24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
June 16, 2023
in Esai, Tualang
Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Beberapa wisatawan sedang menikmati keindahan Blue Lagoon | Foto: Dok. Tatkala.co

PADA SIANG hari yang panas, seperti biasa di Kota Singaraja, Rabu, 14 Juni 2023, bersama teman-teman Tatkala.co, saya berkunjung ke salah satu tempat wisata air Bali Utara, yang cukup populer, Bule Lagoon, namanya.

Blue Lagoon—wisata air yang terletak di antara Desa Ambengan dan Sambangan—sudah dikelola semenjak tahun 2015 oleh beberapa warga setempat yang memang sadar dengan adanya wisata alam tersebut.

Hingga beberapa tahun terakhir, wisata ini dikelola oleh kelompok sadar wisata (POKDARWIS) Desa Sambangan dan Desa Ambengan. Dan untuk tiket masuknya, dikenai tarif masuk 10 ribu untuk wisatawan lokal dan 25 ribu untuk wisatawan asing.

Blue Lagoon / Foto: Dok. Sri

Ya, wisata Blue Lagoon memang dikelola bersama oleh pihak POKDARWIS Desa Sambangan dan Desa Ambengan. Sehingga, wisatawan yang datang boleh mengambil jalur mana saja. Tergantung dari medan mana yang lebih diminatinya.

Jika mengambil jalur dari bawah (Desa Sambangan), medan yang akan ditempuh akan sedikit menanjak dan memerlukan tenaga yang cukup ekstra, karena jaraknya lebih jauh. Akan tetapi, hal ini akan menjadi sebuah daya tarik, khususnya bagi wisatawan luar negeri yang pure menyukai traveling—karena medan jalan ini cukup menantang.

Sedangkan jika mengambil jalur dari atas (Desa Ambengan), jarak yang ditempuh akan sedikit lebih mudah, wisatawan yang datang bisa memarkirkan kendaraannya di depan rumah warga yang tidak jauh dari tempat tiket masuk.

Kemudian, mulai berjalan kaki menuruni anak tangga sekitar beberapa kilometer, hingga tepat sampai di sebuah bale bengong dan toilet untuk berganti pakaian, yang di depannya sudah tampak terlihat pemandangan dari Blue Lagoon, lengkap dengan hawa sejuk dan beberapa hewan terbang seperti burung, kupu-kupu dan capung yang saling berkejaran di sekitarnya.

***

Di sana kami bertemu Ketut Jhoe, seorang pemandu wisata atau tour guide. Pria yang kerap disapa Jhoe ini berasal dari Desa Sambangan. Ia mengaku sudah menjadi tour guide sejak masih sekolah sampai sekarang—kurang lebih selama tujuh tahunan.

Jhoe menjadi salah satu orang dari kelompok sadar wisata di desanya. Awalnya ia mengikuti trening selama satu tahun, dan kini telah menjadi senior guide di usianya yang masih terbilang muda, sekitar umur 22 tahunan.

Ia mengatakan bahwa spot wisata di daerah ini lumayan berbahaya, misalnya, yang paling tinggi itu sekitar 15 meter untuk jumping sportnya. Sehingga mereka mendapatkan asuransi, dan untuk guidenya harus melalui tahap trening selama satu tahun terlebih dahulu.

Setiap harinya, ia menjadi guide untuk tamu-tamu Eropa dan tidak sedikit juga wisatawan lokal yang memerlukan jasanya sebagai pemandu wisata—walau tidak sebanyak wisatawan asing.

Untuk perekrutan guide ini juga tidak bisa asal-asalan, karena harus melalui tahap trening yang lumayan panjang, sehingga, setiap tahunnya hanya menerima tiga orang saja. Dan saat ini, jumlah pemandu wisata yang ada sekitar 50 orang.

“Sama seperti pegawai pada umumnya, menjadi seorang pemandu wisata juga memiliki rentangan usianya. Jika umurnya sudah mencapai 50 tahunan, mereka akan pensiun sama seperti PNS juga,” terang Jhoe, sambil tertawa.

Jhoe bersama tamunya / Foto: Dok. Sri

Untuk satu orang pemandu wisata, biasanya menghandle maksimal 5 orang tamu—dan tidak bisa lebih, mengingat medan jalan yang dilalui—agar memudahkan guide dan tamu di dalam perjalanannya. Sehingga tidak disarankan untuk seorang pemandu wisata, baik senior sekalipun, untuk membawa tamu lebih dari 5 orang.

“Kami para pemandu wisata menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk mempromosikan jasa yang ditawarkan, sehingga melalui platform tersebut, banyak kami dapatkan bookingan dari wisatawan-wisatawan yang ingin menggunakan jasa guide kami,” ungkap Jhoe.

Menjadi seorang pemandu wisata merupakan hal yang sangat menarik dan bisa dibilang keren—karena mereka harus menerapkan budaya 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dalam menjalankan tugasnya, agar tamu yang dipandunya merasa nyaman saat berwisata.

Tentu, tidak hanya kepada tamunya saja, seorang guide juga menerapkan budaya 5 S ini kepada setiap orang yang ditemuinya selama perjalanan, harus mudah berinteraksi dan selalu hangat dalam bersosialisasi.

Suasana wisatawan di Blue Lagoon / Foto: Dok. Sri

Selain keterampilan berbahasa yang harus dikuasai—dan seluk beluk tempat wisata—, ternyata banyak hal lain yang harus diketahui oleh seorang guide, dalam artian, pemandu wisata harus memiliki wawasan luas tentang hal-hal yang terdapat di tempat-tempat yang akan mereka kunjungi. Misalnya, wawasan tentang pohon, buah, hewan, bahkan tanaman liar sekalipun.

Sebagai pemandu wisata, Jhoe terkadang mendapat pertanyaan tentang hal-hal sekecil itu—sebuah pertanyaan dari tamunya di dalam perjalanan. Sehingga, ia harus bisa menjawabnya, atau setidaknya mengetahui sedikit tentang hal yang ditanyakan oleh wisatawan. Itu menjadi nilai plus.

Seperti yang dilakukan Jhoe saat menjelaskan tentang daur hidup sebuah capung, yang kebetulan saat itu ada banyak sekali capung di area Blue Lagoon, mereka beterbangan ke sana-ke mari.

Jhoe menjelaskan bagaimana seekor capung berkembang biak di air yang tenang, menjadi nimfa dalam kurun waktu yang cukup lama, hingga ke fase mereka menjadi capung dewasa dan memiliki rentang waktu hidup sekitar 56 hari. Hal-hal seperti ini juga seharusnya diketahui oleh seorang pemandu wisata, katanya.

***

Sebelum kami meninggalkan Blue Lagoon, Jhoe berteriak, “Back and going!” Ia menyuruh bule Eropa itu untuk terjun dari sebuah tali yang menggantung pada salah satu ranting pohon besar di atas Blue Lagoon.

Dengan riangnya, bule itu bergelayutan pada seutas tali dan kemudian terjun ke dalam air. Tanpa berlama-lama, dengan cekatan, Jhoe langsung mengambil gambar setelah pegangan tali dari bule tersebut terlepas, dan sesaat sebelum bule itu menyentuh air.

Hah, perjalanan yang menyenangkan. Selain dapat merasakan air jernih, segar, dan alami; udara segar tanpa polusi, di Blue Lagoon, kami juga mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana seorang tour guide bekerja. Sebuah pengalaman yang berharga.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami
Mantra ke Danau Paisu Pok, Wisata Alam Nan Indah di Sulawesi Tengah
Tags: Pariwisataperjalananpetualangantourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami

Next Post

Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling

Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co