22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkomunikasi Lewat Busana

Chusmeru by Chusmeru
January 23, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

AJINING raga gumantung saka busana. Begitulah pepatah Jawa yang sering dihubungkan dengan penampilan. Nilai tubuh seseorang tergantung dari busananya. Persepsi orang tentang orang lain dikaitkan dengan busana atau pakaiannya.

Busana merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal artifaktual. Busana dapat mengkomunikasikan dirinya serta kepribadiannya. Juga mengkomunikasikan komunitas maupun masyarakat.

 Sebagian orang berpandangan bahwa pilihan seseorang atas pakaian mencerminkan kepribadiannya, apakah ia orang yang konservatif, religius, modern, atau berjiwa muda. Pakaian, sebagaimana rumah, kendaraan, dan perhiasan, merupakan proyeksi citra tertentu yang diinginkan pemakainya ( Deddy Mulyana, 2010).

Pemakai busana berharap agar orang lain memiliki citra tertentu yang diinginkan pemakainya. Ada benarnya peribahasa Latin yang mengatakan vestis virum reddit. Pakaian menjadikan orang. Busana adalah orang yang menggunakannya.

Busana acapkali menjadi pertimbangan penting bagi seseorang ketika hendak berkomunikasi dengan orang lain. Dalam kasus tertentu, orang cenderung mempersepsi dan memperlakukan orang yang sama melalui cara yang berbeda ketika ia menggunakan busana berbeda.

Suatu saat, orang akan merasa nyaman ketika berbicara dengan teman yang menggunakan kaos biasa. Namun di saat yang lain, ia akan merasa canggung untuk berbicara ketika temannya menggunakan busana yang rapi, berbaju, berjas, dan berdasi.

Perspektif Busana

Dalam perspektif komunikasi, busana meliputi pakaian yang dikenakan seseorang, termasuk asesoris dan pernak-pernik yang melekat di tubuh. Orang merasa tidak cukup jika hanya menggunakan baju dan celana dalam berbusana.

Atribut yang melengkapi busana pun menjadi beraneka rupa. Mulai dari ujung kepala hingga kaki. Mulai dari topi, kerudung, dasi, arloji, sabuk, cincin, anting, gelang, tas, dompet, dan sepatu. Semua menjadi bagian dari atribut berbusana.

Busana memiliki makna sosial, ekonomi, psikologi, politik, dan budaya. Makna busana tersebut akan digunakan orang untuk berkomunikas; dengan harapan orang lain akan menafsirkan pesan tentang dirinya melalui busana yang dipakainya.

Secara sosial, busana digunakan untuk berbagai aktivitas sosial, seperti olah raga dan rekreasi, serta menghadiri undangan resepsi pernikahan. Busana juga dapat menjadi identitas sosial seseorang. Pegawai negeri sipil (PNS) akan menggunakan pakaian seragam yang berbeda dengan karyawan swasta maupun buruh pabrik.

Orang bisa berdebat panjang dan bertengkar dengan pasangan, hanya lantaran perbedaan selera tentang busana yang akan dipakai dalam satu acara. Mulai dari pilihan warna, model, serta merek. Termasuk pilihan sepatu, tas, dasi, dan kerudung yang akan dipakai.

Makna ekonomis dari busana adalah menggambarkan status ekonomi seseorang. Penilaian orang tentang status ekonomi orang lain kadangkala dilihat dari penampilan busananya. Bahkan beberapa merek pakaian, tas, sepatu, dan arloji seringkali dijadikan simbol prestise dan kekayaan seseorang.

Dalam kancah politik, busana menjadi begitu penting. Masing-masing partai politik menjadikan busana menjadi identitas partai. Busana dan segala atributnya menjadi perhatian bagi para calon presiden (capres) dan  calon wakil presiden (cawapres)  tatkala debat berlangsung di televisi.

Semua berharap busana yang mereka kenakan akan menimbulkan citra positif tentang dirinya. Apakah rakyat akan memilih capres dan cawapres atas dasar preferensi busana yang mereka pakai? Masih perlu kajian lebih mendalam.

Produk Budaya

Busana, pakaian, atau fashion adalah produk budaya suatu masyarakat atau bangsa. Pada masyarakat yang atributif, busana menjadi bagian dari kesantunan, kebanggaan, dan harga diri seseorang. Busana menjadi norma tak tertulis dalam interaksi sosial budaya masyarakat.

Setiap masyarakat memiliki karakteristik busana yang khas. Secara kultural, keunikan busana itu berkaitan dengan adaptasi alam. Beberapa suku di pedalaman menggunakan kulit kayu dan dedaunan sebagai busana mereka. Sedangkan masyarakat di Amerika dan Eropa menggunakan wol sebagai bahan pakaian untuk beradaptasi dengan suhu yang dingin.

Identitas budaya suatu masyarakat dapat dilihat dari busana yang dipakainya. Melihat orang menggunakan kimono, persepsi akan terbentuk tentang sosok masyarakat Jepang. Identitas kultural masyarakat Bali disimbolkan dengan atribut busana seperti kamen, saput, dan udeng.

Sebagai produk budaya, busana menciptakan kepatuhan tentang kapan dan di mana busana itu dipakai. Kepatuhan berbusana itu berhubungan dengan harga diri dan relasi budaya. Maka, ketika diadakan perhelatan di lingkungan keraton di Jawa, ada pantangan bagi undangan  menggunakan busana motif tertentu.

Larangan tamu undangan menggunakan kain batik Parang saat pernikahan anak Presiden Jokowi di Pura Mangkunegaran, Solo menggambarkan betapa busana sarat dengan nuansa budaya. Batik Parang identik dengan busana raja beserta keluarganya; dan masyarakat awam tidak etis menggunakan busana itu di lingkungan keraton.

Bukan hanya itu, busana pun diwarnai mitologi di berbagai daerah. Tidak setiap orang, di setiap waktu, dan di semua tempat boleh menggunasakan busana tertentu. Masyarakat di pesisir Pantai Selatan misalnya; tidak menyarankan orang untuk menggunakan busana berwarna hijau ketika berada di pantai. Hijau adalah warna mitologis busana penguasa Laut Selatan, Nyai Roro Kidul.

Busana hanyalah sebagian dari representasi identitas seseorang. Jatidiri selanjutnya akan terbentuk dari banyak hal. Sebagaimana pepatah Jawa yang lain, ajining diri gumantung saka lathi. Harga diri seseorang tercermin dari lidahnya, kata-kata, dan ucapannya. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: busanagaya hidupilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pusparagam Kreativitas: Gemintang Adhiluhung, Semangat Unggul Seniman Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali 2024

Next Post

Sarjana Pertanian Harus Punya Passion dan Mimpi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Sarjana Pertanian Harus Punya Passion dan Mimpi

Sarjana Pertanian Harus Punya Passion dan Mimpi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co