26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi Wisata Amburadul: Lawan dan Tinggalkan!

Chusmeru by Chusmeru
November 9, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK kasus yang terjadi dalam industri pariwisata di beberapa negara. Terbaru, warga lokal atau warlok menolak kehadiran wisatawan di negaranya. Alasannya beragam, mulai dari perilaku negatif wisatawan, kemacetan lalu lintas, hingga mahalnya harga properti di satu negara akibat pariwisata yang melaju pesat.

Demonstrasi besar terjadi di kota Barcelona, Spanyol. Warga setempat menolak pariwisata yang semakin tak terkendali di wilayah itu. Berbagai spanduk dibentangkan, bertuliskan: “Barcelona bukan untuk dijual”, “Wisatawan pulang”, “Kurangi pariwisata sekarang”, “Turis keluar dari lingkungan kami”.

Bukan hanya itu, warga bahkan menembaki wisatawan dengan pistol air. Apa yang dilakukan warlok Barcelona tentu merupakan akumulasi dari sekian lama pariwisata massal yang dibiarkan terjadi. Dampak seriusnya baru dirasakan sekarang.

Pulau wisata Capri di Italia menghentikan aktivitas pariwisatanya. Pemerintah setempat melarang kedatangan wisatawan, karena sedang dilanda krisis air. Sementara di Amsterdam, Belanda muncul kampanye untuk menolak wisatawan yang berperilaku negatif di wilayah itu.

Indonesia secara tegas memang tidak menolak kehadiran wisatawan asing. Namun berbagai kasus yang terjadi selama ini, membuat banyak pihak untuk berpikir tentang pentingnya mencegah overtourism dan perilaku buruk wisatawan.

Bali kini menjadi destinasi yang banyak menjadi bahan pergunjingan wisatawan. Kemacetan lalu lintas di Bali membuat wisatawan kesal. Perilaku wisatawan asing yang ugal-ugalan di Bali juga menjadikan Bali tak nyaman bagi sebagian wisatawan yang mendambakan ketenangan. Apalagi sebagian daerah di Bali baru saja diterjang banjir besar.

Berwisata di hari libur, apalagi long week end ke Puncak, Bogor atau ke Bandung sudah tidak nyaman lagi. Kemacetan lalu lintas pasti akan terjadi. Alih-alih menikmati liburan dengan santai, wisatawan justru mengalami lelah di jalan.

Menyikapi kondisi destinasi di beberapa negara, wisatawan mulai melirik destinasi underrated. Destinasi ini merupakan objek dan daya tarik wisata yang dianggap tidak begitu populer, tidak bermasalah dengan kemacetan, polusi, sampah, kerusakan lingkungan, maupun perilaku buruk wisatawan. Intinya adalah destinasi yang tidak dianggap penting, namun nyaman untuk dikunjungi.

Simbol Perlawanan

Mengunjungi destinasi underrated bukan hanya dapat menemukan destinasi alternatif yang tidak banyak masalah. Destinasi underrated dapat menjadi simbol bagi wisatawan untuk menolak destinasi wisata yang amburadul. Destinasi amburadul perlahan namun pasti akan ditinggalkan wisatawan.

Pilihan destinasi underrated cukup banyak. Merunut TimeOut, terdapat 24 destinasi wisata underrated di dunia yang menawarkan alternatif berwisata yang bagus namun sepi. Dalam daftar itu tidak terdapat destinasi terkenal seperti Bangkok maupun Bali ( detikTravel, 14 Juli 2024).

Beberapa destinasi baru diperkenalkan. Salah satunya adalah Filandia yang ada di Kolombia. Destinasi underrated ini menempati posisi pertama. Pemandangan khas pedesaan dan arsitektur warna-warni menjadi andalan. Dikenal pula sebagai “permata” dengan wilayah yang penuh perkebunan kopi, keindahan alam, dan suasana lokalnya. Filandia menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik di dunia versi UN WTO.

Sedangkan untuk Indonesia, TimeOut menyebut Lombok sebagai destinasi wisata underrated. Lombok berada di posisi 24 sebagai destinasi wisata alternatif dunia. Meski Lombok kini mulai ramai dikunjungi wisatawan asing sejak berdirinya Sirkuit Mandalika, namun belum seramai dan seamburadul Bali.

Sementara itu CNN Travel mencatat 18 destinasi wisata underrated di Asia yang layak untuk dikunjungi wisatawan. Kota Ipoh di Malaysia menjadi destinasi alternatif di urutan pertama di Asia. Ipoh merupakan distrik di Malaysia dengan perkebunan teh dan berhawa sejuk (CNN Indonesia, 26 Desember 2022).

Destinasi underrated Indonesia menurut CNN Travel bukanlah Lombok, melainkan Pulau Samosir, Sumatra Utara yang ada di posisi 10. Pulau Samosir merupakan pulau vulkanik di Danau Toba yang merupakan kawah terbesar di dunia.

Begitu banyak pilihan destinasi underrated, baik di dunia maupun di kawasan Asia. Semua destinasi itu masih nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Memilih berkunjung ke destinasi alternatif itu akan dapat mengurangi derasnya arus wisatawan pada destinasi yang populer namun amburadul kondisinya. Sekaligus ini juga bentuk perlawanan wisatawan pada destinasi wisata amburadul.

Preferensi Wisatawan

Tidak semua destinasi wisata underrated tidak populer di mata wisatawan. Semua tergantung preferensi wisatawan untuk memilih destinasi underrated sesuai dengan karakteristik destinasinya. Banyak tokoh maupun pesohor yang mengunjungi destinasi yang tidak populer di Indonesia.

Destinasi wisata alam Pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat dimanfaatkan sebagai tempat liburan tersembunyi bagi selebriti dunia seperti  Mick Jagger, David Bowie, hingga  David Beckham. Begitu pula Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur pernah menjadi destinasi liburan Gwyneth Paltrow, pemeran Pepper Potts di film Iron Man, dan pembalap MotoGP Valentino Rossi ( kemenparekaf.go.id, 15 November 2021).

Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Nanggro Aceh Darussalam merupakan destinasi wisata underrated yang sempat dikunjungi peraih Oscar, Leonardo DiCaprio. Begitu pula Kepulauan Mentawai di Sumatra Barat, pernah dikunjungi bintang film Fast Furious, mendiang Paul Walker.

Semua pesohor maupun selebriti itu bukan sekadar asal-asalan memilih destinasi untuk berlibur. Mereka memang sengaja memilih tempat yang masih alami, sejuk, indah, bersih, dan belum banyak pengunjung. Artinya, mereka melawan dengan memilih destinasi wisata yang autentik dan meninggalkan destinasi amburadul.

Alasan wisatawan mengunjungi destinasi underrated lantaran menawarkan pengalaman yang lebih autentik daripada destinasi yang ramai dikunjungi. Destinasi itu menampilkan budaya lokal yang beragam, tradisi unik, atau pemandangan alam yang belum terlalu terjamah oleh wisata massal.

Destinasi underrated juga cenderung lebih tenang dan kurang ramai dibandingkan destinasi populer. Wisatawan bisa menikmati kebebasan untuk mengeksplorasi tanpa keramaian dan antrean yang panjang, serta memiliki kesempatan untuk merasakan atmosfer yang lebih damai.

Dengan mengunjungi destinasi underrated, wisatawan juga dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal. Mereka dapat membantu mendukung bisnis kecil dan komunitas lokal, yang sering kali sangat mengandalkan pariwisata untuk pendapatan mereka.

Pada akhirnya, destinasi underrated memang dapat dipandang sebagai perlawanan terhadap pengelolaan pariwisata yang amburadul. Dengan catatan, destinasi underrated pun tetap perlu memiliki konsep yang jelas, agar tidak terjebak menjadi destinasi massal di kemudian hari. Begitu banyak pilihan berwisata. Saatnya lawan dan tinggalkan destinasi yang amburadul! [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisatapariwisata baliPariwisata Berkelanjutanpariwisata budaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aksosma 2025: Ketika Mahasiswa PNB ‘Turun Aksi’ Lewat Pemberdayaan Digital

Next Post

Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa

Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co