6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [24]: Pemain “Keenam” Pertandingan Futsal

Chusmeru by Chusmeru
July 17, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

OLAHRAGA kini bukan hanya menjadi tren bagi anak muda, tetapi hampir menjadi kebutuhan dalam kehidupan. Banyak pilihan olahraga yang dapat dilakukan, mulai dari yang gratis, murah, hingga yang memerlukan biaya jutaan.

Jalan dan lari termasuk olahraga yang gratis dan murah. Meski demikian, jalan dan lari bisa juga menelan biaya hingga puluhan juta. Mahalnya bukan pada aktivitas fisik berjalan atau berlari, tetapi pada kalcer-nya. Peralatan, pakaian, dan asesori untuk jalan dan lari itu yang bisa menjadikannya mahal.

Bagi mahasiswa, olahraga hanya dilakukan untuk kebugaran dan mengisi waktu luang. Kegiatan perkuliahan yang padat membuat mahasiswa berolahraga sesuai kesempatan. Bisa dilakukan pagi hari, siang, hingga sore dan malam hari. Semua tergantung jadwal kuliah. Yang pasti hari Sabtu dan Minggu merupakan hari libur yang sering dimanfaatkan untuk olahraga.

Banyak pilihan olahraga bagi mahasiswa, baik olahraga permainan maupun ketangkasan. Sarana olahraga di kampus juga cukup banyak. Biasanya mahasiswa ikut olahraga yang ada dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) di fakultas maupun universitas.

Bagi Hendra Pradipta, mahasiswa Fisip,  olahraga adalah hobi. Oleh karena itu ia memilih futsal sebagai upaya menjaga kebugaran sekaligus menyalurkan hobinya. Kebetulan banyak temannya yang memiliki hobi sama, sehingga ia memiliki klub untuk latihan secara rutin. Futsal tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya, tetapi asyik karena bisa bermain di siang maupun malam hari.

Banyak lapangan futsal di sekitaran kampus. Futsal sendiri kabarnya berasal dari bahasa Spanyol, yaitu futbol dan sala, yang artinya sepak bola di dalam ruangan. Lapangan futsal berada di dalam gedung atau ruangan. Para pemain akan membayar biaya sewa gedung untuk bermain futsal dalam hitungan menit atau jam.

Bukan hanya laki-laki, mahasiswa perempuan juga banyak yang menyukai futsal. Olahraga ini cukup menguras keringat, tetapi santai karena para pemain bisa sambil bercanda. Lapangan yang tidak terlalu luas membuat olahraga futsal banyak diminati mahasiswa.

Futsal juga sering dipertandingkan di kampus. Setiap acara dies natalis fakultas maupun universitas biasanya diadakan pertandingan futsal. Acara akan berlangsung seru, karena suporter dari masing-masing fakultas akan meramaikan lapangan sebagaimana pertandingan sepak bola. Meski demikian para pendukung futsal lebih tertib dibanding sepakbola. Jarang terjadi kerusuhan dalam pertandingan futsal.

***

Dies natalis universitas kali ini mengadakan pertandingan futsal antarfakultas. Hendra Pradipta didapuk menjadi kapten tim futsal Fisip. Ia memiliki tim yang terdiri dari sepuluh pemain yang berasal dari semua jurusan yang ada di fakultas. Mereka rutin latihan setiap minggu. Tak heran jika tim futsal Fisip selalu menjadi juara pertama dalam setiap ajang dies natalis.

Sebenarnya tim futsal fakultas lain juga hebat. Fakultas ekonomi dan fakultas hukum merupakan saingan berat Fisip. Selain materi pemain yang bagus, kedua fakultas itu memiliki suporter yang sangat fanatik. Setiap fakultasnya bermain, suporter akan memadati lapangan dengan poster, spanduk, dan yel-yel.

Putaran pertama, tim Fisip berhadapan dengan tim fakultas pertanian. Hendra Pradipta bermain bersama Agus, Wily, Robert, dan Dino. Pertandingan baru berjalan tiga menit, Robert sudah berhasil mencetak gol. Tepuk tangan meriah dari suporter, termasuk dari Triasih Wulan, Wakil Dekan bidang kemahasiswaan.

Menit ke lima, pemain dengan nomor punggung 18 mencetaki gol ke gawang fakultas pertanian. Hendra Pradipta kaget. Seingat dia, timnya tidak ada yang menggunakan jersey dengan nomor 18. Lalu siapakah dia? Hendra Pradipta menghitung timnya. Hanya berlima. Mengapa tadi ada pemain keenam di timnya?.

Memasuki babak kedua, suasana pertandingan menjadi tegang. Fakultas pertanian kembali kebobolan pada menit awal. Dan lagi-lagi yang memasukkan gol pemain dengan nomor punggung 18. Kapten dan manajer tim fakultas pertanian mengajukan protes, karena tim Fisip terdiri dari enam pemain. Anehnya, saat wasit mengecek, jumlah pemain futsal Fisip hanya lima.

Semua pemain bingung. Tiba-tiba angin bertiup di dalam lapangan. Bau wangi melati menyebar ke penjuru lapangan. Wasit dan para pemain merinding ketakutan. Siapakah pemain keenam Fisip yang bernomor 18 itu? Apakah dia hantu di lapangan futsal?

Kemenangan tim Fisip atas fakultas pertanian dengan skor 6-0 mengundang kontroversi. Meskipun tim fakultas pertanian memang lemah. Kehadiran pemain”keenam” di tim Fisip membuat curiga. Banyak yang menduga tim Fisip menggunakan dukun dalam pertandingan itu, sehingga ada pemain misterius yang mencetak gol.

Babak perdelapan final, tim Fisip bertemu dengan tim fakultas biologi. Di atas kertas Fisip akan memenangkan pertandingan, karena secara kualitas pemainnya lebih unggul dibanding biologi. Terbukti baru menit pertama Hendra mencetak gol. Skor tersebut berubah menjadi 2-0 saat Wily mencetak gol. Peristiwa misterius kembali terjadi. Pemain dengan nomor punggung 18 di Fisip mencetak gol ketiga ke gawang biologi pada menit ke tujuh. Skor 3-0 untuk Fisip.

Hendra terkejut. Ia bertanya pada Wily.

“Siapa yang barusan mencetak gol?”.

“Entahlah.., bukan kawan kita,” jawab Wily dengan wajah bingung.

Bukan hanya Hendra dan Wily yang melihat pemain nomor 18 mencetak gol. Wakil Dekan, Triasih Wulan juga melihat ada pemain “keenam” Fisip yang mencetak gol. Padahal saat dihitung pemain Fisip hanya lima orang. Pemain nomor 18 tak tampak. Semua heran, sekaligus merinding. Mengapa ada pemain misterius di tim Fisip.

Setelah istirahat turun minum, pertandingan dilanjutkan. Pemain misterius bernomor 18 muncul kembali. Ia mencetak tiga gol sekaligus. Hal ini membuat tim biologi protes kepada wasit, karena menelan kekalahan 6-0. Tim biologi menuding Fisip pakai dukun dengan mengundang pemain hantu. Namun wasit tidak mampu berbuat banyak. Semua pemain yang terdaftar sudah dihitung. Tidak ada pemain bernomor punggung 18. Kemenangan tim Fisip dianggap sah, meskipun empat gol dicetak oleh pemain “keenam”.

Kejadian serupa kembali terulang pada perempat final, ketika Fisip bertemu fakultas ekonomi. Di menit awal, ekonomi berhasil unggul dengan mencetak gol ke gawang Fisip. Sorak sorai suporter fakultas ekonomi gemuruh di dalam gedung futsal. Fisip tertinggal. Memang fakultas ekonomi memiliki pemain yang berkualitas.

Menit ke delapan, Hendra menyamakan kedudukan dengan tendangannya ke gawang ekonomi. Skor 1-1 hanya bertahan dua menit. Fakultas ekonomi kembali mencetak gol ke gawang Fisip. Ketinggalan 1-2 membuat supoter Fisip memberikan dukungan yel-yel. Tiba-tiba pemain misterius muncul di tim Fisip dan langsung mencetak dua gol di babak pertama.

Aroma bunga melati menebar ke penjuru lapangan dan ke tribun supoter di babak kedua pertandingan. Beberapa pemain saling pandang. Sebagian penonton juga terkejut dengan aroma melati. Suasana pertandingan menjadi mencekam. Pemain “keenam” muncul kembali mencetak tiga gol tanpa balas ke gawang ekonomi.

Kedudukan berakhir 6-2 untuk kemenangan Fisip. Para pemain dan manajer tim fakultas ekonomi heran, mengapa Fisip tiba-tiba mampu mencetak enam gol. Dugaan bermain dukun kembali dialamatkan kepada Fisip. Namun tidak ada seorang pun yang bisa membuktikannya.

***

Fisip akan bertemu fakultas hukum di babak final. Pertandingan yang menarik dan klasik, karena kedua tim sudah sering bertemu di final. Masing-masing optimis akan merebut juara pertama. Hendra Pradipta sangat yakin akan menang, meskipun tanpa kehadiran pemain hantu nomor 18.

Manajer tim fakultas hukum menduga ada sesuatu yang tidak beres pada tim Fisip yang selalu menang dengan skor banyak. Apalagi peristiwa menyeramkan selalu terjadi saat Fisip bertanding. Aroma bunga melati dan kehadiran pemain “keenam” menambah kecurigaan tim fakultas hukum.

Diam-diam manajer tim fakultas hukum mendatangi pengelola lapangan futsal. Mereka ingin melihat rekaman kamera CCTV untuk melihat permainan tim Fisip. Betapa terkejut mereka saat melihat ada pemain “keenam” bernomor punggung 18 selalu ikut bermain saat tim Fisip bertanding. Manajer tim fakultas hukum menanyakan kepada pengelola tentang pemain misterius itu.

“Wajahnya mirip dengan pemain futsal yang dulu meninggal di lapangan,” kata pengelola futsal.

“Haaahh…! Bagaimana kejadiannya?” tanya manajer tim fakultas hukum.

“Tahun lalu ada pemain futsal bernomor 18 yang tewas di pinggir lapangan. Hasil diagnosis dokter, terkena serangan jantung,” jelas pengelola futsal.

Manajer tim fakultas hukum dan beberapa pemain yang ikut menonton CCTV itu kaget. Ternyata selama ini tim Fisip bertanding dengan bantuan pemain “keenam”, arwah pemain futsal nomor 18 yang tewas di lapangan. Anehnya, ketika CCTV itu diputar ulang untuk dokumentasi, pemain “keenam” itu tidak lagi kelihatan.

Mengantisipasi kejadian hadirnya pemain “keenam” terulang kembali, pihak pengelola membuatkan jersey bernomor 18 dan dipasang di tembok pinggir lapangan. Jersey itu juga sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemain nomor 18 di pinggir lapangan setahun yang lalu. Dengan harapan arwahnya tenang di alam baka dan tidak ikutan bermain futsal di lapangan.

Babak final berlangsung sangat ketat. Tim Fisip dan fakultas hukum memiliki kekuatan yang seimbang. Supoter kedua tim juga sama-sama bersemangat. Disaksikan Rektor, pertandingan dua tim yang selalu jadi langganan final itu sangat seru, saling jual beli serangan.

Tidak tercipta banyak gol dalam laga final. Fisip hanya menang tipis 2-1 atas fakultas hukum. Tidak tampak lagi pemain “keenam” yang ikut menceatk gol. Namun bukan berarti kemenangan Fisip selama ini karena bantuan pemain “keenam” itu. Kekompakan dan kualitas para pemain, dan kepemimpinan tim di bawah kapten Hendra Pradipta adalah kunci kemenangan.  [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [23]: Keracunan Massal di Kampus
Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Kampusku Sarang Hantu [20]: Siluman Harimau di Pertigaan Kampus
Kampusku Sarang Hantu [19]: Mandi Kembang Malam Selasa Kliwon
Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas
Kampusku Sarang Hantu [17]: Wanita Tua dari Jalur Kereta
Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus
Kampusku Sarang Hantu [15]: Memeluk Mayat di Kamar Jenazah
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

Next Post

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi…

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails
Next Post
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co