14 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kedudukan Perempuan

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 14, 2020
in Esai
Kedudukan Perempuan

Foto ilustrasi: Pementasan teater Negeri Perempuan oleh Komunitas Mahima di Taman Budaya Denpasar 19 Juni 2012 [Foto Agus Wiryadi]

Peran perempuan  dalam kehIdupan keluarga menduduki posisi yang sangat penting. Perempuan  menjadi ibu dari anak yang dilahirkan. Ibu membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang. Peran ibu sangat penting dalam mendidik anak sehingga untuk menghargai peran ibu setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu. Ketika lahir, anak  berinteraksi untuk pertama kali dengan ibu. Anak mulai belajar menetek. Anak berangsur-angsur tumbuh dan mulai belajar berbicara. Bahasa yang pertama dikuasai anak disebut sebagai bahasa ibu. Hal ini mengindikasikan bahwa perempuan menduduki posisi yang penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

 Bachofen berasumsi bahwa sebelum masyarakat di dunia mengenal peradaban, masyarakat hidup dalam tatanan hetarisme (tidak beradab). Setelah masa hetarisme, masyarakat baru mengenal tatanan kehidupan yang menempatkan sosok ibu sebagai peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Asumsi Bachofen didasari oleh hasil analisisnya terhadap mitos-mitos dan simbol-simbol bangsa Romawi, Yunani, dan Mesir. Dari analisisnya, Bachofen berpendapat bahwa struktur patriarki  dalam masyarakat merupakan struktur masyarakat yang relatif baru karena sebelum struktur tersebut ada, masyarakat telah mengenal struktur matriarkat.  Fase matriarkat merupakan fase pertengahan yang berada di antara fase terendah (hetarisme) dan fase tertinggi (patriarkat) (dalam Fromm, 2011:57).

Munculnya teori ini didasari oleh konsep alamiah Bachofen yang diasosiasikan dengan kehidupan binatang. Induk binatang yang telah melahirkan anak-anaknya secara instingtif anak-anaknya akan mengikuti induknya. Begitu lahir anak binatang tersebut secara alamiah anak binatang tersebut mengikuti induknya. Induknya dengan penuh kasih sayang membesarkan anaknya.

Menurut Bachofen, hal yang sama juga dilakukan oleh seorang ibu. Rasa kasih sayang seorang ibu ditunjukkan  sejak anak dalam kandungan. Setelah anak tersebut lahir, naluri seorang ibu untuk memerhatikan anaknya merupakan bentuk tanggung jawab alamiah  seorang ibu. Cinta, perhatian, dan tanggung jawab terhadap anak merupakan tanggung jawab seorang ibu. Kasih ibu  diberikan kepada anak-anaknya diberikan secara tulus tanpa pilih kasih. Konsekuensi dari prinsip budaya yang berpusat pada ibu  adalah prinsip-prinsip tentang kemerdekaan, kesetaraan, kebahagiaan, dan pengakuan kehidupan tanpa syarat.

Dalam tatanan masyarakat matriarkat, perempuan memegang peranan penting dan mempunyai kedudukan sebagai ratu, pendeta atau pemimpin pemerintahan, sedangkan laki-laki berpartisipasi dalam masyarakat tersebut. Dalam masyarakat tersebut seorang ayah tidak diakui memiliki hubungan darah dengan anaknya (Fromm, 2011:57).  Seorang anak merasa dekat dengan ibunya karena seorang ibu telah melahirkan anak-anaknya. Seorang ibu telah membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.

Setelah melalui evolusi yang panjang, barulah kecenderungan dominasi laki-laki muncul. Usaha untuk mendominasi muncul karena kecemburuan laki-laki terhadap perempuan. Menurut Fromm (2011: 60), kecemburuan tersebut adalah kecemburuan terhadap kehamilan perempuan terutama kecemburuan akan kapasitas untuk dapat melahirkan anak. Hanya perempuan yang mempunyai kodrat melahirkan. Kodrat tentang kemampuan melahirkan tersebut memosisikan perempuan menjadi sosok penting dalam tatanan kehidupan.

Menurut Fromm (2011: 60),  ada beberapa alasan mengapa perempuan begitu berharga dalam tatanan masyarakat matriarkat. Pertama, karena alasan ekonomi. Semakin primitif perekonomian tersebut, semakin rendah penerapan teknologi yang digunakan (penggunaan mesin-mesin) semakin besar nilai tenaga manusia dalam perekonomian tersebut. Oleh karena itu, semakin besar pula nilai perempuan sebagai penyedia tenaga kerja bagi masyarakat.  Kedua, dalam masyarakat primitif pertanian dan peternakan sangat tergantung pada kekuatan alam, seperti kesuburan tanah, cadangan air, dan cahaya matahari. Kekuatan alam memberikan kekayaan bagi kehidupan manusia. Perempuan sebagai penyedia tenaga manusia dianggap memiliki kekuatan misterius seperti kekuatan alam.

Dengan berkembangnya kehidupan manusia melalui masa evolusi dan semakin berkembangnya faktor rasional pada manusia membawa akibat pada perkembangan teknologi. Penerapan teknologi pada segala bidang kehidupan membawa pengaruh terhadap penghargaan perempuan sebagai penyedia tenaga kerja  sehingga produktivitas alamiah perempuan tidak dihargai lagi. Peran prokreatif rasional laki-laki  semakin berkembang sehingga peran laki-laki semakin dominan dan menggeser peran perempuan dalam kehidupan manusia. Pada akhirnya melalui evolusi yang sangat panjang dan perkembangan masyarakat mengarah pada masyarakat modern, peran perempuan semakin berkurang.

Dominasi laki-laki terlihat jelas dalam kehidupan masyarakat karena produktivitas prokreatif rasionalnya. Dengan perkembangan rasionalitas tersebut manusia mulai menjelajah dunia dengan penemuan dan penaklukan daratan-daratan baru, terjalinnya hubungan-hubungan dagang. Dengan penemuan teknologi dan terjalinnya hubungan dagang tersebut, faktor alam mulai tidak dihargai begitu pula peran perempuan tidak dihargai. Tatanan masyarakat telah berubah ke arah tatanan rasionalisme borjuis. Tatanan tersebut merupakan ciri dari struktur masyarakat patriarkat. Menurut Bachofen walaupun  tatanan masyarakat patriarkat merupakan bentuk evolusi tatanan masyarakat tertinggi, hal tersebut tidak membuat aspek positif matriarkat terabaikan.  Aspek positif matriarkat mengedepankan kesetaraan, universal, dan pengakuan kehidupan tanpa syarat sedangkan aspek negatifnya adalah ikatan akan darah dan tanah, kurang rasional, dan kemajuan. Aspek positif patriarkat adalah kebenaran, hukum, ilmu pengetahuan, peradaban, sedangkan aspek negatifnya adalah adanya hierarki, penindasan, ketidaksetaraan (Fromm, 2011:7). 

Bachofen memercayai, meskipun evolusi tatanan manusia telah terjadi, hal tersebut  tidak berarti bahwa prinsip-prinsip matriarkat telah hilang. Dia percaya bahwa akhir berarti ke awal. Prinsip matriarkat tidak hilang begitu saja, tetapi dikonversi dan digabungkan dengan prinsip-prinsip patriarkat.  Berdasarkan  asumsi tersebut dalam tatanan masyrakat patriarkat masih dapat ditelusuri ciri kematriarkian masyarakat tersebut. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lontar Kalender

Next Post

BEMBENG, TAKSU YANG TENGET || Bagian kedua dari tiga tulisan

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
0
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

Read moreDetails

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
0
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

Read moreDetails

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
0
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

Read moreDetails

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
0
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

Read moreDetails

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

by Chusmeru
August 12, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

Read moreDetails

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
0
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

Read moreDetails

Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

by Agung Sudarsa
August 11, 2026
0
Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai...

Read moreDetails

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

by Angga Wijaya
August 11, 2026
0
Telenovela

SETIAP kali saya mengunggah tulisan yang agak muram di media sosial, ada saja saudara atau kerabat yang kemudian mengirim pesan...

Read moreDetails

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

Read moreDetails

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
0
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

Read moreDetails
Next Post
BEMBENG, TAKSU YANG TENGET || Bagian kedua dari tiga tulisan

BEMBENG, TAKSU YANG TENGET || Bagian kedua dari tiga tulisan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana
Ulas Rupa

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

by Hartanto
August 13, 2026
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   
Esai

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih
Ulas Musik

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

by Mahesa Putra
August 13, 2026
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’
Panggung

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
Sekali Lagi tentang Dirgahayu
Bahasa

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

by I Made Sudiana
August 13, 2026
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   
Esai

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co