24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gasing Penghapus, Imajinasi Anak, dan Senang-Cemas Orang Tua

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
September 20, 2025
in Khas
Gasing Penghapus, Imajinasi Anak, dan Senang-Cemas Orang Tua

Anak-anak bermain gasing penghapus | Foto: Suwini

SIAPA sangka, sebuah penghapus kecil yang biasanya hanya menjadi alat hapus coretan pensil, kini menjelma jadi bahan baku permainan yang sedang naik daun. Setiap anak-anak yang terlihat pasti memiliki kesibukan yang sama, yaitu merakit tumpukan penghapus dengan isi staples dan juga paku payung. Hasilnya? Tentu saja gasing buatan tangan yang unik, berputar lincah dengan penuh rasa kebanggan dari sang pemilik.

Fenomena ini merebak dengan cepat, terutama setelah video-video gasing penghapus ramai tersebar di media sosial. Hal itu juga tampak jelas di sekitaran Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur, di mana sekelompok anak yang bertetangga kini ramai-ramai menggeluti permainan ini.

Salah satunya, I Kadek Agus Susila Putra (11), siswa kelas 6 di sebuah SD di Sumerta, atau akrab dipanggil Dek Agus. Ia mengaku mengetahui tentang permainan ini dari TikTok. “Awalnya liat di TikTok, eh abis itu pengen nyoba buat deh,” katanya dengan semangat.

Rasa penasaran itu kemudian berubah menjadi sebuah kebiasaan, setiap kali melihat penghapus baru, imajinasinya langsung bekerja dan langsung berpikir, bisa jadi apa bentuknya kali ini?

Anak lainnya juga tak kalah kreatif, Gede Bima Saputra Setiawan (9), siswa kelas 3 di sebuah SD di Tonja, atau biasa dipanggil Bimbim. Bimbum ternyata lebih suka bermain dengan warna,

“Pertama biasanya aku milih warna yang selang-seling, kayak putih sama hitam, pokoknya aku campur. Abistu aku biasanya buat yang bentuk spinner,” jawab Bimbim tampak serius ketika ditanya mengenai kriteria penghapus yang biasa ia gunakan.

Anak-anak asyik bermain gasing dari penghapus | Foto: Suwini

Bagi anak-anak itu, memilih penghapus bukan sekedar fungsi, tapi juga soal estetika. Campuran warna dianggap menambah keren penampilan gasing.

Namun, merakit gasing penghapus bukan perkara gampang. Dek Agus mengaku bagian tersulit adalah ketika memasang paku payung di tengah penghapus agar gasing bisa berputar dengan sempurna. Ya betul, rakitan penghapus didukung oleh paku payung atau bisa juga dengan isi staples sebagai alat perekat agar penghapus menyatu satu sama lain, dan paku payung biasanya berfungsi sebagai alat penggerak gasing, lebih tepatnya ada pada moncong paku payung. Gagal? Sudah pasti pernah.

Tapi justru lewat kegagalan tersebut muncul semangat ingin mencoba lagi. Di sisi lain, I Komang Bagus Yasa (8) atau akrab dipanggil Omang, siswa kelas 2 di sebuah SD di Sumerta yang kebetulan merupakan adik kelas dari Dek Agus. Ia menceritakan kesulitan lainnya, ia justru mengaku paling sulit saat menyatukan penghapus dengan isi staples. “Kalau nggak pas tuh penghapusnya jadi gampang lepas,” katanya dengan bersungguh-sungguh.

Gasing penghapus yang dirancang anak-anak | Foto: Suwini

Meski mendapatkan beberapa kesulitan, semua itu terbayar ketika gasing mereka akhirnya berputar dengan mulus. Bahkan beberapa anak sampai memberi nama gasing buatan mereka. “Kalau gasingku namanya Pemadam Gasing,” ucap Dek Agus dengan semangat.

Sedangkan Omang memilih nama yang lebih unik dan terkesan Garang. “Kalau gitu nama gasingku Naga Api aja biar mantep,” kata Omang sambil tertawa.

Fenomena gasing penghapus tak hanya berhenti pada proses pembuatan saja, ada pula cerita-cerita seru dan lucu yang mereka alami ketika memainkannya. Misalnya Dek Agus, ia dengan bangga membawa gasingnya ke sekolah dan memainkannya bersama teman-temannya. Sementara Bimbim malah terkekeh ketika mengingat pengalamannya. “Pernah bawa ke sekolah, eh malah disita,” ucapnya sambil cengengesan.

Lain halnya dengan Omang ketika ditanyai keseruan bermain gasing bersama temannya. “Serunya tuh pas temen kalah lawan gasingku, ya udah deh gasing punya dia jadi dikasih ke aku,” jawab Omang dengan semangat.

Kalau dipikir kembali, permainan ini terbilang sederhana, hanya membutuhkan penghapus, isi staples, dan paku payung. Tapi justru hal sederhana itu juga yang mempertemukan anak-anak dengan kebahagiaan. Mereka belajar berkreasi, merasakan tantangan, hingga menikmati kemenangan kecil yang terasa begitu berarti.

Dari sisi orang tua, fenomena ini menghadirkan perasaan campur aduk. Kadek Weri (49) merupakan ibu dari Omang, mengaku kadang heran sekaligus kesal. “Satu sisi kesal, karena uangnya dipakai buat beli penghapus terus. Tapi di sisi lain senang juga, soalnya anak jadi lebih banyak main di luar, nggak cuma nonton TV terus-terusan di kamar,” ujarnya.

Kotak wadah penghapus | Foto: Suwini

Ia menambahkan, meski anaknya jarang minta uang tambahan, tetap saja ia menyadari bahwa uang bekal yang seharusnya untuk jajan sering dialihkan untuk membeli penghapus. Namun, ada rasa bangga tersendiri ketika melihat anak-anak lebih kreatif.

Tak hanya orang tua, pedagang alat tulis pun ikut merasakan dampaknya. Kadek Devi (39) sebagai pemilik toko ATK mengaku beberapa minggu terakhir stok penghapusnya selalu ludes. “Seneng sih, dagangan jadi laku. Tapi kadang kasihan juga, anak-anak habisin uang jajannya buat beli penghapus, bukan buat jajan,” ujarnya.

Meski begitu, ia tak bisa menutup rasa salut terhadap anak-anak. Baginya, ada nilai positif ketika anak-anak rela menyisihkan uang jajannya demi sesuatu yang akan mereka buat sendiri, bukan sekedar membeli mainan jadi.

Gasing penghapus mungkin hanya tren kecil yang tentu saja sewaktu-waktu akan meredup. Tapi dari fenomena ini, kita bisa melihat sesuatu yang cukup bermanfaat. Di tengah derasnya gadget dan game digital, muncul kreativitas yang menjadi sebuah alternatif bermain sederhana tetapi memicu imajinasi.

Dari penghapus seharga seribuan, mereka bisa merakit sebuah permainan yang melibatkan keterampilan, kesabaran, bahkan sedikit strategi dari pikiran kecil mereka. Kini, dalam setiap putaran gasing telah tersimpan berbagai cerita masa kecil yang riuh, sederhana, namun penuh tantangan yang akan tersampaikan di kemudian hari. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakpermainan anak-anak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Ide ke Aksi, Dari Aksi Jadi Pasti: Merayakan Ujian dengan Ekshibisi Scrapbook

Next Post

Persoalan Anarko dan Lima Ancaman yang Lebih Berbahaya Darinya

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Persoalan Anarko dan Lima Ancaman yang Lebih Berbahaya Darinya

Persoalan Anarko dan Lima Ancaman yang Lebih Berbahaya Darinya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co