24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Shinta Prastyanti by Shinta Prastyanti
November 5, 2025
in Esai
Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Shinta Prastyanti

SUATU siang saya mendapatkan telepon dari Wakil Dekan 1 Fisip, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Beliau meminta saya untuk mengajukan Guru Besar. Gubrakkkk…. saya kaget bukan main, karena menjadi Guru Besar bukanlah suatu pencapaian yang ingin saya raih. Bermimpi pun tidak pernah. Sesuatu yang sangat jauh dari kemampuan yang saya miliki.

Bagi saya, Guru Besar atau Profesor adalah seseorang yang sudah sangat menguasai dan mengabdi pada ilmunya. Ahhh…saya punya modal apa untuk menjadi Guru Besar? Karena menjadi Guru Besar memang tidak ada di jadwal yang ada di otak saya, maka dengan spontan saya menjawab permintaan Pak Wakil Dekan dengan santainya “Saya cuma ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik saja Pak Prof. Jadi ibu yang baik dan jadi istri yang baik”. Jawaban tersebut tidak mengada-ada, memang itulah yang saya inginkan.

Meskipun saya “tolak”, tetapi teryata beliau tetap meyakinkan saya untuk mencobanya karena menurut beliau angka kredit saya sudah mencukupi untuk mengajukan menjadi Guru Besar. Ya sudahlah…..akhirnya saya menyerah untuk mencobanya meskipun pada waktu itu saya belum mempunyai bayangan tentang persyaratan lain, selain angka kredit yang sudah tercukupi.

Keputusan saya tersebut ternyata berdampak panjang. Hidup saya menjadi tidak tenang sejak saat itu. Bagaimana tidak, saya harus mencoba mengirim artikel ke beberapa jurnal dan mengalami beberapa penolakan. Sungguh perjalanan yang tidak mudah menemukan jurnal yang bersedia menerbitkan artikel saya. Bahkan proses tersebut sempat terhenti sekitar satu tahun karena persiapan Visiting Fellowship ke Leeds, Inggris, plus rasa malas setelah pulang dari Inggris.

Selama di Inggris sempat terpikir kembali ngapain repot-repot berproses mengajukan Guru Besar, toh apa yang saya peroleh selama ini sudah lebih dari cukup. Pikiran-pikiran tersebut membuat saya ingin menarik kembali artikel-artikel yang belum ada kejelasan nasibnya. Untungnya salah satu teman baik saya melarangnya. Ternyata benar…artikel yang hendak saya tarik beberapa bulan kemudian ternyata direspons oleh reviewer dan editor meminta saya untuk merevisinya. Setelah berproses lebih dari satu tahun akhirnya artikel saya diterbitkan juga.

Perjalanan ke Inggris selain dapat memperluas pengalaman dan networking ternyata juga semakin mendekatkan saya ke proses pengajuan Guru Besar. Karena hasil penelitian di sana dapat menjadi syarat tugas tambahan untuk pengajuan Guru Besar.

***

Permasalahan jurnal teratasi, persyaratan tugas tambahan terlewati. Permasalahan berikutnya bergeser ke proses pengajuan Guru Besar itu sendiri. Bermodalkan artikel yang terbit di Scopus Q1 saya merasa cukup percaya diri untuk lolos. Ternyata kepercayaan diri saya salah.

Saya harus bisa berdamai dengan kenyataan bahwa setiap Guru Besar pasti punya cerita sendiri-sendiri seperti yang disampaikan dan dialami oleh teman-teman yang sudah berhasil dalam proses pengajuannya. Alasan penolakan yang terkadang sulit diterima ternyata harus saya hadapi juga. Emosi dan perasaan seperti dipermainkan layaknya roller coaster. Sampai jenuh rasanya.

Karena sudah terlanjur berproses maka saya putuskan untuk mengajukan lagi apa pun hasilnya. Saya sudah tidak terlalu memikirkan lagi hasilnya seperti apa, yang penting mengajukan saja, sebab hanya itu yang bisa dilakukan. Teringat juga nasihat bapak saya, bahwa jika kita mencoba bisa gagal, tapi kalau kita tidak mencoba sudah pasti tidak akan berhasil.

Ternyata nasihat bapak saya menjadi motivasi yang luar biasa. Bagaimana tidak,   dalam tahap ini diperlukan kepasrahan “tingkat dewa” karena memang seringkali hasil berbeda dengan prediksi atau pun harapan. Untung saya juga pernah bergabung dengan salah satu klub pendaki gunung yang mempunyai slogan “Pantang Putus Asa”. Di saat seperti itulah semangat pantang putus asa sangatlah diperlukan.

Saya jadi teringat puluhan tahun yang lalu di sekitaran Stadion Kridosono Yogyakarta ada seorang sahabat, saudara yang sering mendaki gunung bersama bilang ”Shinta, kamu jadi dosen saja”. Jujur, pada waktu itu saya cuekin saja  omongan dia karena tidak terpikirkan sedikit pun untuk menjadi dosen.

Waktu berlalu…ternyata omongan dia menjadi semacam starting point perjalanan hidup saya hingga menjadi Guru Besar. Mengkin benar bahwa omongan itu seperti doa, dan pada waktu itu karena dia mengucapkannya dengan tulus maka itu menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah SWT.

Proses yang panjang dan berliku dalam pengajuan Guru Besar menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Saya menjadi belajar banyak tentang kesabaran dan kepasrahan. Selain itu menurut saya Guru Besar bukanlah sebuah kewajiban bagi seorang dosen. Guru Besar justru menjadi hak bagi setiap dosen. Meskipun untuk meraih hak tersebut perlu perjuangan. Bermula dari semangat pantang putus asa, akhirnya rekomendasi persetujuan jabatan akademik Guru Besar saya pun menjadi nyata pada tanggal 13 Oktober 2025. Kini tinggal menunggu saat pengukuhan.

Guru Besar juga bukanlah semata sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Sebaliknya, justru menjadi awal perjalanan yang jauh lebih menantang karena beban yang semakin berat di depan mata. Namun, satu hal yang paling luar biasa….dapat membahagiakan kedua orang tua. [T]

Tags: guru besarPendidikanPendidikan Tinggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ridwan Malik dan ‘Ajengan Anjing’: Ketika Anjing Menjadi Cermin Kemanusiaan

Next Post

B-PART 2025 Telah Dimulai: Saatnya Merayakan Seni Pertunjukan Kontemporer dan Memikirkan Keberlanjutannya

Shinta Prastyanti

Shinta Prastyanti

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
B-PART 2025 Telah Dimulai: Saatnya Merayakan Seni Pertunjukan Kontemporer dan Memikirkan Keberlanjutannya

B-PART 2025 Telah Dimulai: Saatnya Merayakan Seni Pertunjukan Kontemporer dan Memikirkan Keberlanjutannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co