sekadar sebagai juru masak, tetapi sebagai seniman kuliner yang memadukan ketelitian, estetika, dan filosofi dalam setiap sajian. Permintaan terhadap sushi chef yang kompeten pun terus meningkat, baik di restoran hotel berbintang maupun di restoran independen berkonsep modern. Namun demikian, menjadi seorang sushi chef bukanlah hal yang instan.

Profesi ini menuntut penguasaan keterampilan teknis yang mumpuni, mulai dari pemilihan dan penanganan bahan baku segar, teknik pemotongan ikan (knife skills), pemahaman rasa (flavor profiling), hingga konsistensi standar kebersihan dan keamanan pangan. Di balik kesederhanaan tampilan sashimi dan sushi, terdapat proses pembelajaran yang panjang dan disiplin yang tinggi.

Di sinilah peran pendidikan vokasi menjadi sangat strategis. Program studi D3 Perhotelan IPB Internasional, khususnya konsentrasi Tata Boga, dituntut untuk tidak hanya mengajarkan dasar-dasar memasak, tetapi juga membaca arah perkembangan industri dan menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi yang relevan.

Keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang adaptif dan siap kerja. Kegiatan guest lecture yang diselenggarakan oleh Program Studi D3 Perhotelan konsentrasi Tata Boga melalui tema “Fusion on the Plate: Omakase Sashimi Experience with Japanese Inspiration” merupakan salah satu wujud nyata dari upaya tersebut.

Dengan menghadirkan praktisi industri seperti Chef I Nyoman Budi Artana, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga wawasan langsung dari pelaku yang berkecimpung di dunia profesional.

Kehadiran praktisi dalam ruang akademik diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di kelas dan realitas industri. Mahasiswa dapat memahami bagaimana standar kerja profesional diterapkan, bagaimana filosofi omakase dijalankan, serta bagaimana kreativitas dan disiplin berjalan beriringan dalam praktik kuliner modern. Pengalaman semacam ini sulit diperoleh melalui pembelajaran konvensional semata.

Lebih jauh, guest lecture semacam ini juga berperan penting dalam meningkatkan literasi industri mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar “bagaimana memasak”, tetapi juga “mengapa” suatu teknik digunakan, “bagaimana” industri bergerak, dan “apa” kompetensi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di dalamnya. Dengan demikian, mahasiswa menjadi lebih melek industri dan mampu memetakan peluang karier sejak dini.

Pada akhirnya, pesatnya perkembangan industri kuliner, dari tren omakase hingga meningkatnya kebutuhan akan sushi chef professional, menjadi sinyal kuat bahwa dunia pendidikan vokasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterhubungan nyata dengan industri.

Kegiatan guest lecture yang menghadirkan praktisi ke ruang kelas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jembatan penting untuk membuka wawasan, membentuk mental profesional, dan menyiapkan mahasiswa agar benar-benar siap terjun ke dunia kerja. Ketika kampus dan industri mampu berjalan beriringan, mahasiswa tidak hanya belajar memasak, tetapi juga belajar membaca arah zaman.

Pertanyaannya kini, apakah kita siap menjadikan ruang kelas sebagai pintu masuk menuju standar kuliner global, atau masih ingin bertahan pada cara belajar lama yang semakin tertinggal oleh perkembangan industri? [T]

Penulis: Luh Eka Susanti
Editor: Adnyana Ole

Tags: IPB InternasionalJepangkulinerOmakasePendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan Buleleng Berkumpul, Lalu Deklarasikan Komunitas Perempuan Bali Utara: Berdaya, Bermakna, Berdampak

Next Post

‘Free Bird’: Spirit Perjuangan Rock Selatan

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti, S.Pd.,M.Pd lahir di Denpasar, 19 Agustus 1988 silam. Ia memperoleh gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Pendidikan Ganesha pada tahun 2013. Karirnya menjadi dosen Bahasa Inggris dimulai sejak tahun 2010. Dia juga mengajar Bahasa Inggris untuk caddy golf, hotelier dan spa therapist, serta menekuni Pembelajaran BIPA. Selain itu, ia pernah menjadi salah satu pemenang dalam lomba Menulis Bahan Ajar Membaca Dini oleh Balai Bahasa Bali Tahun 2019 dan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Sisa SD Kelas Awal

Related Posts

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

Read moreDetails

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

Read moreDetails

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

Read moreDetails

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

by Angga Wijaya
July 15, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

Read moreDetails

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails
Next Post
‘Free Bird’: Spirit Perjuangan Rock Selatan

'Free Bird': Spirit Perjuangan Rock Selatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co