13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi dan Eksistensi: Manusia-Manusia Berisik di Ruang Maya

Itsna Hidayatul Khusna by Itsna Hidayatul Khusna
August 3, 2023
in Esai
Komunikasi dan Eksistensi: Manusia-Manusia Berisik di Ruang Maya

Ilustrasi Tatkala.co

BUNDA TERESA pernah berkata “the worst sickness is not leprosy or tuberculosis, but the feeling of being respected by no one, of being unloved, deserted by everyone”.  Kata-kata dari Bunda Teresa tersebut bisa dibaca dalam tulisannya Elisabeth Noelle-Neumann pada Teori Spiral of Silence. Apa yang ditakuti oleh manusia? Ialah ketakutan akan terisolasi, ketakutan dikucilkan, dan diasingkan.

Takut tidak satu orang pun melihat dan merasakan keberadaan kita. Dalam Teori Spiral of Silence disebutkanbahwa kita akan lebih banyak berkomunikasi dan menyatakan pendapat apabila kita merasa berada di kelompok mayoritas, dan kita akan semakin diam bahkan takut untuk berpendapat ketika kita merasa berada di luar mayoritas.

Spiral of silence merupakan teori tentang opini publik dan pengaruhnya pada kelompok-kelompok tertentu. Teori ini menjelaskan bahwa dorongan-dorongan manusia untuk berkomunikasi dan berpendapat karena adanya dorongan dari masyarakat mayoritas agar kita tidak dikucilkan atau diasingkan oleh mereka. Keterasingan berarti ketiadaan. Manusia yang eksis adalah manusia yang berkomunikasi.

Ada teori menarik lain yang bisa kita lihat untuk memahami komunikasi dan eksistensi. Expectations-State Theory, perkembangan dari teori ini diawali oleh Robert F. Bales kemudian dikembangkan oleh Joseph Berger, Bernard Cohen, Morris Zelditch, dan kolega-kolega mereka. Teori ini menjelaskan tentang terbentuknya hierarki status dalam situasi-situasi di mana para aktornya dituntut untuk melaksanakan dan mencapai suatu tujuan atau tugas kolektif.

Fokus para anggota kelompok terhadap tujuan kelompok menghasilkan tekanan pada diri masing-masing anggota kelompok untuk mengantisipasi kualitas relatif dari kontribusi setiap anggota dalam menyelesaikan tugas untuk memutuskan bagaimana bertindak.

Kesempatan berpartisipasi akan diberikan kepada para aktor yang menurut anggota kelompok memberikan kontribusi yang lebih baik. Dikenal dengan harapan kinerja, kontribusi kita dipengaruhi oleh harapan-harapan yang dilekatkan kepada kita. Makin tidak terlihat berkontribusi, pendapat kita makin diabaikan oleh masyarakat, kita tidak terlihat oleh mereka.

Melihat kedua teori tersebut dengan konteks fenomena yang terjadi di ruang maya dalam platform media sosial. Bisa dijelaskan dengan terlebih dahulu mengetahui tentang apa itu media sosial. Media sosial bisa dipahami dengan melihat dua hal, pertama yaitu mehamai tentang definisi media.

Dalam konteks komunikasi, media merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi. Kedua, yaitu memahami tentang definisi sosial. Dalam ilmu sosiologi, sosial dipahami sebagai sebuah relasi. Media sosial memberikan medium bagi pengguna untuk terhubung secara mekanisme teknologi. Jaringan yang terbentuk antarpengguna ini pada akhirnya membentuk komunitas atau masyarakat yang secara sadar maupun tidak akan memunculkan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Media sosial menjadi seperti wadah bagi komunitas-komunitas, bisa dibilang sebagai sebuah komunitas, masyarakat tersendiri. Jaringan dari para pengguna ini akhirnya membentuk suatu nilai-nilai. Ini bisa terlihat dari ciri-ciri dari masing-masing platform media sosial. Suka foto dan video bisa “berkumpul” di Instagram, suka bercerita melalui video bisa bergabung di TikTok atau YouTube, suka menulis bisa bergabung di Twitter. Pada akhirnya pengguna-pengguna ini saling membentuk aturan dan nilai sendiri.

***

Kembali pada Teori Spiral of Silence yang juga terjadi di media sosial. Orang akan cenderung pasif untuk menulis gagasannya saat dia merasa bahwa dia adalah minoritas. Pada media sosial, minoritas berarti dia yang memiliki pengikut yang sedikit, bukan tokoh terkenal, tidak memiliki sirkel pertemanan dengan tokoh-tokoh yang berpengaruh, memiliki ideologi yang berbeda dengan masyarakat, bukan akademisi, maupun artis.

Media sosial juga mengikuti hukum-hukum yang ada di kehidupan nyata. Siapa yang tidak berpengaruh tidak layak untuk berbicara dan didengar, pengguna yang berbeda pandangan dari mayoritas otomatis tidak akan mendapatkan spotlight. Maka dari itu, pengguna berlomba-lomba untuk mencuri pengaruh di media sosial, berbagai cara ditempuh.

Media sosial menjadi tempat yang sangat berisik, walau penggunanya berada di ruang-ruang kesunyian. Orang berlomba-lomba untuk mencuri pengaruh dengan membuat beragam konten, yang menilai? Pengguna media sosial yang lain. Media sosial dibanjiri dengan konten-konten yang dibuat oleh para pengguna, hanya agar mereka terlihat, eksis.

Manusia-manusia berisik di ruang maya ini juga didorong akan adanya harapan yang dilekatkan oleh mereka. Tokoh politik yang sangat berpengaruh membuat thread berbelas-belas postingan di Twitter karena harapan pengguna lain tokoh tersebut untuk berpendapat. Saat tokoh tersebut tidak bisa memenuhi harapan komunitas, dia akan ditinggalkan. Jadi tidak heran jika banyak “war” di media sosial, karena ini bentuk dari eksistensi.

Seorang selebtweet dengan jutaan pengikut, harus terus membuat postingan hanya agar tidak ditinggalkan oleh pengikutnya. Kita dituntut untuk terus berkomunikasi sebagai tanda eksistensi kita sebagai manusia dengan harapan-harapan dari status dan peran yang dilekatkan oleh masyarakat atau komunitas kepada kita. Karena itu pesan diproduksi secara terus menerus dengan menggunakan berbagai media.[T]

  • BACA ESAI-ESAI KOMUNIKASI LAINNYA DI SINI
Teknologi Komunikasi dan Perubahan Masyarakat
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Tags: ilmuilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasimedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berita Kisah: Berita yang Nyaris Ditinggalkan Media

Next Post

Timnas Indonesia U-17 Digulung Barcelona Juvenil A 0-3, Bima Sakti: Pelajaran Berharga

Itsna Hidayatul Khusna

Itsna Hidayatul Khusna

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisip, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Timnas Indonesia U-17 Digulung Barcelona Juvenil A 0-3, Bima Sakti: Pelajaran Berharga

Timnas Indonesia U-17 Digulung Barcelona Juvenil A 0-3, Bima Sakti: Pelajaran Berharga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co