12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Opera in Paradise”: Berjaga di Antara Panggung Terbuka dan Penonton yang Belum Terbiasa

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 18, 2023
in Panggung

“Opera in Paradise” saat pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) V, di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam.

Yen Chopin padem ring Bali
Kararung saking daksina
Titiang mengenang Bali
Sunantara wong ngrusak-asik negara

Sang jukung kalapu-lapu
Santukan Baruna kroda
Nanging Chopin nenten ngugu
Kadang ipun ngrusak seni-budaya

PETIKAN lagu “Chopin Larung” karya komposer Guruh Soekarno Putra ini menjadi lagu pembuka adilango (pergelaran) “Opera in Paradise” di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam. Opera persembahan Sanggar Heny Janawati Vocal Expert berkolaborasi dengan Surabaya Opera Academy, Amadeus Orchestra dan Voice of Bali (VoB) itu menjadi pertunjukan pertama dan pembuka saat pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) V.

Beberapa menit sebelumnya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin membuka secara resmi FSBJ V didampingi Gubernur Bali Wayan Koster yang secara bersamaan menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45.

Opera ini digagas sekaligus digarap artistiknya oleh Heny Janawati dan Patrisna May Widuri sebagai konduktor. Surabaya Opera Academy beranggotakan penyanyi-penyanyi klasik dari berbagai daerah di tanah air yang telah meraih banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun international. Begitu juga Amadeus Orchestra, kelompok orkestra dari Surabaya dan VOB juga telah menorehkan prestasinya baik di tingkat nasional dan international.

Pertama Kali di Bali

“Opera in Paradise” berlangsung selama 60 menit, menampilkan 11 skena karya-karya opera ternama di dunia, dari karya Wolfgang Amadeus Mozart hingga Giuseppe Verdi yang dirangkai dalam untaian opera yang memikat. Semuanya ditampilkan dengan gaya asli Eropa dengan tujuan memberikan gambaran tentang bagaimana karya opera yang sebenarnya.

“Bisa dikatakan, Opera in Paradise adalah pertunjukan opera pertama di Bali dengan tujuan untuk memberikan pengalaman musik yang unik dan berkualitas yang belum pernah dinikmati oleh pecinta seni di Bali,” ujar Heny Janawati sebelum pertunjukan.

Namun, untuk memberikan sentuhan kedekatan dengan penonton serta menautkan dengan tema FSBJ V yakni “Citta Rasmi Segara Kerthi: Bahari Sumber Inspirasi”, lagu Chopin Larung yang bertema budaya Bali dengan elemen-elemen laut disajikan sebagai pembuka pertunjukan. Lagu garapan komposer Guruh Soekarno Putra itu menggunakan lirik berbahasa Bali.

“Opera in Paradise” di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam | Foto: Ist

Skena-skena berikutnya, kendatipun dicuplik dari opera-opera Barat yang menggunakan bahasa Inggris, Perancis, Italia dan Jerman, masih bertaut dengan tema bahari. Sebut saja skena “We Sail The Ocean Blue” dan “I am The Monarch of The Sea” dari H.M.S Pinafore karya Gilbert & Sullivan yang memang bertemakan bahari.

Selain itu, “Opera in Paradise” juga menampilkan sejumlah skena yang sudah populer dan kerap digunakan dalam berbagai film-film Hollywood, seperti “Toreador” dari Opera Carmen karya Georges Bizet atau “Nessun Dorma” dari Opera Turandot karya Giacomo Puccini.

Penonton Belum Terbiasa

Namun, pertunjukan “Opera in Paradise” di Art Centre Denpasar sungguh sebuah perjuangan yang tidak mudah. Tak hanya tantangan merespons panggung terbuka, melainkan juga penonton yang belum terbiasa menikmati suguhan kesenian opera Barat. Usai lagu Chopin Larung, sebagian penonton beringsut meninggalkan tempat pertunjukan. Tribun penonton yang sebelumnya penuh sesak, makin lama makin lowong.

“Saya berpikir menyaksikan pertunjukan model Opera van Java di TV. Ternyata memang opera murni ala Barat,” komentar seorang pengunjung.

Namun, tepuk tangan meriah masih terdengar tiap kali pertunjukan tiap skena selesai ditampilkan. Masih cukup banyak juga penonton yang bertahan hingga akhir pertunjukan.

Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, I Komang Darmayuda menilai penonton Bali bukan saja belum terbiasa menikmati sajian pertunjukan opera, tapi umumnya memang belum pernah tahu apa itu opera yang memiliki teknik vokal dan musikal yang amat tinggi. Karena itu, menurutnya, jika penonton menyusut sepanjang pertunjukan, bisa dimaklumi.

Justru, bagi Darmayuda, jumlah penonton yang bertahan hingga akhir pertunjukan malam itu tergolong banyak. “Tak masalah mereka pergi dari pada malah ribut dan main handphone, malah mengganggu yang lain,” kata Darmayuda.

Hal senada diungkapkan jurnalis dan pengamat musik, I Made Adnyana. Menurutnya, menikmati opera tidak bisa buru-buru dan dengan “otak kosong” tanpa memahami terlebih dahulu karakter pertunjukan, termasuk juga pakem-pakemnya.

“Karenanya mereka yang masih benar-benar awam menjadi sama sekali tak nyaman menyaksikan pentas tadi. Berbeda dengan mereka yang setidaknya pernah mendengar musik model opera seperti dalam beberapa film Hollywood atau bahkan film kartun, tentu tak asing lagi,” kata dosen di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali itu.

Namun, keduanya menilai pertunjukan “Opera in Paradise” terbilang berhasil. Menurut Darmayuda, kualitas pertunjukan diluar dugaan karena mampu menyiasati panggung di luar ruangan. “Vokal penyanyi terdengar jelas dan kualitas penyanyinya juga baik. Penggarapan musik dan sound sistem juga sangat bagus kedengaran dari penonton,” ujar Darmayuda.

Menurut Adnyana, solis seperti tenor Ganda Charisma Christi dan Heny Janawati sungguh merupakan bakat opera Indonesia yang patut dibanggakan. “Komponen pentas lain termasuk orkestra dari Amadeus juga bagus meskipun tampil dalam format yang lebih sederhana, tidak full orkestra yang bisa melibatkan kurang lebih 40-an pemain,” ujarnya.

“Opera in Paradise” di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam | Foto: Ist

Sejatinya, kata Darmayuda, opera mirip dengan dramatari arja di Bali. Si penyanyi harus benar-benar memiliki teknik vokal di atas grade 10 dalam musik klasik sehingga mampu menyanyikan teknik-teknik sulit yang ada dalam lagu-lagu opera. Hal itu sama dengan kemampuan yang dituntut oleh penari arja.

Pelajaran Bagi Seniman Bali

Darmayuda berpendapat pertunjukan opera dalam ajang FSBJ V bisa memberikan pelajaran berharga bagi seniman Bali. Hal-hal yang dapat dipelajari dari pementasan itu, di antaranya para seniman Bali harus sungguh-sungguh menyiapkan pertunjukannya, totalitas dan cepat beradaptasi dengan panggung pentasnya. Dengan begitu pementasan bisa menyiasati kelemahan yang diakibatkan oleh panggung itu.

Bagi generasi muda Bali, imbuh Darmayuda, perlu belajar teknik vokal tinggi dari penyanyi opera. Kini, kata dia, hampir tak muncul lagi penyanyi arja dengan kemampuan teknik vokal tinggi, seperti Ketut Murdi, Ranten, atau Tebu yang dikenal sebagai maestro arja di Bali.

Dalam pertunjukan ‘Opera in Paradise’, penonton bisa menyaksikan para penyanyi remaja yang tampil maksimal dan menakjubkan. Mereka merupakan murid-murid Henny Janawati. “Yang membuat bangga, pertunjukan itu digarap dan dilakukan oleh orang Bali, Ibu IGN Henny Janawati yang merupakan putri alm. IGB Ngurah Ardjana, tokoh opera pertama dari Bali,” tandas Darmayuda. [T]

Menjelajahi Laku Jongkok dalam Koreografi “The (Famous) Squatting Dance : Jung Jung te Jung” di Teater Salihara
“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023
Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2023musikoperaseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Next Post

Cara Berpikir Observasi dan Berpikir Deduksi Seperti Sherlock Holmes: Mengungkap Misteri Melalui Penalaran Tajam Dari Buku How To Think Like Sherlock Holmes

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails
Next Post
Cara Berpikir Observasi dan Berpikir Deduksi Seperti Sherlock Holmes: Mengungkap Misteri Melalui Penalaran Tajam Dari Buku How To Think Like Sherlock Holmes

Cara Berpikir Observasi dan Berpikir Deduksi Seperti Sherlock Holmes: Mengungkap Misteri Melalui Penalaran Tajam Dari Buku How To Think Like Sherlock Holmes

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co