25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Isu Dokter Asing dan Pemecatan Dekan FK Unair

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
July 12, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

ARTIKEL ini saya tulis, sebagai perayaan dan rasa syukur atas dikembalikannya Prof Dr dr Budi Santoso SpOGK, Fer, (Prof Bus) sebagai Dekan Fakultas Kedokteran di Universitas Airlangga (FK Unair) Karena bagi saya, adalah sesuatu yang sangat berlebihan jika seorang dekan dipecat hanya gara-gara sebuah pendapat di era dan di negara yang demokratis ini.

Namun, ucapan Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Naseh, SE, MT, saat mengembalikan status Prof Bus, adalah sebuah amanat yang sangat penting dan bernilai tinggi. Beliau mengatakan, sangat memahami pernyataan Prof Bus sebagai seorang pribadi dokter. Sebagai seorang dokter seperti saya sendiri, yang harus jujur mengakui, pastilah ada perasaan waspada bahkan merasa terancam, jika ada kedatangan dokter asing. Jika itu adalah dokter asing seperti profesi kami ini bersaing berpraktik di Indonesia.

Apakah ini mental inferior yang tak dapat kami sembunyikan? Meskipun fenomena dokter asing adalah hal lumrah di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja misalnya, 30% dokternya adalah dokter asing. Di Singapura, tak sedikit pula dokter Indonesia sukses berkarir.

Kembali pada gagasan Pak Rektor, beliau pun melengkapi maksudnya dengan, namun Prof Bus bukanlah sekadar seorang dokter secara personal, namun pada diri beliau melekat pula status sebagai seorang pejabat kampus, aparatur sipil negara (ASN) dan seorang abdi negara. Prof Bus menyampaikan permintaan maafnya, lalu kebijaksanaan seorang rektor menerimanya kembali sebagai dekan. Satu kisah peradaban insan-insan intelektual yang patut kita tauladani.

Good ending dari drama tersebut pun kemudian telah mengklarifikasi sejumlah kontroversi. Di saat awal peristiwa mengejutkan tersebut, sangat mudah tercetus spekulasi bahwa pemecatan tersebut atas perintah Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS). Mudah dimaklumi, sebab sikap Prof Bus memang sangat frontal dengan ide BGS terkait “naturalisasi” dokter asing.

Merasa tidak turut campur dengan kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergegas membuat press release yang menegaskan Kemenkes tidak terkait dengan pencopotan Dekan FK Unair tersebut.

Jangankan Kemenkes, Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti), yang menaungi FK tersebut pun menyatakan tidak tahu-menahu soal pemecatan itu. Sementara, selain FK Unair, tentu saja tidak di bawah wewenang Kemenkes, RSUD Dr Soetomo yang merupakan RS jejaring utama FK Unair pun bukan RS vertikal milik Kemenkes, melainkan RS aset pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Maka fakta-fakta ini, boleh dikatakan adalah alasan yang cukup  untuk mempercayai klaim Kemenkes maupun Kemendikti. Dan Rektor pun memastikan bahwa persoalan tersebut adalah murni urusan rumah tangga Unair.

Hingga saat ini, saya belum pernah mendengar, dari pihak manapun, yang mengatakan bahwa dokter Indonesia lebih jelek dari dokter asing. Hal yang sudah lebih dari sekali saya baca dan lihat adalah, Kemenkes memang mengizinkan kehadiran dokter asing dengan sejumlah ketentuan dan ini telah diatur dalam UU Kesehatan No. 17 tahun 2023.

Bahkan baru-baru ini program yang dimaksud sudah terlaksana di RS Adam Malik, Medan, yaitu operasi bersama dokter ahli bedah jantung dari Arab Saudi dengan dokter ahli bedah jantung RS setempat. Kerjasama tersebut diharapkan dapat memberi pelayanan bedah jantung anak, karena ketersediaan dokter ahli tersebut masih sangat terbatas di Indonesia dan juga tindakan transplantasi jantung.

Jadi, selain ketentuan untuk dokter ahli yang masih sangat terbatas jumlahnya di Indonesia, pola yang diterapkan untuk dokter asing itu adalah bersifat transfer knowledge dan skill, dan dalam kurun waktu yang akan dibatasi ketika jumlah dokter ahli yang diperlukan tersebut sudah bertambah sesuai kebutuhan. Selain, ilmu dan keterampilan transplantasi jantung, saat ini Indonesia juga belum mampu melakukan transplantasi hati maupun cangkok sumsum tulang. Padahal prosedur tersebut, sudah rutin dikerjakan di negara-negara yang sudah lebih maju pelayanan medisnya.

Mengapa tidak dilakukan saja pendidikan dokter untuk keahlian tersebut di Indonesia oleh Fakultas Kedokteran? Mengapa harus digarap oleh Kemenkes? Saat Menkes BGS mencanangkan pendidikan dokter ahli dengan sistem hospital based, maka dapat ditangkap tentang ide percepatan. Percepatan, baik pemenuhan dokter ahli di wilayah pelosok maupun percepatan dokter ahli yang lebih advanced dengan belajar dan praktek langsung dari dokter asing di RS vertikal atau mungkin suatu saat di RS daerah.

Nah, mungkin hal inilah yang belum diketahui dengan cukup jelas oleh sejumlah kalangan, terutama sejawat-sejawat dokter yang tergabung dalam organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sehingga dapat dimaklumi lalu muncul sikap resisten dan kehati-hatian.

Kemenkes sangat perlu menjelaskan pokok-pokok rasional dari ide program dokter asing tersebut, sehingga IDI dapat memahami dan bahkan akan mendukung program yang sejatinya sangat baik tersebut. BGS, yang begitu progresif dalam transformasi kesehatan, tampak bergaya barat dan egaliter. Sementara, IDI memiliki kultur senioritas dan padat nilai-nilai etik. Maka keduanya mestinya dapat berpadu untuk mewujudkan transformasi yang berbudaya, untuk dunia kedokteran Indonesia yang lebih mutakhir dan penuh kearifan. [T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Filosofi Air: Air, Bumi dan Tubuh Manusia
Sastra, Singosari, dan Indonesia   
Debu-debu di Bangku Sekolah
Nama-nama Orang Indonesia : Kreatifitas Atau Anu?
Tags: dokterDokter Arya Nugrahadokter asingFakultas KedoteranPendidikanUniversitas Airlangga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perjalanan Menuju Desa Pai, Thailand: Oasis yang Tenang dan Tersembunyi

Next Post

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co