23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Cok Sawitri: Merawat Ingatan, Mengalirkan Pengetahuan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 27, 2024
in Panggung
Tribute to Cok Sawitri: Merawat Ingatan, Mengalirkan Pengetahuan

Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

INI pertunjukan seni modern, tetapi konsep dan beberapa unsur dalam pertunjukan tersebut seperti menggunakan sistem kesenian tradisional tempo dulu. Mereka tak menggunakan naskah, namun itu dibicarakan sebelum pentas. Mereka membagi diri, baik itu tentang peran, tugas dan lainnya sesuai dengan pengalaman dan kenangan yang pernah dirasakannya.

Itulah pementasan teater bertajuk “Tribute to Cok Sawitri” dalam Singaraja Literary Festival 2024 di halaman Gedong Kirtya Buleleng, Sabtu (24/8/2024). Pentas seni itu tak hanya menampilkan pertunjukan teater—kalau boleh dibilang begitu—secara utuh, tetapi juga dipadu dengan diskusi panel yang membicarakan perjalanan penyair dan sastrawan alm. Cok Sawitri, dari proses kreatif hingga kepulangannya ke alam nirwana.

Gus Sena dan Thaly Kasih dalam Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

Garapan seni ini menampilkan Ayu Laksmi, Tini Wahyuni, Ida Ayu Wayan Arya Satyani (Dayu Ani), serta dua penari dan artis film layar lebar, Gus Sena dan Thaly Kasih. Mesti tanpa latihan secara serius, masing-masing pemain mampu mengekpresikan tema yang diberikan oleh panitia. Hal itu tentu tak masalah, karena masing-masing pemain memiliki segudang pengalaman di atas panggung.

Gus Sena dan Thaly Kasih menari lincah tanpa beban. Mereka menari dan sesekali manembang sehingga menciptakan suasana lebih khusuk. Thaly yang memang penyanyi dan pemain teater lebih banyak menari dan matembang daripada Gus Sena. Jenis tembang bukan pupuh ataupun kidung, melainkan sesanghyangan yang mampu menciptakan suasana menjadi magis dan penuh makna.

Kedua penari muda itu menari dengan perasaan senang, seperti dua sejoli yang bahagia. Terkadang bergerak bersama-sama, lalu menari secara bebas kemudian saling mengisi dengan pola lantai yang sangat rapi. Musik iringannya spontanitas, namun kreatif yang mengidupkan setiap gerak itu. Lalu, diujung tembang itu, Thaly menari ke panggung lalu direspon Ayu Laksmi.

Ayu Laksmi yang memang seorang penyanyi ternama, kemudian menampilkan lagu-lagu sambil memainkan penting (alat musik tradisional Karangasem, Bali). Lagu-lagu itu tidak dibawakan seperti ceclantungan, memanfaatkan melodi yang sudah ada lalu dipadu dengan kata-kata yang lahir secara spontanitas.

Ida Ayu Wayan Arya Satyani (Dayu Ani) dalam Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

Dayu Ani yang membuat konsep pertunjukan itu sedikit menari, namun mampu menghidupkan suasana pentas. Meski memiliki banyak kenangan dengan Cok Sawitri, namun Dayu Ani tampaknya lebih banyak memberi kesempatan pada Thaly dan Gus Sena, sehingga garapan tersebut didominasi oleh kedua penari muda ini.

Tini Wahyuni juga memainkan alat penting, namun petikannya seperti memainkan gending-gending gamelan angklung (jenis gamelan tradisional) yang lumrah dipakai untuk mengiringi upacara ngaben. Pada sesi berikutnya, Tini bercerita kisah tentang pertemanannya dengan Cok Sawitri. Termasuk penggalan-penggalan kalimat yang kemudian menjadi sebuah buku.

Setelah itu, masing-masing pemain mengungkapkan kenanngannya bersama Cok Sawitri. Pentas teater Tribute to Cok Sawitri kemudian memberikan kesempatan kepada penonton untuk menyampaikan kenangan dan pengalaman bersama Cok Sawitri. Baik itu kenangangan yang menarik ataupun yang menyedihkan. Dayu Ani bahkan tak kuat menahan air mata saat berkisah.

Penonton turut berbagai kenangan pada kesempatan itu. Berbagi kenangan itu diawali dari Kadek Sonia Piscayanti, penggagas Singaraja Literary Festival. Lalu Sani (pelukis), Redika (pelukis dan pencinta sastra), Oka Rusmini (panyair dan sastrawan), dan Ayu Weda yang menceritakan pertemannya dengan Cok Sawatri yang begitu akrab.

Tini Wahyuni dan Ayu Laksmi dalam Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

“Konsep garapan ini adalah refleksi sebenarnya. Kami bertiga masing-masing mengenang dan memaknai kedekatan kami dengan Cok Sawitri. Termasuk, apa yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Ini refleksi awal, yang masing-masing mempunyai kisah,” papar Dayu Ani usai pementasan.

Kebetulan pula, Sonia memilih Jirah untuk Tribute to Cok Sawitri. Mulai dari Jirah, masing-masing pemain kemudian membawakan kenangannya bersama Cok Sawitri. Pengalaman dari masing-masing pemain kemudian diramu dalam kisah Jirah karya Cok Sawitri. “Ini sesungguhnya tentang generasi keberlanjutan tentang pemikiran-pemikiran Cok Sawitri supaya bertumbuh,” jelasnya.

Lalu, tentang elemen-elemen dari puisi dalam garapan ini diambil dari novelnya Cok Sawitri. Sebut saja kalimat apa yang harus dihindarkan dari hidup itu. “Hal itu, salah satu kalimat yang menyentuh pertama kali saya untuk memandu hidup ini. Apa yang harus dilakukan, yakni harus dihadapi,” ungkapnya.

Lalu, terkait dengan teks-teks yang ada dalam garapan itu, semuanya merupakan peninggalan Cok Sawitri saat menggarap sebuah karya bersama Bhumi Bajra. Sebut saja lagi “kija” yang ditembangkan Thaly. Itu sesungguhnya tentang hidup, akan dibawa kemana air itu mengalir. Termauk pula gending-gending sesanghyangan. “Itu semua jejak-jejak Cok Sawitri yang membekas di kami di Bhumi Bajra,” tegasnya.

Garapan ini bisa jadi sebuah gambaran perjalanan Cok Sawitri melalui karya-karya sastranya yang dipadu dengan gabungan kenangan spesial antara masing-masing pemain dengan Cok Sawitri. “Kenangan itulah dirangkai, sehingga menampilkan spirit Cok Sawitri yang sesungguhnya. Intinya adalah pengetahuannya, bukan personil lagi,” sebut Dayu Ani.

Wulan Dewi Saraswati Tini Wahyuni dan Ayu Laksmi dalam Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

Sore itu, sahabat-sahabat alm. Cok Sawitri berkumpul untuk berbagi kenangan, membacakan karya-karya sastra, serta membahas pengaruh dan warisan Cok Sawitri terhadap kebudayaan Bali dan Indonesia secara keseluruhan. “Acara ini tidak hanya sekadar penghormatan, tetapi juga pemaknaan atas kekayaan budaya dan intelektual yang telah beliau wariskan,” kata Wulan Dewi Saraswati yang memandu diskusi itu.

Dengan mengangkat tema kebudayaan dan spiritualitas yang sering ditemukan dalam karya Cok Sawitri, “Tribute to Cok Sawitri” menjadi momen refleksi bagi teman-temannya semua untuk mengenang seorang seniman besar yang dedikasinya terhadap kesenian dan budaya Bali akan selalu dikenang, termasuk ide-ide dalam buku warisan Cok Sawitri yang berpengaruh terhadap kebudayaan Bali dan Indonesia secara keseluruhan.

“Tribute to Cok Sawitri” adalah sebuah acara penghormatan untuk mengenang kontribusi besar dari seorang seniman, penulis, dan budayawan Bali, Cok Sawitri. “Acara ini dirancang untuk mengapresiasi perjalanan dan karya-karya Cok Sawitri yang telah memberikan dampak signifikan terhadap dunia sastra dan kebudayaan Bali,” tegas Wulan.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Merayakan Lontar, Sastra, dan Kebudayaan di Singaraja Literary Festival 2024
Tambal Sulam Ekranisasi Teks Lama ke Film
Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini
Tags: Cok SawitrisastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini

Next Post

Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co