26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antisipasi Bencana di Satuan Pendidikan   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
January 27, 2025
in Esai
Pelatihan tentang Kebencanaan selama dua hari bagi 100 SMA/SMK/SLB se-Bali tersebar di 8 Kabupaten dan Kodya Denpasar.

TIDAK seorang punyang tahu kapan bencana terjadi. Walaupun ada ramalan cuaca dari BMKG, yang namanya ramalan tetap saja menimbulkan persepsi ketidakpastian.  Oleh karena itu, Satuan Pendidikan perlu mengantisipasi agar terhindar dari segala jenis bencana yang menimpa.

Pengetahuan tentang bencana menjadi penting disampaikan kepada peserta didik sebagai langkah preventif  mengedukasi. Bencana dikenali untuk dihindari.

Sadar akan hal itulah, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Bali bekerja sama dengan Plan Indonesia melaksanakan Pelatihan tentang Kebencanaan selama dua hari bagi 100 SMA/SMK/SLB se-Bali tersebar di 8 Kabupaten dan Kodya Denpasar.

Pelaksanaan pelatihan bagi 100 sekolah sebagai piloting itu dilaksanakan dua tahap. Tahap I berlangsung pada 21-22 Januari 2024 dan Tahap II berlangsung 24 – 25 Januari 2024.

Peserta pelatihan tentang Kebencanaan | Foto: Nyoman Tingkat

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) adalah upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana di Satuan Pendidikan. Dasar Hukumnya adalah Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Program SPAB.

Sesuai dengan aturan itu, ada 3 filar yang wajib dipenuhi SPAB, yaitu fasilitas (sarana dan prasarana) pembelajaran yang aman bencana; meningkatnya kemampuan manajemen bencana di Satuan Pendidikan; dan melaksanakan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

Ketiga pilar itu dilengkapi dengan 8 nilai : pemberdayaan, perubahan budaya, kemandirian, berbasis hak, keberlanjutan, kemitraan, kearifan lokal, dan inklusivitas.

Ketiga pilar dan delapan nilai itu, dalam konteks kekinian perlu dukungan 4 sentra pendidikan: keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sosial sebagaimana diperkenalkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Keempat pusat pendidikan itu perlu bersinergi mengedukasi masyarakat sekolah dalam arti luas.

Sekolah dalam arti luas tidak hanya mengacu pada sekolah formal, tetapi juga mengacu pada lingkungan masyarakat secara umum. Hal ini sesuai dengan aksioma, setiap tempat adalah sekolah. Di dalamnya juga ada mahkluk hidup termasuk manusia sebagai anggotanya. Mereka juga perlu diselamatkan dari segala ancaman bencana agar komunitasnya tidak punah karena bencana yang datang tiba-tiba tanpa kabar berita.

Penting pula disadari bahwa bencana tidak hanya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami, angin tornado, kebakaran, wabah/kegeringan (sasab, covid-19)  tetapi juga bencana ilmu pengetahuan dan teknologi yang salah penggunaannya. Bencana yang terakhir ini berseliweran di media sosial mengumbar informasi tanpa filter. Ibarat nelayan menangkap ikan dengan pukat harimau, semua ikan terjaring walaupun tidak semuanya bermanfaat, bahkan ada yang beracun dan membahayakan.

Bila tidak difilter, komunitas ikan itu bisa punah dan mengganggu keseimbangan laut. Begitu pula halnya informasi yang diumbar di media sosial tanpa filter yang baik dapat meracuni masyarakat.

Instruktur sedang memberikan contoh pada pelatihan tentang kebencanaan | Foto: Nyoman Tingkat

Sudah sering diwejangkan informasi salah (hoaks) yang diteruskan berulang-ulang bisa diimani sebagai kebenaran baru, padahal itu adalah kesalahan yang dipuja dan dipuji. Analog dengan itu, ibarat cangak dengan angsa sama-sama putih, serupa tetapi berbeda tabiat. “Cangak kaden angsa”, begitulah tetua Bali menasihati dalam melaksanakan dharma wiweka.

Untuk kasus hoaks ini, dapat dicermati dalam kisah Pan Balang Tamak yang terkenal di Bali. Pan Balang Tamak adalah politikus licik yang tidak pernah terjerat hukum. Alasannya selalu logis sampai Bandesa pun tidak dapat mengimbangi. Sampai pada suatu saat, ia meninggal pun masih dipuja masyarakat. Mayatnya yang berpeti dikira emas kencana dibawa ke Bale Agung Pura Desa. Warga desa menyembah dan memujanya.

Namun, setelah dipuja, peti dibuka ternyata isinya mayat Pan Balang Tamak.  Telanjur dipuja mayatnya, maka ada  desa adat di Bali memiliki Pelinggih Pan Balang Tamak di dekat Bale Agung Pura Desa. Narasi bekerja ibarat tuak labuh tidak mungkin diambil kembali dimasukkan ke dalam wadah gelas, misalnya.

Kisah Pan Balang Tamak adalah contoh nyata dan hidup di batin masyarakat Bali. Kesalahannya telanjur dipuja dan dipuji. Akhirnya, diyakini sebagai kebenaran baru. Kebenaran baru adalah kebenaran lain, lain dengan kebenaran. Begitulah narasi bermain dan dimainkan. Jebakan narasi memalingkan manusia dari kebenaran menuju kebenaran baru.

Ini adalah bencana komunikasi yang jalan keluarnya pun menjadi tanggung jawab Pendidikan. Lagi-lagi guru jadi tumpuan. Simulasi kebencanaan pun tidak cukup dengan simulasi bencana alam, tetapi juga perlu simulasi dan mitigasi terhadap bencana teknologi informasi. Jangan sampai teknologi informasi yang merupakan produk dari dunia pendidikan menimbulkan musibah kemanusiaan yang makin dahshyat. Pada akhirnya, makin menumpuknya sampah masyarakat.

Jika itu yang terjadi, maka gagallah pendidikan memanusiakan manusia. Ilmu pengetahuan gagal memudahkan hidup manusia, tetapi justru menjerat hidup manusia. Itu merusak batin tubuh bangsa yang membuatnya kehilangan jati diri.

Sehubungan dengan hal itu, fasilitator dan narasumber pelatihan dari Plan Indonesia menggandeng Badan Pencegahan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dan Provinsi Bali, tampaknya perlu juga menggandeng Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik untuk mengedukasi peserta didik agar terhindar dari bencana komunikasi di tengah banjirnya informasi.

Hal itu sejalan dengan semangat kemitraan dan pemberdayaan 4 sentra Pendidikan. Dengan demikian, antisipasi bencana di Lembaga Pendidikan dilakukan lebih komprehensif sehingga meminimalkan korban bila bencana terjadi.

Peserta pelatihan tentang Kebencanaan | Foto: Nyoman Tingkat

Dengan makin banyaknya mitra dalam mengantisipasi bencana, guru di sekolah dapat  berkolaborasi secara lebih inten mengedukasi siswa. Pasangan praktisi dengan guru di ranah edukatif makin solid bergerak mengintegrasikan materi tentang kebencanaan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Materi yang disajikan tidak hanya teoretis tetapi juga praktis sehingga peserta memiliki pengetahuan dasar antisipasi kebencanaan. Intinya perlu ketenangan saat bencana terjadi. Tenang mudah diucapkan tetapi sulit diaplikasikan bila bencana datang. Namun demikian, kita tidak boleh menyerah.  Ketenangan bisa dilatih, dilatih, dan dilatih.

Semoga kita terhindar dari bencana dengan antisipasi dini. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Menggemakan Kabar Baik dari Sekolah Penggerak  
Hujan, Pariwisata, dan Sampah Kiriman   
Satuan Pendidikan dan Pengelolaan Sampah

Tags: guruPendidikanpendidikan kebencanaansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Legu Juga Bisa Digugu

Next Post

Tentang Menjadi Guru Besar

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Tentang Menjadi Guru Besar

Tentang Menjadi Guru Besar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co