22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentas Puisi Musik Keboen Sastra di Dusun Senja: Mereka Berkeliling Membangunkan Orang-orang

Nanoq da Kansas by Nanoq da Kansas
September 7, 2022
in Ulas Musik
Pentas Puisi Musik Keboen Sastra di Dusun Senja: Mereka Berkeliling Membangunkan Orang-orang

Pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra - Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Minggu 28/8/2022.

Orang-orang harus dibangunkan
Kesaksian harus diberikan
Agar kehidupan bisa terjaga

WS. Rendra (1974)

_____

Makna dari penggalan puisi karya WS. Rendra di atas begitu terasa saat menyaksikan pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra – Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Bali, Minggu 28 Agustus 2022.

10 lagu yang berbasis puisi karya Ipoer Wangsa (penyair) dan Herie Matahari yang juga penyair dan musisi jalanan sekaligus vokalis Keboen Sastra Bogor, terasa begitu relevan dengan kondisi lingkungan (ekologi), kondisi sosial maupun fakta-fakta kehidupan anak-anak jalanan saat ini. “Sungai”, “Petani”, “Reformasi”, “Kasak-Kusuk”, “Revolusi” dan “Mars Kesaksian” adalah beberapa lagu yang begitu kuat membawa perasaan penonton untuk mengingat kembali berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang selama ini masih saja terabaikan.

Bahwa lingkungan hidup sudah begitu parah rusaknya tetapi sebagian besar orang-orang tetap saja menganggapnya normal, bahwa kondisi sosial masyarakat secara umum semakin carut-marut tetapi sebagian besar orang-orang tetap saja menganggapnya aman, dan bahwa kehidupan anak-anak jalanan hingga saat ini masih belum maksimal tersentuh oleh negara.

Tebing-tebing diruntuhkan, lahan-lahan pertanian dirusak, kecurigaan bahkan sentimen sosial yang seolah sengaja diciptakan, keadilan yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu dan seterusnya. Inilah persoalan-persoalan yang disuarakan oleh Keboen Sastra di hadapan penonton yang sebagian besar adalah warga petani, anak-anak muda penggiat seni dan beberapa tokoh masyarakat di Dusun Senja.

Kehadiran Keboen Sastra dalam pentas keliling mereka kali ini, terasa memang dikemas untuk membangunkan kesadaran orang-orang bahwa kehidupan belum baik-baik saja.

“Teks-teks puisi yang kami tulis dan kami jadikan lagu-lagu ini sepenuhnya dari fakta-fakta yang ada saat ini. Kondisi yang sebenarnya sudah ada dan terjadi sejak lama sekali. Sedihnya, sampai menginjak 77 tahun kemerdekaan republik ini, tidak ada yang berubah, bahkan kerusakan di mana-mana terasa semakin parah, dan kita tetap saja abai ,” ujar Herie Matahari.

Pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra – Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Minggu 28/8/2022.

Apa yang dikatakan Herie ini diamini oleh oleh Ipoer Wangsa. “Di tengah perusakan lingkungan yang kian masif, saat ini kita juga terjerumus dalam era reformasi yang berubah menjadi keliaran yang bablas. Semua orang bebas bicara, bebas beraksi, bukannya menambah baik keadaan tetapi malah semakin mengacaukan tatanan etika yang paling mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Di sinilah kami Keboen Sastra harus datang membangunkan orang-orang,” demikian Ipoer Wangsa.

Dalam pentas ini, Keboen Sastra tidak mau mendominasi panggung sendirian. Mereka juga mengajak penonton untuk ikut tampil membaca puisi dan membawakan musikalisasi puisi. Bahkan saat membawakan lagu “Petani”, mereka berkolaborasi dengan seorang remaja Dusun Senja, Kanahaya Elang Semesta untuk membacakan puisi “Puisi Kecil Para Petani Kecil” karya Nanoq da Kansas.  

Pentas musik berdurasi dua jam ini, diakhiri dengan diskusi bersama penonton dan beberapa tokoh masyarakat yang hadir. Salah satu tokoh masyarakat Desa Candikusuma yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana, I Ketut Astawa Putra, mengatakan sangat merasa tercerahkan oleh apa yang ditampilkan  Keboen Sastra.

“Terimakasih Keboen Sastra, kalian telah datang untuk ikut berperan membangun kesadaran pada masyarakat. Memberi wawasan kepada anak-anak muda di dusun kami, bahwa seni musik tidak hanya tentang keindahan, tentang asmara atau berhenti hanya sebagai hiburan. Kita berada dalam satu semangat perjuangan dengan cara dan media kita masing-masing. Mari terus bersuara!” demikian Astawa yang secara spontan memberikan cenderamata berupa udeng, kamben serta gelang tridatu kepada Herie dan kawan-kawan.

Pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra – Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Minggu 28/8/2022.

Sementara itu seorang penggiat lingkungan, Gus West dari Yahembang, Mendoyo, memberikan apresiasi atas kerelaan Keboen Sastra untuk memilih “panggung idealis” dalam perjalanan musiknya.

“Sekarang banyak sekali tumbuh band-band indie dengan karya lagu-lagu yang bagus. Dari band-band indie itu kita selalu mendengar teks-teks mengenai keindahan alam, tentang senja, tentang romantisme kehidupan kota, tetapi sangat sedikit yang mau menyentuh fenomena atau realitas persoalan sosial karena mereka takut lagu-lagunya tidak laku dijual. Di sinilah teman-teman dari Keboen Sastra layak mendapat apresiasi dan dukungan, karena musik mereka berani bersuara walaupun harus sepi atau tak dihitung dalam industri hiburan. Saya salut!” demikian Gus West yang juga aktivis Greenpeace Internasional ini. [T]

Dusun Senja, 29 Agustus 2022

Tags: jembranamusikmusik puisimusikalisasi puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Nursini Temukan Bakteri Lokal Penghasil GABA Pencegah Hipertensi Hingga Diabet

Next Post

Minikino Film Week 8 Digelar 2-10 September

Nanoq da Kansas

Nanoq da Kansas

Dramawan, penulis puisi dan cerpen. Pendiri Komunitas Kertas Budaya di Jembrana. Kini nyambi jadi tukang cuci piring di Romprok Kopi, Negara, Bali

Related Posts

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026
0
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

Read moreDetails

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
0
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

Read moreDetails

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails
Next Post
Minikino Film Week 8 Digelar 2-10 September

Minikino Film Week 8 Digelar 2-10 September

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co