23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

APWT Heart Water Chiang Mai Thailand: Ketika Sastra Mempertautkan Penulis Penerjemah Kawasan Asia Pasifik

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
December 30, 2024
in Esai
APWT Heart Water Chiang Mai Thailand: Ketika Sastra Mempertautkan Penulis Penerjemah Kawasan Asia Pasifik

Saya (Kadek Sonia Piscayanti) (paling kiri) Presentasi di APWT tentang karya sastra baik berupa puisi, naskah teater dan film.

KETIKA undangan resmi datang dari Asia Pasific Writers dan Translators 2024, saya merasa bahagia. APWT adalah asosiasi penulis dan penerjemah se-Asia Pasifik dan saat ini merupakan salah satu jaringan penulis terbesar di Asia Pasifik.

APWT berdiri sejak tahun 2007 dan hingga kini telah mengadakan konferensi sebanyak 15 kali hingga 2024. Indonesia menjadi bagian penting dari APWT karena termasuk tempat berlangsungnya APWT pertama kalinya, yaitu di Ubud pada tahun 2007. 

Sejarah APWT dimulai dari dua pendirinya yaitu Nury Vittachi dan Jane Camens yang ingin menjembatani para penulis dan penerjemah khususnya menggunakan jejaring universitas di Kawasan Asia Pasifik. Tujuannya untuk berbagi gagasan seputar dunia menulis kreatif dan mempererat jejaring penulis dan penerjemahnya.

Pertemuan pertama APWT terjadi di Ubud, Bali, pada tahun 2007, dan karena itu,  Ubud adalah tempat bersejarah bagi APWT karena merupakan tempat pertemuan pertama.

Berikutnya APWT 2008 terlaksana di New Delhi India, 2010 di Hong Kong, China. Tahun 2011 di Perth Australia, 2012 dan 2013 di Thailand, 2014 di Singapore, 2015 di Phillipines, 2016 di Guangzhou China, 2017 di Singaraja, Bali. Selanjutnya di tahun 2018 di Gold Coast Australia, 2019 di Macau, China, 2022 di Bangalore India, dan 2023 di Ubud.

Tahun 2024 ini APWT digelar di Chiang Mai Thailand. Dengan tema Heart Water APWT membahas bagaimana air menjadi penghubung semua teritori Kawasan Asia Pasifik dan bagaimana hati mempertautkan kita. Memang tak berlebihan jika dikatakan bahwa kita bersatu karena air dan jiwa melalui sastra.

Direktur Eksekutif APWT Prof. Sally Breen mengatakan bahwa APWT adalah asosiasi penulis dan penerjemah se-Asia Pasifik yang lebih memprioritaskan pada kedalaman dan keterhubungan personal antar anggotanya sebagai sebuah keluarga besar yang saling mendukung dan saling merangkul.

Sebanyak kurang lebih 100 penulis berkumpul di Chiang Mai, saling berbagi, saling mendengar, saling bertukar gagasan, juga tentunya saling mendukung dan saling menguatkan.

Indonesia diundang melalui dua penulis yaitu saya sendiri (Kadek Sonia Piscayanti), dan Pranita Dewi. Kami dipilih karena karya-karya yang berbicara tentang identitas perempuan Bali dan komplesitas isu yang kami hadapi dan tuliskan melalui berbagai jenis karya sastra.

Saya sebagai penulis naskah teater, penulis puisi, cerpen, esai, juga produser film, dan pendiri festival sastra di Singaraja. Sementara Pranita Dewi adalah penulis puisi, esai, dan juga pembaca puisi. Mewakili Indonesia, kami mendapatkan dukungan pendanaan dari Dana Indonesiana.

Hari pertama, kami mengikuti jadwal yang padat yaitu Keynote Seminar dari Sunnisa Maning, panel paralel yang menampilkan banyak penulis dari kawasan Asia Pasifik di antaranya Mai Nardone, Joe Milan, Piia Mustamaki, Philip Cornwell Smith, Sara F Costa, Tony Waters, Robin Hemley dan masih banyak lagi.

Saya (kanan) bersama Anita Thomas (kiri) di APWT Chiang Mai | Foto: Dok. pribadi

Saya sendiri mendapat sesi sore yaitu di panel paralel dengan topik  Make it Move – Make it Flow dipandu oleh host Roland B Tolentino. Saat itu saya menjadi narasumber bersama Maude Veilleux dan Mitch Goodwin, namun Mitch hanya hadir melalui karya visualnya.

Di panel ini saya berbicara soal puisi, naskah drama, dan film sebagai perantara gagasan menuju ke publik yang luas namun segmented. Definisi panel Make it Move Make it Flow sangat terkait dengan hampir seluruh karya saya yang berisi ajakan bergerak dan mengalir, melakukan sebuah perubahan.

Esensi tema yang baik ini menjadi inti diskusi kami, yaitu perspektif kata-kata dalam konteks ruang dan rupa realita.

Diskusi berjalan baik dan lebih menitikberatkan pada bagaimana kemungkinan karya-karya kami selain dapat dinikmati lebih luas namun juga memberi dampak dan mengubah masyarakat menjadi lebih baik. Dalam konteks lebih spesifik, salah satunya melalui film, secara audio visual film dapat menggugah hati dengan kritis.

Malam harinya ada pembacaan karya, dimana Pranita Dewi diundang sebagai penyair yang membaca puisi. Sangat menarik melihat pembacaan puisi begitu dihayati dan diresapi dengan serius.

Hari kedua kami mendengar keynote dari Robin Hemley, yang bicara soal pendekatan personal dalam sastra yang mampu mengubah dunia. Intinya, jika kita mampu memandang sesuatu secara personal dan menggarapnya dengan perspektif segar, maka akan lahir karya yang berbeda.

Selepas itu kami melanjutkan menikmati panel-panel yang seru, salah satunya adalah panel soal bagaimana isu industri kreatif penulisan saat ini bagaimana ekosistem harus dimainkan. Panel ini menghadirkan Sally Breen, Brendan Fredericks, Vanessa Barrington, Catherine Cormier-Larose, Deva Eveland, Murielle Paviet-Fanolliet, Michael Clements.

Bersama penulis-penulis lain di APWT Chiang Mai | Foto: Dok. pribadi

Bersama penulis Philip Cornwell Smith (kiri) dan Sudeep Sen (kanan) di APWT Chiang Mai | Foto: Dok. pribadi

Malam harinya, di Kalm Village kami diundang makan malam bersama seluruh penulis yang sekaligus peserta APWT, kami disuguhi pertunjukan musik dan puisi.

Lalu 24 November, pagi hari pada sesi pembacaan puisi di Kalm Village saya membacakan puisi berjudul A Cursed Poet. Puisi ini bercerita tentang bagaimana puisi mempersatukan para penulis se-Asia Pasifik di Chiang Mai Thailand.

Puisi bekerja seperti karma, tak dapat dihindari, jika saatnya lahir puisi maka puisi akan lahir, dan saatnya bersua akan bersua dengan penyair lainnya.

Seolah puisi ini benar adanya, seluruh penyair yang hadir nampak larut dan benar-benar mengapresiasi kehadiran puisi.

Masih di 24 November, film yang saya produksi diputar. Film ini telah diputar di Singaraja Literary Festival, Agustus 2024, lalu diedit kembali khusus untuk diputar di APWT Chiang Mai.

Di tanggal 24 pula, kami melakukan seremoni perpisahan, karena telah usai mengikuti seluruh program APWT. Sungguh sastra telah membawa saya menemukan diri yang lebih kaya karena bertukar gagasan dan cerita menyebabkan pertumbuhan mental yang baik. Sebagai duta budaya dari Indonesia, kami sangat dihargai, dirayakan dan dihormati. Matur suksma. [T]

BACA artikel lain dari penulis KADEK SONIA PISCAYANTI

Kembalinya Mimpi dan Puisi: Perjalanan Saya dan Sonia ke (dan dari) APWT di Chiang Mai, Thailand
Merayakan Lontar, Sastra, dan Kebudayaan di Singaraja Literary Festival 2024
Macau Bukan Hanya Kasino – Ada Tragedi, Komedi dan Hal Lain Tentang Manusia
Tags: APWTAsia FasifikAsia Pacific Writers and TranslatorsChiang MaipenerjemahpenulissastraThailand
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Next Post

”Ngeceng”, Tradisi Lisan Humor Betawi — [Bagian 4-Habis]: Fungsi Ceng-cengan dalam Pergaulan

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

”Ngeceng”, Tradisi Lisan Humor Betawi --- [Bagian 4-Habis]: Fungsi Ceng-cengan dalam Pergaulan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co