1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PUJA SARASWATI BERSUMBER DARI TRADISI BHARATA WARSA (INDIA KUNO)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
September 5, 2025
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 5 September 2025

SUNGAI Saraswati (Sárasvatī-nadī́ ) adalah sungai mitologis alam dewata, pertama kali disebutkan dalam Rigveda dan kemudian dalam teks-teks Weda lainnya dan teks pasca-Weda. Sungai ini memainkan peran penting dalam para penganut berbagai aliran pemikiran dan kepercayaan yang berbasis Weda.

Rigveda (kitab suci yang telah ada sekitar 1500 – 1000 Sebelum Masehi) ini adalah sumber tertua yang menyebutkan Dewi Saraswati dengan berbagai puja mantra yang dijelaskan dengan sangat rinci. RV 7.95.1-2, menggambarkan Saraswati mengalir ke ‘samudra’. Dewi Sarawasti disebutkan dalam banyak pujian (himne) dalam Rigveda, dan ada tiga himne yang didedikasikan untuknya (6:61 secara eksklusif, dan 7:95–96 yang ia disebutkan bersama Sarasvant). Dalam Rigveda 2.41.16 ia disebut: “Ibu terbaik, sungai terbaik, dewi terbaik”.

Dalam Mandala (bagian buku) 10 (10.17) dari Rigveda, Saraswati dirayakan sebagai dewi penyembuhan dan pemurnian air. Dalam Atharva Veda perannya sebagai penyembuh dan pemberi kehidupan lebih dipertegas. Dalam berbagai sumber, termasuk Yajur Veda, Saraswasti digambarkan telah menyembuhkan Indra setelah dia minum terlalu banyak Soma.

Dewi Saraswati dalam Rig Weda disebutkan sebagai Dewi yang memberikan kekuatan pikiran dan wicara. Pikiran tajam jernih dan mulia adalah ‘dhi’. Wicara halus teratur dan luhur adalah bermuara pada ‘vac’. Saraswati sebagai Dewi mengatur dan pemberkah ‘dhī’ (Rigveda 1:3:12c.). ‘Dhī’ adalah pikiran yang diilhami (terutama yang dimiliki para rishi ), itu adalah intuisi atau kecerdasan – terutama yang terkait dengan kalimat suci dan agama. Saraswati dipandang sebagai dewi yang dapat memberikan dhī ( Rgveda 6:49:7c.) jika kita mohon dalam doa atau meditasi.

‘Dhi’ diperlukan untuk menuntun ‘Vac’. Ucapan (vac) membutuhkan pikiran yang diilhami, pikiran yang murni, dia juga terkait erat dengan ucapan dan dengan dewi ucapan, Vāc. Dalam kitab Shatapatha Brahmana, peran Saraswati-Vac meluas, menjadi jelas diidentifikasi dengan pengetahuan (yang dikomunikasikan melalui ucapan). Disebutkan bahwa Dewi Saraswasti adalah “ibu dari Weda ” serta Weda itu sendiri.

Shatapatha Brahmana menyatakan bahwa ”seperti semua air bertemu di lautan… maka semua ilmu pengetahuan (vidya) bersatu (ekayanam) dalam Vāc” (14:5:4:11).

Kitab-kitab Purana dan kitab lainnya yang ditulis di India menjelaskan dan memuliakan Dewi Saraswati.

Bukan hanya dalam ajaran Hindu dimuliakan. Dalam agama Buddha, Dewi Saraswati dihormati dalam banyak bentuk, termasuk Dewi Cinta Kasih dan identik dengan Dewi Tara. Dalam Jainisme, Saraswati dihormati sebagai dewi yang bertanggung jawab atas penyebaran ajaran dan khotbah Tirthankara.

Pemuliaan Dewi Saraswati Era Majapahit

KAKAWIN DHARMASUNYA dalam Wirama Ragakusuma secara jelas menulis bahwa yang disebut sebagai Pujangga Agung adalah seseorang yang batinnya telah dikuasai oleh Dewi Saraswati sungguh-sungguh tiada terpisahkan:

  1. Batin sang pujangga ulung jernih bagaikan samudera, bersinar suci bersih.
    Hendak bebas dari saripati keindahan yang menjadi kumpulan segala rasa.
    Pengetahuan Tertinggi merupakan puncak ajaran tertinggi. Beliau merupakan pendeta utama.
    Bagaikan lingga dunia, sebagai lampu, karyanya telah terkenal kemana-mana.
  2. Orang yang telah mahir dalam kenyataan seperti itu berhak menciptakan kakawin di masyarakat.
    Sungguh Hyang Siwa-Budha menganugrahi beliau tentang kesucian batin.
    Dan lagi Dewi Saraswati sungguh-sungguh telah menguasai batinnya tiada terpisahkan.
    Itulah sebabnya beliau berhasil dalam segala ucapannya. Beliau itulah dinamakan Pujangga Agung.

Dalam karya sastra Kawi lainnya yang ditulis era Kerajaan Majapahit keberadaan Dewi Saraswati sangat sentral menempati posisi inti dalam kependetaan dan kesusastraan. Kakawin Dharmasunya, kakawin didaktis dalam bahasa Jawa Kuno, yang diperkirakan ditulis pada pertengahan abad ke 15 Masehi, sebagai salah satu contoh.

Dalam tradisi suci penulisan Kakawin baik era kerajaan Majapahit atau sebelumnya, yang dipuja dan dimuliakan adalah Dewi Saraswasti sebagai ‘Weda’, sebagai pemberi kejernihan ‘Dhi’ dan ‘Vac’ — hanya ketika sang penyair atau Sang Kawi Sastra sudah ‘kesusupan’ atau telah mendapat anugrah Dewi Sarasawati atau Sang Hyang Sarasawati, atau Hyang Haji Sasraswati, baru disebutkan siddhi dan layak disebut Pujangga Agung. Karya KAKAWIN DHARMASUNYA bagian Wirama Ragakusuma di atas terang benderang menyebutkan hal tersebut. Kakawin-kakawin lain yang lebih tua, pun menyebutkan hal yang sama. Bahwa manusia yang pikiran dan batinnya mulia dan mampu berucap disebut sebagai diberkati ‘dhi’ dan ‘vac’ oleh Hyang Saraswati.

Bahkan kalau kita urai karya Jawa Kuno secara lebih jauh maka Dewi Saraswati menempati posisi penting dari tahun 800 Masehi dan selanjutnya bersambung ke tradisi sastra Kawi era Teguh Dharmawangsa dan Kerajaan Kediri, serta era setelahnya, Singosari dan Majapahit.

Pemuliaan Dewi Saraswati di Bali

Pemuliaan Dewi Saraswati diperkirakan dibawa serta ke Bali dari Jawa ketika tradisi Kakawin diperkenalkan dari Jawa ke Bali, setidaknya era Raja Udayana yang menikah dengan Ratu Mahendradatta (keturunan Mpu Sindok) yang disebutkan secara tradisi telah membawa Kitab Kakawin Ramayana dan karya-karya kakawin lain yang telah dikenal di Jawa di era ini.

Kalau dilihat dari gelar dan nama raja-raja Bali seperti Kesari dan Ugrasena bersumber dari tradisi teks yang sudah ada relief ceritanya di Candi Prambanan, ada kemungkinan pemuliaan Saraswati di Bali sudah dikenal di era tersebut.

”Sri, Ratih, Girisuta, Saraswati, nā sirānung atidibya dewatī..”

Demikian disebutkan dalam Kakawin Ramayana bahwa Saraswati adlaah dewati yang dimuliakan… Kakawin Ramayana, yang diperkirakan telah ditulis dalam era Mataram Hindu pada masa pemerinthan Dyah Balitung sekitar tahun 820-832 Saka atau sekitar tahun 870 M, dibawa salinanya ke Bali setidaknya di era Raja Udayana. Sekalipun belum ada bukti peninggalan atau pura pemujaan khusus atau bukti temuan arca Saraswati di Bali dari era Bali Kuno, tapi kemungkinan sudah dikenal setidaknya di kalangan bhujangga dan lingkar kerajaan.

Karya Sastra yang diwarisi di Bali sampai saat ini, seperti: Kakawin Sutasoma, Kakawin Bhomantaka, Tantri Kamandaka, Kakawin Arjunawijaya, Kakawin HARISRAYA, Kakawin- Adiparwa, Bhismaparwa, Tantu Panggelaran, Siwarätrikalpa, Sumanasantaka, Nawaruci, Kakawin Nirartha Prakreta, dll mengandung uraian pemuliaan Dewi Saraswati. Sekian banyak kakawin atau teks sastra yang memuliakan Saraswasti yang mengalir dari tradisi Kawi atau Jawa Kuno, tentu tidak lain merupakan kelanjutan aliran pemikiran Weda dan pemuliaan Saraswati yang bersumber dari tradisi Rigveda yang telah ada sekitar 1500 – 1000 Sebelum Masehi yang berkembang di tanah Bharata Warsa.

Karya-karya Kakawin tersebutlah yang menyusup menjiwai tradisi Hindu Bali. Bersama karya-karya Kakawin dan teks sastra Hindu di Nusantara tersebut terdalam pula lontar-lontar berisi kompilasi mantra dan mengandung secara khusus Mantra Puja Saraswasti.

Mantra yang pendek salahsatunya yang muncul dalam lontar mantra puja Saraswati:

OṂ Gaṅgā-Sarasvatī-Sindhuvatī-Vipāśā-Kośikā-Yamunā-Sarayū-yanamaḥ svāhā.

Mantra Pemercikan Tirta Saraswati:

OṂ SAṂ Sarasvatī-śveta-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ BAṂ Sarasvatī-rakta-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ TAṂ Sarasvatī-pīta-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ AṂ Sarasvatī-kṛṣṇa-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ IṂ Sarasvatī-viśva-varnāya[i] namaḥ svāhā

Tabik pikulun Hyang Dewi Saraswati, inilah mantra pemuliaan Saraswati yang teramat disucikan dan dipujakan untuk memuliakan dan memohon pemberkatan yang terdapat dalam lontar-lontar rahasya di Bali:

1. OṂ Sarasvatī namas tubhyaṃ, varade kāma-rūpiṇi
siddhārambhaṃ1 kariṣyāmi, siddhir bhavatu me sadā.

2. Praṇamya sarva-devāṃś ca, Paramâtmānam eva ca
rūpa-siddhi-prayuktā yā, Sarasvatīṃ namāmy aham.

3. Padma-pattra-viśālākṣī, padma-kesara-varṇinī4
nityaṃ padmālayā devī, sā māṃ pātu Sarasvatī.

4. Brahma-putrī mahā-devī, brahmaṇyā Brahma-nandinī6
Sarasvatī saṃjñayanī, prayānāya Sarasvatī.

5. Kāvyaṃ vyākaraṇaṃ tarkaṃ, veda-śāstra-purāṇakam
kalpa8-siddhīni tantrāni, tvat-prasādāt samārabhet9.

Terjemahannya:

1. Ya Dewī Saraswatī, sembah kehadapan-Mu,
Yang melimpahkan anugerah, Yang mengubah bentukMu atas kemauanMu;
Aku akan menjalankan / melakukan suatu usaha suci yang berhasil / sukses,
keberhasilan / sukses haruslah terus-menerus apa yang kulakukan (demi kebaikan).

2. Setelah menundukkan kepala kepada semua para dewa dan Sang Diri Tertinggi,
Aku menyembah Dewī Sarasvwtī, Yang indah mempesona nan pandai.

3. MataNya terbuka lebar bagaikan daun-daun bunga teratai,
warnaNya bagaikan kawat-pijar dari sekuntum teratai merah;
Oh Dewī terus-menerus berdiam di dalam sekuntum teratai.
Dewī Saraswatī ini kumohon perlindungan-Mu (lindungilah aku).

4. Putri Dewa Brahmā, Dewī nan Agung,
Yang mengabdikan diri kepada Brahman, Yang membuat bahagia dan bergembira Dewa Brahmā;
Dewī Saraswatī yang penuh dengan kebijaksanaan (?),
bagi suatu perjalanan / kepergian (?)3……………. saraswati.

5. Dengan keanggunanMu (sese-)orang boleh menjalankan / melakukan
studi (pendalaman) atas syair-syair, tatabahasa, logika (ilmu mantik)
Weda, peraturan-peraturan tatatertib (disiplin), Purāṇa-Purāṇa,
dan Tantra-tantra dari adat dan pengetahuan yang sempurna.

Demikianlah lontar-lontar suci di Bali dipenuhi pemuliaan akan Saraswati.

Selamat merayakan (setiap hari) Dewati yang membimbing ‘Dhi’ dan ‘Vac’, yang senantiasa memberikan terang pikiran dan kemurniaan penuh tulus dalam wicara ucapan kita sehari-hari. [T]

Penulis: Sugi Lanus
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis SUGI LANUS
Tags: Dewi SaraswatihinduindiaSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan, Kartu Pos dan Meneer Cohen

Next Post

Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co