24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Loloan, Syair Perpisahan Ramadhan Terdengar Lirih…

Angga Wijaya by Angga Wijaya
March 24, 2025
in Khas
Di Loloan, Syair Perpisahan Ramadhan Terdengar Lirih…

Ustaz Zuldan, pelantun Wida' (Foto Eka Sabara)

SEPERTI berpisah dengan kekasih hati, perumpamaan itu paling dekat dengan apa yang banyak umat Muslim rasakan pada pengujung Ramadhan, bulan suci penuh rahmat dan berkah. Bedanya, kekasih itu bukan kekasih biasa. Dialah Allah, Dzat maha mencintai dan mengasihi setiap jiwa yang melangkah dan berjalan mendekati-Nya.

Di Loloan, kampung yang dihuni keturunan Bugis-Melayu sejak ratusan tahun lalu di Negara, Jembrana, Bali, terdapat tradisi tua yang masih lestari hingga kini. Wida’, syair yang terdengar lirih, penuh kesedihan karena Ramadhan segera berakhir. Ngewida’, aktivitas membaca Wida’ dilakukan sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Eka Sabara, penulis dan pegiat sejarah asal Loloan mengatakan, sekitar abad ke-18 hingga abad ke-19 Masehi, para Tuan Guru, sebutan ulama atau orang alim di Loloan pada abad ke-18, sangat bersedih menjelang tibanya sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.

“Kesedihan para Tuan Guru atau ulama dahulu, ditumpahkan dalam bentuk pujian-pujian dengan menggubah syair-syair khas Bugis-Melayu Loloan, yang bertujuan untuk menghidupkan suasana sepuluh malam terakhir Ramadhan sampai akhir malam Ramadhan,” jelasnya.

Eka Sabara (kiri), bersama Ustaz Moh. Idris (tengah), pelantun Wida’

Eka menambahkan, syair Wida’ yang cukup populer dibaca oleh para ahli Wida’ yaitu syair Rakbi. Tradisi Ngewida’ ini dilakukan pada sekitar jam 12 malam hingga jam 2 pagi.

“Wida’ dilantunkan dengan suara lengkingan yang cukup panjang dan tinggi, memecah kesunyian dan keheningan malam, terdengar syair alunan kesedihan akan berakhirnya bulan Ramadhan,” jelasnya.

Ia menuturkan, kata Wida’ berasal dari bahasa Arab yang berarti perpisahan. Oleh para ahli syair wida’ tradisi ini sering disebut Ngewida’. Tradisi ini hanya ada di Loloan saja.

“Wida’ sebenarnya merupakan warisan tradisi Bugis Melayu Loloan, karena kata Wida’ juga berasal dari serapan bahasa Bugis yang berarti “selamat tinggal,” tukas Eka.

Generasi muda Loloan, Negara, Jembrana | Foto Eka Sabara

Cerita tentang kepercayaan masyarakat Loloan terkait bulan Ramadhan, diceritakan langsung oleh H. Ichsan kepada keponakannya yang bernama Suldan.

“Pada bulan Ramadhan para datuk-datuk kita mendapatkan “remisi” dari Allah SWT pulang ke rumah asalnya semasih di dunia fana ini. Nah, selama satu bulan tidak ade (ada) pertanyaan dari malaikat alam barzah, sehingga dengan syair Wida’ itu membantu mengantar para datuk-datuk awak (kita) pulang lagi ke alam Barzah. Setelah mendapat libur atau “remisi” selama satu bulan di bulan Ramadhan, libur satu bulan itu sama dengan libur setahun tidak mendapatkan pertanyaan dari malaikat,” tutur H. Ichsan kepada Suldan saat itu.

Kitab yang membuat syair Wida’ | Foto Eka Sabara

Dikatakan Eka, hikmah dari tradisi Ngewida’ ini menggambarkan pesan dan kesan sedih karena rasa kehilangan kegembiraan Ramadhan. Sebaliknya, muncul rasa senang karena lepas dari kewajiban puasa dan mendapat hadiah hari raya Idul Fitri.

“Pada tahun 1980-an, pewida’ yang paling terkenal karena khas suara sedihnya, yaitu suara Pak Tabrani, Pak Zaki, dan Pak Huzaimi. Semua sudah almarhum saat ini,” ujarnya.

Generasi Muda

Yusuf Mudatsir, salah satu generasi muda Loloan mempunyai pengalaman pribadi saat mendengarkan Wida’ dilantunkan. Menurutnya, dari segi seni tarik suara, Wida’ memiliki note dan tangga nada yang khas, percampuran antara sika-nya note Melayu dan tembangnya note Bali. Maka di dalam mendengarkan Wida’ ia dapat merasakan bagaimana toleransi perpaduan seni tarik suara disuguhkan.

“Di samping itu dalam syair Wida’ juga terdapat keindahan dalam kesedihan. Ada soul di dalamnya, ada history dalam lantunannya seperti contoh perjalanan pendakian seorang hamba yang mendambakan Lailatul Qadar di bulan Ramadhan,” kata Yusuf.

Naskah syair Wida’

Ustaz Zuldan, pelantun Wida’ | Foto Eka Sabara 

Sebagai seorang Muslim, rasa sedih berpisah dengan Ramadhan juga ia rasakan. Baginya, lantunan Wida’ merupakan representasi jiwa-jwa para hamba yang sedang gundah dalam mendaki dan meraih Lailatul Qadar.

“Maka jika Anda pejamkan mata Anda ketika mendengar Wida’, seolah-olah jiwa kita merasakan rintihan kesakitan saat detik-detik Ramadhan akan pergi. Ini berlaku kepada siapa pun walau tidak mengerti apa itu Wida’. Hal ini telah terbukti dengan eksperimen sosial yang kami lakukan dengan beberapa kawan dari luar daerah Loloan maupun luar Bali,” jelas Yusuf yang merupakan bagian dari Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia.

Ia memandang Wid’a dan aktivitas Ngewida’ sangatlah baik karena merupakan tradisi masa silam yang masih tetap terpelihara hingga kini. Pelestarian warisan budaya tersebut, menurutnya sangat perlu dilakukan karena tradisi ini sesuatu yang sangat langka dan hanya didapati pada momen-momen tertentu yakni menjelang berakhirnya Ramadhan.

Bahkan, sambung Yusuf, tradisi Wida’ tak tertutup kemungkinan bisa menjadi daya tarik pariwisata, khususnya wisata religi. Ia melihat, dari kekhususannya Wida’ memiliki potensi untuk bisa dikenalkan ke khalayak ramai.

“Untuk caranya bisa bermacam-macam, tergantung apa yang kita ingin capai. Seperti contoh pagelaran festival dan memberikan reward kepada pelaku-pelaku Wida’ tempo dulu. Lagi pula, zaman sekarang budaya harus diimbangi juga dengan story telling, kan?” katanya.

Naskah syair Wida’

Story telling yang dimaksudkan Yusuf adalah menulis tentang Wida’, misalkan asal-usul Wida’ dan berbagai seluk-beluknya baik di laman pribadi atau media sosial kelurahan Loloan maupun mengirimkannya ke media lokal, nasional bahkan internasional. 

“Untuk mengenalkan Wida’, banyak hal yang rencananya akan kami selaku pemuda-pemudi Loloan lakukan. Diantaranya, membuat film dokumenter tentang Wida’ dan Ngewida’. Hal itu sebagai bentuk rasa bangga dan kepedulian terhadap warisan leluhur, para datuk dan ulama Loloan yang bisa jadi jenis kesenian ini satu-satunya di Indonesia,” sebutnya.

Tentang regenerasi pelantun syair Wida’, Yusuf mengatakan hal tersebut terus dilakukan. Banyak generasi muda Loloan yang tertarik mempelajari Wida’ dan Ngewida’. Ia sendiri beberapa kali pernah membawakan Wida’ walau masih taraf Mushollah depan rumah. Yusuf mengaku, dari Ngewida’ ia dapat menggambarkan bagaimana cara penyampaian soul atau jiwa dari Wida’, teknik apa saja yang ada saat melantunkannya. Seperti yang ia singgung di atas, ada perpaduan tembang Melayu dan Bali.

Kini, pelantun Wida’ di Loloan yang dikenal banyak orang adalah Ustadz Suldan yang merupakan paman Yusuf. Darinya ia banyak belajar bagaimana melantunkan Wida’. {T]

  • Artikel ini terbit pertama kali di Balebengong.id, pada 15 Mei 2022 dengan judul Syair Lirih Perpisahan Ramadhan di Loloan, Jembrana

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Kalung Badong Pelengkap Ritual Sunat yang Langka di Loloan
Tradisi Kain Tenun Khas Loloan yang Tetap Bertahan dari Zaman ke Zaman
Mesair-Mekayat, Seni Burdah Loloan yang Hampir Punah
Tags: Islam di BaliKampung LoloanRamadan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Banjar Kembali ke Banjar: Catatan 15 Tahun Komunitas “Pichi Cello Bone” dari Susut-Bangli Membangun Masyarakat

Next Post

Terpilihnya Figur Remaja Teladan di Pemilihan Duta GenRe Tabanan 2025

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Terpilihnya Figur Remaja Teladan di Pemilihan Duta GenRe Tabanan 2025

Terpilihnya Figur Remaja Teladan di Pemilihan Duta GenRe Tabanan 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co