23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Inspirasi Kebangkitan dari Buleleng Timur: “Tour de Les” dan Rumah Belajar di Tembok

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
June 27, 2023
in Liputan Khusus
Inspirasi Kebangkitan dari Buleleng Timur: “Tour de Les” dan Rumah Belajar di Tembok

Kadek Sudantara dan Nyoman Nadiana dalam sebuah kegiatan di wilayah Buleleng bagian timur | Foto: Ist

DI BULELENG bagian timur terdapat sejumlah pemuda yang setiap hari bergeliat membangkitkan semangat generasi muda desa untuk terus belajar dan berkarya. Dua di antaranya adalah Nyoman Nadiana dari Desa Les dan Kadek Sudantara dari Desa Tembok.

Nyoman Nadiana dengan nama panggilan akrab Don Rare tak pernah lepas dari kegiatan positif untuk mengembangkan potensi lokal Desa Les. Dia membantu pengusaha-pengusaha kecil di desa itu untuk memasarkan produk-produk lokal mereka. Mulai dari garam, gula juruh, minyak kelapa, arak lokal, hingga hasi kerajinan dari Desa Les.

Ia melayani pesanan produk lokal Desa Les dari seluruh Bali, bahkan hingga Banyuwangi dan Lombok, dan ia akan bergerak sendiri membawa sepeda motor. Maka tidak heran, di laman facebook-nya ia akan tampak bergerak sangat dinamis. Pagi ia bisa memperlihatkan foto sedang jongkok di rumah warga yang sedang menyuling arak di Desa Les, lalu siang ia sudah berada di Nusa Dua untuk membawakan pesanan seseorang di daerah wisata itu.

“Jangan bicara soal cinta pada produk lokal, jika tak memesan produk dari Desa Les,” kata Don Rare pada orang yang kebetulan bicara soal kearifan lokal Bali.

.

Kunjungan wisatawan dalam paket tur ke kebun dan rumah warga di Desa Les | Foto: Ist

Menurut Don Rare, ia sesungguhnya hanya ingin membantu warga lokal di Desa Les untuk memperkenalkan produk-produk mereka ke seluruh Bali, bahkan kalau bisa ke seluruh dunia. Selain itu, ia juga punya ambisi untuk memperkenalkan potensi-potensi yang dimiliki Desa Les kepada orang-orang yang berkunjung ke Desa Les, atau orang-orang yang belum sempat berkunjung ke desa itu.

Untuk itulah, di Desa Les ia juga mengembangkan secara mandiri satu paket tour untuk wisatawan yang ia beri nama Tour de Les. Ia sendiri sebagai penggagas, ia sendiri sebagai pencari tamu, ia sendiri sebagai pemandu. Turis yang datang ke Desa Les akan ia ajak berjalan dari pantai ke gunung, melewati kebun-kebun warga, dan ia ajak untuk masuk ke rumah-rumah warga yang sedang melakukan kegiatan sehari-hari, terutama warga yang sedang memproduksi produk lokal semacam membuat garam, memasak kue tradisional, menyuling arak, atau warga yang sedang menganyam bambu.

Nyoman Nadiana alias Don rare memandu wisatawan dalam paket tour de les di wilayah perkebunan di Desa Les | Foto: Ist

“Banyak usaha pariwisata dibuat besar dulu, tapi kemudian jadi kecil dan bangkrut. Ini saya sebaliknya, mengembangkan usaha pariwisata kecil-kecilan dulu, yang nantinya bisa saja menjadi besar,” kata Don Rare yang selalu rajin belajar ke desa-desa wisata yang ada di jawa dan Lombok. 

Lalu, di desa sebelah timur, di Desa Tembok ada seseorang bernama Kadek Sudantara, tapi akrab dipanggil Dek Doll. Ia lelaki desa, pernah bekerja di kapal pesiar, dan kini tinggal di kampung dan beraktivitas di kampung halamannya, di Banjar Ngis, Desa Tembok, Tejakula, Buleleng.

Apa aktivitasnya? “Bersih-bersih,” katanya.

Hal baik dan sangat konsisten yang dilakukan mantan pekerja kapal pesiar ini memang bersih-bersih bersama teman-temannya, warga sefrekuensi di kampung halamannya.

Semenjak tahun 2014, bapak muda ini secara mandiri dan kemauan sendiri bergerak untuk membersihkan tempat-tempat umum di wilayahnya. Sebut saja di Pura Khayangan Tiga di Desa Adat Ngis, juga pada sudut lain dan tempat umum Banjar Ngis.

Bersih-bersih terutama dilakukan saat musim piodalan atau upacara adat, musum hujan, atau pada hari-hari bisa ketika ada yang melihat sampah di selokan atau di tempat-tempat lain.

Bersih-bersih memang kegiatan sederhana, tanpa perlu prestasi, tanpa perlu administrasi. Namun Dek Dol selalu menjadikan kegiatan biasa itu menjadi terasa luar biasa.  

Semenjak tahun baru 2019, Dek Doll bersama teman-teman membuat komunitas Sebatu. Singkatan dari Semeton Bani Tuyuh. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai kumpulan orang-orang yang berani capek.

Kegiatan belajar di Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok \ Foto: Ist

Menurut Dek Doll, selaku ketua Komunitas Sebatu, semua warga yang peduli lingkungan memang harus berani capek. Jika sesuatu dikerjakan dengan benar-benar ikhlas pada tindakan maka sesuatu itu akan terwujud dengan lancar.  “Capek sudah pasti, saling menyemangati dan saling mendukung untuk hal yang kita sepakati dan lakukan, semua akan menjadi  sejiwa. Jika sudah sejiwa, maka capek tak akan terasa,” katanya.

Apa pun yang dilakukan komunitas ini, dengan siapa pun berkolaborasi, selalu menjadikan kebersihan lingkungan sebagai konsentrasi kegiatan. Sembari menikmati kopi, pegiat lingkungan ini berseloroh “Berani Capek itu Hebat”.

Selain mengembangkan komunitas bersih-bersih, Dek Doll belakangan juga mengembangkan rumah belajar bagi anak-anak desa. Rumahnya sendiri disulap menjadi tempat belajar, diisi buku-buku, meja-meja kecil, dan alat-alat tulis. Namanya Rumah Belajar Gebang.

“Rumah Belajar Gebang merupakan perwujudan dari satu mimpi saya sejak lama. Saya ingin membangun sebuah rumah belajar untuk anak-anak desa agar mereka bisa mendapatkan pendidikan non formal, setidaknya sama dengan anak-anak yang berada di wilayah perkotaan,” kata Dek Doll yang membangun rumah belajar itu sejak tahun 2019.

Latar belakang dimulainya rumah belajar ini adalah keprihatinan yang melihat anak-anak Sekolah Dasar di desanya  yang pada kelas atas yaitu kelas 4,5, dan 6 seharusnya sudah mendapat mata pelajaran Bahasa Inggris, namun saat itu belum ada guru bahasa Inggris. “Mulai dari sanalah saya berinisiatif untuk membagi sedikit ilmu yang saya miliki, yang meskipun itu jauh dari kata sempurna. Saya mengumpulkan anak-anak untuk diajari Bahasa Inggris,” katanya.

Kegiatan belajar itu sempat tertunda, selain karena pandemi, juga karena tempat belajar sering bocor saat hujan. Dan setelah melewati masa pandemi 2019-2021, mimpi yang sempat tertunda itu ia wujudkan kembali . “Ini karena saya sudah memiliki tempat berteduh yang lumayan nyaman sebagai tempat untuk belajar.  Dengan dorongan dari teman- teman, saya memulai lagi kelas belajar itu. Apalagi rumah belajar ini kemudian mendapatkan bantuan buku-buku bacaan dari Komunitas Mahima di Singaraja,” katanya.

Komunitas Bani Tuyuh di Desa Tembok | Foto: Ist

Tepat hari Minggu tanggal 10 April 2022 teman- teman dari Komunitas Mahima  bertandang ke rumah dan membawakan beberapa buku bacaan sambil ngobrol sembari mengajak anak- anak belajar bernyanyi lagu berbahasa Inggris. Dengan begitu semangat untuk melanjutkan kembali rumah belajar itu sangat besar. Dan setelah itu, kegiatan belajar non formal di rumah belajar itu pun terus berjalan.

Anak- anak Sekolah Dasar kurang mampu ini tidak harus mengeluarkan uang saku mereka agar bisa ikut belajar di Rumah Belajar Gebang, mereka cukup mengumpulkan sampah plastik yang ada di lingkungan rumahnya dan membawanya seminggu sekali ke Rumah Belajar Gebang.

Anak-anak dari Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok belajar teater | Foto: Ist

Adapun tujuan terpenting dari pengumpulan sampah plastik ini adalah salah satu upaya agar mereka sadar dan peduli dengan lingkungan yang dimulai dari lingkungan rumahnya sendiri bahwa sampah plastik tidak akan bisa hancur hingga ratusan tahun lamanya dan akan bermanfaat jika diolah dan bisa digunakan kembali.

Harapan terus menerus dipertebal. “Rumah belajar ini bukan hanya tempat untuk belajar atau berbagi pengetahuan tentang Bahasa Inggris saja. tapi juga semua hal yang bisa bermanfaat baik kreatifitas, ekonomi, sosial dan budaya.  Misal seperti yang sudah yaitu belajar drama teater,” ujar Dek Doll. [T]

  • Catatan: Artikel ini ditulis dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.
  • BACA artikel lain tentang DESA LES dan DESA TEMBOK
Tags: bulelengDesa LesDesa TembokDinas Kominfosanti BulelenglingkunganPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Tari Nelayan Bersama Maestro Ni Ketut Arini

Next Post

Dikisahkan Pengibing yang Jatuh Hati pada Penari Joged Bumbung…

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

by Jaswanto
June 29, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

Read moreDetails

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

by Jaswanto
June 28, 2026
0
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

Read moreDetails

Hikayat Tuak

by Jaswanto
May 30, 2026
0
Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

Read moreDetails

Ritual Menanam Beras Merah

by Jaswanto
May 28, 2026
0
Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

Read moreDetails

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

by Jaswanto
May 15, 2026
0
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

Read moreDetails

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

by Jaswanto
April 14, 2026
0
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails
Next Post
Dikisahkan Pengibing yang Jatuh Hati pada Penari Joged Bumbung…

Dikisahkan Pengibing yang Jatuh Hati pada Penari Joged Bumbung…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co