13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Harian Sugi Lanus: Kiat Belajar & Bagawan Garga Sang Pendiri Kalender Bali

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

sumber foto: https://subak.wikispaces.com/Balinese+Calendar#discussion

 

BAGAIMANA caranya belajar kalender Bali?

Jika kita serius ingin belajar kalender Bali, yang berdasar pawukon dan juga sasi(h), mau tidak-mau harus membaca naskah Lontar Bagawan Garga yang menjadi acuan para leluhur Bali dan Jawa Kuno dalam merumuskan penentuan hari dalam pertanian dan juga dalam berbagai ritual.

Lontar Bagawan Garga adalah bentang intisari dan teologi di balik hari-hari dan wuku, juga penuh dalil keselarasan alam yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus bisa menjadi acuan filosofis yang mendalam jika disimak dengan sungguh.

Tahap selanjutnya, setelah membaca Lontar Bagawan Garga, silahkan lengkapi dengan membaca juga Lontar Aji Swamandala yang menguraikan tentang penentuan hari baik dan buruk (padewasan) yang merupakan ajaran dari Bhatara Surya Candra. Ini merumuskan prihal ritual tawur atau pecaruan dan berbagai rumusan kalender, yang dalam lontar ini disebutkan sebagai pedoman ritual di Besakih, dan juga acuan semua wilayah yang mengikuti kalender ritual Besakih.

Jangan khawatir, Lontar Bagawan Garga telah pernah dialihaksara dan diterjemahkan oleh tim Pusat Dokumentasi Kebudayaan Bali, 1988, bisa di-fotocopy bukunya di Pusdok Bali. Demikian juga Lontar Aji Swamandala telah ada transkripnya. Kedua naskah tersebut memang tidak dibahas tuntas, tapi dua terbitan atau usaha itu telah membuka jalan bagi pembaca yang mencoba memasuki pintu “ilmu wariga Bali”.

Jika ingin spesifik soal wuku dan upakara Hindu di Bali, lebih lanjut dari kedua lontar (Lontar Bagawan Garga dan Lontar Aji Swamandala) tampaknya diturunkan-jelaskan dengan cukup sistematis menjadi pedoman hari-hari atau kalender upakara yaitu dalam Lontar Sunarigama yang memberi acuan berbagai upakara sepanjang siklus 210 hari, dari Hari Suci Saraswati, berbagai Anggarkasih dan Tumpek, lalu Galungan dan Kuningan, sampai kembali ke Pagerwesi, balik lagi ke Saraswasti. Putarannya 210 hari tersebut dalam naskah lontar Sundarigama dirinci.

Dengan membaca secara rinci 3 naskah tersebut, dengan seksama, kita diajak memahami konsepsi dan relasi kosmologi, astrologi keterkaitannya dengan berbagai ritual-ritual Bali.

Kalender Bali yang dirumuskan dalam Lontar Bagawan Garga dan Lontar Aji Swamandala itulah menjadi acuan penulisan berbagai lontar lainnya, juga berbagai ritual lainnya, dan berbagai perhitungan baik-buruk hari spesifik lainnya, bisa ditemukan dalam beberapa seperti: Lontar Wariga Gemet, Lontar Wariga Krimping, Wariga Parerasian, Wariga Palalawangan, Purwaka Wariga, dan lain-lain.

Ajarannya bisa sangat luas, dari perhitungan hari menanam kacang-kacangan, mengambil ternak sapi, kucit (bibit/anak babi), pengobatan, perang dan persoalan hari baik ngaben dan upakara-upakara besar lainnya, sampai memilih hari untuk memasuki alam gaib. Termasuk, yang dalam Lontar Pengayam-ayam, diulas menghitung warna ayam dan dicocokkan dengan “warna hari” serta “arah mata anginnya”.

Pertanyaan yang banyak ditanyakan di antara orang Bali: Darimana sumber ajaran Wariga tersebut? Siapa peletak dasar ajaran tersebut?

Sekalipun lontar-lontar tersebut secara gamblang tidak menjelaskan siapa perumusnya, tapi nama atau judul Lontar Bagawan Garga jelas memberi nama tokoh sumber ajaran tersebut: Hyang Bagawan Garga.

Siapa Bagawan Garga?

Bagawan Garga atau Ṛṣi Garga atau Garga Acarya atau Garga Muni adalah sosok sangat ternama dalam ilmu astrologi kuno. Ajaran beliau tersebar hampir di berbagai suku bangsa di Asia. Nama beliau tercatat dalam kitab Weda dan Purana.

Dalam kitab puranika beliau disebutkan sebagai putra Ṛṣi Bharadvāja. Selain nama Ṛṣi Garga yang tercatat sebagai perumus atau ahli astrologi dan astronomi, serta sistem penanggalan, disebutkan nama-nama Ṛṣi terkenal lainnya yang ahli astrologi, seperti: Ṛṣi Brahma, Ṛṣi Surya, Ṛṣi Soma, Ṛṣi Vasiṣṭhta, Ṛṣi Pulastya, Ṛṣi Romaka, Ṛṣi Arya.

Di Bali sendiri, nama Ṛṣi/Bagawan Garga adalah nama yang paling ternama dan ajarannya disebut-sebut dalam pengajaran lokal ketika seseorang ikut belajar ajaran Wariga dan Pelintangan baik lewat tradisi lisan dalam menghitung tika dan titimangsa, juga dalam kajian secara tradisional lewat membaca lontar-lontar yang diturunkan dari orang tua dan generasi kakek-buyut kita.

Dalam Kitab Mahabharata, Santi Parwa, Bagawan Garga dikatakan telah menjadi “penjaga tahun saṃvatsara”. Juga disebutkan berjejer dengan para Rsi agung lainnya: “Kemudian Sukra, dalam kediaman Agung yang luas itu, menjadi pemimpin doa. Valakhilyas menjadi penasihatnya, dan Saraswatas adalah teman-temannya. Ṛṣi Garga yang hebat dan terkenal menjadi penghitung dan penentu harinya (astrolog)”.

Dalam The Brhat-Samhita,’ or Complete System or Natural Astrology of Varahamihira, H. Kern, menyatakan bahwa Abad 1 Sebelum Masehi penulis sistem kalender di India Selatan bernama Bala Bhadra yang menulis Horā Ratnaṁ sangat dipengaruhi oleh Ṛṣi Garga.

Kitab-kitab kuno ternama seperti Taittirīya-saṃhitā, Pāraskara-gṛhya-sūtra, Varāha-mihira’s Bṛhat-saṃhitā, Bhāgavata-purāṇa menyebut sistem saṃvatsara yang “dijaga” oleh Ṛṣi Garga.

Berbagai sumber kuno menyebutkan bahwa beliau adalah penulis Garga Horā dan Garga Samhita, keduanya dan berbagai warisana Gargya-jyotisa adalah jyotiṣa atau risalah kuno terkait astrologi dan pelintangan.

Kedua kitab tersebut, Garga Horā dan Garga Samhita, sejauh pengamatan saya, terlihat sebagai rujukan dalam berbagai lontar Wariga yang menjadi acuan kita berupakara dan ritual serta praktek pertanian dan kehidupan lainnya di Bali. Tentunya dengan berbagai penyesuaian lokalitas nama dan peristilahan, dengan penyesuaian gelagat musim dan perbintangan lokal, serta situasi kultural kehidupan pertanian dan keagamaan yang kita warisi secara tradisional.

Jika ada yang bertanya-tanya kenapa wariga atau kalender Bali demikian banyak mengatur atau berurusan dengan ritual?

Ada baiknya juga mendengar informasi ini, bahwa menurut beberapa sumber, disebutkan ada tokoh bernama Ṛṣi Garga adalah pewaris silsilah ajaran Pasupata yang diturunkan oleh Yang Mulia Siva-Srikantha. Yang Mulia Srikantha adalah guru spritual besar yang ajarannya tersebar di Asia, termasuk Jawa dan Bali. Dalam naskah Pihgalamata, sebuah naskah Tantra yang terwariskan di Nepal ditulis tahun 1174, beliau disebut sebagai Bhagavat Srikanthanatha. Lakulisa kemungkinan adalah murid dari Bhagvat Srikanthanatha. Bersama murid lainnya, Kusika, Mitra, dan Kaurusya, Garga kemungkinan menurunkan ajaran Pasupata yang dihayatinya lewat kalender yang diwariskannya. Lakulisa dan 4 muridnya (Kusika, Garga, Mitra, dan Kaurusya) disebutkan dalam Prasasti Candragupta II dari dinasti Gupta. Di Bali ajaran Pasupata sepertinya terkait dengan kabar dalam berbagai lontar tentang kedatangan Hyang Pasupati ke Bali.

Dalam tradisi sastra Jawa Kuno dan Sunda Kuno disebutkan pula guru-guru penurun ajaran Pasupata tersebut: Kusika, Mitra, Kaurusya, dan Garga. Apakah Ṛṣi Garga pewaris silsilah ajaran Pasupata yang diturunkan oleh Yang Mulia Siva-Srikantha ini yang menurunkan Lontar Bagawan Garga? Ataukah kesamaan nama/gelar itu merujuk pada keahlian kepakaran yang sama? Jika Ṛṣi Garga pewaris silsilah ajaran Pasupata ini yang dirujuk oleh Lontar Bagawan Garga maka tidak heran rumusannya banyak menerangkan perihal ritual-upakara yang memang lekat dengan ajaran Pasupata.

Kalau boleh saya sarankan, jika ingin serius menekuni kalender Bali, sebaiknya pertama-tama, marilah kita sama-sama merunduk dengan penuh hormat pada para guru besar wariga yang kita abaikan dan lupakan selama ini: Pertama-tama tentu terhadap Hyang Bagawan Garga, kemudian merunduk sujud dalam hati pada Ṛṣi Brahma, Ṛṣi Surya, Ṛṣi Soma, Ṛṣi Vasiṣṭhta, Ṛṣi Pulastya, Ṛṣi Romaka, Ṛṣi Arya, juga para dang-hyang leluhur kita yang telah mewariskan pada kita tradisi besar ini. (T)

Catatan Harian, 22 November 2017

Tags: balibali kunoindiakalenderPendidikan
Share106TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Harian Sugi Lanus: Desa Plaga, Kapulaga dan Bunga Mpu Bahula

Next Post

Pancasila, Keberagaman dan Toleransi – Catatan Usai Seminar di Undiksha

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post

Pancasila, Keberagaman dan Toleransi – Catatan Usai Seminar di Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co