23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fungsi Komunikasi dalam Tradisi

Chusmeru by Chusmeru
September 6, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

ANEKA TRADISI masih tumbuh subur di Indonesia. Beragam pula ritual dalam pelaksanaan tradisi itu. Namun sebenarnya setiap tradisi tak sekadar ritual. Ada fungsi dan pesan komunikasi yang ingin disampaikan dalam tradisi.

Meski demikian, banyak orang melihat tradisi hanya dari sisi ritualnya; tanpa mencoba memahami pesan komunikasinya. Atau banyak juga yang melihat tradisi dari aspek mitosnya, tanpa menyelami fungsi komunikasi yang menyertai tradisi.

Tradisi senantiasa ada sepanjang kehidupan manusia dan masyarakatnya. Nyaris tak ada satu negara pun yang tak memiliki tradisi. Ada tradisi yang berasal dari warisan leluhur, ada pula tradisi yang bersentuhan dengan wilayah agama.

 Tidak selamanya tradisi hidup pada masyarakat tradisional atau negara berkembang saja. Negara-negara yang dianggap maju dan modern pun memiliki beragam tradisi. Sebut saja Amerika Serikat. Peringatan hari Thanksgiving dan Halloween adalah tradisi yang hingga kini masih dilakukan masyarakat Amerika Serikat.

Begitu pula dengan Jerman yang masyarakatnya masih percaya dengan berbagai tradisi. Salah satunya adalah perayaan Octoberfest; tradisi yang berisi festival beer. Tradisi ini dilaksanakan di kota Munich, Jerman setiap bulan Oktober. Jutaan orang hadir dalam tradisi minum bir beramai-ramai ini.

Setiap tradisi muncul dengan bermacam alasan dan latar belakangnya. Banyak alasan pula mengapa sampai saat ini tradisi-tradisi itu masih dipertahankan. Salah satu alasan adalah, tradisi memiliki fungsi komunikasi yang mengandung nilai-nilai tertentu dalam kehidupan masyarakatnya.

Aneka Tradisi

Tradisi memang melekat dalam bioritme kehidupan manusia dan masyarakat. Tradisi biasanya juga kerap berkaitan dengan berbagai ritual adat, dongeng, cerita rakyat, mitos, tarian rakyat, maupun tembang daerah.

Masyarakat Indonesia pada umumnya memiliki tradisi yang berhubungan dengan siklus kehidupan, mulai dari proses dalam kandungan, melahirkan, tumbuh remaja, pernikahan, hingga ritual yang berkaitan dengan kematian.

Mulai dari proses kehamilan, masyarakat (Jawa) memiliki tradisi ngupati, yaitu ritual ketika wanita mengandung usia empat bulan. Tradisi ini merupakan akulturasi antara adat Jawa dengan ritual agama Islam. Ketika anak yang dilahirkan  mulai belajar berjalan, dilanjutkan tradisi tedhak sinten atau turun tanah. Proses ritual hari kelahiran juga biasa dilakukan masyarakat Indonesia; yang di Bali disebut dengan otonan atau ulang tahun kelahiran berdasarkan kalender Bali.

Menginjak remaja, masyarakat (utamanya Muslim) melaksanakan khitanan sebagai pertanda seorang lelaki menginjak akil balig atau dewasa. Tradisi serupa di Bali berupa metatah atau upacara potong gigi, baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Begitu pula dengan pernikahan, masyarakat Indonesia memiliki beraneka tradisi yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.

Saat orang meninggal dunia, prosesi pemakaman dan setelahnya juga dilakukan tradisi yang berbeda di masing-masing daerah. Semua ritual dan tradisi yang berkaitan dengan siklus kehidupan itu pada hakikatnya bermakna komunikasi; baik komunikasi kepada Tuhan, leluhur, maupun sesama manusia.

Fungsi Pesan

 Setiap tradisi, ritual, dan bentuk komunikasi tradisional lain mempunyai fungsi pesan komunikasi yang ingin disampaikan kepada masyarakat. William R.Bascom (dalam Nurudin,2014) menyebut empat fungsi pesan itu.

Pertama, sebagai sistem proyeksi angan-angan atau impian rakyat serta sebagai pemuas impian (wish fulfillment). Proyeksi itu biasanya muncul dalam bentuk stereotipe dongeng. Contoh dari dongeng itu adalah cerita rakyat Ande Ande Lumut dari Jawa Timur. Dongeng ini menggambarkan percintaan dan kesetiaan sosok seorang pangeran dari Kerajaan Jenggala dan putri dari Kerajaan Kediri.

Kedua, tradisi memiliki fungsi pesan komunikasi sebagai penguat adat, kekuasaan, maupun penghormatan kepada sesuatu yang transendental. Mitos tentang Nyi Roro Kidul pada masyarakat Pantai Selatan Jawa menggambarkan penguatan adat dan kekuasaan Raja Mataram, karena mampu berkomunikasi dengan “penguasa” Laut Selatan. Hal itu kemudian diikuti dengan tradisi Sedekah Laut sebagai bentuk ketaatan pada adat dan penguasa laut. Contoh lain, tarian Perang Pandan di Desa Tenganan, Bali dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewa Indra.

Ketiga, sebagai sarana pendidikan. Tradisi ini mendidik orang tentang kejujuran dan kesabaran, kepatuhan, dan rasa hormat kepada orang tua. Cerita rakyat Malin Kundang dari Sumatera Barat mengandung nilai pendidikan bagi anak. Dikisahkan, bagaimana seorang anak berubah wujud menjadi batu karena durhaka kepada ibunya. Cerita rakyat itu begitu melegenda, hingga dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Keempat, tradisi berfungsi sebagai pemaksaan dan pengendalian sosial agar norma-norma masyarakat dipatuhi. Mitos tentang Wewe Gombel atau cerita sejenis di berbagai daerah adalah upaya pemaksaan dan pengendalian sosial, agar anak-anak berada di dalam rumah ketika malam tiba.

Tradisi gotong royong atau kerja bakti juga terdapat di berbagai daerah dengan istilah yang berbeda-beda. Gotong royong merupakan media komunikasi dan kohesitas sosial. Upaya pemaksaan terhadap tradisi ini juga beragam di berbagai daerah. Mereka yang tidak melaksanakan tradisi gotong royong bisa mendapat sanksi, mulai digunjingkan di masyarakat, dikucilkan, sampai denda materi.

Modernitas acapkali menjadi alasan bagi orang untuk menghindar dari tradisi. Namun ketika modernitas ternyata tak mampu menyelesaikan masalah, orang lantas bertindak sesuatu dengan mengatasnamakan tradisi. Maka benar kata filsuf Prancis Vauvenargues, orang lebih percaya kebiasaan dan tradisi leluhur daripada akal sehat mereka sendiri. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Komunikasi dan Eksistensi: Manusia-Manusia Berisik di Ruang Maya
Teknologi Komunikasi dan Perubahan Masyarakat
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasiTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Kecil Pelaksanaan Kemitraan antara Dosen dan Guru di  Sekolah

Next Post

Jalan Terjal Menuju Gelar Sarjana dan Aturan Baru Syarat Kelulusan Mahasiswa Akhir di Perguruan Tinggi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Jalan Terjal Menuju Gelar Sarjana dan Aturan Baru Syarat Kelulusan Mahasiswa Akhir di Perguruan Tinggi

Jalan Terjal Menuju Gelar Sarjana dan Aturan Baru Syarat Kelulusan Mahasiswa Akhir di Perguruan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co