14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Kadek Juni Damayanti by Kadek Juni Damayanti
July 20, 2024
in Khas
Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Penulis: Kadek Juni Damayanti, Angeli Anatasya, dan Nyoman Aril Raditya Tirta, — mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Denpasar, Bali

***

BERANGKAT dari ketertarikan atas megahnya ukiran tebing batu padas pada slide show materi pariwisata budaya di kelas, kami memutuskan untuk melakukan perjalanan dalam program field research.  Program ini adalah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa Program S1 Pariwisata di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Denpasar, Bali.

Kami pun menuju lokasi relief atau ukiran tebing batu padas di Gunung Kawi, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Ternyata di lembah itu, yakni Lembah Sungai Pakerisan, memang berdiri megah Pura Gunung Kawi. Ini sebuah situs yang sarat dengan nilai sejarah dan spiritualitas di Bali. Hal inilah yang menginisiasi kami untuk beranjak mengunjungi Pura Gunung Kawi itu.

Situs itu terletak di Desa Tampaksiring.  Perjalanan menuju daya tarik wisata ini dapat ditempuh kurang lebih 2 jam ke arah utara dari kampus kami, kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional.

Pagi hari kami melewati jalan-jalan pedesaan dan pemandangan sawah terasering subak, dan suasana itu membangkitkan gairah yang mengesankan untuk perjalanan field research kali ini.

Setibanya di area parkir, kami lanjutkan jalan kaki menuju pintu masuk (entrance gate). Kagetnya ternyata sudah ada pemandu wisata lokal (guide) yang menunggu dan menyambut kami. Pemandu itu, Nyoman Arta Sudana, yang lebih dikenal dengan nama Nyoman Manis, sesuai dengan manis senyumnya.

Nyoman Manis bertanya, “Apakah ada yang menstruasi?”

Pertanyaan dasar untuk memastikan tidak boleh ada yang mengabaikan kesucian dan kesakralan areal suci Pura. Selanjutnya kami dipastikan menggunakan pakaian yang pantas dan selendang.

Gambar Peraturan Pura Gunung Kawi

Kami menuju areal utama Pura Gunung Kawi. Ini adalah perjalanan menuruni sekitar 315 anak tangga dengan disusun batu kali yang rapi.

Selain memusatkan mata pada banyaknya anak tangga, kami juga menyaksikan sambutan alir sungai yang jernih dan suara merdu air terjun, menciptakan suasana yang tenang dan mendalam.

Pak Manis menjelaskan bahwa subak (areal persawahan di sekitar Pura Gunung Kawi, sebagai sistem pengairan  pertanian tradisional Bali, mendapat aliran air sepenuhnya dari sumber mata air di Tirta Empul.

Sepanjang perjalanan turun kita juga disuguhin barang kerajinan tangan khas dengan seni tampak siring. Barang-barang kerajinan itu ditawarkan kepada tamu yang berkunjung ke Pura itu.

Kami, mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dalam program field research di Gunung Kawi

Tiba di areal utama kawasan Pura Gunung kawi, muncul rasa lega dan bangga melihat megahnya candi-candi yang kokoh menempel pada dinding tebing batu padas. Dibangun pada abad ke-11, Pura Gunung Kawi dipersembahkan sebagai penghormatan kepada Raja Anak Wungsu dari dinasti Warmadewa.

Tempat ini sangat luas sekitar 50 hektar dan membaginya pada Kompleks yang terdiri dari 10 candi atau “candi-gunung” yang dipercaya sebagai makam raja dan keluarganya, meskipun ada juga yang meyakini bahwa candi-candi tersebut adalah tempat pemujaan. Ada 9 candi utama dan 1 candi lainnya di sisi selatan.

Di Pura Gunung Kawi ini terdapat 5 kawasan yang diperuntukkan sebagai tempat suci atau Pura,  yakni Pura Kawan, Pura Puncak Gunung Kawi, Pura Taman Suci, dan Pura Melanting.

Relief atau ukiran candi di tebing padu padas

Masih terpesona oleh keahlian ukir para seniman pada masa lalu yang mampu menciptakan karya seni monumental dengan alat-alat sederhana, terlintas ingatan kami pada materi slide show, bahwa ada mitos jika dulunya candi ini dibuat oleh kuku seorang patih dari Kerajaan Bedahulu yang bernama Patih Kebo Iwa.

Ingin menghilangkan rasa penasaran, hal itu kami tanyakan ke Pak Manis selaku pemandu wisata. Meskipun belum ada bukti–bukti yang membenarkannya. Namun mendengar kisah keiklasan dari Patih Kebo Iwa cukup membayar rasa penasaran kami.

Pak Manis menambahkan bahwa tempat ini hingga saat ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali namun khusus pada situs purbakala pada candi-candi saja. Ini dikarenakan situs tidak diperbolehkan untuk diganggu ataupun diubah oleh masyarakat lokal, karena kalau situs ini berubah maka sejarahnya pun juga ikut berubah dan hal ini ada dalam peraturan perundang-undangan.

Setelah paham akan penjelasan tersebut, kemudian kami diajak melanjutkan perjalanan ke 1 candi lainnya yang lokasinya tidak jauh dari area candi utama, kurang lebih 15 menit. Betapa terkesima dengan kokohnya batu tebing seakan menjadi gerbang. Tidak cuma itu, kami sempat tertegun sejenak ketika kembali menemukan air terjun yang masih alami, hingga kami menemukan Candi ke-10 yang bernama Candi Prasadha Ukir di penghujung jalan.

Seolah candi terisolir sendiri, dan mata kembali tertuju dengan rasa penasaran pada tempat meditasi yang fisiknya menyerupai rumah jaman dulu. Pak Manis sekilas membenarkan jika dulunya tempat ini digunakan sebagai tempat bersemedi dan tidak sedikit yang datang atau tangki’ memohon petunjuk spiritual secara pribadi.

Secara keseluruhan, Pura Gunung Kawi adalah harta karun Bali yang menawarkan pandangan mendalam tentang sejarah dan spiritualitas. Dengan pendekatan yang tepat dalam pelestarian dan pengelolaan pariwisata, kita dapat memastikan bahwa situs ini akan terus kokoh sebagai lintas peradaban dan kebanggaan bagi generasi mendatang.

Harmoninasi yang benar adanya di antaranya pariwisata, budaya dan spiritualitas ada di sini. Wisatawan datang menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal seperti kerajinan tangan, kain tradisional, dan oleh-oleh unik yang dapat dibeli wisatawan.  Aktivitas ini meningkatkan pendapatan yang serta merta untuk memelihara dan menjaga tradisi budaya tetap berlangsung di tempat ini.

Warisan ini adalah tanggung jawab bersama, dan dengan dedikasi serta komitmen, kita dapat menjamin bahwa keindahan dan keagungan Pura Gunung Kawi akan tetap lestari sepanjang masa. Salam Pariwisata. [T]

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar
Tags: baliGianyarGunung KawiPura Gunung Kawisitus gunung kawi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula

Next Post

Kerasnya Quarter Life Crisis Dalam EP Terbaru re: NAN, “Lost Consciousness Pt.2” — “Hadapi Depresi, ¼ Adalah Rencana”

Kadek Juni Damayanti

Kadek Juni Damayanti

Mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Denpasar, Bali. Program Studi S1 Pariwisata

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Kerasnya Quarter Life Crisis Dalam EP Terbaru re: NAN, “Lost Consciousness Pt.2” — “Hadapi Depresi, ¼ Adalah Rencana”

Kerasnya Quarter Life Crisis Dalam EP Terbaru re: NAN, "Lost Consciousness Pt.2" -- “Hadapi Depresi, ¼ Adalah Rencana”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co