24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
April 12, 2023
in Esai
Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?

Ilustrasi tatkala.co

DUNIA perfilman saat ini sudah semakin maju dan berkembang dari sebelumnya. Ya, bagaimana tidak, berbagai macam tayangan yang berasal dari dalam maupun luar negeri, dapat kita akses dengan mudah melalui aplikasi-aplikasi gratis maupun berbayar. Di antaranya yaitu, WeTv, Netflix, Iflix, MAXstream, Vidio dan sebagainya.

Siapa sih, yang tidak tahu deretan aplikasi tersebut? Nah, dengan kemudahannya, berbagai macam genre film masuk ke Indonesia dan mulai digandrungi oleh masyarakat kita. Adapun salah satu contohnya adalah Boy’s Love Series yang berasal dari Thailand itu.

Akhir-akhir ini, di media sosial seperti Tiktok dan juga Twitter, series ini sering saya jumpai menjadi trending dan selalu menjadi fyp. Jika dilihat dari jumlah like, viewers serta komentarnya, dapat disimpulkan tidak sedikit orang menyukai series ini, terlebih lagi di kalangan anak muda, baik itu perempuan maupun pria.

Dalam komentarnya pun, banyak yang menantikan kelanjutan dari episode-episode series tersebut. Bahkan ada yang ceritanya sudah selesai, namun mereka tetap berharap ada season selanjutnya. “Duh, kapan nih season 2 tayang?” ungkap salah satu akun di Tiktok.

***

Perlu diketahui, Boy’s Love Series ini merupakan sebuah film dengan genre hubungan romantis percintaan antara laki-laki dengan laki-laki. Dan jika kita lihat dari sudut pandang adat ketimuran, Indonesia misalnya, hal ini sangatlah bertentangan dengan norma dan adat istiadat kita. Terlebih jika kalangan anak muda kita terpengaruh dengan adanya series ini.

Tak jarang pula, saya temui banyak cuitan di komentar media sosial yang menghina dan memandang buruk series tersebut. Ada yang memberikan komentar negatif, hingga melontarkan hujatannya—karena menurut mereka film tersebut tidak layak dipertontonkan untuk masyarakat umum.

Hal di atas memang benar adanya jika kita melihatnya dari kacamata manusia yang beragama. Bagaimanapun, sudah layaknya kita menjalankan kodrat yang telah ditentukan oleh Tuhan masing-masing.

Terlebih lagi, adat dan budaya kita juga melarang keras akan hal-hal yang memiliki kesan “penyimpangan sosial” seperti itu. Akan tetapi, berbeda pula situasinya jika yang menjadi tolok ukurnya adalah hak asasi manusia—paham yang menjamin setiap orang untuk memiliki kebebasan dalam mengeluarkan dan menyampaikan pendapatnya, menentukan nasib dan pilihannya sendiri, tanpa ada diskriminasi dari pihak manapun.

Hak asasi yang dimiliki oleh setiap individu memberikan kebebasan kepada kita, untuk bebas berekspresi. Apapun itu, kita memiliki hak dalam segala hal. Dengan catatan, hal yang kita lakukan tidak merugikan pihak lain.

For your information, seperti yang pernah saya baca langsung dari blog Kemenkumham, bahwa setiap individu mempunyai beberapa hak semasa hidupnya. Salah satu di antaranya adalah hak atas kebebsan pribadi dan hak atas rasa aman.

Oke, jika sekarang kita kaitkan dengan kasus penggemar Boy’s Love Series, yang tak jarang mendapat perlakuan diskriminatif dari pihak lain; yang terkadang pula, mereka dianggap berbeda dari orang normal pada umumnya.

Mereka “dibenci” karena mereka menyukai hal-hal yang masih dianggap tabu oleh kebanyakan masyarakat. Mereka dianggap tidak normal. “Kurang kerjaan. Gila. Aneh”. Begitu kata orang-orang.

Kemudian, mari kita merenung sejenak. Apakah penggemar Boy’s Love Series ini sudah bisa dibilang mendapatkan hak asasi mereka? Bukankah masih ada diskriminasi yang kerap terjadi?

***

Fenomena Boy’s Love Series kian hari makin digemari. Beberapa dari mereka menyebut dirinya sebagai Fujoshi. Nah, sedikit informasi kawan-kawan, dalam Wikipedia, Fujoshi sendiri merupakan istilah Jepang, sering digunakan untuk menyebut penggemar wanita manga dan novel yang menampilkan hubungan romantis antara laki-laki.

Kita ketahui bahwa aktor dalam film tersebut hanya memainkan perannya saja, akan tetapi tak sedikit dari penontonnya senang menyandingkan mereka di kehidupan nyata. Mereka mengait-ngaitkan postingan video maupun foto dari aktor tersebut, seolah-olah ada sebuah chemistry (perasaan yang bertaut atau terkoneksi) yang benar-benar terjadi antara keduanya.

Dan beberapa di antaranya menyampaikan pembelaan. Mereka menyukai drama Boys Love tidak semata-mata dituduh mendukung tersebar luasnya aktifitas LGBT yang disebabkan oleh tayangan tersebut. Mereka menonton hanya karena mengidolakan aktor-aktornya.

Tidak hanya itu, mereka mengagumi akting dari perannya di dalam series. Bagaimana tidak, dengan performance terbaiknya telah mampu menarik banyak minat penonton.  Boss Chaikamon dan Bright Vachirawit, misalnya, dalam series yang berjudul “Love In The Air” (dirilis pada tahun 2022) dan “2gether : The Series” (dirilis pada tahun 2020).

Banyak juga dari penggemar series ini memanfaatkannya untuk belajar bahasa Thailand, serta menjadikan aktor dari film tersebut sebagai motivatornya dalam menjalani kehidupan.

Seperti yang pernah dikatakan teman saya, yang kebetulan salah satu dari  penggemar Boy’s Love Series, di mana mereka tidak mendukung penuh kemungkinan hal buruk yang dapat terjadi. Mereka hanya menyukai apa yang mereka sukai.

Terlepas dari dampak negatif dan positif yang disebabkan oleh Boy’s Love Series ini, sedikit yang bisa saya sampaikan, bahwa kita sebagai manusia yang memiliki kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan juga mengakui adanya hak asasi yang dimiliki oleh setiap individu, ada baiknya untuk saling menghormati pendapat dan juga sesuatu yang menjadi kesenangan orang lain dengan tidak menjatuhkan satu sama lainnya—karena apapun yang kita anggap buruk untuk orang lain, belum tentu juga buruk untuk diri mereka sendiri, begitupun sebaliknya.

Kita dapat menghargai dan menghormati apa yang mereka senangi dengan catatan: tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi orang lain, serta tidak mengambil tindakan secara individual terkait hal yang menurut kita bertentangan dengan prinsip sendiri.

Dengan kita saling menghormati dan menghargai, bukan berarti kita mendukung hal-hal negatif yang terjadi, bukan? Tetapi, “menghormati” dan “menghargai” hanya karena mereka juga mempunyai hak asasi sebagai individu (manusia).

Kita tidak cukup hanya memandang dari satu sisi saja, dan secara serampangan menganggap mereka salah sepenuhnya. Tidak, lebih baik kita belajar saling menghargai keputusan pribadi (masing-masing) orang lain.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
LGBT, Perseteruan Panjang Hak Melawan “Aib”
Sekali Lagi Tentang LGBT, Sebuah Kisah
Tags: cintaesailaki-lakiLGBT
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ruwatan Samudera”, Procession Visualization in a Dance Fragments

Next Post

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co