22 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PUJA SARASWATI BERSUMBER DARI TRADISI BHARATA WARSA (INDIA KUNO)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
September 5, 2025
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 5 September 2025

SUNGAI Saraswati (Sárasvatī-nadī́ ) adalah sungai mitologis alam dewata, pertama kali disebutkan dalam Rigveda dan kemudian dalam teks-teks Weda lainnya dan teks pasca-Weda. Sungai ini memainkan peran penting dalam para penganut berbagai aliran pemikiran dan kepercayaan yang berbasis Weda.

Rigveda (kitab suci yang telah ada sekitar 1500 – 1000 Sebelum Masehi) ini adalah sumber tertua yang menyebutkan Dewi Saraswati dengan berbagai puja mantra yang dijelaskan dengan sangat rinci. RV 7.95.1-2, menggambarkan Saraswati mengalir ke ‘samudra’. Dewi Sarawasti disebutkan dalam banyak pujian (himne) dalam Rigveda, dan ada tiga himne yang didedikasikan untuknya (6:61 secara eksklusif, dan 7:95–96 yang ia disebutkan bersama Sarasvant). Dalam Rigveda 2.41.16 ia disebut: “Ibu terbaik, sungai terbaik, dewi terbaik”.

Dalam Mandala (bagian buku) 10 (10.17) dari Rigveda, Saraswati dirayakan sebagai dewi penyembuhan dan pemurnian air. Dalam Atharva Veda perannya sebagai penyembuh dan pemberi kehidupan lebih dipertegas. Dalam berbagai sumber, termasuk Yajur Veda, Saraswasti digambarkan telah menyembuhkan Indra setelah dia minum terlalu banyak Soma.

Dewi Saraswati dalam Rig Weda disebutkan sebagai Dewi yang memberikan kekuatan pikiran dan wicara. Pikiran tajam jernih dan mulia adalah ‘dhi’. Wicara halus teratur dan luhur adalah bermuara pada ‘vac’. Saraswati sebagai Dewi mengatur dan pemberkah ‘dhī’ (Rigveda 1:3:12c.). ‘Dhī’ adalah pikiran yang diilhami (terutama yang dimiliki para rishi ), itu adalah intuisi atau kecerdasan – terutama yang terkait dengan kalimat suci dan agama. Saraswati dipandang sebagai dewi yang dapat memberikan dhī ( Rgveda 6:49:7c.) jika kita mohon dalam doa atau meditasi.

‘Dhi’ diperlukan untuk menuntun ‘Vac’. Ucapan (vac) membutuhkan pikiran yang diilhami, pikiran yang murni, dia juga terkait erat dengan ucapan dan dengan dewi ucapan, Vāc. Dalam kitab Shatapatha Brahmana, peran Saraswati-Vac meluas, menjadi jelas diidentifikasi dengan pengetahuan (yang dikomunikasikan melalui ucapan). Disebutkan bahwa Dewi Saraswasti adalah “ibu dari Weda ” serta Weda itu sendiri.

Shatapatha Brahmana menyatakan bahwa ”seperti semua air bertemu di lautan… maka semua ilmu pengetahuan (vidya) bersatu (ekayanam) dalam Vāc” (14:5:4:11).

Kitab-kitab Purana dan kitab lainnya yang ditulis di India menjelaskan dan memuliakan Dewi Saraswati.

Bukan hanya dalam ajaran Hindu dimuliakan. Dalam agama Buddha, Dewi Saraswati dihormati dalam banyak bentuk, termasuk Dewi Cinta Kasih dan identik dengan Dewi Tara. Dalam Jainisme, Saraswati dihormati sebagai dewi yang bertanggung jawab atas penyebaran ajaran dan khotbah Tirthankara.

Pemuliaan Dewi Saraswati Era Majapahit

KAKAWIN DHARMASUNYA dalam Wirama Ragakusuma secara jelas menulis bahwa yang disebut sebagai Pujangga Agung adalah seseorang yang batinnya telah dikuasai oleh Dewi Saraswati sungguh-sungguh tiada terpisahkan:

  1. Batin sang pujangga ulung jernih bagaikan samudera, bersinar suci bersih.
    Hendak bebas dari saripati keindahan yang menjadi kumpulan segala rasa.
    Pengetahuan Tertinggi merupakan puncak ajaran tertinggi. Beliau merupakan pendeta utama.
    Bagaikan lingga dunia, sebagai lampu, karyanya telah terkenal kemana-mana.
  2. Orang yang telah mahir dalam kenyataan seperti itu berhak menciptakan kakawin di masyarakat.
    Sungguh Hyang Siwa-Budha menganugrahi beliau tentang kesucian batin.
    Dan lagi Dewi Saraswati sungguh-sungguh telah menguasai batinnya tiada terpisahkan.
    Itulah sebabnya beliau berhasil dalam segala ucapannya. Beliau itulah dinamakan Pujangga Agung.

Dalam karya sastra Kawi lainnya yang ditulis era Kerajaan Majapahit keberadaan Dewi Saraswati sangat sentral menempati posisi inti dalam kependetaan dan kesusastraan. Kakawin Dharmasunya, kakawin didaktis dalam bahasa Jawa Kuno, yang diperkirakan ditulis pada pertengahan abad ke 15 Masehi, sebagai salah satu contoh.

Dalam tradisi suci penulisan Kakawin baik era kerajaan Majapahit atau sebelumnya, yang dipuja dan dimuliakan adalah Dewi Saraswasti sebagai ‘Weda’, sebagai pemberi kejernihan ‘Dhi’ dan ‘Vac’ — hanya ketika sang penyair atau Sang Kawi Sastra sudah ‘kesusupan’ atau telah mendapat anugrah Dewi Sarasawati atau Sang Hyang Sarasawati, atau Hyang Haji Sasraswati, baru disebutkan siddhi dan layak disebut Pujangga Agung. Karya KAKAWIN DHARMASUNYA bagian Wirama Ragakusuma di atas terang benderang menyebutkan hal tersebut. Kakawin-kakawin lain yang lebih tua, pun menyebutkan hal yang sama. Bahwa manusia yang pikiran dan batinnya mulia dan mampu berucap disebut sebagai diberkati ‘dhi’ dan ‘vac’ oleh Hyang Saraswati.

Bahkan kalau kita urai karya Jawa Kuno secara lebih jauh maka Dewi Saraswati menempati posisi penting dari tahun 800 Masehi dan selanjutnya bersambung ke tradisi sastra Kawi era Teguh Dharmawangsa dan Kerajaan Kediri, serta era setelahnya, Singosari dan Majapahit.

Pemuliaan Dewi Saraswati di Bali

Pemuliaan Dewi Saraswati diperkirakan dibawa serta ke Bali dari Jawa ketika tradisi Kakawin diperkenalkan dari Jawa ke Bali, setidaknya era Raja Udayana yang menikah dengan Ratu Mahendradatta (keturunan Mpu Sindok) yang disebutkan secara tradisi telah membawa Kitab Kakawin Ramayana dan karya-karya kakawin lain yang telah dikenal di Jawa di era ini.

Kalau dilihat dari gelar dan nama raja-raja Bali seperti Kesari dan Ugrasena bersumber dari tradisi teks yang sudah ada relief ceritanya di Candi Prambanan, ada kemungkinan pemuliaan Saraswati di Bali sudah dikenal di era tersebut.

”Sri, Ratih, Girisuta, Saraswati, nā sirānung atidibya dewatī..”

Demikian disebutkan dalam Kakawin Ramayana bahwa Saraswati adlaah dewati yang dimuliakan… Kakawin Ramayana, yang diperkirakan telah ditulis dalam era Mataram Hindu pada masa pemerinthan Dyah Balitung sekitar tahun 820-832 Saka atau sekitar tahun 870 M, dibawa salinanya ke Bali setidaknya di era Raja Udayana. Sekalipun belum ada bukti peninggalan atau pura pemujaan khusus atau bukti temuan arca Saraswati di Bali dari era Bali Kuno, tapi kemungkinan sudah dikenal setidaknya di kalangan bhujangga dan lingkar kerajaan.

Karya Sastra yang diwarisi di Bali sampai saat ini, seperti: Kakawin Sutasoma, Kakawin Bhomantaka, Tantri Kamandaka, Kakawin Arjunawijaya, Kakawin HARISRAYA, Kakawin- Adiparwa, Bhismaparwa, Tantu Panggelaran, Siwarätrikalpa, Sumanasantaka, Nawaruci, Kakawin Nirartha Prakreta, dll mengandung uraian pemuliaan Dewi Saraswati. Sekian banyak kakawin atau teks sastra yang memuliakan Saraswasti yang mengalir dari tradisi Kawi atau Jawa Kuno, tentu tidak lain merupakan kelanjutan aliran pemikiran Weda dan pemuliaan Saraswati yang bersumber dari tradisi Rigveda yang telah ada sekitar 1500 – 1000 Sebelum Masehi yang berkembang di tanah Bharata Warsa.

Karya-karya Kakawin tersebutlah yang menyusup menjiwai tradisi Hindu Bali. Bersama karya-karya Kakawin dan teks sastra Hindu di Nusantara tersebut terdalam pula lontar-lontar berisi kompilasi mantra dan mengandung secara khusus Mantra Puja Saraswasti.

Mantra yang pendek salahsatunya yang muncul dalam lontar mantra puja Saraswati:

OṂ Gaṅgā-Sarasvatī-Sindhuvatī-Vipāśā-Kośikā-Yamunā-Sarayū-yanamaḥ svāhā.

Mantra Pemercikan Tirta Saraswati:

OṂ SAṂ Sarasvatī-śveta-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ BAṂ Sarasvatī-rakta-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ TAṂ Sarasvatī-pīta-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ AṂ Sarasvatī-kṛṣṇa-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ IṂ Sarasvatī-viśva-varnāya[i] namaḥ svāhā

Tabik pikulun Hyang Dewi Saraswati, inilah mantra pemuliaan Saraswati yang teramat disucikan dan dipujakan untuk memuliakan dan memohon pemberkatan yang terdapat dalam lontar-lontar rahasya di Bali:

1. OṂ Sarasvatī namas tubhyaṃ, varade kāma-rūpiṇi
siddhārambhaṃ1 kariṣyāmi, siddhir bhavatu me sadā.

2. Praṇamya sarva-devāṃś ca, Paramâtmānam eva ca
rūpa-siddhi-prayuktā yā, Sarasvatīṃ namāmy aham.

3. Padma-pattra-viśālākṣī, padma-kesara-varṇinī4
nityaṃ padmālayā devī, sā māṃ pātu Sarasvatī.

4. Brahma-putrī mahā-devī, brahmaṇyā Brahma-nandinī6
Sarasvatī saṃjñayanī, prayānāya Sarasvatī.

5. Kāvyaṃ vyākaraṇaṃ tarkaṃ, veda-śāstra-purāṇakam
kalpa8-siddhīni tantrāni, tvat-prasādāt samārabhet9.

Terjemahannya:

1. Ya Dewī Saraswatī, sembah kehadapan-Mu,
Yang melimpahkan anugerah, Yang mengubah bentukMu atas kemauanMu;
Aku akan menjalankan / melakukan suatu usaha suci yang berhasil / sukses,
keberhasilan / sukses haruslah terus-menerus apa yang kulakukan (demi kebaikan).

2. Setelah menundukkan kepala kepada semua para dewa dan Sang Diri Tertinggi,
Aku menyembah Dewī Sarasvwtī, Yang indah mempesona nan pandai.

3. MataNya terbuka lebar bagaikan daun-daun bunga teratai,
warnaNya bagaikan kawat-pijar dari sekuntum teratai merah;
Oh Dewī terus-menerus berdiam di dalam sekuntum teratai.
Dewī Saraswatī ini kumohon perlindungan-Mu (lindungilah aku).

4. Putri Dewa Brahmā, Dewī nan Agung,
Yang mengabdikan diri kepada Brahman, Yang membuat bahagia dan bergembira Dewa Brahmā;
Dewī Saraswatī yang penuh dengan kebijaksanaan (?),
bagi suatu perjalanan / kepergian (?)3……………. saraswati.

5. Dengan keanggunanMu (sese-)orang boleh menjalankan / melakukan
studi (pendalaman) atas syair-syair, tatabahasa, logika (ilmu mantik)
Weda, peraturan-peraturan tatatertib (disiplin), Purāṇa-Purāṇa,
dan Tantra-tantra dari adat dan pengetahuan yang sempurna.

Demikianlah lontar-lontar suci di Bali dipenuhi pemuliaan akan Saraswati.

Selamat merayakan (setiap hari) Dewati yang membimbing ‘Dhi’ dan ‘Vac’, yang senantiasa memberikan terang pikiran dan kemurniaan penuh tulus dalam wicara ucapan kita sehari-hari. [T]

Penulis: Sugi Lanus
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis SUGI LANUS
Tags: Dewi SaraswatihinduindiaSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan, Kartu Pos dan Meneer Cohen

Next Post

Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails

Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

by Angga Wijaya
June 18, 2026
0
Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah...

Read moreDetails
Next Post
Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
Esai

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

by Made Chandra
June 21, 2026
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total
Panggung

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi
Ulas Musik

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia...

by Ahmad Sihabudin
June 21, 2026
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   
Esai

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!
Khas

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital
Esai

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

by Angga Wijaya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co