23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Krisna Aji by Krisna Aji
October 18, 2023
in Esai
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Krisna Aji | Foto diolah oleh tatkala.co

DALAM PROSES evolusinya, otak adalah bagian tubuh yang terus berkembang–dan menjadi paling berkembang–pada manusia. Perkembangan tersebut meliputi kemampuan menafsirkan sesuatu dengan cara induktif, menelaah hubungan sebab-akibat, hingga memprediksi masa depan dengan cara deduktif.

Perkembangan otak pada akhirnya menghasilkan kemampuan untuk berpikir analitik yang dapat menghasilkan kesimpulan presisi. Hal tersebut disebabkan oleh logika sehat yang dipakai dengan optimal. Cara berpikir analitik ini juga disebut dengan cara berpikir sistem 2 oleh Daniel Kahneman dalam bukunya yang berjudul “Thinking, Fast and Slow”.

Terlepas dari kesimpulan yang presisi, cara berpikir analitik memerlukan waktu yang cukup agar otak dapat bekerja dengan optimal. Hal ini tentu saja menjadi kendala signifikan jika dikaitkan dengan banyaknya keputusan yang perlu diambil dalam waktu yang sangat singkat.

Misalkan saja, apa jadinya jika seseorang menghabiskan waktu untuk berpikir dahulu sebelum berlari akibat dikejar anjing? Atau, apa jadinya jika saat mengendarai motor, langkah-langkah untuk tancap gas, menginjak rem, atau belok ke kiri-kanan selalu dipikirkan dengan detail–dan pada akhirnya menghabiskan waktu?

Kemungkinan besar, anjing sudah lebih dahulu menggigit sebelum keputusan untuk lari diambil. Atau, pengendara motor mengalami kecelakaan karena analisis detailnya kalah cepat dengan kecepatan motor yang melaju.

Dalam telaah ilmu perilaku, keterbatasan tersebut membuat manusia menciptakan pola berpikir otomatis dalam menyimpulkan sesuatu. Dalam hal ini, Kahneman menyebutnya dengan cara berpikir sistem 1.

Cara berpikir otomatis muncul dengan didahului oleh berpikir analitik terhadap suatu kondisi. Setelah kondisi yang serupa muncul untuk kesekian kalinya, maka pikiran analitik terhadap kondisi yang serupa akan tergantikan dengan pikiran otomatis.

Salah satu contoh dari kebiasaan yang memunculkan pikiran otomatis dapat dilihat dari percobaan Ivan Pavlov, seorang dokter dari Rusia, jauh sebelum Kahneman, terhadap perilaku anjing yang dikondisikan.

Pada penelitian tersebut, Pavlov selalu membunyikan metronom saat hendak memberi makan anjing. Pada saat awal pemberian makanan, sesekali Pavlov membunyikan metronom tanpa menyediakan makanan. Saat itu, air liur anjing tidak keluar.

Setelah berkali-kali diberikan makan dengan didahului lonceng, Pavlov mencoba lagi. Metronom dibunyikan tanpa ada makanan yang tersedia. Pada titik itu, air liur anjing keluar.

Apa yang terjadi pada anjing tersebut? Air liur yang awalnya keluar untuk mencerna makanan tetap keluar walaupun tidak ada makanan. Akibat pengulangan, pikiran analitik tergantikan dengan pikiran otomatis.

Tidak hanya pengulangan dan keterbatasan waktu, kerumitan dari sebuah kondisi juga membuat pola sistem 1 muncul. Kerumitan dalam memahami sesuatu akan membuat pikiran terpasung pada kesimpulan otomatis tanpa telaah yang memadai.

Dalam telaah ilmu perilaku yang sering digunakan sebagai pegangan pada psikoterapi berbasis kognitif dan perilaku, pola pikiran otomatis sejatinya terdiri atas jangkar-jangkar premis yang terus diulang dan dijadikan patokan dalam memperkiraan sesuatu. Tujuan pemasangan jangkar adalah–paling tidak–agar kesimpulan di tengah kerumitan dan keterbatasan waktu menjadi lebih presisi.

Misalkan saja, ada WNA Jerman berkulit putih yang menanyakan alamat dengan bahasa Jerman di sebuah pedesaan di Jawa Tengah. Kemudian, warga desa yang tidak bisa berbahasa asing sama sekali akan mengira bahwa WNA tersebut sedang menggunakan bahasa Inggris.

Hal tersebut dikarenakan warga desa yang terbiasa menonton film barat dengan pemain berkulit putih dan berbahasa Inggris yang disertai dengan teks terjemahan berbahasa Indonesia. Akibat ketidakpahaman warga terhadap bahasa Inggris, mereka akan langsung setuju bahwa semua bahasa yang dipakai di film-film barat dan tidak mereka pahami pasti menggunakan bahasa Inggris.

Lebih jauh lagi, saat ada WNA berkulit putih berbicara di hadapan mereka dengan bahasa yang tidak dipahami, warga desa akan mengira bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Dalam hal ini, orang kulit putih dan bahasa Inggris yang tidak dipahami adalah jangkar-jangkar yang terus diulang dan berujung pada kesimpulan mentah bahwa bahasa Jerman–yang tidak dipahami warga desa–yang digunakan WNA Jerman adalah bahasa Inggris.

Kelemahan ini tentu saja banyak dimanfaatkan dalam keseharian. Misalkan saja, memasang jangkar berupa gelar akademis yang panjang pada baliho di desa yang kebanyakan dari warga desa tersebut tidak bersekolah dan tidak paham politik hanya untuk mengesankan bahwa foto yang tertera di baliho adalah orang yang kompeten; mengenakan pakaian dan aksesoris mewah dalam menawarkan skema ponzi yang rumit pada orang awam; menyewa public figure untuk mempromosikan produk guna meningkatkan penjualan.

Dari berbagai contoh di atas, bagi pihak yang berkepentingan untuk memengaruhi dan meyakinkan orang lain, caranya sangat jelas. Buatlah kerumitan, waktu yang mendesak, serta pasang jangkar-jangkar yang tepat. Pertegas jangkar-jangkar tersebut dengan pengulangan agar kesimpulan prematur dapat dimanipulasi dengan presisi. Serupa dengan memancing di air keruh.

Bagi pihak yang hendak dipengaruhi, cara untuk lepas dari jebakan adalah menunggu air keruh sampai menjadi tenang dan bening. Setelah itu, keputusan yang didasari analisa yang akurat baru bisa dilakukan. Jika sesuatu masih tampak rumit dan sukar untuk ditelaah, menunda kesimpulan mungkin dapat dipertimbangkan.

Seperti menunda kesimpulan pembaca atas tulisan ini jika isi dari tulisan ini masih sukar dipahami dan tampak seperti air keruh. Karena, jika itu terjadi, bisa jadi pola sistem 1 lah yang masih digunakan untuk menyimpulkan tulisan ini.[T]

  • BACA ESAI-ESAI KRISNA AJA
Keberadaan Diri dalam Psikoanalisa dan Mindfulness
Setiap Manusia Adalah Filsuf bagi Kehidupannya Masing-masing
Masa Depan Perasaan Manusia
Tags: filsafatPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya

Next Post

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Krisna Aji

Krisna Aji

Psikiater dan penulis lepas

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co