23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-Anak yang Diasuh Jalanan

Made Wirya by Made Wirya
September 27, 2023
in Esai
Anak-Anak yang Diasuh Jalanan

Foto ilustrasi: Made Wirya

Saya mengenalnya di jalan, ketika kami sama-sama bersepeda pada hari Minggu, empat bulan lalu. Anak muda berumur sekitar 30 tahun itu mengenalkan dirinya dengan nama “Lapuk”.

“Nama panggilan?”

“Iya, Om.”

“Nama sesuai KTP apa?”

“Indra Febrianto, Om.”

Lapuk lupa sejak kapan dan kenapa dia dipanggil dengan nama itu. Dia menceritakan hal tersebut ketika kami istirahat di kedai kopi di jalan utama yang membelah kota. Kota yang tenang dan relatif bersih, yang akhir-akhir ini dipenuhi baliho caleg dan capres.

Dua bulan kemudian kami bertemu dengan tanpa sengaja di perempatan dekat alun-alun. Dia sedang bercengkerama dengan beberapa teman sesama pesepeda. Umur mereka sebaya, pun jika ada yang lebih tua atau muda, selisihnya hanya setahun atau dua tahun saja.

“Ayo gabung Om. Kami sedang menyiapkan kopi,” ajak Lapuk.

Saya perhatikan, mereka sedang menyiapkan jamuan. Ada yang menjerang air panas, ada yang menyiapkan gelas berisi kopi bubuk sasetan. Sementara lainnya membuka tas plastik berisi aneka gorengan.

Setelah beberapa kali bertemu dan bersepeda bareng dengan anak-anak muda itu, kami menjadi akrab. Rata-rata mereka bekerja di sektor nonformal. Ada yang menjadi penjual es, pedagang asongan, penjual sayur keliling, tukang ojek online, dan usaha tambal ban. Lapuk sendiri jualan stiker.

Meskipun kelas sosial mereka berada pada lapis bawah, tapi beberapa di antaranya peduli pada berbagai isu lingkungan. Mereka kerap kali mengikuti aksi bersih-bersih sampah non-organik di beberapa sungai dan objek wisata. Mereka bergiat, tentu saja, secara probono. Menurut mereka, Lapuk yang paling aktif jika ada acara semacam itu.

Suatu ketika saya bertemu lagi dengan Lapuk, ketika bersepeda ke kota. Kami bertemu tanpa sengaja di depan pasar hewan.

“Ayo ke Waduk Karangkates, Om.”

“Wah! Saya hendak pulang. Hari ini sudah dapat 55 kilometer. Cukup lah.”

“Om belum pernah bersepeda ke sana, kan?”

“Iya.”

“Ayo lah.”

“Yo wis.”

Baru beberapa kilometer, saya ingat akan janji saya untuk mengedit proposal  kegiatan, karena harus dikirim siang itu juga.

“Kita cari tempat istirahat dulu, Puk.”

“Kenapa, Om?”

“Saya butuh waktu 15 menit saja, untuk menyelesaikan pekerjaan.”

“Ok, Om.”

Ketika saya sedang beraktivitas dengan ponsel, saya lihat Lapuk sedang memutar crank sepeda saya.

“Maaf, Om. Rantainya kering, saya beri minyak ya.”

“Ok. Terima kasih.”

Tidak lebih dari 15 menit, proposal selesai saya edit, kemudian saya kirimkan melalui WA. Kami pun meneruskan perjalanan.

Pada kilometer 40 sejak kami berangkat, roda belakang saya bocor terkena paku. Lapuk sigap mencopot dan mengganti ban dalam tanpa saya minta. Saya ajak dia mampir ke toko swalayan untuk membeli minuman dan camilan. Kami pun nongkrong di teras toko tersebut.

“Tinggal 5 kilometer lagi. Kita terus atau istirahat dulu, Om?”

“Santai saja. Toh masih belum terlalu siang.”

Sambil ngobrol, saya mengorek keterangan darinya, awal mula dia bersepeda dan menjadi pegiat lingkungan hidup. Ternyata dia pernah bersepeda hingga Sape, pelabuhan untuk menyeberang ke Labuan Bajo.

Lapuk tidak meneruskan untuk menyeberang karena uangnya tidak cukup untuk membeli karcis kapal. Dia kemudian kembali pulang dengan bersepeda lagi. Saya jadi teringat November tahun lalu juga bersepeda hingga Sape, kemudian menyeberang ke Labuan Bajo.

Pembicaraan kami pun surut lebih jauh ke belakang. Sejak lulus SD, ketika ibunya meninggal dan bapaknya kawin lagi, Lapuk sudah hidup mandiri. Semula dia ikut neneknya dari pihak ibu, sejak kelas 1 hingga kelas 3 SMP. Untuk membiayai sekolahnya dia bekerja serabutan, mulai dari pedagang asongan hingga pengantar koran.

Setelah neneknya meninggal, dia hidup secara nomaden. Kadang tidur di mushola, kadang di rumah kawannya, kadang juga di rumah saudaranya. Untuk biaya hidup dan melanjutkan sekolah ke STM, Lapuk bekerja sebagai penambal ban.

“Kamu tidak pernah bekerja formal? Di pabrik atau kantor, barangkali.”

“Setiap melamar kerja, saya tidak pernah mendapatkan panggilan,” jawabnya.

Kami pun kemudian melanjutkan perjalanan hingga sampai Karangkates.

“Celaka! Helm saya tertinggal di toko tadi, Om.”

“Kita makan siang dulu saja, setelah itu kita balik untuk mengambil helmmu.”

“Nanti terburu diambil orang. Saya ambil sendiri saja, Om makan duluan nanti saya susul.”

Lapuk segera menggenjot sepedanya dengan terburu-buru. Beberapa saat setelah saya menghabiskan sepiring nasi campur, Lapuk kembali dengan wajah muram.

“Diambil orang, Om. Saya tanyakan ke pegawai toko, katanya tidak tahu siapa yang mengambil.”

“Ya sudah, diiklaskan saja. Kebetulan di rumah ada helm masih bagus dan jarang saya pakai. Ambil saja. Sekarang kamu pesan makanan dulu.

Esoknya, sekira pukul 11 siang saya datangi tempat usahanya, sambil membawa helm yang saya janjikan kemarin. Dia menerima dengan mata berbinar.

“Terima kasih, Om.”

“Sama-sama”

Setelah mencoba helm, dia ambil sepedanya dan bergerak ke arah timur. Beberapa menit kemudian dia kembali dengan membawa 2 nasi bungkus dan teh hangat dalam plastik.

“Makan dulu, Om.”

Lapuk makan dengan lahap. Saya perhatikan wajahnya yang keras karena tempaan hidup sejak belia. Anak muda itu tidak pernah meminta untuk dilahirkan di keluarga yang tidak mendukung kesejahteraan hidupnya.

Bahkan dia tidak kuasa menolak, saat dilahirkan di sebuah keluarga yang berantakan, sehingga praktis dia membiayai sendiri hidupnya. Kedua orangtuanya lah yang menginginkan dia lahir ke dunia.

Ada banyak Lapuk lain di negeri ini, yang hidup dan  diasuh oleh kehidupan jalanan. Maka bersyukurlah anak-anak yang lahir dari orang tua yang serba kecukupan dan bertanggungjawab pada anak-anak mereka. [T]

Nasi (Hampir) Basi dan Kisah Tragis Mbok Paerah
Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng
Perempuan Setengah Buta Penjual Pepaya di Pasar Bendo
Tags: anak-anak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Acung Memilih Bersuara (2023): Diskriminasi Etnis Tionghoa dan Skenario di Balik ‘65

Next Post

“Kuta Accolade”: Festival Bahari Kuta, 1-4 Oktober 2023

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
“Kuta Accolade”: Festival Bahari Kuta, 1-4 Oktober 2023

“Kuta Accolade”: Festival Bahari Kuta, 1-4 Oktober 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co