3 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyimak “Senglad” di Malam yang Terlewat — Catatan Lepas atas Undangan I Wayan Diana Putra

Cokorda Gde Bayu Putra by Cokorda Gde Bayu Putra
July 9, 2025
in Ulas Pentas
Menyimak “Senglad” di Malam yang Terlewat — Catatan Lepas atas Undangan I Wayan Diana Putra

Performance "Senglad" dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

AWAL November tahun 2024, I Wayan Diana Putra – penggerak segmen Macandetan Janahita Mandala Ubud yang juga Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Bali,mengabarkan bahwa dirinya terlibat bersama Bhumi Bajra pada sebuah performance dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, pada 29 November 2024. Mendengar kabar tersebut tentu saya menyambut baik dan bergembira sekaligus merespon cepat dengan kalimat“semangat na, tyang usahakan hadir!”.

Jelang penghujung November 2024, sesungguhnya kegiatan Janahita Mandala Ubud cukup padat dengan kosentrasi lebih meninggi, mengingat puncak Acara Ubud Campuhan Budaya 2024 akan berlangsung tanggal 13-14 Desember 2024. Namun di tengah beragam kesibukan dan padatnya agenda ke depan, saya yakin Diana Putra adalah pribadi yang teguh dalam mengatur waktu serta komitmennya.

Selama ini tampaknya ia selalu konsisten dalam menjalankan perannya sebagai pendidik di kampus, menyempatkan diri terlibat dalam pembinaan pemuda di desanya, selalu gigih menggerakkan segmen berkala Macandetan, menjalankan fungsinya sebagai editor buku Macandetan, aktif merancang program Festival Ubud Campuhan Budaya, dan tentunya ke depan disibukkan dengan latihan jelang pementasannya bersama Bhumi Bajra yang berjudul Sanglad.

Akhirnya malam hari, 29 November 2024 – tanggal yang sungguh penting bagi saya manakala di hari tersebut merupakan tepat tuntasnya lima tahun masa bhakti sebagai Pengurus Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, saya lantas menepati janji datang ke lokasi pementasan. Seingat saya setibanya di tempat acara, saya diarahkan menuju sebuah bangunan dan naik menuju lantai atas – tempat Sanglad dipentaskan.

Performance “Senglad” dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

Beberapa orang memilih duduk di lantai bawah menyatu dengan para penampil dan sisanya menempati beberapa kursi di belakang yang telah disiapkan panitia. Saya berada tak jauh dari istri Diana yang menonton dengan beberapa kerabat dan keluarganya.

Saatnya tiba, pemandu acara memberi sinyal bahwa pementasan akan segera dimulai. Nyala lampu pun mulai meredup dan berubah dari semula. Sesekali suasana ruang pentas dibuat membiru. Dua wanita muda berpakaian Bali yang anggun mengolah tubuh dikelilingi seorang anak perempuan yang tampak lincah mengelilingi sembari mengucap “manggali”.

Pegiat sastra – Ari Dwijayanthi terlihat mengumandangkan beberapa sajak yang menambah kesan tersendiri dari pertunjukan tersebut. Di antara para penampil dan property yang tampak di hadap penonton, suara vokal Diana Putra dan Dayu Nyoman Diana Pani tak pernah putus bersautan saling mengisi memberi penajaman yang material dari keseluruhan karya tersebut.

Pementasan tersebut menuai riuh tepuk tangan para penikmat yang kagum dengan kolaborasi lintas generasi. Terselip tidak saja estetika sastra dalam balutan seni pertunjukan, namun juga tampak ekspresi solidaritas penuh simpati dan rasa hormat para penggagas serta penampil yang memiliki kedekatan emosional dengan mediang Cok Sawitri.

Performance “Senglad” dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

Berjumpa sesuai acara, Diana Putra menyampaikan bahwa Senglad adalah sebuah karya seni pertunjukan berbasis dari karawitan vokal khususnya tembang sinom. Tembang sinom diolah sesuai imaji Cok Sawitri dalam menafsir cengkok dari melodi tembang berpijak pada sistem guru lagu dan guru ding dong. Hasil penyajian ulang tembang sinom oleh Cok Sawitri kemudian disebut Sinom Senglad. Menurutnya, dinamai Sinom Senglad karena cengkok dan tata penyajian cengkoknya tidak biasa seperti konvensionalnya. Ketidakbiasaannya itulah yang kemudian dicitrakan sebagai Senglad yang bermakna unkonvensional.

Dari sinom yang tidak biasa kemudian memantik Diana Putra mewujudkannya dalam sebuah karya karawitan baru. Lebih lanjut dinyatakan oleh Diana Putra, bahwa tafsir dari Sinom Senglad hasil gubahan Cok Sawitri diambil pola tembangnya lalu ditata ujung frasa melodi lagunya. Penataan ujung frasa melodi diolah dengan memanjangkan ujung kalimat dengan teknik menaikkan register nada hingga batas ambang tinggi dan memberikan nafas pada frasa-frasa melodi.

Selain itu dalam karya ini pola ritmis kendang ditembangkan dengan teknik palawakya. Dengan gaya penembang palawakya, artikulasi pendek audial kendang dapat diperpanjang dengan teknis menyerupai legato. Audial dengan teknis menyerupai legato kemudian diolah dalam bentuk kilitan reyong. Kilitan reyong lantas ditata dengan memberikan reng yang lebih panjang. Panjangnya reng reyong melaui olahan jalinan menyebabkan terjadi audial berbenturan antar gema. Benturan gema dengan berbeda nada menghasilkan getaran harmoni dalam dimensi yang lebih tipis.

Karya Senglad pada saat itu juga didandani koreografi apik oleh Dayu Prihandari yang dibantu oleh Ni Komang Wahyuni. Koreografi sentuhan Dayu Prihandari yang dibantu oleh Ni Komang Wahyuni melengkapi formulasi musikal yang digarap oleh Diana. Antara audial dan koreografi terlihat “kawin”, hal ini rasanya menandakan bahwa terdapat persamaan kredo penciptaan antara Diana dan Dayu Prihandari. Persamaan kredo penciptaan ini adalah hal yang tidak dapat diwujudkan dalam jangka pendek, namun lahir dari proses kreatif panjang yang dilalui oleh kedua kreator tersebut.

Performance “Senglad” dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

Sepanjang pengetahuan saya Diana Putra dan Dayu Prihandari sering terlibat penciptaan karya seni untuk komunitas Bhumi Bajra dan juga Janahita Mandala Ubud. Terkhusus untuk komunitas Bumi Bajra yang menjadi ruang tumbuh Dayu Prihandari, belakangan Diana Putra juga aktif turut memberikan stimulus persamaan prinsip dalam berkarya. Persamaan prinsip ini kemudia mereka sepakati sebagai terjemahan dari konsep “ngigelin gending, ngendingin igel”.

Sebagai salah satu yang menonton malam itu, saya tentu menaruh rasa hormat dan turut bangga pada seluruh penampil khususnya Bhumi Bajra yang tak pernah kering dalam berkarya serta tak pernah lelah mengkader para pelanjut seni dan sastra. Tak lupa pula apresiasi dan rasa bangga saya kepada Diana Putra yang menunjukkan konsistensinya sebagai pribadi yang selalu terbuka dalam berkolaborasi dengan semua pihak.

Kelana imajinasi dan kreativitas berkeseniannya selalu mekar walau ditengah padatnya rutinitas administrative dan akademiknya. Semoga akan terlahir karya-karya lanjutan dari Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Bali ini yang juga salah satu keturunan Kaki Iwer – seorang dalang legendaris asal Padantegal Ubud yang dijamannya konsisten mengiringi kelompok mabebasan yang dikomandoi Rakawi Ubud – Ida Tjokorde Gde Ngoerah.

“Aksamang kirang langkung pet makeh iwang panyuratan, Duwenang Sareng” [T]

Penulis: Cokorda Gde Bayu Putra
Editor: Adnyana Ole

“Tamasya Tak Biasa”, Mengenang Kepergian Cok Sawitri dengan Pentas Seni Tak Biasa
Baleganjur Kehilangan Hak Audialnya — Catatan Wimbakara Baleganjur Pesta Kesenian Bali 2025
Perjalanan Dari Jantung Ubud Menuju Setra Dalem Puri Pada Puncak Pelebon Puri Agung Ubud
Tags: Cok SawitriGianyarkesenian balisastra bali klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Karya Maestro I Wayan Begeg Dimainkan Sekaa Gong Taruna Mekar Tunjuk-Tabanan di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Laki-Laki dan Air Mata

Cokorda Gde Bayu Putra

Cokorda Gde Bayu Putra

Dosen FEBP Universitas Hindu Indonesia dan mengabdi pada Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.

Related Posts

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

by Yanik Parta
August 24, 2026
0
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

Read moreDetails

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
0
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

Read moreDetails

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
0
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

Read moreDetails

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
0
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

Read moreDetails

Fragmentari “Jro Luh” dan Sinkronisitas: Sebuah Pembacaan Estetika atas Pertemuan Dramaturgi dan Fenomena Alam

by I Gusti Made Darma Putra
July 28, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

PANGGUNG seni pertunjukan pada dasarnya merupakan ruang rekayasa artistik. Di dalamnya, setiap unsur dirancang dengan cermat, struktur dramatik disusun melalui...

Read moreDetails

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
0
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

Read moreDetails

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

by Chandra Manikan
July 22, 2026
0
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

Read moreDetails

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

by Satria Aditya
July 20, 2026
0
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

Read moreDetails

Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

by Putu Intan Juliantika
July 19, 2026
0
Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

 “Teng! Tong! Teng! Tong! Teng! Tung! Pagi tiba alarm berbunyi...” Itu adalah suara dering alarm saya pukul tiga pagi yang...

Read moreDetails

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
0
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

Read moreDetails
Next Post
Laki-Laki dan Air Mata

Laki-Laki dan Air Mata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
September 2, 2026
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang
Persona

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda
Panggung

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI DALAM “FENOMENA KUTUKAN ORANG BAIK”

— Sugi Lanus “Hukuman bagi orang-orang baik yang menolak untuk terlibat dalam politik adalah mereka akan diperintah oleh orang-orang yang...

by Sugi Lanus
September 2, 2026
Sepi Tak Berarti Tiada
Esai

Sepi Tak Berarti Tiada

DIBANDINGKAN poliklinik lain, Poliklinik Psikiatri memang lebih sepi pasien, apalagi di rumah sakit kecil. Namun, bagi saya, mereka yang memiliki...

by Angga Wijaya
September 2, 2026
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding
Khas

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

by Dian Suryantini
September 1, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Ketika Api Menjadi Cermin

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026
Kuliner

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
Apakah Buku Fisik Masih Asik?
Esai

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

by Made Chandra
August 31, 2026
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota
Esai

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co