25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Isu Dokter Asing dan Pemecatan Dekan FK Unair

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
July 12, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

ARTIKEL ini saya tulis, sebagai perayaan dan rasa syukur atas dikembalikannya Prof Dr dr Budi Santoso SpOGK, Fer, (Prof Bus) sebagai Dekan Fakultas Kedokteran di Universitas Airlangga (FK Unair) Karena bagi saya, adalah sesuatu yang sangat berlebihan jika seorang dekan dipecat hanya gara-gara sebuah pendapat di era dan di negara yang demokratis ini.

Namun, ucapan Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Naseh, SE, MT, saat mengembalikan status Prof Bus, adalah sebuah amanat yang sangat penting dan bernilai tinggi. Beliau mengatakan, sangat memahami pernyataan Prof Bus sebagai seorang pribadi dokter. Sebagai seorang dokter seperti saya sendiri, yang harus jujur mengakui, pastilah ada perasaan waspada bahkan merasa terancam, jika ada kedatangan dokter asing. Jika itu adalah dokter asing seperti profesi kami ini bersaing berpraktik di Indonesia.

Apakah ini mental inferior yang tak dapat kami sembunyikan? Meskipun fenomena dokter asing adalah hal lumrah di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja misalnya, 30% dokternya adalah dokter asing. Di Singapura, tak sedikit pula dokter Indonesia sukses berkarir.

Kembali pada gagasan Pak Rektor, beliau pun melengkapi maksudnya dengan, namun Prof Bus bukanlah sekadar seorang dokter secara personal, namun pada diri beliau melekat pula status sebagai seorang pejabat kampus, aparatur sipil negara (ASN) dan seorang abdi negara. Prof Bus menyampaikan permintaan maafnya, lalu kebijaksanaan seorang rektor menerimanya kembali sebagai dekan. Satu kisah peradaban insan-insan intelektual yang patut kita tauladani.

Good ending dari drama tersebut pun kemudian telah mengklarifikasi sejumlah kontroversi. Di saat awal peristiwa mengejutkan tersebut, sangat mudah tercetus spekulasi bahwa pemecatan tersebut atas perintah Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS). Mudah dimaklumi, sebab sikap Prof Bus memang sangat frontal dengan ide BGS terkait “naturalisasi” dokter asing.

Merasa tidak turut campur dengan kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergegas membuat press release yang menegaskan Kemenkes tidak terkait dengan pencopotan Dekan FK Unair tersebut.

Jangankan Kemenkes, Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti), yang menaungi FK tersebut pun menyatakan tidak tahu-menahu soal pemecatan itu. Sementara, selain FK Unair, tentu saja tidak di bawah wewenang Kemenkes, RSUD Dr Soetomo yang merupakan RS jejaring utama FK Unair pun bukan RS vertikal milik Kemenkes, melainkan RS aset pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Maka fakta-fakta ini, boleh dikatakan adalah alasan yang cukup  untuk mempercayai klaim Kemenkes maupun Kemendikti. Dan Rektor pun memastikan bahwa persoalan tersebut adalah murni urusan rumah tangga Unair.

Hingga saat ini, saya belum pernah mendengar, dari pihak manapun, yang mengatakan bahwa dokter Indonesia lebih jelek dari dokter asing. Hal yang sudah lebih dari sekali saya baca dan lihat adalah, Kemenkes memang mengizinkan kehadiran dokter asing dengan sejumlah ketentuan dan ini telah diatur dalam UU Kesehatan No. 17 tahun 2023.

Bahkan baru-baru ini program yang dimaksud sudah terlaksana di RS Adam Malik, Medan, yaitu operasi bersama dokter ahli bedah jantung dari Arab Saudi dengan dokter ahli bedah jantung RS setempat. Kerjasama tersebut diharapkan dapat memberi pelayanan bedah jantung anak, karena ketersediaan dokter ahli tersebut masih sangat terbatas di Indonesia dan juga tindakan transplantasi jantung.

Jadi, selain ketentuan untuk dokter ahli yang masih sangat terbatas jumlahnya di Indonesia, pola yang diterapkan untuk dokter asing itu adalah bersifat transfer knowledge dan skill, dan dalam kurun waktu yang akan dibatasi ketika jumlah dokter ahli yang diperlukan tersebut sudah bertambah sesuai kebutuhan. Selain, ilmu dan keterampilan transplantasi jantung, saat ini Indonesia juga belum mampu melakukan transplantasi hati maupun cangkok sumsum tulang. Padahal prosedur tersebut, sudah rutin dikerjakan di negara-negara yang sudah lebih maju pelayanan medisnya.

Mengapa tidak dilakukan saja pendidikan dokter untuk keahlian tersebut di Indonesia oleh Fakultas Kedokteran? Mengapa harus digarap oleh Kemenkes? Saat Menkes BGS mencanangkan pendidikan dokter ahli dengan sistem hospital based, maka dapat ditangkap tentang ide percepatan. Percepatan, baik pemenuhan dokter ahli di wilayah pelosok maupun percepatan dokter ahli yang lebih advanced dengan belajar dan praktek langsung dari dokter asing di RS vertikal atau mungkin suatu saat di RS daerah.

Nah, mungkin hal inilah yang belum diketahui dengan cukup jelas oleh sejumlah kalangan, terutama sejawat-sejawat dokter yang tergabung dalam organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sehingga dapat dimaklumi lalu muncul sikap resisten dan kehati-hatian.

Kemenkes sangat perlu menjelaskan pokok-pokok rasional dari ide program dokter asing tersebut, sehingga IDI dapat memahami dan bahkan akan mendukung program yang sejatinya sangat baik tersebut. BGS, yang begitu progresif dalam transformasi kesehatan, tampak bergaya barat dan egaliter. Sementara, IDI memiliki kultur senioritas dan padat nilai-nilai etik. Maka keduanya mestinya dapat berpadu untuk mewujudkan transformasi yang berbudaya, untuk dunia kedokteran Indonesia yang lebih mutakhir dan penuh kearifan. [T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Filosofi Air: Air, Bumi dan Tubuh Manusia
Sastra, Singosari, dan Indonesia   
Debu-debu di Bangku Sekolah
Nama-nama Orang Indonesia : Kreatifitas Atau Anu?
Tags: dokterDokter Arya Nugrahadokter asingFakultas KedoteranPendidikanUniversitas Airlangga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perjalanan Menuju Desa Pai, Thailand: Oasis yang Tenang dan Tersembunyi

Next Post

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails
Next Post
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co