6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perempuan, Kartu Pos dan Meneer Cohen

Wicaksono Adi by Wicaksono Adi
September 5, 2025
in Esai
Perempuan, Kartu Pos dan Meneer Cohen

Ilustrasi tatkala.co

Kawan yang baik,

Baiklah akan kita coba ungkap secuil tentang hubungan “seni, ideologi dan tubuh”.

Seperti yang pernah engkau tandaskan, “Bagaimana menjelaskan pernyataan bahwa seni rupa bisa menindas tubuh sebagai objek? Bukankah ungkapan “tubuh sebagai objek” itu dengan sendirinya si tubuh sudah takluk oleh si subjek? Tapi seperti apa penjelasannya yang tidak “mbulet” dan abstrak?”

Oke. Agar tidak abstrak marilah kita pakai setting waktu zaman kolonial.

Kita lihat sejarah seni visual dalam konteks manifestasi hasrat orientalistik pada lukisan, drawing, foto-foto, kartu pos dan sebagainya, yang menggambarkan tubuh perempuan pribumi – dalam pose tunggal maupun adegan di kerumunan – dengan mengeksplorasi dan mengeksploitasi “kepolosan” serta “ketelanjangan” berikut pancaran libidinal tubuh arkhaiknya sebagai bagian dari konstruksi kemurnian alam dan budaya-budaya “primitif”.

Kita ingat bahwa para pelukis dan fotografer zaman Hindia Belanda banyak yang membuat gambar figur perempuan pribumi telanjang maupun semi telanjang di alam terbuka seperti perempuan yang mandi atau mencuci pakaian di sungai pedalaman maupun di kota besar. (Dulu di Jakarta, banyak perempuan yang mencuci baju di sungai Ciliwung)

Dua seniman dari generasi yang berbeda misalnya, yakni A.A.J. Payen (1792-1853) melukis suasana pemandian umum tradisional di Minahasa, Sulawesi Utara, dan Abraham Salm (1857-1915) melukis pemandian di Wendit, Malang, Jawa Timur.

Sementara di Bali para pelukis Eropa beroleh ruang perayaan (sekaligus wahana ekstase) erotik dengan melukis perempuan pribumi semi telanjang berikut payudara terekspos dalam kehidupan sehari-hari (dalam kerangka primitivisme) maupun ketika perempuan-perempuan itu mandi di sungai atau di air terjun.

Tentu itu bukan hal yang aneh. Di mana-mana banyak pelukis yang menggambar ketelanjangan. Ya, benar. Tapi dalam konteks kolonialisme, dalam kadar tertentu, bentuk-bentuk visual tersebut lebih jelas menampakkan hasrat seksual patriarkhal atas sang “liyan” dalam keliaran tubuh perempuan “belum beradab” yang diselubungi pesona etniknya pula.

Kawan yang baik,

Coba cek lagi buku “Toekang Potret: 100 jaar fotografi e in Nederlands-Indie 1839-1939” karya Paul Faber dan kawan-kawan. Di situ ada kisah tentang salah satu fungsi tubuh perempuan dalam politik praktis kolonial.

Pada tahun 1887 gambar telanjang perempuan pribumi dijadikan wahana reklame untuk membujuk para pemuda Belanda (dan Belgia) agar mau mendaftarkan diri sebagai prajurit cadangan di Hindia Belanda.

Salah satu lelaki muda yang terbujuk iklan tersebut adalah Alexander Cohen yang sangat antusias mendaftar menjadi serdadu cadangan, tapi sesampainya di Hindia Belanda ia sangat marah dan kecewa karena menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa perempuan pribumi ternyata tidak secantik dan sesensual seperti yang digambarkan dalam iklan.

Ia kemudian menulis kritik keras di media massa sekaligus menyatakan bahwa pemerintah adalah penipu busuk sembari mengumumkan agar kaum muda di negeri Belanda tidak menjadi korban berikutnya. Jangan tertipu mentah-mentah.

Menurut Cohen, potret perempuan pribumi separuh telanjang atau telanjang itu ternyata dibuat di studio dengan model para pelacur dalam gaya menantang dan bahkan vulgar. Sebagian modelnya menatap kamera dengan pandangan malu-malu untuk menonjolkan kepolosannya.

Entah karena kritiknya pedasnya itu atau sebab lain ia dipecat dari dinas militer dan bahkan kemudian dijebloskan ke penjara.

Kawan yang baik,

Tentu, di luar foto-foto “propaganda” semacam itu, banyak juga foto karya fotografer profesional, salah satu yang paling digemari adalah serial foto berjudul “Souvenir de voyage”.

Serial ini laku keras, terutama yang menggunakan model telanjang perempuan pribumi berusia 14 tahun dengan pose menantang: kaki kiri diangkat bertumpu pada sebuah peti besi dan teko keramik di sebelahnya. Sang model memandang ke samping sementara di kaki kanannya terdapat sejumput juntaian kain tipis.

Foto-foto perempuan pribumi telanjang dengan eksekusi yang bagus itu kemudian dipajang dalam pameran “Exposition Universelle” di Paris tahun 1889 yang memicu antusiasme besar para pengunjung. Selain sebagai lahan bisnis, foto-foto telanjang itu juga dipakai untuk membuat klasifikasi atau tipologi etnografis oleh sebagian ilmuwan dan para fungsionaris pemerintahan.

Ihwal iklan dan kartu pos ini perlu diberi catatan khusus. Dalam buku “Indonesia: 500 Early Postcards”, Leo Haks dan Steven Wachlin, mengutip survei surat kabar “Bataviaasch Nieuwsblad” edisi 14 Januari 1901, yang menyatakan bahwa hingga 16 Agustus 1900 tercatat 10.128.569 kartu pos bergambar yang beredar di Jerman.

Jumlah tersebut diperkirakan juga beredar di Inggris dan Prancis. Dan pada edisi 7 November 1903, surat kabar tersebut menulis bahwa hingga tahun 1902 kurang lebih terdapat 900 juta kartu pos yang beredar di seluruh dunia, tidak termasuk Asia dan Afrika. Bisa dibayangkan besarnya peredaran kartu pos zaman itu.

Sementara menurut Stuart Hall dalam bukunya “Modernity and its Future”, berbagai wahana visual berupa lukisan, drawing, foto, iklan, kartu pos dan ilustrasi dalam buku pelajaran sekolah maupun brosur wisata semacam itu adalah manifestasi paling nyata dari “fantasi kolonial” dan bahkan cerminan hasrat masyarakat Barat secara umum terhadap apa yang disebut sebagai “otherness” sebagai bentuk pemenuhan kuasa oriental atas dunia dan kehidupan yang berada di wilayah-wilayah pinggiran yang masih “tertutup”.

Yakni suatu dunia murni yang secara etnis diyakini sebagai kebudayaan yang benar-benar tradisional serta belum tercemari oleh proyek besar modernisme. Dan semua itu harus diawetkan sebagai wahana untuk mereproduksi “sorga” yang nyaris lenyap dari kehidupan masyarakat Eropa sejak munculnya revolusi industri.

Begitu kawan. Salam. [T]

Penulis: Wicaksono Adi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis WICAKSONO ADI
Tags: Ideologikartu posPerempuanSeniTubuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemuda Bahas Kebudayaan di CHANDI 2025, Mulai dari Green School Bali hingga Film Animasi

Next Post

PUJA SARASWATI BERSUMBER DARI TRADISI BHARATA WARSA (INDIA KUNO)

Wicaksono Adi

Wicaksono Adi

Penulis esai seni-budaya, kurator, dan juga salah satu pendiri Borobudur Writers & Cultural Festival.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

PUJA SARASWATI BERSUMBER DARI TRADISI BHARATA WARSA (INDIA KUNO)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co