2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentas Puisi Musik Keboen Sastra di Dusun Senja: Mereka Berkeliling Membangunkan Orang-orang

Nanoq da Kansas by Nanoq da Kansas
September 7, 2022
in Ulas Musik
Pentas Puisi Musik Keboen Sastra di Dusun Senja: Mereka Berkeliling Membangunkan Orang-orang

Pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra - Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Minggu 28/8/2022.

Orang-orang harus dibangunkan
Kesaksian harus diberikan
Agar kehidupan bisa terjaga

WS. Rendra (1974)

_____

Makna dari penggalan puisi karya WS. Rendra di atas begitu terasa saat menyaksikan pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra – Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Bali, Minggu 28 Agustus 2022.

10 lagu yang berbasis puisi karya Ipoer Wangsa (penyair) dan Herie Matahari yang juga penyair dan musisi jalanan sekaligus vokalis Keboen Sastra Bogor, terasa begitu relevan dengan kondisi lingkungan (ekologi), kondisi sosial maupun fakta-fakta kehidupan anak-anak jalanan saat ini. “Sungai”, “Petani”, “Reformasi”, “Kasak-Kusuk”, “Revolusi” dan “Mars Kesaksian” adalah beberapa lagu yang begitu kuat membawa perasaan penonton untuk mengingat kembali berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang selama ini masih saja terabaikan.

Bahwa lingkungan hidup sudah begitu parah rusaknya tetapi sebagian besar orang-orang tetap saja menganggapnya normal, bahwa kondisi sosial masyarakat secara umum semakin carut-marut tetapi sebagian besar orang-orang tetap saja menganggapnya aman, dan bahwa kehidupan anak-anak jalanan hingga saat ini masih belum maksimal tersentuh oleh negara.

Tebing-tebing diruntuhkan, lahan-lahan pertanian dirusak, kecurigaan bahkan sentimen sosial yang seolah sengaja diciptakan, keadilan yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu dan seterusnya. Inilah persoalan-persoalan yang disuarakan oleh Keboen Sastra di hadapan penonton yang sebagian besar adalah warga petani, anak-anak muda penggiat seni dan beberapa tokoh masyarakat di Dusun Senja.

Kehadiran Keboen Sastra dalam pentas keliling mereka kali ini, terasa memang dikemas untuk membangunkan kesadaran orang-orang bahwa kehidupan belum baik-baik saja.

“Teks-teks puisi yang kami tulis dan kami jadikan lagu-lagu ini sepenuhnya dari fakta-fakta yang ada saat ini. Kondisi yang sebenarnya sudah ada dan terjadi sejak lama sekali. Sedihnya, sampai menginjak 77 tahun kemerdekaan republik ini, tidak ada yang berubah, bahkan kerusakan di mana-mana terasa semakin parah, dan kita tetap saja abai ,” ujar Herie Matahari.

Pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra – Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Minggu 28/8/2022.

Apa yang dikatakan Herie ini diamini oleh oleh Ipoer Wangsa. “Di tengah perusakan lingkungan yang kian masif, saat ini kita juga terjerumus dalam era reformasi yang berubah menjadi keliaran yang bablas. Semua orang bebas bicara, bebas beraksi, bukannya menambah baik keadaan tetapi malah semakin mengacaukan tatanan etika yang paling mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Di sinilah kami Keboen Sastra harus datang membangunkan orang-orang,” demikian Ipoer Wangsa.

Dalam pentas ini, Keboen Sastra tidak mau mendominasi panggung sendirian. Mereka juga mengajak penonton untuk ikut tampil membaca puisi dan membawakan musikalisasi puisi. Bahkan saat membawakan lagu “Petani”, mereka berkolaborasi dengan seorang remaja Dusun Senja, Kanahaya Elang Semesta untuk membacakan puisi “Puisi Kecil Para Petani Kecil” karya Nanoq da Kansas.  

Pentas musik berdurasi dua jam ini, diakhiri dengan diskusi bersama penonton dan beberapa tokoh masyarakat yang hadir. Salah satu tokoh masyarakat Desa Candikusuma yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana, I Ketut Astawa Putra, mengatakan sangat merasa tercerahkan oleh apa yang ditampilkan  Keboen Sastra.

“Terimakasih Keboen Sastra, kalian telah datang untuk ikut berperan membangun kesadaran pada masyarakat. Memberi wawasan kepada anak-anak muda di dusun kami, bahwa seni musik tidak hanya tentang keindahan, tentang asmara atau berhenti hanya sebagai hiburan. Kita berada dalam satu semangat perjuangan dengan cara dan media kita masing-masing. Mari terus bersuara!” demikian Astawa yang secara spontan memberikan cenderamata berupa udeng, kamben serta gelang tridatu kepada Herie dan kawan-kawan.

Pentas puisi musik Komunitas Keboen Sastra – Bogor di panggung Dusun Senja, Jembrana, Minggu 28/8/2022.

Sementara itu seorang penggiat lingkungan, Gus West dari Yahembang, Mendoyo, memberikan apresiasi atas kerelaan Keboen Sastra untuk memilih “panggung idealis” dalam perjalanan musiknya.

“Sekarang banyak sekali tumbuh band-band indie dengan karya lagu-lagu yang bagus. Dari band-band indie itu kita selalu mendengar teks-teks mengenai keindahan alam, tentang senja, tentang romantisme kehidupan kota, tetapi sangat sedikit yang mau menyentuh fenomena atau realitas persoalan sosial karena mereka takut lagu-lagunya tidak laku dijual. Di sinilah teman-teman dari Keboen Sastra layak mendapat apresiasi dan dukungan, karena musik mereka berani bersuara walaupun harus sepi atau tak dihitung dalam industri hiburan. Saya salut!” demikian Gus West yang juga aktivis Greenpeace Internasional ini. [T]

Dusun Senja, 29 Agustus 2022

Tags: jembranamusikmusik puisimusikalisasi puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Nursini Temukan Bakteri Lokal Penghasil GABA Pencegah Hipertensi Hingga Diabet

Next Post

Minikino Film Week 8 Digelar 2-10 September

Nanoq da Kansas

Nanoq da Kansas

Dramawan, penulis puisi dan cerpen. Pendiri Komunitas Kertas Budaya di Jembrana. Kini nyambi jadi tukang cuci piring di Romprok Kopi, Negara, Bali

Related Posts

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails
Next Post
Minikino Film Week 8 Digelar 2-10 September

Minikino Film Week 8 Digelar 2-10 September

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co