24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali

Ritaro Hari Wangsa by Ritaro Hari Wangsa
March 31, 2023
in Esai
Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023. Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Mengusung tema “Kuasa dan Pertunjukan”, Mulawali Institute berupaya merefleksikan kembali keterkaitan seni dan kekuasaan di Bali dengan mengundang akademisi sebagai pemantik diskusi. Kelas Wacana Mulawali dibagi menjadi 4 skema yang secara intensif membahas sejumlah topik.

Pemaknaan seni (khususnya pertunjukan) dan kekuasaan bukanlah hal yang lumrah untuk dibincangkan utamanya dalam penyelenggaraan seni pertunjukan di Bali. Umumnya, konteks seni hanya dilihat sebagai seni itu sendiri dan konteks kekuasaan cenderung berporos pada negara. Pembayangan mengenai keterkaitan seni dan kekuasaan yang terbesit mungkin hanyalah bentuk-bentuk protes pada pemerintah melalui karya seni. Namun, pembayangan tersebut belum cukup untuk dapat memahami seni dan kekuasaan secara mendalam, lebih-lebih kaitannya dengan konteks hari ini.

Beranjak dari hal tersebut, Kelas Wacana Mulawali tahun ini mengangkat tema bertajuk “Kuasa dan Pertunjukan”. Sebagai sebuah program tahunan, Mulawali Institute berupaya memberikan ruang untuk berbagi pengetahuan dengan format diskusi, ceramah, dan pengkajian bersama.

Kelas Wacana Mulawali tahun ini menghadirkan Gede Indra Pramana yang merupakan seorang peneliti di Prakerti dan dosen Ilmu Politik Universitas Udayana sebagai pengampu. Kelas ini dilaksanakan secara luring selama 2 (dua) minggu dengan 4 kali pertemuan, di mana pada pertemuan pertama dan kedua dilaksanakan di Taman Baca Kesiman, Denpasar, dan dua pertemuan selanjutnya dilaksanakan di Kulidan Kitchen and Space, Guwang, Sukawati-Gianyar.

Dengan waktu pendaftaran yang kurang dari satu minggu dan pembatasan jumlah peserta, kegiatan kelas ini diikuti oleh dua belas orang dengan latar belakang yang beragam. Selama kegiatan, para peserta difasilitasi dengan sejumlah materi yang telah dikurasi pemateri sesuai dengan topik pada masing-masing pertemuan, serta pelengkap diskusi, seperti alat tulis dan snack.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Dharsanam

Pembacaan Ulang Konsep Kuasa dan Pertunjukan

Pertemuan pertama yang dilaksanakan tanggal 11 Maret 2023 mengangkat topik “Refleksi atas Konsep Kuasa di Asia Tenggara” sebagai fondasi pembelajaran pada tema terkait. Indra Pramana menyebutkan pemahaman terhadap konsep kuasa di Asia Tenggara penting untuk membantu merefleksikan asumsi-asumsi yang sudah dibangun tradisi keilmuan, baik dalam ilmu politik ataupun bidang ilmu lainnya. Adapun materi yang menjadi landasan diskusi pertemuan ini, salah satunya adalah Revisiting Ideas of Power in Southeast Asia oleh Hjorleifur R. Jonsson (2022).

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute,Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Sebelum masuk dalam pembahasan yang lebih mendalam mengenai konsep kekuasaan di Asia Tenggara, kelas disuguhkan dengan 2 cuplikan video Analisis Kuasa oleh Cornelis Lay, sebagai titik berangkat partisipan memahami kekuasaan. Pada materi yang disajikan tersebut, dibahas pula hasil temuan dari Benedict Anderson, Lucien Hanks, Clifford Geertz, dan James C. Scott yang menggambarkan bagaimana ilmuan Barat mendefinisikan kekuasaan di Asia Tenggara, dan bagaimana hubungan kekuasaan dalam realitas sosial.

Berangkat dari pemahaman mengenai konsep kekuasaan, pertemuan kedua mengangkat topik “Ritual dan Pertunjukan pada Masyarakat Bali”. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2023. Para peserta disajikan film dokumenter “Trace and Dance in Bali” yang direkam oleh antropolog Margaret Maed dan Gregory Bateson saat mereka datang ke Bali pada 1930-an. Film tersebut menampilkan pertunjukan Barong dan Rangda, dan menggambarkan posisi pertunjukan sebagai bagian dari ekspresi atas keyakinan masyarakat yang tidak lepas dari kehidupan masyarakat Bali.

Tulisan Hildred Geertz yang berjudul “A theatre of Cruelty: The Contexs of a Topeng Performance” yang terhimpun dalam buku State and Society in Bali (1991), yang membahas mengenai konteks kekuasaan, masyarakat, kesenian, dan ritual menjadi referensi pertemuan Skema II. Hasil laporan etnografi Geertz telah memberikan gambaran secara kongkret bagaimana kekuasaan bekerja dalam konteks masyarakat Bali yang rupanya berkaitan dengan kesenian.

Diskusi selanjutnya membahas mengenai keterkaitan seni dan kebudayaan dengan negara dalam konteks pengoperasian kekuasaan negara pada level global. Pertemuan ketiga yang dilaksanakan pada 18 Maret 2023 ini, fokus pada seni dan budaya sebagai soft-power yang berperan penting bagi diplomasi negara. Selain itu, pada pertemuan ini juga dibahas bagaimana negara hadir dan mempengaruhi situasi kesenian di Indonesia.

Tulisan dari Matthew Isaac Cohen (2019) dengan judul “Three eras of Indonesian Arts Diplomacy” menjadi pokok bahasan dalam diskusi pertemuan ini. Tulisan tersebut menunjukan bagaimana pengaruh kepemimpinan pada penggunaan budaya dalam diplomasi. Selain dalam bentuk pendekatan top-down, praktik kesenian juga berkembang dengan pendekatan bottom-up. Hal ini dapat dilihat dalam konteks proses berkesenian yang ditempuh “Devi Dja”.

Devi Dja merupakan seorang penari Jawa-Bali yang pada akhir tahun 1930-an hingga awal 1940-an telah melakukan tur dunia secara mandiri dan memperkenalkan Indonesia dengan wajah yang berbeda dari stereotip yang telah terbangun di Barat melalui tarian dan partisipasinya dalam perfilman Barat. Warisan yang ditinggalkan Devi Dja tersebut pada akhrinya mempermudah dunia untuk menggambarkan Indonesia yang sangat kompleks.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Kembali lagi pada konteks lokal, praktik kesenian pada akar rumput di Bali menjadi sorotan diskusi skema kelas IV dengan topik “Sastra Realisme Sosialis Putu Shanty Sebagai Catatan Sejarah”. Diskusi diawali dengan pemutaran film “Sekeping Kenangan” garapan Hadhi Kusuma bersama Komunitas Taman 65. Dikutip dari laman YouTube Taman 65, film tersebut merupakan sebuah rekaman proses awal pembuatan album kompilasi Prison Songs: Nyanyian yang dibungkam. Film ini dibuat sebagai upaya pengarsipan sejarah melalui dialog dengan pencipta atau yang terlibat dengan tembang-tembang dari penjara Pekambingan-Denpasar.

Sebagai pengantar diskusi, film tersebut membantu peserta dalam melihat seni sebagai media ekspresi, namun dapat juga menggambarkan situasi masyarakat pada periode tertentu. Hal serupa ditunjukkan oleh salah satu intelektual pada pertengahan abad ke-20, yakni Putu Shanty. Diskusi pada pertemuan ini juga berangkat dari artikel “The Social Realist Stories of Putu Shanty as Historical Record: Balinese Culture and Indonesian National Politics in the 1950s” karya I Nyoman Wijaya, I Nyoman Darma Putra, dan Adrian Vickers, yang memberikan gambaran atas kebudayaan Bali dan situasi politik Indonesia pada tahun 1950-an.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Selama berjalannya diskusi pada Kelas Wacana Mulawali, baik dari Mulawali Institute ataupun partisipan yang hadir turut aktif bertukar gagasan. Menariknya, selain memberikan wawasan baru terkait masing-masing topik, pemateri selalu menyisipkan lelucon dan pertanyaan-pertanyaan kritis yang membuat partisipan menjadi lebih santai sambil membahas hal-hal yang serius.

Di samping itu, diskusi semakin seru dengan kehadiran partisipan dengan latar belakang yang beragam, baik dari pelaku seni hingga pelajar. Para peserta berpartisipasi memberikan pandangan berdasarkan pengalaman masing-masing. Hal tersebut menjadi nilai tambah selama mengikuti kelas ini, karena beragam insight baru yang disampaikan oleh para peserta.

Tentu dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak luput dari beberapa kekurangan seperti situasi pencahayaan yang menjadi kendala penampilan video pada skema kelas I. Namun, hal tersebut, tak menyurutkan atensi seluruh partisipan dalam menyimak materi yang diberikan. Selain menjadi ajang belajar terkait dengan konsep kekuasaan dan sisi lain dari pertunjukan, salah satu partisipan juga menyebutkan bahwa kelas ini menjadi wadah untuk membangun inspirasi dalam menciptakan karya baru. [T]

Tags: baliMulawali InstituteSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Refleksi Dies Natalis VII Mpu Kuturan Singaraja : Progres Fisik, SDM dan Peningkatan Status Terus Digenjot

Next Post

Stand Up Comedy: Tertawa yang Murah Namun Menyehatkan

Ritaro Hari Wangsa

Ritaro Hari Wangsa

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Udayana yang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan jurnalis dan tim penelitian di Ilmu Politik Udayana.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Stand Up Comedy: Tertawa yang Murah Namun Menyehatkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co