26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Para Pejuang dan Pengabdi Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
January 29, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

MENULIS itu pada dasarnya mendokumentasikan, mensejarahkan, mancatatkan, dan menceritakan ulang suatu kejadian atau seseorang yang memiliki kiprah di atas rerata, atau memiliki nilai kejuangan dan kekaryaan yang lebih dari manusia umumnya.

Manusia umum atau manusia yang perilaku biasa-biasa saja cenderung tidak lazim disejarahkan, karena disinyalir keberadaannya tidak memberi efek dan nilai atau tidak memberi manfaat  serta menginspirasi manusia lain untuk berprilaku yang memiliki multifungsi.

Pejuang, pahlawan, pengabdi, dan pembaharu atau istilah  Agent of Change adalah titel-titel baik dan khusus yang disematkan pada manusia khusus yang dalam perjalanan hidupnya mencatatkan berbagai action yang berbeda dibandingkan dengan manusia lainnya. Kriteria keempat istilah tersebut berbeda-beda satu sama lain dan masing-masing memiliki nilai, ciri, kualitas serta jenis aset atau investasi yang ia lakukan dan kerjakan semasa hidupnya.

Kata pejuang lebih cocok penulis definisikan sebagai seseorang yang kiprah hidupnya lebih pada mengupayakan suatu situasi dan kondisi dari yang serba minus, negatif atau rendah kepada situasi yang maksimal, positif atau tinggi. Bisa juga didefinisikan sebagai manusia yang memperjuangkan hak-hak hidup rekan atau saudaranya dari situasi yang kurang baik menuju situasi yang lebih baik.

Pengabdi mirip dengan pejuang. Perbedaannya terletak pada nilai keikhlasan dan terus menerus (berkelanjutan) dalam melakukan kiprah hidupnya dan tiada batas waktu untuk memperjuangkan sesuatu , seseorang atau kelompok tertentu. Agent of change adalah manusia pembaharu yang berkiprah dalam mempengaruhi perubahan sikap, pola sosial atau hukum yang sedang berlaku. Agen ini bisa dari pihak luar (eksternal) atau dari pihak dalam (internal).

Baduy notabene masih dikategorikan suku yang menolak dan mengasingkan diri dari kehidupan dunia modern ( baca : masa kelampauan). Kini Baduy sudah mengalami pergeseran pendefinisian; bahwa suku Baduy di kekinian sudah tidak lagi total menolak pola hidup modern dan mengasingkan atau mengisolasi diri atau menjauhkan diri dari interaksi dengan masyarakat luar Baduy.

Kesukuan mereka telah mengalami redefinisi (pelunakan) tentang frase penolakan hidup modern. Mereka sudah mengubah atau mengedit dari statement “menolak modernisasi” menjadi menolak pola-pola hidup modern yang tidak sesuai dengan hukum adat mereka, tetapi mengadopsi atau meng-intergrasikan beberapa pola hidup modern yang memberi manfaat pada kesukuan mereka.

Dalam artian, tidak secara sporadis merusak tatanan hukum adat mereka. Mereka sudah memilih berbagai pola hidup modern yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan kemartabatan hidup mereka dari segi kesejahteraan finansial dan demi untuk menyeimbangkan pola pergaulan dan persaingan dengan kehidupan modern masyarakat di luar Baduy.

Kekinian Baduy dengan segala perubahan dan kemajuannya yang begitu mengagetkan dan mencengangkan publik bahkan mampu menghipnotis para pejabat negara serta para pemerhati, bukan hal yang tertutup lagi dan sudah tidak bisa tutup-tutupi lagi keberadaannya. Beratus ribu bahkan mungkin berjuta pasang mata manusia telah menyaksikan bagaimana geliat perubahan dan kepesatan perubahan yang terjadi di tanah ulayat mereka, baik secara visual langsung atau melalui tayangan video di jagat internet.

Campur Tangan Berbagai Pihak

Perubahan dan kebutuhan adalah dua kata yang saling mempengaruhi dan bergayutan. Perubahan bisa mempengaruhi munculnya jenis kebutuhan, pemenuhan kebutuhan akan mengakibatkan perubahan pola sikap. Perubahan dan  kebutuhan adalah sesuatu yang abadi dan terus terjadi dalam pergeseran peradaban. Dalam catatan sejarah menunjukkan dan membuktikan bahwa setiap kelompok masyarakat di dunia ini mengalami perubahan peradaban,  termasuk salah satunya suku Baduy yang ada di wilayah Banten.

Pembaca pasti setuju bahwa perubahan dahsyat yang cukup signifikan di suku Baduy saat ini tidak berjalan sendiri. Tentunya ada pihak-pihak yang mempengaruhi dan turut serta mengintervensi, baik dari dalam Baduy sendiri maupun dari pihak eksternal. Pengintervensiannya pun tentunya beragam sesuai dengan tujuan dari para pengintervensi, baik pemerintah sebagai penaung keberadaan mereka, atau pihak lain seperti : para peduliwan, pemerhati, budayawan, akademisi; bahkan kaum perusak sekali pun yang berhasrat merusak tatanan kehidupan adat mereka.

Secara leksikal bahwa intervensi lebih menjurus pada pemaknaan pemaksaan sebuah kehendak dalam rangka mempengaruhi sesuatu keadaan agar berubah. Arahnya bisa intervensi positif atau negatif tergantung pada niat (goal finishing). Baduy dengan segala positif dan negatifnya, ketegasan dan ketaatannya, kesempurnaan dengan segala kelebihan atau kekurangannya apalagi adanya interaksi dan interrelasi yang begitu intensif dengan pihak luar Baduy, maka proses intervensi pun pasti terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Intervensi positif dimungkinkan datang dari kaum peduliwan, pemerhati dan peneliti. Intervensi abu-abu biasanya datang dari pihak penguasa dan atau kaum elit, karena akan selalu dikaitkan dengan target program atau visi misi yang belum tentu sejalan dengan local wisdom-nya Baduy. Dan tentunya intervensi negatif yang pasti datang dari kaum perusak budaya. Perubahan yang terjadi di suku Baduy adalah selain datang dari internal Baduy tentunya akibat adanya campur tangan berbagai pihak.

Segala bentuk perubahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan suku Baduy adalah hasil kumulatif dari berbagai ragam intervensi atau campur tangan manusia luar Baduy dan dari internal mereka  dengan berbagai tujuan. Para aktor intervensi yang tercatat memberi kontribusi positif  pada perubahan suku Baduy saya kategorikan menjadi 3 kelompok :

  1. Para Pejuang Suku Baduy
  2. Para Pengabdi Suku Baduy
  3. Para Pembaharu (Agent of Change) Baduy.

Penulis tidak interes untuk mensejarahkan kaum perusak kearifan lokal Baduy, karena tidak akan memberi dampak positif pada semua pihak. Tentunya  penulis lebih tertarik untuk mecatatkan kesejarahan mereka ( aktor intervensi) yang memberi kontribusi  positif  menjaga   keajegan kesukuan mereka, kemajuan mereka, pemberdayaan serta penguatan pada sisi mempertahankan identitas kesukuan mereka.

Banyak figur atau tokoh yang saya masukan pada para pejuang,  pengabdi dan  sebagai agen pembaharu. Siapa saja mereka, bagaimana kiprah mereka, dan kontribusi apa saja yang mereka berikan? Ikuti terus tulisan tentang Baduy selanjutnya. [T]

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Sekilas Informasi Wisata  Saba Budaya  Baduy
Efek Intensitas Wisatawan Saba Budaya Baduy
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Tags: Budayamasyarakat adatpariwisata indonesiaProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rasa Syukur dan Rasa Bahagia dalam Sajian Seni HUT Ke-72 Yayasan Dwijendra

Next Post

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co