6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karangbinangun: Surgaku yang Malang – Catatan Kampung Halaman

Jaswanto by Jaswanto
February 2, 2018
in Esai

Sudut indah Karangbinangun

SELASA, tanggal 9 bulan satu tahun baru 2018, pukul 6 sore WITA kala itu. Bus Puspasari mulai bergerak perlahan meninggalkan Terminal Banyuasri. Terlihat beberapa orang menyingkir ketika klaksonnya mulai berbunyi. Gaduh. Riuh. Suasana pasar dan terminal yang mulai hidup. Sedang disana, di barat sana, matahari tampak sejengkal. Begitu pasrah menyerahkan hari kepada gelap malam. Kemudian meninggalkan semburat kenangan yang penyair sebuat sebagai: senja.

Di dalam bus, para penumpang mulai beradaptasi dengan suasana bus—termasuk kami. Ya, kami berlima. Saya, Wiwik Dwi Andriani, Indriani Lestari dan Quratul Aen. Kami berlima akan menempuh 13 jam perjalanan dari Singaraja menuju Tuban dan transit di Surabaya dulu.

Quratul Aen dan Indriani Lestari, dua mahasiswi yang sedang berusaha keluar dari zona nyamannya. Mereka berdua, akan mengikuti Latihan Kader II (LK II) di HMI Cabang Tuban. Dan saya, mengantarkan mereka sampai tempat pelatihan. Sekalian pulang kampung, pikir saya.

Hari Rabu, sekitar pukul setengah 8 pagi WIB, kami sampai di Tuban. Wiwik, langsung dijemput oleh pamannya, sedangkan saya, nunggu Salekun dan panitia untuk jemput Quratul Aen dan Indri. Lama kami bertiga menunggu. Atul (panggilan Quratul Aen) mabuk perjalanan. Kasihan saya melihatnya. Kurang lebih setengah jam menunggu, panitia LK II datang untuk menjemput mereka—Atul dan Indri. Setelah itu, saya pulang menuju kampung halaman bersama Salekun.

*

Dusun Karangbinangun masih diam meskipun beberapa jenis satwanya sudah membuka mata menyambut hari baru. Kambing-kambing mulai mengembik. Kokok ayam jantan bersahutan. Burung sikatan mencicit sesekali menyambar tanah, ekor hitamnya mengembang sempurna. Dari sarangnya di atas pohon mangga keluar seekor bajing mencari pasangan. Seekor codot buru-buru melintas hinggap tepat di daun pisang yang masing kuncup. Jangkrik, orong-orong dan walang kerik sudah lama bungkam. Jangkrik menelusup lubang-lubang di pematang atau di bawah tumpukan jerami kering. Orong-orong menggali tanah, sedangkan walang kerik hinggap di dedaunan hijau.

Pertanian di Karangbinangun

Lebah madu dengan penuh ketekunan menghimpun sari bunga. Dengungannya bak suara gong ditabuh. Datar dan halus. Suaranya mengisi kelengangan pagelaran alam. Alam yang begitu harmoni. Bau tanah. Segarnya embun yang telah menangkap datangnya pendar cahaya dari timur.

Pancaran cahaya matahari adalah sebuah kehidupan. Membangkitkan kuncup jagung. Bergeliat muncul dari dalam tanah. Sinar itu membangunkan Dusun Karangbinangun dengan menyibak kabut yang menyelimutinya. Beberapa lesung sudah terdengar. Alu memukul dengan penuh kasih dan harapan. Menutu padi, daun yang nanti akan dijadikan pembungkus makanan. Di sampingnya lelaki tua menjambret daun pisang kering untuk menggulung tembakau. Di balik tumpukan jerami di atas pematang, seseorang jongkok. Tangannya mengibas mengusir lalat yang merubung kepalanya. Dusun Karangbinangun sudah terjaga. Surga saya. Surga semua masyarakatnya.

Ya, di dusun kecil inilah saya dilahirkan. Suatu ketika, pada hari Jum’at Pon, tanggal 1 Januari 1997. Bayangkan, betapa riuhnya kala saya dilahirkan. Di belahan dunia lain kembang api meledak-ledak menyambut tahun baru. Ketika kembang api meledak, pada saat itulah saya dilahirkan.

Dalam sebuah rumah sederhana berdinding kayu berlantai tanah merah yang tak rata, Emak menjerit. Mbokwo Ngaeni, seorang dukun bayi termasyhur kala itu, membantu Emak melahirkan. Bapak dengan perasaan gusar berjalan mondar-mandir di depan pintu. Semua tegang. Pukul dua belas malam lebih sedikit bayi itu lahir, Mbokwo Ngaeni bersorak. Saya menjerit untuk pertama kalinya. Dusun Karangbinangun, bagian terkecil dari dunia, yang pertama saya lihat. Tanah yang telah mengajarkan saya tentang norma-norma, merajut satu persatu aksara dan bahasa. Emak dan bapak, dua mahluk imigran surga yang telah mengenalkan saya tentang dunia. Karangbinangun, surga bagi saya.

Sawah ladang mengelilingi dusun kecil itu. pohon-pohon bambu berjejer bak benteng yang tak dapat ditembus. Padi-padi yang masih ranum. Sebelah selatan, bukit-bukit menyambung seperti tak ada putusnya. Sebuah telaga berada tepat di tengah persawahan, dengan sebuah pohon yang menghiasinya. Sungguh, Karangbinangun, nama itu, seperti telah terajut dalam lubuk hati saya yang paling dalam. Nama tanah air saya yang kecil itu selalu memanggil kemana pun kaki melangkah.

Tapi sayang, akhir-akhir ini, surga saya yang ranum itu mendapatkan masalah. Sebuah masalah yang muncul karena egoisme kekuasaan dan kepuasan lahiriah. Sebuah sengketa, yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan rasa keikhlasan. Sengketa yang sebenarnya tidak perlu ada. Saya begitu perihatin dengan surga kecil yang ranum ini.

Bagi warga Dusun Karangbinangun, tak ada satu pun titik yang indah kecuali melihat padi menguning, jagung mengering, termasuk mentimun segar ketika ketiga (kemarau) sehat terawat. Hingga suatu hari, kericuhan itu terjadi. Sawah-sawah warga tiba-tiba sudah beralih tangan menjadi milik sebuah pabrik semen. Entah, bagaimana ceritanya, semua surat-surat tanah itu sudah berada di tangan pabrik semen. Surga kecil yang malang.

Demo warga pun tak bisa dihindarkan. Berhari-hari Abu melakukan aksi demo memimpin warga Desa Gaji – termasuk warga Dusun Karangbinangun di depan Gedung DPRD, Kantor Bupati sampai memblokade jalan menuju pabrik semen. Ya, kejadian ini memang jalas kaum sosialis yang menentang kaum kapitalis. Revolusi? Entahlah.

*

Itulah, tanah kelahiran saya. Sungguh tak sampai hati saya memandang pemuda-pemuda kuli itu. Kutatap mata mereka dalam-dalam, tapi aneh, aku tak melihat mereka karena yang kulihat adalah wajah bangsa ini, seperti dalam novel Andrea Hirata, wajah-wajah para wakil rakyat dan pemimpin negeri ini, wajah para koruptor yang tertawa-tawa di layar televisi. Ke manakah orang-orang itu? Pagi ini pasti mereka tengah mengibas-ngibaskan koran pagi sambil menyeruput teh hangat.

Sayang mereka tak berada di sini untuk melihat sebuah pertunjukan sirkus. Anak manusia memanjat gedung setinggi tiga puluh meter lebih. Gedung pabrik yang mereka sebut silo, di bawahnya menganga lautan batu bara bergelora seperti api neraka, dan arwah-arwah yang menjerit meminta keadilan Tuhan. Apakah saya salah kalau saya berkata, “Tuban, Ironi kemiskinan di tanah industri?”

Ah! Entahlah. Nanti saya dikira pemberontak. Saya hanya berharap, semoga surga kecil saya yang malang itu akan kembali asri seperti dulu. Tanpa ada egoisme kekuasaan, atau bahkan penindasan   yang   memuakkan. (T)

 

Tags: desaIndustriJawa Timurkampungpertanian
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Kabar dari Flores# “Bersembunyi & Relaksasi” di Air Panas Alami Ae Sale

Next Post

Jalan Pulang Bernama Puisi – Pengantar “Catatan Pulang”

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post

Jalan Pulang Bernama Puisi – Pengantar “Catatan Pulang”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co