7 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ni Luh Sinta Yani | Mulai dari Desa, Belajar Mengurus Pemilu

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 18, 2023
in Persona, Pilihan Editor
Ni Luh Sinta Yani | Mulai dari Desa, Belajar Mengurus Pemilu

Ni Luh Sinta Yani | Foto: Istimewa

BANYAK PEREMPUAN kini terlibat dalam urusan politik. Jika tak jadi calon legislative (caleg), para perempuan terlibat dalam lembaga-lembaga yang mengurus pemilu, semisal KPU dan Bawaslu.

Ni Luh Sinta Yani salah satu perempuan muda yang turut serta dalam hiruk-pikuk kepemiluan yang sudah bergaung sejak tahun 2023 ini hingga saat hari pemilihan tahun 2024 mendatang.

Perempuan muda yang penuh energi itu kini menjadi petugas Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Kabupaten Buleleng. Ia bertugas di wilayah Kecamatan Tejakula. Dari desa-desa di kecamatan itu ia mulai belajar bagaimana cara mengurus pemilu, agar pemilu berlangsung lancar, aman, damai, dan indah.  

Kok bisa-bisanya dia jadi petugas PPK? Padahal ia masih punya begitu banyak kesibukan sebagai aktivis di sejumlah organisasi, bahkan ia sedang menempuh pendidikan S2.  

“Saya menjadi PPK sebenarnya karena ada peluang, dorongan, dan juga jaringan,” kata Sinta Yani dengan mantap.

Sejak awal ia punya niat belajar. Belajar menjadi bagian dari penyelenggara pemilu sekaligus juga belajar masalah-masalah sosial kemsyarakatan dan masalah politik.

“Saya ikuti proses dan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa lolos. Di sisi lain, saya juga tertarik untuk terlibat dan belajar dalam proses penyelenggaraan pemilu. Tentunya nanti pengalaman ini akan menjadi salah portofolio saya untuk karir ke depannya,” ujarnya.

Ni Luh Sinta Yani usinya 23 tahun. Ia akrab disapa dengan nama Sinta. Ia menjadi ketua pada Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Buleleng masa jabatan 2021 – 2023.

Ia lulus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Buleleng jurusan Pendidikan Ekonomi. Dan kini sedang melanjutkaan pendidikan S2 di Universitas Negeri Semarang (Unes) dengan mengambil Jurusan Pendidikan Ekonomi.

Perjuangan untuk meraih PPK, bagi Sinta, bukanlah perjuangan mudah. Ia ikut semua proses, mulai dari tahapan dari pendaftaran bulan November 2022, kemudian dilanjutkan pada bulan Desember 2022 untuk tes Computer Assisted Tes (CAT), serta wawancara mengenai topik wawasan kebangsaan, pengetahuan seputar pemilu, dan juga pengetahuan umum.

“Persiapan itu hanya dilakukan selama seminggu dengan bantuan latihan soal pada sosial media yang menyediakan informasi seputar tes Pemilu,” kata Sinta.

Apakah ia bisa membagi waktu antara pendidikan, organisasi dan tugas-tugas menjadi PPK? Tentu saja bisa.

Sinta mengaku sudah terbiasa dihadapkan pada banyak pekerjaan dalam sustu waktu yang ketat.  Kuncinya, kata dia, harus dilakukan penyusunan jadwal dan membuat skala prioritas, dan harus pandai dalam manajemen waktu, sehingga semua tugas dapat terselesaikan sesuai target tanpa mengurangi kualitas dari apa yang dikerjakan.

 “Perempuan mesti bisa mengatur waktu agar bisa terlibat di dalam segala aspek, karena perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama. Apalagi banyak program yang saat ini memprioritaskan perempuan untuk terlibat, termasuk juga di penyelenggaraan pemilu,” kata Sinta Yani dengan nada bicara amat yakin.

Sinta mengaku bangga karena pada PPK di kecamatan se-Kabupaten Buleleng sudah ada perwakilan perempuan. Hanya saja jumlahnya masih 1-2 orang tiap kecamatan.

“KPU Buleleng sempat saya dengar akan mencanangkan di satu TPS, seluruh penyelenggaranya adalah perempuan, dari PPK, PPS, KPPS, dan lain-lain, semuanya perempuan. Dan saya sangat menyambut baik hal itu,” kata Sinta.

Sinta Yani memang perempuan muda yang penuh semangat. Ia lahir di sebuah desa di wilayah Tejakula, namun niatnya untuk melanglang ke segala penjuru kehidupan tak pernah surut. Sebagai perempuan ia ingin memberi contoh sekligus mendorong perempuan untuk terus berbuat, berkarya, di segala minat dan bidang.

“Saya ingin sekali memperjuangkan agar semua perempuan mampu memanfaatkan semua kesempatan termasuk sebagai penyelenggara pemilu,” kata Sinta.

Untuk itulah Sinta berharap semua itu tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Hambatan perempuan untuk ikut dalam penyelenggara pemilu, terutama perempuan yang sudah menikah, adalah tugas-tugas domestik.

“Maka dari itu perlu dukungan-dukungan dari keluarga dan juga masyarakat,” kata Sinta mantap.

Perempuan-perempuan yang ikut menjadi penyelenggara pemilu atau menjadi calon legislatif dan menjadi kepada daerah , kata Sinta, adalah perempuan-perempuan hebat dan berani. Mereka berani untuk mengambil kesempatan dan juga risiko menjadi seorang politisi.

Namun Sinta tetap sangat berharap, perempuan yang masuk ke dunia politik memang betul-betul dari niat hatinya dan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat utamanya perempuan. Bukan yang ikut karena dorongan dan iming-iming dari petinggi partai politik agar partainya terpenuhi kuota perempuannya, dan sehabis itu, mereka tidak dikawal dan dibiarkan begitu saja.

“Jadi perempuan, jangan biarkan diri diperlakukan seperti kata pepatah, habis manis sepah dibuang,” kata Sinta. [T]

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik
Kedudukan Perempuan
Senyum Manis 3 Perempuan Bank | Eh, Bukan Bank Umum, Tapi Bank Sampah
Tags: KPUPerempuanPerempuan BaliPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dari Sejarah: Bersatu Kita Kuat

Next Post

Masalah Lansia di Panti Sosial Adalah Kesehatan dan Administrasi

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Masalah Lansia di Panti Sosial Adalah Kesehatan dan Administrasi

Masalah Lansia di Panti Sosial Adalah Kesehatan dan Administrasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co