2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi dan Eksistensi: Manusia-Manusia Berisik di Ruang Maya

Itsna Hidayatul Khusna by Itsna Hidayatul Khusna
August 3, 2023
in Esai
Komunikasi dan Eksistensi: Manusia-Manusia Berisik di Ruang Maya

Ilustrasi Tatkala.co

BUNDA TERESA pernah berkata “the worst sickness is not leprosy or tuberculosis, but the feeling of being respected by no one, of being unloved, deserted by everyone”.  Kata-kata dari Bunda Teresa tersebut bisa dibaca dalam tulisannya Elisabeth Noelle-Neumann pada Teori Spiral of Silence. Apa yang ditakuti oleh manusia? Ialah ketakutan akan terisolasi, ketakutan dikucilkan, dan diasingkan.

Takut tidak satu orang pun melihat dan merasakan keberadaan kita. Dalam Teori Spiral of Silence disebutkanbahwa kita akan lebih banyak berkomunikasi dan menyatakan pendapat apabila kita merasa berada di kelompok mayoritas, dan kita akan semakin diam bahkan takut untuk berpendapat ketika kita merasa berada di luar mayoritas.

Spiral of silence merupakan teori tentang opini publik dan pengaruhnya pada kelompok-kelompok tertentu. Teori ini menjelaskan bahwa dorongan-dorongan manusia untuk berkomunikasi dan berpendapat karena adanya dorongan dari masyarakat mayoritas agar kita tidak dikucilkan atau diasingkan oleh mereka. Keterasingan berarti ketiadaan. Manusia yang eksis adalah manusia yang berkomunikasi.

Ada teori menarik lain yang bisa kita lihat untuk memahami komunikasi dan eksistensi. Expectations-State Theory, perkembangan dari teori ini diawali oleh Robert F. Bales kemudian dikembangkan oleh Joseph Berger, Bernard Cohen, Morris Zelditch, dan kolega-kolega mereka. Teori ini menjelaskan tentang terbentuknya hierarki status dalam situasi-situasi di mana para aktornya dituntut untuk melaksanakan dan mencapai suatu tujuan atau tugas kolektif.

Fokus para anggota kelompok terhadap tujuan kelompok menghasilkan tekanan pada diri masing-masing anggota kelompok untuk mengantisipasi kualitas relatif dari kontribusi setiap anggota dalam menyelesaikan tugas untuk memutuskan bagaimana bertindak.

Kesempatan berpartisipasi akan diberikan kepada para aktor yang menurut anggota kelompok memberikan kontribusi yang lebih baik. Dikenal dengan harapan kinerja, kontribusi kita dipengaruhi oleh harapan-harapan yang dilekatkan kepada kita. Makin tidak terlihat berkontribusi, pendapat kita makin diabaikan oleh masyarakat, kita tidak terlihat oleh mereka.

Melihat kedua teori tersebut dengan konteks fenomena yang terjadi di ruang maya dalam platform media sosial. Bisa dijelaskan dengan terlebih dahulu mengetahui tentang apa itu media sosial. Media sosial bisa dipahami dengan melihat dua hal, pertama yaitu mehamai tentang definisi media.

Dalam konteks komunikasi, media merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi. Kedua, yaitu memahami tentang definisi sosial. Dalam ilmu sosiologi, sosial dipahami sebagai sebuah relasi. Media sosial memberikan medium bagi pengguna untuk terhubung secara mekanisme teknologi. Jaringan yang terbentuk antarpengguna ini pada akhirnya membentuk komunitas atau masyarakat yang secara sadar maupun tidak akan memunculkan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Media sosial menjadi seperti wadah bagi komunitas-komunitas, bisa dibilang sebagai sebuah komunitas, masyarakat tersendiri. Jaringan dari para pengguna ini akhirnya membentuk suatu nilai-nilai. Ini bisa terlihat dari ciri-ciri dari masing-masing platform media sosial. Suka foto dan video bisa “berkumpul” di Instagram, suka bercerita melalui video bisa bergabung di TikTok atau YouTube, suka menulis bisa bergabung di Twitter. Pada akhirnya pengguna-pengguna ini saling membentuk aturan dan nilai sendiri.

***

Kembali pada Teori Spiral of Silence yang juga terjadi di media sosial. Orang akan cenderung pasif untuk menulis gagasannya saat dia merasa bahwa dia adalah minoritas. Pada media sosial, minoritas berarti dia yang memiliki pengikut yang sedikit, bukan tokoh terkenal, tidak memiliki sirkel pertemanan dengan tokoh-tokoh yang berpengaruh, memiliki ideologi yang berbeda dengan masyarakat, bukan akademisi, maupun artis.

Media sosial juga mengikuti hukum-hukum yang ada di kehidupan nyata. Siapa yang tidak berpengaruh tidak layak untuk berbicara dan didengar, pengguna yang berbeda pandangan dari mayoritas otomatis tidak akan mendapatkan spotlight. Maka dari itu, pengguna berlomba-lomba untuk mencuri pengaruh di media sosial, berbagai cara ditempuh.

Media sosial menjadi tempat yang sangat berisik, walau penggunanya berada di ruang-ruang kesunyian. Orang berlomba-lomba untuk mencuri pengaruh dengan membuat beragam konten, yang menilai? Pengguna media sosial yang lain. Media sosial dibanjiri dengan konten-konten yang dibuat oleh para pengguna, hanya agar mereka terlihat, eksis.

Manusia-manusia berisik di ruang maya ini juga didorong akan adanya harapan yang dilekatkan oleh mereka. Tokoh politik yang sangat berpengaruh membuat thread berbelas-belas postingan di Twitter karena harapan pengguna lain tokoh tersebut untuk berpendapat. Saat tokoh tersebut tidak bisa memenuhi harapan komunitas, dia akan ditinggalkan. Jadi tidak heran jika banyak “war” di media sosial, karena ini bentuk dari eksistensi.

Seorang selebtweet dengan jutaan pengikut, harus terus membuat postingan hanya agar tidak ditinggalkan oleh pengikutnya. Kita dituntut untuk terus berkomunikasi sebagai tanda eksistensi kita sebagai manusia dengan harapan-harapan dari status dan peran yang dilekatkan oleh masyarakat atau komunitas kepada kita. Karena itu pesan diproduksi secara terus menerus dengan menggunakan berbagai media.[T]

  • BACA ESAI-ESAI KOMUNIKASI LAINNYA DI SINI
Teknologi Komunikasi dan Perubahan Masyarakat
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Tags: ilmuilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasimedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berita Kisah: Berita yang Nyaris Ditinggalkan Media

Next Post

Timnas Indonesia U-17 Digulung Barcelona Juvenil A 0-3, Bima Sakti: Pelajaran Berharga

Itsna Hidayatul Khusna

Itsna Hidayatul Khusna

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisip, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Timnas Indonesia U-17 Digulung Barcelona Juvenil A 0-3, Bima Sakti: Pelajaran Berharga

Timnas Indonesia U-17 Digulung Barcelona Juvenil A 0-3, Bima Sakti: Pelajaran Berharga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co