12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-Anak yang Diasuh Jalanan

Made Wirya by Made Wirya
September 27, 2023
in Esai
Anak-Anak yang Diasuh Jalanan

Foto ilustrasi: Made Wirya

Saya mengenalnya di jalan, ketika kami sama-sama bersepeda pada hari Minggu, empat bulan lalu. Anak muda berumur sekitar 30 tahun itu mengenalkan dirinya dengan nama “Lapuk”.

“Nama panggilan?”

“Iya, Om.”

“Nama sesuai KTP apa?”

“Indra Febrianto, Om.”

Lapuk lupa sejak kapan dan kenapa dia dipanggil dengan nama itu. Dia menceritakan hal tersebut ketika kami istirahat di kedai kopi di jalan utama yang membelah kota. Kota yang tenang dan relatif bersih, yang akhir-akhir ini dipenuhi baliho caleg dan capres.

Dua bulan kemudian kami bertemu dengan tanpa sengaja di perempatan dekat alun-alun. Dia sedang bercengkerama dengan beberapa teman sesama pesepeda. Umur mereka sebaya, pun jika ada yang lebih tua atau muda, selisihnya hanya setahun atau dua tahun saja.

“Ayo gabung Om. Kami sedang menyiapkan kopi,” ajak Lapuk.

Saya perhatikan, mereka sedang menyiapkan jamuan. Ada yang menjerang air panas, ada yang menyiapkan gelas berisi kopi bubuk sasetan. Sementara lainnya membuka tas plastik berisi aneka gorengan.

Setelah beberapa kali bertemu dan bersepeda bareng dengan anak-anak muda itu, kami menjadi akrab. Rata-rata mereka bekerja di sektor nonformal. Ada yang menjadi penjual es, pedagang asongan, penjual sayur keliling, tukang ojek online, dan usaha tambal ban. Lapuk sendiri jualan stiker.

Meskipun kelas sosial mereka berada pada lapis bawah, tapi beberapa di antaranya peduli pada berbagai isu lingkungan. Mereka kerap kali mengikuti aksi bersih-bersih sampah non-organik di beberapa sungai dan objek wisata. Mereka bergiat, tentu saja, secara probono. Menurut mereka, Lapuk yang paling aktif jika ada acara semacam itu.

Suatu ketika saya bertemu lagi dengan Lapuk, ketika bersepeda ke kota. Kami bertemu tanpa sengaja di depan pasar hewan.

“Ayo ke Waduk Karangkates, Om.”

“Wah! Saya hendak pulang. Hari ini sudah dapat 55 kilometer. Cukup lah.”

“Om belum pernah bersepeda ke sana, kan?”

“Iya.”

“Ayo lah.”

“Yo wis.”

Baru beberapa kilometer, saya ingat akan janji saya untuk mengedit proposal  kegiatan, karena harus dikirim siang itu juga.

“Kita cari tempat istirahat dulu, Puk.”

“Kenapa, Om?”

“Saya butuh waktu 15 menit saja, untuk menyelesaikan pekerjaan.”

“Ok, Om.”

Ketika saya sedang beraktivitas dengan ponsel, saya lihat Lapuk sedang memutar crank sepeda saya.

“Maaf, Om. Rantainya kering, saya beri minyak ya.”

“Ok. Terima kasih.”

Tidak lebih dari 15 menit, proposal selesai saya edit, kemudian saya kirimkan melalui WA. Kami pun meneruskan perjalanan.

Pada kilometer 40 sejak kami berangkat, roda belakang saya bocor terkena paku. Lapuk sigap mencopot dan mengganti ban dalam tanpa saya minta. Saya ajak dia mampir ke toko swalayan untuk membeli minuman dan camilan. Kami pun nongkrong di teras toko tersebut.

“Tinggal 5 kilometer lagi. Kita terus atau istirahat dulu, Om?”

“Santai saja. Toh masih belum terlalu siang.”

Sambil ngobrol, saya mengorek keterangan darinya, awal mula dia bersepeda dan menjadi pegiat lingkungan hidup. Ternyata dia pernah bersepeda hingga Sape, pelabuhan untuk menyeberang ke Labuan Bajo.

Lapuk tidak meneruskan untuk menyeberang karena uangnya tidak cukup untuk membeli karcis kapal. Dia kemudian kembali pulang dengan bersepeda lagi. Saya jadi teringat November tahun lalu juga bersepeda hingga Sape, kemudian menyeberang ke Labuan Bajo.

Pembicaraan kami pun surut lebih jauh ke belakang. Sejak lulus SD, ketika ibunya meninggal dan bapaknya kawin lagi, Lapuk sudah hidup mandiri. Semula dia ikut neneknya dari pihak ibu, sejak kelas 1 hingga kelas 3 SMP. Untuk membiayai sekolahnya dia bekerja serabutan, mulai dari pedagang asongan hingga pengantar koran.

Setelah neneknya meninggal, dia hidup secara nomaden. Kadang tidur di mushola, kadang di rumah kawannya, kadang juga di rumah saudaranya. Untuk biaya hidup dan melanjutkan sekolah ke STM, Lapuk bekerja sebagai penambal ban.

“Kamu tidak pernah bekerja formal? Di pabrik atau kantor, barangkali.”

“Setiap melamar kerja, saya tidak pernah mendapatkan panggilan,” jawabnya.

Kami pun kemudian melanjutkan perjalanan hingga sampai Karangkates.

“Celaka! Helm saya tertinggal di toko tadi, Om.”

“Kita makan siang dulu saja, setelah itu kita balik untuk mengambil helmmu.”

“Nanti terburu diambil orang. Saya ambil sendiri saja, Om makan duluan nanti saya susul.”

Lapuk segera menggenjot sepedanya dengan terburu-buru. Beberapa saat setelah saya menghabiskan sepiring nasi campur, Lapuk kembali dengan wajah muram.

“Diambil orang, Om. Saya tanyakan ke pegawai toko, katanya tidak tahu siapa yang mengambil.”

“Ya sudah, diiklaskan saja. Kebetulan di rumah ada helm masih bagus dan jarang saya pakai. Ambil saja. Sekarang kamu pesan makanan dulu.

Esoknya, sekira pukul 11 siang saya datangi tempat usahanya, sambil membawa helm yang saya janjikan kemarin. Dia menerima dengan mata berbinar.

“Terima kasih, Om.”

“Sama-sama”

Setelah mencoba helm, dia ambil sepedanya dan bergerak ke arah timur. Beberapa menit kemudian dia kembali dengan membawa 2 nasi bungkus dan teh hangat dalam plastik.

“Makan dulu, Om.”

Lapuk makan dengan lahap. Saya perhatikan wajahnya yang keras karena tempaan hidup sejak belia. Anak muda itu tidak pernah meminta untuk dilahirkan di keluarga yang tidak mendukung kesejahteraan hidupnya.

Bahkan dia tidak kuasa menolak, saat dilahirkan di sebuah keluarga yang berantakan, sehingga praktis dia membiayai sendiri hidupnya. Kedua orangtuanya lah yang menginginkan dia lahir ke dunia.

Ada banyak Lapuk lain di negeri ini, yang hidup dan  diasuh oleh kehidupan jalanan. Maka bersyukurlah anak-anak yang lahir dari orang tua yang serba kecukupan dan bertanggungjawab pada anak-anak mereka. [T]

Nasi (Hampir) Basi dan Kisah Tragis Mbok Paerah
Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng
Perempuan Setengah Buta Penjual Pepaya di Pasar Bendo
Tags: anak-anak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Acung Memilih Bersuara (2023): Diskriminasi Etnis Tionghoa dan Skenario di Balik ‘65

Next Post

“Kuta Accolade”: Festival Bahari Kuta, 1-4 Oktober 2023

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
“Kuta Accolade”: Festival Bahari Kuta, 1-4 Oktober 2023

“Kuta Accolade”: Festival Bahari Kuta, 1-4 Oktober 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co