24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Asal-Asul Nama Desa Adat Lantangidung, Kecamatan Sukawati, Gianyar

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
August 13, 2023
in Dongeng
Asal-Asul Nama Desa Adat Lantangidung, Kecamatan Sukawati, Gianyar

Ilustrasi: Dok. Suar Adnyana

PADA ZAMAN dahulu ada sepasang suami istri bermukin di Alas Tapesan. Pasangan suami istri itu bernama  Pan Dalang dan Men Dalang. Pekerjaan Pan Dalag adalah mencari ikan dengan menggunakan sau.

Suatu hari Pan Dalang menangkap ikan di sungai Tukad Yeh Wos. Pan Dalang tidak mendapatkan ikan tetapi ada batu yang terjaring di sau Pan Dalang. Batu tersebut berwarna hitam. Ukurannya sebesar bakal buah kelapa (bungsil). Batu itu dilemparkan ke dalam sungai.

Pan Dalang berpikir, batu hitam tersebut milik makhluk halus  penunggu ikan di sungai Yeh Wos. Penunggu itulah yang menyebabkan semua ikan tidak berani muncul kepermukaan. Itulah penyebabnya ketika Pan Dalang  ingin menjaring, tidak satupun ikan yang muncul ke permukaan.

Pan Dalang berkali-kali menjaring ikan, bukan ikan yang ada dalam sau-nya tetapi  yang terjaring adalah batu hitam  itu. Kejadian itu berulang-ulang terjadi. Selanjutnya Pan Dalang mengikatkan batu itu di ujung kainnya (kancut).

Setelah batu itu diikatkan di ujung kain Pan Dalang, Pan Dalang mencoba untuk menjaring ikan. Banyak ikan yang terjaring seperti nyalian, udang, dan boso-boso. Dalam waktu singkat tempat ikan (dungki) Pan Dalang penuh dengan ikan.  

Pan Dalang berisitirahat di batu besar yang dikelilingi air sungai. Pan Dalang beristirahat sambil memakan sirih. Setelah beristirahat Pan Dalang bergegas ke rumahnya. Sampai di rumah Pan Dalang memberitahu Men Dalang bahwa dirinya banyak mendapatkan ikan.

Hati Men Dalang sangat bahagia dan bertanya kepada Pan Dalang, “Kenapa tumben mendapat ikan yang begitu banyak?” 

Pan Dalang memberitahu Men Dalang.  “Tadi ketika menjaring ikan, Bli bertemu dengan penunggu ikan. Penunggu tersebut yang memberikan ikan ini.” Pan Dalang memberitahu istrinya sambil berseloroh. “Inilah penunggu ikan di sungai Yah Wos.”

Pan Dalang membuka ikatan di kancutnya. Men Dalang memperhatikan batu tersebut sambil berkata, “Batu oranga gamang (batu dibilang makhluk halus), buang saja batu itu”

Ilustrasi : Dok. Suar Adnyana

Pan Dalang tertawa terbahak-bahak. Batu itu dibuang ke kolong tempat tidurnya. Ketika tengah malam, cuaca begitu panas sehingga Pan Dalang tidak dapat tidur. Pan Dalang berpikir apakah  cuaca panas disebabkan oleh batu yang dilemparkan ke kolong tempat tidur. Batu itu diambil oleh Pan Dalang dan dilemparkan ke tegalan di sebelah Barat rumahnya.

Setelah beberapa saat, batu itu mengeluarkan api dan asap dan membakar alang-alang yang tumbuh di tegalan tersebut. Seketika hujan lebat disertai  kilatan petir dan suara bergemuruh datang dari langit. Pan Dalang dan Men Dalang ketakutan. Mereka berpikir yang mempunyai batu tersebut datang dan akan mencelakai mereka.

Pan Dalang  ke luar rumah dan mencari batu tersebut. Di depan batu itu Pan Dalang  duduk bersila dan sambil berucap. ”Saya tidak tahu apa-apa. Siapa yang berstana di batu ini. Saya minta maaf  atas kesalahan saya.”

Pan Dalang segera memungut batu tersebut dan di taruh di sanggar tawang. Sejak batu itu distanakan di sanggar tawang  mereka sangat mudah mencari pekerjaan dan hasil pertanian melimpah. Mereka hidup sejahtera tidak kekurangan suatu apapun.

Setelah berpuluh-puluh tahun  mereka tinggal di Alas Tapesan, keturunan Pan Dalang semakin banyak. Ada sepasang suami istri yang datang bermukim di Alas Tapesan keturunan predewa (trah kesatria di Bali). Mereka berpindah ke Alas Tapesan karena wilayahnya dikerubungi oleh semut. Daerahnya bernama Ancut Mawang.

Rumah (puri) yang mereka tempati ketika mereka tinggal di Ancut Mawang, sekarang bernama  Jeron Dewa. Lama kelamaan warga pindahan mencapai dua belas pasang suami-istri. Mereka membangun Pura berbentuk gedong di rumah Pan Dalang. Batu yang sebelumnya distanakan di sanggar tawang dipindahkan dan distanakan di gedong yang telah dibuat.

Batu (pretima) yang distanakan di gedong tersebut lama kelamaan berkepala, bertangan, dan memiliki hidung yang panjang (lantang idung). Batu tersebut lama-kelamaan berupa Gana (Ganesha). Orang yang sujud bakti kepada pretima Gana itu semakin banyak.

Pretima tersebut dipindahkan ke sebelah barat rumah Pan Dalang (tegalan yang merupakan tempat batu itu dibuang oelh Pan Dalang). Di tempat itu dibuatkan pelinggih gedong  dan sekarang gedong itu bernama Pura Buda Kliwon. Wali (upacara) dilakukan setiap enam bulan yaitu pada Buda Kliwon Paang.

Masyarakat mempercayai wujud Dewa Gana dalam pretima tersebut merupakan putra dari Bhatara Lingsir yang berstana di alas Intaran Desa Sanur. Setiap pelaksanaan wali di Pura Buda Kliwon, upacara diawali dengan melakukan persembahhyang di Pura Belanjong  Sanur untuk nunas pekuluh (memohon tirta). Masyarakat juga  melakukan persembahyangan (nangkil) ke Pura Belanjong Sanur pada saat hari Pahing Kuningan.

Masyarakat Desa Adat Lantangidung mempercayai bahwa berdasarkan cerita itulah daerah yang ditempatinya dinamakan Lantangidung. Masyarakat mempercayai ikatan kerohanian antar warga Desa Adat LantangIdung dengan masyarakat Sanu. Hal ini dapat dibuktikan dari perwujudan pretima yang distanakan di Pura Belanjong  berbentuk Dewa Gana. Di Alas Intaran Sanur ada juga alas yang bernama Lantangidung.

Masyarakat Desa Adat Lantangidung sampai saat ini mempercayai apabila ada masyarakat yang sakit, masyarakat memohon obat (tamba) di Pura Buda Kliwon. Banyak pula masyarakat sujud bhakti kehadapan sesuhunan di Pura Buda Kliwon memohon keselamatan.

Apabila ada penduduk  Desa Lantangidung yang akan berangkat/ bekerja ke luar negeri, mereka memohon izin ke hadapan sesuhunan di Pura Buda Kliwon agar mereka sukses dan selamat sampai di tempat tujuan. Disamping itu, banyak pejabat, calon legislatif dan bahkan calon kepala daerah memohon ke hadapan sesuhunan di Pura Buda Kliwon agar dilancarkan karirnya.

  • Dinarasikan ke dalam bahasa Indonesia oleh Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. Dosen pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dwijendra, berdasarkan narasi berbahasa Bali yang didapat dari Jero Bendesa Adat Lantangidung Bapak I Wayan Sujana, Juli 2023).
  •   Tim Peliput/Pengumpul data : FBI (Federasi Biro Investigasi) FKIP Universitas Dwijendra: Dwicky, Ronny, De Juli, Agus Satria, Dek Tu, dan Bagus.
Si Manusia Kodok
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging
Pandan Berduri dan Ketajaman Pikiran
Tags: baliDesa Adat lantangidungdongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Nglawang”: Sumber Sastra dan Realita

Next Post

Betulkah Dokter Sering Terburu-buru?

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails

Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 11, 2025
0
Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet...

Read moreDetails

Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 5, 2025
0
Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

ADA satu danau  berbentuk hati. Danau itu punya air biru jernih. Di sekitar danau tinggallah seekor capung bersama keluarga serangga:...

Read moreDetails
Next Post
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Betulkah Dokter Sering Terburu-buru?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co