13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentas Puisi Musik Keboen Sastra di Dusun Senja: Mereka Berkeliling Membangunkan Orang-orang

Nanoq da Kansas by Nanoq da Kansas
September 7, 2022
in Ulas Musik
Pentas Puisi Musik Keboen Sastra di Dusun Senja: Mereka Berkeliling Membangunkan Orang-orang

Pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra - Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Minggu 28/8/2022.

Orang-orang harus dibangunkan
Kesaksian harus diberikan
Agar kehidupan bisa terjaga

WS. Rendra (1974)

_____

Makna dari penggalan puisi karya WS. Rendra di atas begitu terasa saat menyaksikan pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra – Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Bali, Minggu 28 Agustus 2022.

10 lagu yang berbasis puisi karya Ipoer Wangsa (penyair) dan Herie Matahari yang juga penyair dan musisi jalanan sekaligus vokalis Keboen Sastra Bogor, terasa begitu relevan dengan kondisi lingkungan (ekologi), kondisi sosial maupun fakta-fakta kehidupan anak-anak jalanan saat ini. “Sungai”, “Petani”, “Reformasi”, “Kasak-Kusuk”, “Revolusi” dan “Mars Kesaksian” adalah beberapa lagu yang begitu kuat membawa perasaan penonton untuk mengingat kembali berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang selama ini masih saja terabaikan.

Bahwa lingkungan hidup sudah begitu parah rusaknya tetapi sebagian besar orang-orang tetap saja menganggapnya normal, bahwa kondisi sosial masyarakat secara umum semakin carut-marut tetapi sebagian besar orang-orang tetap saja menganggapnya aman, dan bahwa kehidupan anak-anak jalanan hingga saat ini masih belum maksimal tersentuh oleh negara.

Tebing-tebing diruntuhkan, lahan-lahan pertanian dirusak, kecurigaan bahkan sentimen sosial yang seolah sengaja diciptakan, keadilan yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu dan seterusnya. Inilah persoalan-persoalan yang disuarakan oleh Keboen Sastra di hadapan penonton yang sebagian besar adalah warga petani, anak-anak muda penggiat seni dan beberapa tokoh masyarakat di Dusun Senja.

Kehadiran Keboen Sastra dalam pentas keliling mereka kali ini, terasa memang dikemas untuk membangunkan kesadaran orang-orang bahwa kehidupan belum baik-baik saja.

“Teks-teks puisi yang kami tulis dan kami jadikan lagu-lagu ini sepenuhnya dari fakta-fakta yang ada saat ini. Kondisi yang sebenarnya sudah ada dan terjadi sejak lama sekali. Sedihnya, sampai menginjak 77 tahun kemerdekaan republik ini, tidak ada yang berubah, bahkan kerusakan di mana-mana terasa semakin parah, dan kita tetap saja abai ,” ujar Herie Matahari.

Pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra – Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Minggu 28/8/2022.

Apa yang dikatakan Herie ini diamini oleh oleh Ipoer Wangsa. “Di tengah perusakan lingkungan yang kian masif, saat ini kita juga terjerumus dalam era reformasi yang berubah menjadi keliaran yang bablas. Semua orang bebas bicara, bebas beraksi, bukannya menambah baik keadaan tetapi malah semakin mengacaukan tatanan etika yang paling mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Di sinilah kami Keboen Sastra harus datang membangunkan orang-orang,” demikian Ipoer Wangsa.

Dalam pentas ini, Keboen Sastra tidak mau mendominasi panggung sendirian. Mereka juga mengajak penonton untuk ikut tampil membaca puisi dan membawakan musikalisasi puisi. Bahkan saat membawakan lagu “Petani”, mereka berkolaborasi dengan seorang remaja Dusun Senja, Kanahaya Elang Semesta untuk membacakan puisi “Puisi Kecil Para Petani Kecil” karya Nanoq da Kansas.  

Pentas musik berdurasi dua jam ini, diakhiri dengan diskusi bersama penonton dan beberapa tokoh masyarakat yang hadir. Salah satu tokoh masyarakat Desa Candikusuma yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana, I Ketut Astawa Putra, mengatakan sangat merasa tercerahkan oleh apa yang ditampilkan  Keboen Sastra.

“Terimakasih Keboen Sastra, kalian telah datang untuk ikut berperan membangun kesadaran pada masyarakat. Memberi wawasan kepada anak-anak muda di dusun kami, bahwa seni musik tidak hanya tentang keindahan, tentang asmara atau berhenti hanya sebagai hiburan. Kita berada dalam satu semangat perjuangan dengan cara dan media kita masing-masing. Mari terus bersuara!” demikian Astawa yang secara spontan memberikan cenderamata berupa udeng, kamben serta gelang tridatu kepada Herie dan kawan-kawan.

Pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra – Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Minggu 28/8/2022.

Sementara itu seorang penggiat lingkungan, Gus West dari Yahembang, Mendoyo, memberikan apresiasi atas kerelaan Keboen Sastra untuk memilih “panggung idealis” dalam perjalanan musiknya.

“Sekarang banyak sekali tumbuh band-band indie dengan karya lagu-lagu yang bagus. Dari band-band indie itu kita selalu mendengar teks-teks mengenai keindahan alam, tentang senja, tentang romantisme kehidupan kota, tetapi sangat sedikit yang mau menyentuh fenomena atau realitas persoalan sosial karena mereka takut lagu-lagunya tidak laku dijual. Di sinilah teman-teman dari Keboen Sastra layak mendapat apresiasi dan dukungan, karena musik mereka berani bersuara walaupun harus sepi atau tak dihitung dalam industri hiburan. Saya salut!” demikian Gus West yang juga aktivis Greenpeace Internasional ini. [T]

Dusun Senja, 29 Agustus 2022

Tags: jembranamusikmusik puisimusikalisasi puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Nursini Temukan Bakteri Lokal Penghasil GABA Pencegah Hipertensi Hingga Diabet

Next Post

Minikino Film Week 8 Digelar 2-10 September

Nanoq da Kansas

Nanoq da Kansas

Dramawan, penulis puisi dan cerpen. Pendiri Komunitas Kertas Budaya di Jembrana. Kini nyambi jadi tukang cuci piring di Romprok Kopi, Negara, Bali

Related Posts

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

by Ahmad Sihabudin
June 27, 2026
0
Melepas Dunia, Mengetuk Langit

DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s...

Read moreDetails

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
0
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

Read moreDetails

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

by Ahmad Sihabudin
June 21, 2026
0
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia...

Read moreDetails

‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

by Ahmad Sihabudin
June 13, 2026
0
‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...

Read moreDetails

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
0
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

Read moreDetails

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

by Wahyu Thoyyib Pambayun
May 25, 2026
0
Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

FORUM Bukan Musik Biasa (BMB) #111 dilaksanakan Rabu, 20 Mei 2026 di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT)...

Read moreDetails

Hermeneutika ’The Park’ Karya Uriah Heep dalam Lanskap Budaya Nusantara

by Ahmad Sihabudin
May 22, 2026
0
Hermeneutika ’The Park’ Karya Uriah Heep dalam Lanskap Budaya Nusantara

LAGU “The Park” dari album Salisbury karya Uriah Heep sering dipahami sebagai balada progresif yang kontemplatif dan melankolis. Dengan vokal...

Read moreDetails

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
0
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

Read moreDetails

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
0
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

Read moreDetails
Next Post
Minikino Film Week 8 Digelar 2-10 September

Minikino Film Week 8 Digelar 2-10 September

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co