23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Harian Sugi Lanus: Kiat Belajar & Bagawan Garga Sang Pendiri Kalender Bali

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

sumber foto: https://subak.wikispaces.com/Balinese+Calendar#discussion

 

BAGAIMANA caranya belajar kalender Bali?

Jika kita serius ingin belajar kalender Bali, yang berdasar pawukon dan juga sasi(h), mau tidak-mau harus membaca naskah Lontar Bagawan Garga yang menjadi acuan para leluhur Bali dan Jawa Kuno dalam merumuskan penentuan hari dalam pertanian dan juga dalam berbagai ritual.

Lontar Bagawan Garga adalah bentang intisari dan teologi di balik hari-hari dan wuku, juga penuh dalil keselarasan alam yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus bisa menjadi acuan filosofis yang mendalam jika disimak dengan sungguh.

Tahap selanjutnya, setelah membaca Lontar Bagawan Garga, silahkan lengkapi dengan membaca juga Lontar Aji Swamandala yang menguraikan tentang penentuan hari baik dan buruk (padewasan) yang merupakan ajaran dari Bhatara Surya Candra. Ini merumuskan prihal ritual tawur atau pecaruan dan berbagai rumusan kalender, yang dalam lontar ini disebutkan sebagai pedoman ritual di Besakih, dan juga acuan semua wilayah yang mengikuti kalender ritual Besakih.

Jangan khawatir, Lontar Bagawan Garga telah pernah dialihaksara dan diterjemahkan oleh tim Pusat Dokumentasi Kebudayaan Bali, 1988, bisa di-fotocopy bukunya di Pusdok Bali. Demikian juga Lontar Aji Swamandala telah ada transkripnya. Kedua naskah tersebut memang tidak dibahas tuntas, tapi dua terbitan atau usaha itu telah membuka jalan bagi pembaca yang mencoba memasuki pintu “ilmu wariga Bali”.

Jika ingin spesifik soal wuku dan upakara Hindu di Bali, lebih lanjut dari kedua lontar (Lontar Bagawan Garga dan Lontar Aji Swamandala) tampaknya diturunkan-jelaskan dengan cukup sistematis menjadi pedoman hari-hari atau kalender upakara yaitu dalam Lontar Sunarigama yang memberi acuan berbagai upakara sepanjang siklus 210 hari, dari Hari Suci Saraswati, berbagai Anggarkasih dan Tumpek, lalu Galungan dan Kuningan, sampai kembali ke Pagerwesi, balik lagi ke Saraswasti. Putarannya 210 hari tersebut dalam naskah lontar Sundarigama dirinci.

Dengan membaca secara rinci 3 naskah tersebut, dengan seksama, kita diajak memahami konsepsi dan relasi kosmologi, astrologi keterkaitannya dengan berbagai ritual-ritual Bali.

Kalender Bali yang dirumuskan dalam Lontar Bagawan Garga dan Lontar Aji Swamandala itulah menjadi acuan penulisan berbagai lontar lainnya, juga berbagai ritual lainnya, dan berbagai perhitungan baik-buruk hari spesifik lainnya, bisa ditemukan dalam beberapa seperti: Lontar Wariga Gemet, Lontar Wariga Krimping, Wariga Parerasian, Wariga Palalawangan, Purwaka Wariga, dan lain-lain.

Ajarannya bisa sangat luas, dari perhitungan hari menanam kacang-kacangan, mengambil ternak sapi, kucit (bibit/anak babi), pengobatan, perang dan persoalan hari baik ngaben dan upakara-upakara besar lainnya, sampai memilih hari untuk memasuki alam gaib. Termasuk, yang dalam Lontar Pengayam-ayam, diulas menghitung warna ayam dan dicocokkan dengan “warna hari” serta “arah mata anginnya”.

Pertanyaan yang banyak ditanyakan di antara orang Bali: Darimana sumber ajaran Wariga tersebut? Siapa peletak dasar ajaran tersebut?

Sekalipun lontar-lontar tersebut secara gamblang tidak menjelaskan siapa perumusnya, tapi nama atau judul Lontar Bagawan Garga jelas memberi nama tokoh sumber ajaran tersebut: Hyang Bagawan Garga.

Siapa Bagawan Garga?

Bagawan Garga atau Ṛṣi Garga atau Garga Acarya atau Garga Muni adalah sosok sangat ternama dalam ilmu astrologi kuno. Ajaran beliau tersebar hampir di berbagai suku bangsa di Asia. Nama beliau tercatat dalam kitab Weda dan Purana.

Dalam kitab puranika beliau disebutkan sebagai putra Ṛṣi Bharadvāja. Selain nama Ṛṣi Garga yang tercatat sebagai perumus atau ahli astrologi dan astronomi, serta sistem penanggalan, disebutkan nama-nama Ṛṣi terkenal lainnya yang ahli astrologi, seperti: Ṛṣi Brahma, Ṛṣi Surya, Ṛṣi Soma, Ṛṣi Vasiṣṭhta, Ṛṣi Pulastya, Ṛṣi Romaka, Ṛṣi Arya.

Di Bali sendiri, nama Ṛṣi/Bagawan Garga adalah nama yang paling ternama dan ajarannya disebut-sebut dalam pengajaran lokal ketika seseorang ikut belajar ajaran Wariga dan Pelintangan baik lewat tradisi lisan dalam menghitung tika dan titimangsa, juga dalam kajian secara tradisional lewat membaca lontar-lontar yang diturunkan dari orang tua dan generasi kakek-buyut kita.

Dalam Kitab Mahabharata, Santi Parwa, Bagawan Garga dikatakan telah menjadi “penjaga tahun saṃvatsara”. Juga disebutkan berjejer dengan para Rsi agung lainnya: “Kemudian Sukra, dalam kediaman Agung yang luas itu, menjadi pemimpin doa. Valakhilyas menjadi penasihatnya, dan Saraswatas adalah teman-temannya. Ṛṣi Garga yang hebat dan terkenal menjadi penghitung dan penentu harinya (astrolog)”.

Dalam The Brhat-Samhita,’ or Complete System or Natural Astrology of Varahamihira, H. Kern, menyatakan bahwa Abad 1 Sebelum Masehi penulis sistem kalender di India Selatan bernama Bala Bhadra yang menulis Horā Ratnaṁ sangat dipengaruhi oleh Ṛṣi Garga.

Kitab-kitab kuno ternama seperti Taittirīya-saṃhitā, Pāraskara-gṛhya-sūtra, Varāha-mihira’s Bṛhat-saṃhitā, Bhāgavata-purāṇa menyebut sistem saṃvatsara yang “dijaga” oleh Ṛṣi Garga.

Berbagai sumber kuno menyebutkan bahwa beliau adalah penulis Garga Horā dan Garga Samhita, keduanya dan berbagai warisana Gargya-jyotisa adalah jyotiṣa atau risalah kuno terkait astrologi dan pelintangan.

Kedua kitab tersebut, Garga Horā dan Garga Samhita, sejauh pengamatan saya, terlihat sebagai rujukan dalam berbagai lontar Wariga yang menjadi acuan kita berupakara dan ritual serta praktek pertanian dan kehidupan lainnya di Bali. Tentunya dengan berbagai penyesuaian lokalitas nama dan peristilahan, dengan penyesuaian gelagat musim dan perbintangan lokal, serta situasi kultural kehidupan pertanian dan keagamaan yang kita warisi secara tradisional.

Jika ada yang bertanya-tanya kenapa wariga atau kalender Bali demikian banyak mengatur atau berurusan dengan ritual?

Ada baiknya juga mendengar informasi ini, bahwa menurut beberapa sumber, disebutkan ada tokoh bernama Ṛṣi Garga adalah pewaris silsilah ajaran Pasupata yang diturunkan oleh Yang Mulia Siva-Srikantha. Yang Mulia Srikantha adalah guru spritual besar yang ajarannya tersebar di Asia, termasuk Jawa dan Bali. Dalam naskah Pihgalamata, sebuah naskah Tantra yang terwariskan di Nepal ditulis tahun 1174, beliau disebut sebagai Bhagavat Srikanthanatha. Lakulisa kemungkinan adalah murid dari Bhagvat Srikanthanatha. Bersama murid lainnya, Kusika, Mitra, dan Kaurusya, Garga kemungkinan menurunkan ajaran Pasupata yang dihayatinya lewat kalender yang diwariskannya. Lakulisa dan 4 muridnya (Kusika, Garga, Mitra, dan Kaurusya) disebutkan dalam Prasasti Candragupta II dari dinasti Gupta. Di Bali ajaran Pasupata sepertinya terkait dengan kabar dalam berbagai lontar tentang kedatangan Hyang Pasupati ke Bali.

Dalam tradisi sastra Jawa Kuno dan Sunda Kuno disebutkan pula guru-guru penurun ajaran Pasupata tersebut: Kusika, Mitra, Kaurusya, dan Garga. Apakah Ṛṣi Garga pewaris silsilah ajaran Pasupata yang diturunkan oleh Yang Mulia Siva-Srikantha ini yang menurunkan Lontar Bagawan Garga? Ataukah kesamaan nama/gelar itu merujuk pada keahlian kepakaran yang sama? Jika Ṛṣi Garga pewaris silsilah ajaran Pasupata ini yang dirujuk oleh Lontar Bagawan Garga maka tidak heran rumusannya banyak menerangkan perihal ritual-upakara yang memang lekat dengan ajaran Pasupata.

Kalau boleh saya sarankan, jika ingin serius menekuni kalender Bali, sebaiknya pertama-tama, marilah kita sama-sama merunduk dengan penuh hormat pada para guru besar wariga yang kita abaikan dan lupakan selama ini: Pertama-tama tentu terhadap Hyang Bagawan Garga, kemudian merunduk sujud dalam hati pada Ṛṣi Brahma, Ṛṣi Surya, Ṛṣi Soma, Ṛṣi Vasiṣṭhta, Ṛṣi Pulastya, Ṛṣi Romaka, Ṛṣi Arya, juga para dang-hyang leluhur kita yang telah mewariskan pada kita tradisi besar ini. (T)

Catatan Harian, 22 November 2017

Tags: balibali kunoindiakalenderPendidikan
Share106TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Harian Sugi Lanus: Desa Plaga, Kapulaga dan Bunga Mpu Bahula

Next Post

Pancasila, Keberagaman dan Toleransi – Catatan Usai Seminar di Undiksha

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post

Pancasila, Keberagaman dan Toleransi – Catatan Usai Seminar di Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co