1 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PUJA SARASWATI BERSUMBER DARI TRADISI BHARATA WARSA (INDIA KUNO)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
September 5, 2025
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 5 September 2025

SUNGAI Saraswati (Sárasvatī-nadī́ ) adalah sungai mitologis alam dewata, pertama kali disebutkan dalam Rigveda dan kemudian dalam teks-teks Weda lainnya dan teks pasca-Weda. Sungai ini memainkan peran penting dalam para penganut berbagai aliran pemikiran dan kepercayaan yang berbasis Weda.

Rigveda (kitab suci yang telah ada sekitar 1500 – 1000 Sebelum Masehi) ini adalah sumber tertua yang menyebutkan Dewi Saraswati dengan berbagai puja mantra yang dijelaskan dengan sangat rinci. RV 7.95.1-2, menggambarkan Saraswati mengalir ke ‘samudra’. Dewi Sarawasti disebutkan dalam banyak pujian (himne) dalam Rigveda, dan ada tiga himne yang didedikasikan untuknya (6:61 secara eksklusif, dan 7:95–96 yang ia disebutkan bersama Sarasvant). Dalam Rigveda 2.41.16 ia disebut: “Ibu terbaik, sungai terbaik, dewi terbaik”.

Dalam Mandala (bagian buku) 10 (10.17) dari Rigveda, Saraswati dirayakan sebagai dewi penyembuhan dan pemurnian air. Dalam Atharva Veda perannya sebagai penyembuh dan pemberi kehidupan lebih dipertegas. Dalam berbagai sumber, termasuk Yajur Veda, Saraswasti digambarkan telah menyembuhkan Indra setelah dia minum terlalu banyak Soma.

Dewi Saraswati dalam Rig Weda disebutkan sebagai Dewi yang memberikan kekuatan pikiran dan wicara. Pikiran tajam jernih dan mulia adalah ‘dhi’. Wicara halus teratur dan luhur adalah bermuara pada ‘vac’. Saraswati sebagai Dewi mengatur dan pemberkah ‘dhī’ (Rigveda 1:3:12c.). ‘Dhī’ adalah pikiran yang diilhami (terutama yang dimiliki para rishi ), itu adalah intuisi atau kecerdasan – terutama yang terkait dengan kalimat suci dan agama. Saraswati dipandang sebagai dewi yang dapat memberikan dhī ( Rgveda 6:49:7c.) jika kita mohon dalam doa atau meditasi.

‘Dhi’ diperlukan untuk menuntun ‘Vac’. Ucapan (vac) membutuhkan pikiran yang diilhami, pikiran yang murni, dia juga terkait erat dengan ucapan dan dengan dewi ucapan, Vāc. Dalam kitab Shatapatha Brahmana, peran Saraswati-Vac meluas, menjadi jelas diidentifikasi dengan pengetahuan (yang dikomunikasikan melalui ucapan). Disebutkan bahwa Dewi Saraswasti adalah “ibu dari Weda ” serta Weda itu sendiri.

Shatapatha Brahmana menyatakan bahwa ”seperti semua air bertemu di lautan… maka semua ilmu pengetahuan (vidya) bersatu (ekayanam) dalam Vāc” (14:5:4:11).

Kitab-kitab Purana dan kitab lainnya yang ditulis di India menjelaskan dan memuliakan Dewi Saraswati.

Bukan hanya dalam ajaran Hindu dimuliakan. Dalam agama Buddha, Dewi Saraswati dihormati dalam banyak bentuk, termasuk Dewi Cinta Kasih dan identik dengan Dewi Tara. Dalam Jainisme, Saraswati dihormati sebagai dewi yang bertanggung jawab atas penyebaran ajaran dan khotbah Tirthankara.

Pemuliaan Dewi Saraswati Era Majapahit

KAKAWIN DHARMASUNYA dalam Wirama Ragakusuma secara jelas menulis bahwa yang disebut sebagai Pujangga Agung adalah seseorang yang batinnya telah dikuasai oleh Dewi Saraswati sungguh-sungguh tiada terpisahkan:

  1. Batin sang pujangga ulung jernih bagaikan samudera, bersinar suci bersih.
    Hendak bebas dari saripati keindahan yang menjadi kumpulan segala rasa.
    Pengetahuan Tertinggi merupakan puncak ajaran tertinggi. Beliau merupakan pendeta utama.
    Bagaikan lingga dunia, sebagai lampu, karyanya telah terkenal kemana-mana.
  2. Orang yang telah mahir dalam kenyataan seperti itu berhak menciptakan kakawin di masyarakat.
    Sungguh Hyang Siwa-Budha menganugrahi beliau tentang kesucian batin.
    Dan lagi Dewi Saraswati sungguh-sungguh telah menguasai batinnya tiada terpisahkan.
    Itulah sebabnya beliau berhasil dalam segala ucapannya. Beliau itulah dinamakan Pujangga Agung.

Dalam karya sastra Kawi lainnya yang ditulis era Kerajaan Majapahit keberadaan Dewi Saraswati sangat sentral menempati posisi inti dalam kependetaan dan kesusastraan. Kakawin Dharmasunya, kakawin didaktis dalam bahasa Jawa Kuno, yang diperkirakan ditulis pada pertengahan abad ke 15 Masehi, sebagai salah satu contoh.

Dalam tradisi suci penulisan Kakawin baik era kerajaan Majapahit atau sebelumnya, yang dipuja dan dimuliakan adalah Dewi Saraswasti sebagai ‘Weda’, sebagai pemberi kejernihan ‘Dhi’ dan ‘Vac’ — hanya ketika sang penyair atau Sang Kawi Sastra sudah ‘kesusupan’ atau telah mendapat anugrah Dewi Sarasawati atau Sang Hyang Sarasawati, atau Hyang Haji Sasraswati, baru disebutkan siddhi dan layak disebut Pujangga Agung. Karya KAKAWIN DHARMASUNYA bagian Wirama Ragakusuma di atas terang benderang menyebutkan hal tersebut. Kakawin-kakawin lain yang lebih tua, pun menyebutkan hal yang sama. Bahwa manusia yang pikiran dan batinnya mulia dan mampu berucap disebut sebagai diberkati ‘dhi’ dan ‘vac’ oleh Hyang Saraswati.

Bahkan kalau kita urai karya Jawa Kuno secara lebih jauh maka Dewi Saraswati menempati posisi penting dari tahun 800 Masehi dan selanjutnya bersambung ke tradisi sastra Kawi era Teguh Dharmawangsa dan Kerajaan Kediri, serta era setelahnya, Singosari dan Majapahit.

Pemuliaan Dewi Saraswati di Bali

Pemuliaan Dewi Saraswati diperkirakan dibawa serta ke Bali dari Jawa ketika tradisi Kakawin diperkenalkan dari Jawa ke Bali, setidaknya era Raja Udayana yang menikah dengan Ratu Mahendradatta (keturunan Mpu Sindok) yang disebutkan secara tradisi telah membawa Kitab Kakawin Ramayana dan karya-karya kakawin lain yang telah dikenal di Jawa di era ini.

Kalau dilihat dari gelar dan nama raja-raja Bali seperti Kesari dan Ugrasena bersumber dari tradisi teks yang sudah ada relief ceritanya di Candi Prambanan, ada kemungkinan pemuliaan Saraswati di Bali sudah dikenal di era tersebut.

”Sri, Ratih, Girisuta, Saraswati, nā sirānung atidibya dewatī..”

Demikian disebutkan dalam Kakawin Ramayana bahwa Saraswati adlaah dewati yang dimuliakan… Kakawin Ramayana, yang diperkirakan telah ditulis dalam era Mataram Hindu pada masa pemerinthan Dyah Balitung sekitar tahun 820-832 Saka atau sekitar tahun 870 M, dibawa salinanya ke Bali setidaknya di era Raja Udayana. Sekalipun belum ada bukti peninggalan atau pura pemujaan khusus atau bukti temuan arca Saraswati di Bali dari era Bali Kuno, tapi kemungkinan sudah dikenal setidaknya di kalangan bhujangga dan lingkar kerajaan.

Karya Sastra yang diwarisi di Bali sampai saat ini, seperti: Kakawin Sutasoma, Kakawin Bhomantaka, Tantri Kamandaka, Kakawin Arjunawijaya, Kakawin HARISRAYA, Kakawin- Adiparwa, Bhismaparwa, Tantu Panggelaran, Siwarätrikalpa, Sumanasantaka, Nawaruci, Kakawin Nirartha Prakreta, dll mengandung uraian pemuliaan Dewi Saraswati. Sekian banyak kakawin atau teks sastra yang memuliakan Saraswasti yang mengalir dari tradisi Kawi atau Jawa Kuno, tentu tidak lain merupakan kelanjutan aliran pemikiran Weda dan pemuliaan Saraswati yang bersumber dari tradisi Rigveda yang telah ada sekitar 1500 – 1000 Sebelum Masehi yang berkembang di tanah Bharata Warsa.

Karya-karya Kakawin tersebutlah yang menyusup menjiwai tradisi Hindu Bali. Bersama karya-karya Kakawin dan teks sastra Hindu di Nusantara tersebut terdalam pula lontar-lontar berisi kompilasi mantra dan mengandung secara khusus Mantra Puja Saraswasti.

Mantra yang pendek salahsatunya yang muncul dalam lontar mantra puja Saraswati:

OṂ Gaṅgā-Sarasvatī-Sindhuvatī-Vipāśā-Kośikā-Yamunā-Sarayū-yanamaḥ svāhā.

Mantra Pemercikan Tirta Saraswati:

OṂ SAṂ Sarasvatī-śveta-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ BAṂ Sarasvatī-rakta-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ TAṂ Sarasvatī-pīta-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ AṂ Sarasvatī-kṛṣṇa-varṇāya[i] namaḥ svāhā
OṂ IṂ Sarasvatī-viśva-varnāya[i] namaḥ svāhā

Tabik pikulun Hyang Dewi Saraswati, inilah mantra pemuliaan Saraswati yang teramat disucikan dan dipujakan untuk memuliakan dan memohon pemberkatan yang terdapat dalam lontar-lontar rahasya di Bali:

1. OṂ Sarasvatī namas tubhyaṃ, varade kāma-rūpiṇi
siddhārambhaṃ1 kariṣyāmi, siddhir bhavatu me sadā.

2. Praṇamya sarva-devāṃś ca, Paramâtmānam eva ca
rūpa-siddhi-prayuktā yā, Sarasvatīṃ namāmy aham.

3. Padma-pattra-viśālākṣī, padma-kesara-varṇinī4
nityaṃ padmālayā devī, sā māṃ pātu Sarasvatī.

4. Brahma-putrī mahā-devī, brahmaṇyā Brahma-nandinī6
Sarasvatī saṃjñayanī, prayānāya Sarasvatī.

5. Kāvyaṃ vyākaraṇaṃ tarkaṃ, veda-śāstra-purāṇakam
kalpa8-siddhīni tantrāni, tvat-prasādāt samārabhet9.

Terjemahannya:

1. Ya Dewī Saraswatī, sembah kehadapan-Mu,
Yang melimpahkan anugerah, Yang mengubah bentukMu atas kemauanMu;
Aku akan menjalankan / melakukan suatu usaha suci yang berhasil / sukses,
keberhasilan / sukses haruslah terus-menerus apa yang kulakukan (demi kebaikan).

2. Setelah menundukkan kepala kepada semua para dewa dan Sang Diri Tertinggi,
Aku menyembah Dewī Sarasvwtī, Yang indah mempesona nan pandai.

3. MataNya terbuka lebar bagaikan daun-daun bunga teratai,
warnaNya bagaikan kawat-pijar dari sekuntum teratai merah;
Oh Dewī terus-menerus berdiam di dalam sekuntum teratai.
Dewī Saraswatī ini kumohon perlindungan-Mu (lindungilah aku).

4. Putri Dewa Brahmā, Dewī nan Agung,
Yang mengabdikan diri kepada Brahman, Yang membuat bahagia dan bergembira Dewa Brahmā;
Dewī Saraswatī yang penuh dengan kebijaksanaan (?),
bagi suatu perjalanan / kepergian (?)3……………. saraswati.

5. Dengan keanggunanMu (sese-)orang boleh menjalankan / melakukan
studi (pendalaman) atas syair-syair, tatabahasa, logika (ilmu mantik)
Weda, peraturan-peraturan tatatertib (disiplin), Purāṇa-Purāṇa,
dan Tantra-tantra dari adat dan pengetahuan yang sempurna.

Demikianlah lontar-lontar suci di Bali dipenuhi pemuliaan akan Saraswati.

Selamat merayakan (setiap hari) Dewati yang membimbing ‘Dhi’ dan ‘Vac’, yang senantiasa memberikan terang pikiran dan kemurniaan penuh tulus dalam wicara ucapan kita sehari-hari. [T]

Penulis: Sugi Lanus
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis SUGI LANUS
Tags: Dewi SaraswatihinduindiaSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan, Kartu Pos dan Meneer Cohen

Next Post

Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

“Demokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

Read moreDetails

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

by Chusmeru
July 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

Read moreDetails

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co