23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
June 16, 2023
in Esai, Tualang
Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Beberapa wisatawan sedang menikmati keindahan Blue Lagoon | Foto: Dok. Tatkala.co

PADA SIANG hari yang panas, seperti biasa di Kota Singaraja, Rabu, 14 Juni 2023, bersama teman-teman Tatkala.co, saya berkunjung ke salah satu tempat wisata air Bali Utara, yang cukup populer, Bule Lagoon, namanya.

Blue Lagoon—wisata air yang terletak di antara Desa Ambengan dan Sambangan—sudah dikelola semenjak tahun 2015 oleh beberapa warga setempat yang memang sadar dengan adanya wisata alam tersebut.

Hingga beberapa tahun terakhir, wisata ini dikelola oleh kelompok sadar wisata (POKDARWIS) Desa Sambangan dan Desa Ambengan. Dan untuk tiket masuknya, dikenai tarif masuk 10 ribu untuk wisatawan lokal dan 25 ribu untuk wisatawan asing.

Blue Lagoon / Foto: Dok. Sri

Ya, wisata Blue Lagoon memang dikelola bersama oleh pihak POKDARWIS Desa Sambangan dan Desa Ambengan. Sehingga, wisatawan yang datang boleh mengambil jalur mana saja. Tergantung dari medan mana yang lebih diminatinya.

Jika mengambil jalur dari bawah (Desa Sambangan), medan yang akan ditempuh akan sedikit menanjak dan memerlukan tenaga yang cukup ekstra, karena jaraknya lebih jauh. Akan tetapi, hal ini akan menjadi sebuah daya tarik, khususnya bagi wisatawan luar negeri yang pure menyukai traveling—karena medan jalan ini cukup menantang.

Sedangkan jika mengambil jalur dari atas (Desa Ambengan), jarak yang ditempuh akan sedikit lebih mudah, wisatawan yang datang bisa memarkirkan kendaraannya di depan rumah warga yang tidak jauh dari tempat tiket masuk.

Kemudian, mulai berjalan kaki menuruni anak tangga sekitar beberapa kilometer, hingga tepat sampai di sebuah bale bengong dan toilet untuk berganti pakaian, yang di depannya sudah tampak terlihat pemandangan dari Blue Lagoon, lengkap dengan hawa sejuk dan beberapa hewan terbang seperti burung, kupu-kupu dan capung yang saling berkejaran di sekitarnya.

***

Di sana kami bertemu Ketut Jhoe, seorang pemandu wisata atau tour guide. Pria yang kerap disapa Jhoe ini berasal dari Desa Sambangan. Ia mengaku sudah menjadi tour guide sejak masih sekolah sampai sekarang—kurang lebih selama tujuh tahunan.

Jhoe menjadi salah satu orang dari kelompok sadar wisata di desanya. Awalnya ia mengikuti trening selama satu tahun, dan kini telah menjadi senior guide di usianya yang masih terbilang muda, sekitar umur 22 tahunan.

Ia mengatakan bahwa spot wisata di daerah ini lumayan berbahaya, misalnya, yang paling tinggi itu sekitar 15 meter untuk jumping sportnya. Sehingga mereka mendapatkan asuransi, dan untuk guidenya harus melalui tahap trening selama satu tahun terlebih dahulu.

Setiap harinya, ia menjadi guide untuk tamu-tamu Eropa dan tidak sedikit juga wisatawan lokal yang memerlukan jasanya sebagai pemandu wisata—walau tidak sebanyak wisatawan asing.

Untuk perekrutan guide ini juga tidak bisa asal-asalan, karena harus melalui tahap trening yang lumayan panjang, sehingga, setiap tahunnya hanya menerima tiga orang saja. Dan saat ini, jumlah pemandu wisata yang ada sekitar 50 orang.

“Sama seperti pegawai pada umumnya, menjadi seorang pemandu wisata juga memiliki rentangan usianya. Jika umurnya sudah mencapai 50 tahunan, mereka akan pensiun sama seperti PNS juga,” terang Jhoe, sambil tertawa.

Jhoe bersama tamunya / Foto: Dok. Sri

Untuk satu orang pemandu wisata, biasanya menghandle maksimal 5 orang tamu—dan tidak bisa lebih, mengingat medan jalan yang dilalui—agar memudahkan guide dan tamu di dalam perjalanannya. Sehingga tidak disarankan untuk seorang pemandu wisata, baik senior sekalipun, untuk membawa tamu lebih dari 5 orang.

“Kami para pemandu wisata menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk mempromosikan jasa yang ditawarkan, sehingga melalui platform tersebut, banyak kami dapatkan bookingan dari wisatawan-wisatawan yang ingin menggunakan jasa guide kami,” ungkap Jhoe.

Menjadi seorang pemandu wisata merupakan hal yang sangat menarik dan bisa dibilang keren—karena mereka harus menerapkan budaya 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dalam menjalankan tugasnya, agar tamu yang dipandunya merasa nyaman saat berwisata.

Tentu, tidak hanya kepada tamunya saja, seorang guide juga menerapkan budaya 5 S ini kepada setiap orang yang ditemuinya selama perjalanan, harus mudah berinteraksi dan selalu hangat dalam bersosialisasi.

Suasana wisatawan di Blue Lagoon / Foto: Dok. Sri

Selain keterampilan berbahasa yang harus dikuasai—dan seluk beluk tempat wisata—, ternyata banyak hal lain yang harus diketahui oleh seorang guide, dalam artian, pemandu wisata harus memiliki wawasan luas tentang hal-hal yang terdapat di tempat-tempat yang akan mereka kunjungi. Misalnya, wawasan tentang pohon, buah, hewan, bahkan tanaman liar sekalipun.

Sebagai pemandu wisata, Jhoe terkadang mendapat pertanyaan tentang hal-hal sekecil itu—sebuah pertanyaan dari tamunya di dalam perjalanan. Sehingga, ia harus bisa menjawabnya, atau setidaknya mengetahui sedikit tentang hal yang ditanyakan oleh wisatawan. Itu menjadi nilai plus.

Seperti yang dilakukan Jhoe saat menjelaskan tentang daur hidup sebuah capung, yang kebetulan saat itu ada banyak sekali capung di area Blue Lagoon, mereka beterbangan ke sana-ke mari.

Jhoe menjelaskan bagaimana seekor capung berkembang biak di air yang tenang, menjadi nimfa dalam kurun waktu yang cukup lama, hingga ke fase mereka menjadi capung dewasa dan memiliki rentang waktu hidup sekitar 56 hari. Hal-hal seperti ini juga seharusnya diketahui oleh seorang pemandu wisata, katanya.

***

Sebelum kami meninggalkan Blue Lagoon, Jhoe berteriak, “Back and going!” Ia menyuruh bule Eropa itu untuk terjun dari sebuah tali yang menggantung pada salah satu ranting pohon besar di atas Blue Lagoon.

Dengan riangnya, bule itu bergelayutan pada seutas tali dan kemudian terjun ke dalam air. Tanpa berlama-lama, dengan cekatan, Jhoe langsung mengambil gambar setelah pegangan tali dari bule tersebut terlepas, dan sesaat sebelum bule itu menyentuh air.

Hah, perjalanan yang menyenangkan. Selain dapat merasakan air jernih, segar, dan alami; udara segar tanpa polusi, di Blue Lagoon, kami juga mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana seorang tour guide bekerja. Sebuah pengalaman yang berharga.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami
Mantra ke Danau Paisu Pok, Wisata Alam Nan Indah di Sulawesi Tengah
Tags: Pariwisataperjalananpetualangantourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami

Next Post

Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails
Next Post
Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling

Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co