11 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sagu, Papeda, Sopi, dan Tentang Makanan Pokok Kita

Wicaksono Adi by Wicaksono Adi
August 5, 2025
in Esai
Sagu, Papeda, Sopi, dan Tentang Makanan Pokok Kita

Pohon sagu

MESKI belum dapat dipastikan dari mana asal-usulnya, pohon sagu pernah menjadi bahan makanan utama di kawasan timur Indonesia, terutama di Papua dan kepulauan Maluku. Boleh jadi dulunya sagu juga menjadi bahan makanan orang-orang Nusantara sebelum datangnya padi, jagung, singkong dan palawija lainnya.

Kata “sego” atau “sega” dalam bahasa Jawa maupun “sangu” dalam bahasa Sunda tampaknya setarikan lidah dari kata “sagu” yang kemudian dipakai untuk menamai “nasi” yang berasal dari tanaman padi. Perlu dicatat bahwa selain sagu, dulunya umbi-umbian adalah makanan pokok orang-orang Melanesia.

Di antara orang Barat yang mula-mula mengenal sagu adalah Marco Polo dan Alfred R. Wallace. Ketika melawat ke Nusantara pada akhir abad ke-13, Pak Marco Polo ini sempat mencatat beberapa makanan dan kue berbahan sagu sedangkan Pak Wallace membawa olahan sagu sebagai bekal menjelajahi kepulauan Maluku dan Papua, termasuk ketika melakukan perjalanan laut dari kepulauan Raja Ampat menuju Kalimuri, Seram, tahun 1860.

Wah, wah, wah. Pak Wallace ini ternyata sudah gentayangan di Raja Ampat bahkan lebih 160 tahun silam, jauh sebelum turis domestik maupun mancanegara di era Republik. Pak Wallace mencatat bahwa selain burung cendrawasih dan kulit penyu, sagu juga dijadikan upeti warga setempat kepada kesultanan Tidore. Sagu pernah dijadikan investasi sosial sekaligus wahana ikatan politik pula.

Selain itu sangat masuk akal jika dikatakan bahwa era bahari Nusantara di abad-abad silam hanya mungkin terjadi karena persediaan makanan yang sesuai dengan budaya tersebut. Para pelaut Bugis dan Mandar misalnya, hanya bisa menjelajahi samudra hingga ke Madagaskar sana karena punya bekal makanan yang tahan lama dan cocok dengan kebutuhan selama perjalanan. Sementara orang-orang Papua dan Maluku, hanya dapat wira-wiri lalu lalang dari pulau ke pulau karena sagu dan umbi-umbian.

(Bagus juga jika makan pagi atau makan siang gratis untuk anak-anak setempat menggunakan bahan sagu dan umbi-umbian yang rendah gula itu, tentu untuk mengikis “beras oriented, diabetik”).

Tentu, salah satu masakan yang sangat populer di Papua, Maluku dan beberapa daerah di Sulawesi adalah “papeda”, yakni bubur sagu yang disantap dengan ikan laut beserta kuah kuningnya yang nyus nyus itu. Dalam bahasa Inanwatan atau bahasa Papua, “papeda” juga disebut “dao”. Selain itu ada pula “sagu bagea”, “sagu baruwa”, “sagu sinale” dan “leraping”.

Di kawasan danau Sentani, Balai Arkeologi Papua pernah menemukan tembikar dan perkakas batu untuk mengolah sagu yang merujuk pada zaman prasejarah. Papeda dulunya dimasak dengan alat gerabah sementara tradisi pembuatan gerabah di Papua sudah dikenal sejak 3.000 tahun silam.

Sementara dalam buku ”The Cyclopædia of India and of Eastern and Southern Asia” karya Edward Balfour (1885) terdapat uraian proses pengolahan aneka makanan berbahan sagu maupun makanan tahan lama lainnya termasuk kue yang mirip biskuit, salah satunya roti sagu kelapa yang disukai orang-orang Eropa pada masa itu.

Tentu, selain papeda, juga ada “sopi”, yakni minuman tradisional yang masyhur di kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara Timur (Flores, pulau Timor dan sekitarnya). Boleh jadi nama “sopi” berasal dari kata Belanda kuno “zoopje” yang berarti “minuman ringan”.

Selain dari bahasa Belanda, terkait urusan makanan, di Maluku tampaknya banyak serapan kosa kata dari bahasa Portugis seperti patatas (kentang) dari kata “patatas”, batata (ubi) dari kata “batatas”, salero (garam) dari kata “salero” dan bubengka (kue bingka, lalu menjadi kue bika) dari kata “bibenka”.

Kembali ke sagu, pernah ada cerita menarik. Syahdan pada tanggal 19 Juli 1962 pasukan Republik mendarat di kampung Umerah di pulau Gebe dalam misi merebut Irian Barat (Papua) atas perintah Bung Karno. Pasukan itu kemudian bergerak ke pulau Waigeo melalui pulau Yu.

Setelah sampai di Waigeo terjadi baku tembak dengan pasukan Belanda. Pasukan Republik terperangkap di pulau itu sebulan lebih karena pihak Belanda melakukan patroli ketat dengan kapal perang mereka.

Ketatnya patroli Belanda tersebut menyebabkan menipisnya pasokan logistik sehingga tak ada cara lain bagi tentara Republik kecuali mengganyang sagu, termasuk menyantap ulatnya yang bergizi tinggi itu sebagai makanan sementara pada saat yang sama persediaan makanan pasukan Belanda justru kian menipis.

Ya, sagu turut menjadi faktor penting hingga tentara Republik dapat bertahan terhadap kepungan Belanda. Dan sebagaimana diketahui pada akhirnya Irian Jaya atau Papua barat kemudian menjadi bagian NKRI.

Tapi, saat ini sudah jarang pohon sagu di kampung halaman saya. Yang masih banyak adalah di Kepulauan Aru, tempat istri dan anak saya mencari ikan. [T]

Penulis: Wicaksono Adi
Editor: Adnyana Ole

Sredek, Makanan Pokok, dan Bagaimana Ia Nyaris Dilupakan
Saat Malam Jatuh di Surabaya Barat
Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan
Tags: makanan pokokpapedasagusopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kohabitasi dalam Lanskap Komunikasi Politik

Next Post

Tri Hita Karana, Kemalasan Tubuh, dan Kebebasan Pikiran

Wicaksono Adi

Wicaksono Adi

Penulis esai seni-budaya, kurator, dan juga salah satu pendiri Borobudur Writers & Cultural Festival.

Related Posts

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

by Angga Wijaya
June 11, 2026
0
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

Read moreDetails

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
0
Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

Read moreDetails

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

by Chandra Manikan
June 10, 2026
0
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

Read moreDetails

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
0
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

Read moreDetails

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

Read moreDetails

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
0
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

Read moreDetails

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

Read moreDetails
Next Post
Tri Hita Karana, Kemalasan Tubuh, dan Kebebasan Pikiran

Tri Hita Karana, Kemalasan Tubuh, dan Kebebasan Pikiran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional
Lingkungan

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng
Tualang

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
Tempe dan Ekonomi yang Teriris
Esai

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
Fiksi

Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik

BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat...

by Chusmeru
June 11, 2026
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co