23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi Wisata Amburadul: Lawan dan Tinggalkan!

Chusmeru by Chusmeru
November 9, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK kasus yang terjadi dalam industri pariwisata di beberapa negara. Terbaru, warga lokal atau warlok menolak kehadiran wisatawan di negaranya. Alasannya beragam, mulai dari perilaku negatif wisatawan, kemacetan lalu lintas, hingga mahalnya harga properti di satu negara akibat pariwisata yang melaju pesat.

Demonstrasi besar terjadi di kota Barcelona, Spanyol. Warga setempat menolak pariwisata yang semakin tak terkendali di wilayah itu. Berbagai spanduk dibentangkan, bertuliskan: “Barcelona bukan untuk dijual”, “Wisatawan pulang”, “Kurangi pariwisata sekarang”, “Turis keluar dari lingkungan kami”.

Bukan hanya itu, warga bahkan menembaki wisatawan dengan pistol air. Apa yang dilakukan warlok Barcelona tentu merupakan akumulasi dari sekian lama pariwisata massal yang dibiarkan terjadi. Dampak seriusnya baru dirasakan sekarang.

Pulau wisata Capri di Italia menghentikan aktivitas pariwisatanya. Pemerintah setempat melarang kedatangan wisatawan, karena sedang dilanda krisis air. Sementara di Amsterdam, Belanda muncul kampanye untuk menolak wisatawan yang berperilaku negatif di wilayah itu.

Indonesia secara tegas memang tidak menolak kehadiran wisatawan asing. Namun berbagai kasus yang terjadi selama ini, membuat banyak pihak untuk berpikir tentang pentingnya mencegah overtourism dan perilaku buruk wisatawan.

Bali kini menjadi destinasi yang banyak menjadi bahan pergunjingan wisatawan. Kemacetan lalu lintas di Bali membuat wisatawan kesal. Perilaku wisatawan asing yang ugal-ugalan di Bali juga menjadikan Bali tak nyaman bagi sebagian wisatawan yang mendambakan ketenangan. Apalagi sebagian daerah di Bali baru saja diterjang banjir besar.

Berwisata di hari libur, apalagi long week end ke Puncak, Bogor atau ke Bandung sudah tidak nyaman lagi. Kemacetan lalu lintas pasti akan terjadi. Alih-alih menikmati liburan dengan santai, wisatawan justru mengalami lelah di jalan.

Menyikapi kondisi destinasi di beberapa negara, wisatawan mulai melirik destinasi underrated. Destinasi ini merupakan objek dan daya tarik wisata yang dianggap tidak begitu populer, tidak bermasalah dengan kemacetan, polusi, sampah, kerusakan lingkungan, maupun perilaku buruk wisatawan. Intinya adalah destinasi yang tidak dianggap penting, namun nyaman untuk dikunjungi.

Simbol Perlawanan

Mengunjungi destinasi underrated bukan hanya dapat menemukan destinasi alternatif yang tidak banyak masalah. Destinasi underrated dapat menjadi simbol bagi wisatawan untuk menolak destinasi wisata yang amburadul. Destinasi amburadul perlahan namun pasti akan ditinggalkan wisatawan.

Pilihan destinasi underrated cukup banyak. Merunut TimeOut, terdapat 24 destinasi wisata underrated di dunia yang menawarkan alternatif berwisata yang bagus namun sepi. Dalam daftar itu tidak terdapat destinasi terkenal seperti Bangkok maupun Bali ( detikTravel, 14 Juli 2024).

Beberapa destinasi baru diperkenalkan. Salah satunya adalah Filandia yang ada di Kolombia. Destinasi underrated ini menempati posisi pertama. Pemandangan khas pedesaan dan arsitektur warna-warni menjadi andalan. Dikenal pula sebagai “permata” dengan wilayah yang penuh perkebunan kopi, keindahan alam, dan suasana lokalnya. Filandia menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik di dunia versi UN WTO.

Sedangkan untuk Indonesia, TimeOut menyebut Lombok sebagai destinasi wisata underrated. Lombok berada di posisi 24 sebagai destinasi wisata alternatif dunia. Meski Lombok kini mulai ramai dikunjungi wisatawan asing sejak berdirinya Sirkuit Mandalika, namun belum seramai dan seamburadul Bali.

Sementara itu CNN Travel mencatat 18 destinasi wisata underrated di Asia yang layak untuk dikunjungi wisatawan. Kota Ipoh di Malaysia menjadi destinasi alternatif di urutan pertama di Asia. Ipoh merupakan distrik di Malaysia dengan perkebunan teh dan berhawa sejuk (CNN Indonesia, 26 Desember 2022).

Destinasi underrated Indonesia menurut CNN Travel bukanlah Lombok, melainkan Pulau Samosir, Sumatra Utara yang ada di posisi 10. Pulau Samosir merupakan pulau vulkanik di Danau Toba yang merupakan kawah terbesar di dunia.

Begitu banyak pilihan destinasi underrated, baik di dunia maupun di kawasan Asia. Semua destinasi itu masih nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Memilih berkunjung ke destinasi alternatif itu akan dapat mengurangi derasnya arus wisatawan pada destinasi yang populer namun amburadul kondisinya. Sekaligus ini juga bentuk perlawanan wisatawan pada destinasi wisata amburadul.

Preferensi Wisatawan

Tidak semua destinasi wisata underrated tidak populer di mata wisatawan. Semua tergantung preferensi wisatawan untuk memilih destinasi underrated sesuai dengan karakteristik destinasinya. Banyak tokoh maupun pesohor yang mengunjungi destinasi yang tidak populer di Indonesia.

Destinasi wisata alam Pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat dimanfaatkan sebagai tempat liburan tersembunyi bagi selebriti dunia seperti  Mick Jagger, David Bowie, hingga  David Beckham. Begitu pula Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur pernah menjadi destinasi liburan Gwyneth Paltrow, pemeran Pepper Potts di film Iron Man, dan pembalap MotoGP Valentino Rossi ( kemenparekaf.go.id, 15 November 2021).

Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Nanggro Aceh Darussalam merupakan destinasi wisata underrated yang sempat dikunjungi peraih Oscar, Leonardo DiCaprio. Begitu pula Kepulauan Mentawai di Sumatra Barat, pernah dikunjungi bintang film Fast Furious, mendiang Paul Walker.

Semua pesohor maupun selebriti itu bukan sekadar asal-asalan memilih destinasi untuk berlibur. Mereka memang sengaja memilih tempat yang masih alami, sejuk, indah, bersih, dan belum banyak pengunjung. Artinya, mereka melawan dengan memilih destinasi wisata yang autentik dan meninggalkan destinasi amburadul.

Alasan wisatawan mengunjungi destinasi underrated lantaran menawarkan pengalaman yang lebih autentik daripada destinasi yang ramai dikunjungi. Destinasi itu menampilkan budaya lokal yang beragam, tradisi unik, atau pemandangan alam yang belum terlalu terjamah oleh wisata massal.

Destinasi underrated juga cenderung lebih tenang dan kurang ramai dibandingkan destinasi populer. Wisatawan bisa menikmati kebebasan untuk mengeksplorasi tanpa keramaian dan antrean yang panjang, serta memiliki kesempatan untuk merasakan atmosfer yang lebih damai.

Dengan mengunjungi destinasi underrated, wisatawan juga dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal. Mereka dapat membantu mendukung bisnis kecil dan komunitas lokal, yang sering kali sangat mengandalkan pariwisata untuk pendapatan mereka.

Pada akhirnya, destinasi underrated memang dapat dipandang sebagai perlawanan terhadap pengelolaan pariwisata yang amburadul. Dengan catatan, destinasi underrated pun tetap perlu memiliki konsep yang jelas, agar tidak terjebak menjadi destinasi massal di kemudian hari. Begitu banyak pilihan berwisata. Saatnya lawan dan tinggalkan destinasi yang amburadul! [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisatapariwisata baliPariwisata Berkelanjutanpariwisata budaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aksosma 2025: Ketika Mahasiswa PNB ‘Turun Aksi’ Lewat Pemberdayaan Digital

Next Post

Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa

Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co