23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Batur, Tradisi, Upacara Danu Kerti: Cerita Melasti ke Segara Watuklotok

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
October 22, 2023
in Khas
Batur, Tradisi, Upacara Danu Kerti: Cerita Melasti ke Segara Watuklotok

Foto : Panitia Dokumentasi Karya Agung Danu Kerthi Desa Adat Batur Tahun 2023Foto : Panitia Dokumentasi Karya Agung Danu Kerthi Desa Adat Batur Tahun 2023

PAGI ITU matahari belum menyingsing, dingin merambat mengecup tubuh. Daun-daun kering berlari ditiup semilir, bunga-bunga bermekaran menandakan Kartika Masa akan segera berlalu. Mulai subuh sekitar pukul 05.00 WITA pada Buda Kliwon Matal, 11 Oktober 2023 prajuru adat dan para pengayah sudah berkumpul di Pura Ulun Danu Batur.

Terdengar orang-orang berdoa mengatupkan kedua tangan merapal mantra, sedang beberapa lainnya sibuk kesana kemari dengan kaki-kaki itu, bergegas mempersiapkan ritual melasti Ida Bhatara-Bhatari sakti Batur ke segara Watuklotok serangkaian karya Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung, Bakti Pakelem ring Segara lan Gunung Batur, Mapaselang lan Mapadanan.

Foto : Panitia Dokumentasi Karya Agung Danu Kerthi Desa Adat Batur Tahun 2023Foto : Panitia Dokumentasi Karya Agung Danu Kerthi Desa Adat Batur Tahun 2023

Setelah beberapa persiapan dilakukan Ida Bhatara-Bhatari katuran bhakti pangodal dan bhakti panyamleh barulah Ida Bhatara-Bhatari diiring melasti ke Segara Watuklotok menggunakan kendaraan. Lebih dari 15 truck dipersiapkan sejak kemarin dan telah dihias sedemikian rupa. Iring-iringan tersebut akan dimulai dari Tempek Pecalang, Jero Kraman dan Pelancang, Gong Gede-Tempek Jero Gambel, Tempek Jero Baris, Tempek Undagi, Tempek Jero Batu Dangin Rurung dan Tempek Jero Batu Dauh Rurung, Sesuhunan (pralingga Ida Bhatara) oleh Jero Mangku dan Tempek Roban juga Daha Bunga, barulah diikuti oleh pangiring.

Ribuan warga tumpah ruah mengiringi perjalanan yang ditempuh kurang lebih sejauh 45 kilometer, bahkan saking antusiasnya tidak sedikit masyarakat Batur yang sudah tiba dan bermalam di Watuklotok sehari sebelumnya. Uniknya masyarakat Batur sepertinya memiliki prinsip “bagi-bagi rejeki” karena tak satupun pedagang yang terlihat sepi dagangannya, meskipun dari rumah kami sudah berbekal makanan atau minuman. Rasanya tak lengkap kalau tidak berbelanja, entah itu sekedar membeli es kelapa muda atau sate languan khas Pesinggahan.

Foto : Panitia Dokumentasi Karya Agung Danu Kerthi Desa Adat Batur Tahun 2023Foto : Panitia Dokumentasi Karya Agung Danu Kerthi Desa Adat Batur Tahun 2023

Perjalanan kali ini mengambil rute ke arah selatan melalui Jln. Raya Penelokan menuju Kayuambua dan melintas ke arah Susut kemudian berbelok menuju kota Bangli, tiba di Gianyar lalu Tulikup dan akhirnya tiba di Segara Watuklotok. Cuaca kala itu cukup terik namun tak jua menyurutkan semangat kami. Lalu lintas juga cukup padat, kendati demikian semua berjalan lancar karena jauh hari sebelumnya sudah dilakukan koordinasi yang baik dengan aparat terkait.

Banyak sekali muncul pertanyaan, mengapa melasti kali ini dilakukan di Segara Watuklotok? Bukan di Pegonjongan. Melansir dari jawaban seorang tetua kami di Batur yang mengatakan bahwa “Pamargi ka palemahan patut Ida Bhatara-Bhatari masucian ring Segara Kidul” artinya Upacara Danu Kerthi yang merupakan sebuah ritual yang dilaksanakan untuk mengupayakan pembersihan kembali Danau dan Gunung Batur agar kembali harmonis secara sekala dan niskala merujuk pada hubungan manusia dengan alam (Palemahan) sehingga melasti dilakukan ke selatan (Kidul) tepatnya di Segara Watuklotok (Klungkung)  atau Batubolong (Badung).

Sedangkan kalau selesai pembangunan tempatnya suci atau upacara ngadegang pemangku barulan dilakukan melasti ke arah utara (Lor) yakni Segara Pegonjongan di daerah Gretek, Buleleng atau Labuan Aji (Buleleng).

Sekitar pukul 11.00 WITA rombongan telah sampai di Segara Watuklotok, adapun beberapa rangkaian upacara yang dilakukan disana selain melasti, yakni Caru Manca Kelud, Pakelem dan Nunas Tirtha Amertha di tengah laut.

Seperti biasa rangkaian upacara selalu diiringi dengan tari Baris dan Rejang Batur sebagai pelengkap upacara. Ada tari Baris Jojoran, Baris Gede, Baris Bajra, Baris Perisi, Baris Dadap, dan ditutup dengan tari Rejang Daha Bunga Batur, uniknya ketika akan menarikan tari rejang ini diantara Daha Bunga, kami menyebutnya sebagai prosesi mebaris.

Satu hal yang tak boleh terlupakan yakni sebelum menari kami selalu mengoleskan tanda titik yang berada tepat di kening, diantara kedua alis yang terbuat dari pamor (kapur) dan air suci. Saat itu kami menari beralaskan pasir ditengah terik matahari tanpa alas kaki. Dengan kipas ditangan kanan sedang selendang di tangan kiri kami.

Kami, masyarakat Batur sejak dulu mewarisi puluhan sampai ratusan tradisi, adat dan budaya khas pegunungan, dimana kami sebagai juru sapa dan juru sapu yang bertugas menjaga dan merawat kawasan Batur agar tetap harmonis, melalui ayah-ayahan krama desa adat yang senantiasa konsisten dan totalitas dengan kelengkapan struktur masyarakat yang sedemikian rupa dengan tugasnya masing-masing. Hal ini juga tidak terlepas dari peranan krama (masyarakat) Pasihan Ida Bhatara- Bhatari Batur.

Setelah rangkaian upacara telah selesai dilakukan di Segara Watuklotok, selanjutnya Iringan Ida Bhatara-Bhatari Batur menuju Pura Segara Ulundanu Batur-Pura Jati. Rute yang kami lalui yakni by Pass Prof. Ida Bagus Mantra bergerak ke Utara melalui Jln. Raya Besakih melewati Desa Suter dan bergerak menuju kawasan Pura Jati.

Sebuah perjalanan dari terik panas matahari yang menyengat, kembali menuju tempat dingin dengan kabut tipis menghiasi. Sesampainya di Pura Jati, Ida Bhatara-Bhatari katuran Bhakti Pamendak dan Lantaran Kebo yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam. Setelah itu Ida Bhatara-Bhatari Batur, dari Pura Jati diiring  menuju pura Segara dengan berjalan tanpa menggunakan alas kaki melewati kain putih yang membentang disepanjang perjalanan. Kala itu bulan tidak nampak pada kejauhan, hanya ada remang lampu, suara genta dan gong yang membuat diri ini kian larut dalam suasana sakral dan indah itu.

Foto : Panitia Dokumentasi Karya Agung Danu Kerthi Desa Adat Batur Tahun 2023Foto : Panitia Dokumentasi Karya Agung Danu Kerthi Desa Adat Batur Tahun 2023

Air memang menjadi dasar dalam kehidupan, terutama pertanian. Namun kekeringan juga semakin hari menghampiri petani. Semakin hari debit air juga terus berkurang, hal ini juga diperparah saat musim kemarau. Berbagai cerita soal kegelisahan mereka tentang krisis air sangat tampak dan berada tepat sejengkal dihadapan kita.

Di tengah laju perubahan tersebut diharapkan dengan adanya upacara Danu Kerthi ini dapat melanggengkan sumber air agar tetap terjaga dengan memohon pembersihan serta kemakmuran dan secara bersama-sama tetap menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang belajar untuk mengalami masa lalu pada konteks saat ini. Sebagai pewaris tradisi agraris tradisional, hal ini dipandang perlu dalam penyelamatan memori kolektif agar selalu menjaga kelestarian alam sekitar yang sudah berperan besar bagi kelangsungan hidup dan keseimbangan ekosistem. [T]

Tirta dari 5 Gunung di Jawa dan Lombok Tiba di Pura Ulun Danu Batur
Rabu, Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur Melasti ke Segara Watuklotok, 500-an Mobil Pengiring
Kenapa Semua Orang Mengejar Matahari Pagi di Puncak Gunung Batur?
Tags: BaturhinduPura Batur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

IKAMALA Singaraja Adalah Kampung Halaman bagi Mahasiswa dari Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro

Next Post

Terbaik pada Lomba Musikalisasi Puisi di Unud, Komunitas Budang Bading Badung Makin Kompak

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Terbaik pada Lomba Musikalisasi Puisi di Unud, Komunitas Budang Bading Badung Makin Kompak

Terbaik pada Lomba Musikalisasi Puisi di Unud, Komunitas Budang Bading Badung Makin Kompak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co