21 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Isu Kebangsaan Sampai Keumatan : Perbincangan Presiden dan Mahasiswa Hindu

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 12, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

BELUM juga alarm gawai berbunyi, saya sudah berada di teras rumah sambil menikmati segelas kopi hangat. Berbeda dengan hari-hari lainnya, hari ini menjadi sangat spesial—mungkin saja untuk semua penghuni rumah yang saya sudah huni setahun ke belakang. Apanya yang spesial? Hari ini organisasi yang saya ikuti sejak tahun 2016 ini diterima oleh Presiden RI, Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Sangat spesial bukan?

Bahkan “kehebohannya” sudah terjadi sehari sebelumnya. Kami menyiapkan pakaian terbaik yang dimiliki, mulai dari batik, celana hitam panjang, hingga jas—salah satu identitas organisasi. Dan mengingat rumah ini dihuni oleh sebelas orang, waktu mandi pun diatur sedemikian rupa agar tidak terlambat sampai di Istana Merdeka. Tapi kira-kira apa saja yang bakal kami sampaikan di hadapan Pak Jokowi?

IKN Nusantara Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Karena saya tidak menggunakan jam tangan, maka saya hanya bisa berasumsi kalau kami diterima oleh Presiden RI tepat pukul: 14.00 WIB. Penyampaian dimulai dari pembahasan Ibu Kota Negara (IKN) “Nusantara” yang secara hukum telah diatur dalam UU No. 3 tahun 2022 tentang IKN. Pada akhirnya rakyat Indonesia sudah bisa membayangkan bahwa IKN akan berpindah dari DKI Jakarta menuju Kalimantan Timur—tentu dengan segala konsekuensi yang mengikutinya.

Cita-cita di balik pindahnya IKN adalah terwujudnya pemerataan pembangunan antara di wilayah Barat dan wilayah Timur Indonesia. Selain itu, penumpukan segala aspek di Pulau Jawa menyebabkan gula-gula pembangunan hanya berpusat di pulau yang saat ini menampung lebih dari 50 persen populasi Indonesia. Tidak hanya itu, bahkan Jokowi sendiri menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia, 58 persennya berpusat di Pulau Jawa. Tentu apabila dibiarkan begini saja, cita-cita terwujudnya pemerataan pembangunan di Indonesia akan jauh panggang dari api.

Selain itu, ada beberapa pertimbangan lagi yang dibahas. Polusi udara jadi masalah yang belakangan ini menyelimuti Jakarta. Kualitas udara per tanggal 8 Agustus 2023 mencapai angka 103 AQI US yang artinya kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif. Bahkan pada hari Jumat nanti, kualitas udara mencapai angka 164 AQI US yang bisa dikatakan sudah tidak sehat lagi. Permasalahan ini jadi salah satu faktor pemindahan IKN. Pertimbangan soal bencana alam juga jadi pertimbangan dalam upaya pemindahan IKN ke Kalimantan Timur—harapannya IKN “Nusantara” aman dari segala ancaman bencana alam, meski belakangan tersebar video adanya banjir di lokasi IKN akan dibangun.

Terlepas dari pro dan kontra, IKN akan lebih kokoh apabila daerah-daerah penyangga juga dibangun infrastruktur pendukung, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan berbasis Indonesia Sentris. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah dibangunnya “Terusan Khatulistiwa”. Apabila usulan ini direalisasikan, maka diperkirakan jarak pelayaran akan dapat diperpendek dan meningkatkan efisiensi hingga 40-50 persen. Hal ini dikarenakan atas kondisi objektif bahwa Sulawesi Tengah melalui “Terusan Khatulistiwa”nya dapat berperan sebagai jembatan penghubung antara Indonesia Timur dengan IKN “Nusantara”.

Pendidikan Berbasis Agama Jadi Persoalan Serius

Saya sempat mendapat kabar bahwa di salah satu kabupaten di Bali sedang kekurangan guru Agama Hindu. Kabar ini memang agak aneh, apalagi mengingat Bali adalah daerah yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu. Tapi justru di sini terjadi persoalan tersebut. Meski aneh, tapi inilah fakta yang terjadi. Selain itu, sistem pendidikan Agama Hindu juga sedang menghadapi permasalahan yang harus segera ditemukan solusinya. Tapi hal ini tentu tidak mudah—meski tak mudah, apa salahnya untuk diusahakan bukan? Hehe.

Topik ini menjadi salah satu penyampaian kami kepada Presiden. Persoalan status Pasraman masih menjadi momok yang belum juga menemukan jalan keluarnya. Sebelumnya kami pun sempat bertemu dengan Prof. Duija selaku Dirjen Bimas Hindu RI, pihaknya kini tengah menyusun draf Peraturan Menteri Agama (PMA) yang akan mengatur Pendidikan Agama Hindu. Harapannya melalui regulasi ini, persoalan seperti kurikulum, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, serta status Pasraman dapat menemukan solusinya.

Meski singkat, Pak Jokowi pun menyampaikan bahwa persoalan semacam ini tidak hanya dirasakan oleh Hindu saja. Agama Islam pun masih merasakan permasalahan yang serupa, bagaimana fasilitas pendidikan berbasis Agama Islam di beberapa titik masih belum berada di standar yang telah diatur dalam peraturan-peraturan di bawah Kementerian Agama.

Hal-hal ini yang kami sampaikan kepada Presiden dan harapannya mendapat dorongan juga dari orang nomor satu di Indonesia ini. Apabila niat baik ini terealisasi dengan cepat melalui peraturan ini, maka kita akan melihat generasi-generasi muda Hindu yang menempuh pendidikan di Pasraman bisa melanjutkan studinya ke kampus-kampus idaman mereka. Bukankah hal tersebut dapat meningkatkan nilai Pasraman di mata umat? Saya pikir pasti jawabannya “iya”.

Presiden Akan Hadir di Palu Akhir Agustus Mendatang

“Kapan acaranya itu, tanggal 30 Agustus ya? Kalau tidak ada agenda ke luar negeri, saya pasti hadir.”

Kalimat di atas tentu bukan saya yang melontarkannya, kalimat itu disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di hadapan kami. Sontak kami menatap satu sama lain, seolah tak percaya—tanpa berpikir panjang Pak Jokowi langsung menyambut baik undangan yang kami sampaikan. Setelah terakhir membuka Mahasabha XI KMHDI di Yogyakarta pada tahun 2018 lalu, Pak Jokowi akan kembali membuka acara serupa pada 30 Agustus mendatang di Palu, Sulawesi Tengah. Sebuah kabar yang harus disiarkan ke seluruh umat Hindu di Indonesia.

Tentu masih banyak hal yang harus dilakukan. Hadirnya Presiden RI dalam acara KMHDI bukanlah tujuan utama, hal yang paling penting adalah tetap bergerak dan memberi dampak baik bagi sekitar. Bukankah mahasiswa Hindu yang berhimpun di dalam KMHDI telah berjanji untuk tetap setia menjalankan dharma agama dan dharma negara?

Sampai jumpa di Palu, Sulawesi Tengah! [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
PP KMHDI Bertemu Presiden RI di Istana, Apa Saja yang Dibahas?
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Tags: JokowiKMHDIPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Makian Tertinggi Bahasa Bali: Pirata Tendas Teli/Keleng

Next Post

“Nglawang”: Sumber Sastra dan Realita

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
0
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

“Nglawang”: Sumber Sastra dan Realita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co