23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kilian Surya | Balada Buruh Kecil

Kilian Surya by Kilian Surya
November 16, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Kilian Surya | Balada Buruh Kecil

Kilian Surya

Balada Buruh Kecil

Di bawah langit revolusi,
Dengan dada mungil kemerahan,
Pancaran, sensasi murni;
Terbakar, sepotong demi sepotong
Dalam bahasa yang keliru.

Oh, hidup selalu dimulai dari ragu;
Waktu, juga penderitaan.
Mengapa rasa ngeri tak terbatas?
Bagaikan pulau-pulau tidur,
Mengapung di atas kabut.

Jadi, sepanjang sejarah,
Begitu banyak ludah najis,
Kemunafikan; melemparkan
Kepala-kepala hitam
Ke dalam selokan ilusi.

Untuk apa bunga-bunga aneh
Secara brutal terbentang
Dalam poster-poster kotor?
Membuat takdir di tanah suram
Dan tak kenal ampun.

2024

Shofia

Di sana, gadis kecil,
Buku pelajaran berat,
Sebuah himne,
Penghibur untuk usia.

Huruf-huruf itu
Menanam bunga;
Seratus pekerja
Menggali tanah.

Dengan meletakkan ciuman,
Takdir dan fantasi harus menang,
Di mana benih mengalir dari surga
Memasuki lautan, tak kembali.

Lihatlah seorang bijak
Berkhotbah untuk anggur,
Untuk unggas, untuk ikan.
Tentu, itu adalah negeri
Tidak kurang pengemis
Daripada nabi.

2024

Payung Untuk Benda-Benda Tercela

Di atas kepala, kupu-kupu
Berputar sangat cepat,
Seperti pemutaran bioskop;
Dua pria dan satu takdir: kudeta.

Sekarang: kelesuan aspodels,
Menjelma warna ungu,
Ketika momen kristal
Di mana nafas mencari kedamaian.

Tapi siapa kengerian kuno
Dengan perisai zaman babi?
Muncul dari batas-batas sulit,
Sosok tak berbentuk,
Hingga pecahan batu.

Jangan dengar, kecuali musik;
Logam, bulu, tumbuhan, dunia
Adalah semilir angin,
Atau gema alang-alang
Dalam isyarat haus darah.

2024

Supragingiva

Aku berteriak,
Dengan kalkulus kasar;
November yang terkasih,
Masuklah, tak perlu hati-hati;
Sebab di Sukabumi,
Hanya makan, minum,
Tidur, dan jatuh cinta.

Begitulah kita;
Dapat bangkit dan berdiri,
Tanpa mencari sesuatu
Lebih dari hidup.

Di sini,
Memainkan lagu sedih itu
Harus seperti orang bodoh;
Kalau tidak, suara mereka
Saling bersilangan.

Aku membuat asumsi:
Pertarungan di penjara
Menciptakan keadilan
Dari patung pahlawan

2024

Oxone OX111PG

Katakanlah roti mentega,
Debu, pecahan kaca,
Dan kain lap berlumuran darah;
Dikuasai teror fana.

Siapa pun hitam kosmopolitan,
Maka sebuah pemikiran
Meminta menjadi ritme
Pada rasa sakit atas puisi.

Tanpa muntahan filosofis,
Orang bijak pensiun dari dunia;
Konyol jika tidak bicara
Tentang fakta-fakta primordial

Celakalah seribu telinga
Oleh ocehan langit gurun;
Bahwa setiap rumor
Selalu menjelma
Resonansi daging unta.

2024

Rivera

Gadis balkon itu
Seperti seratus pohon limau
Di taman, berdiri, bergetar;
Membawa udara deras.

Langit badai,
Dengan lagu dari selatan,
Mengirim sebuah pesta;
Mereka tuli karena keributan
Adalah petualangan tajam
Menuju akhir fajar.

Bukankah Tuhan lebih dari laki-laki
Berjalan-jalan tanpa usia,
Tanpa kematian, tanpa gigitan berita;
Itu saja, “Selamat pagi,” katanya.

Semuanya kabur sekarang;
Termasuk kebahagian,
Secara brutal dirobohkan
Ke ayat-ayat licik
Muncul di mana-mana
Dalam kondisi mengerikan.

2024

Ciuman Paling Labirin

Setelah aroma heliotrop,
Melintasi alkohol dan isak tangis,
Udara melemparkan kebencian.
Betapa anehnya, tidak pernah,
Ratusan wajah, satu demi satu,
Disalurkan ke dalam legenda.

Langit badai
Kejutan di luar puisi;
Nyaris sebuah frase mengakar,
Seperti makhluk jinak
Meminta rasa hormat.

Katakanlah, Indonesia, pulau keruh
Dan suram. Lihat: anggur ungu,
Bukit hijau, hingga cangkang terkecil
Pelan-pelan pecah secara vertikal.

Sekarang, dengan gugup,
Tak melompati daratan dan lautan;
Entah kenapa, angin,
Menunjukkan sikap pasrah.

2024

In Memories Of Dangdut Koplo

Sebutlah aku warna cabul,
Ketika penyair upaya gila-gilaan,
Tanpa mimbar, mengoceh,
Untuk pihak mana
Akan menginjakkan kaki?

Tidak ada kebangkitan,
Hanya lampu-lampu kota
Dan planet-planet bersatu
Dalam kemiskinan yang buruk.

Tidakkah lihat sepasang anjing
Menggonggong sia-sia?
Ini bukan misteri kebinasaan,
Tapi terlalu baik buat dunia,
Ketika malaikat semalam
Mencampur otak kucing
Dengan dorongan paling kanan.

Enyahlah bersama lagu di mulutku!
Demi pernak-pernik dunia:
Tiket lotre, tempat tidur,
Rokok, semir sepatu,
Dan berapa lama harus mengingat?
Bahwa bumi adalah tarian aneh,
Orang-orang gila berteriak
Di kota-kota pemburu cahaya.

2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi-puisi Ahmad Muzanni | Suasana Langit Malammu
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Kupu-Kupu, Hari-Hari Akhir Seorang Lansia
Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan
Sajak-Sajak Angga Wijaya | Meditasi Akhir Tahun
Puisi-puisi Komang Sujana | Di Bawah Langit Bulan Juli
Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS | Gemuruh, Hilang
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura Pesiraman Desa Aan: Harmoni Alam dan Spiritual di Bawah Naungan Lima Dewa

Next Post

Toh Langkir dan Perang Itu | Cerpen Mas Ruscitadewi

Kilian Surya

Kilian Surya

Asal Sukabumi, Jawa Barat, memiliki kecenderungan estetis yang kuat terhadap puisi dan esai. Ia pernah menimba ilmu di Jurusan Filsafat Agama, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Toh Langkir dan Perang Itu | Cerpen Mas Ruscitadewi

Toh Langkir dan Perang Itu | Cerpen Mas Ruscitadewi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co