24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pola Latihan Mata, Antara Menguasai dan Dikuasai : Proses Kreatif Ela Mutiara Jaya Waluya

Dian Ayu Lestari by Dian Ayu Lestari
September 7, 2022
in Persona
Pola Latihan Mata, Antara Menguasai dan Dikuasai : Proses Kreatif Ela Mutiara Jaya Waluya

18 Juli 2022, peserta Temu Seni Tari telah tiba. Saya dan beberapa kawan lain segera menyambutnya, sekaligus menghapal wajah-wajah mereka. Kami mengantar satu per satu peserta menuju kamar masing-masing. Kesempatan di hari pertama itu, tentu tidak saya lewatkan untuk melihat dan mendekati beberapa peserta untuk kemudian menitip pesan dalam perjalanan menuju kamar hotel: “Kalau ada perlu, bisa hubungi saya, ya. Dan, nanti saya juga mau ganggu sebentar untuk ngobrol-ngobrol ketika waktu luang. Hehehe..” meskipun saya tanya satu per satu, tapi mereka kompak menjawab, “Siap.”

Temu Seni Tari yang merupakan rangkaian Indonesia Bertutur 2022 berlangsung sejak tanggal 18-24 Juli 2022 di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan ini merupakan Temu Seni ketiga setelah Temu Seni Monolog di Kalimantan Timur, Temu Seni Musik di Papua, dan setelah temu Seni Tari, digelar pula Temu Seni Performance Art di Makassar.

Penampilan Ela Mutiara (kiri) dan Krisna Satya (kanan) dalam program Kunjungan Budaya

Ela Mutiara Jaya Waluya atau dikenal Ela Mutiara adalah peserta pertama yang saya minta waktunya untuk ngobrol tentang proses kreatifnya. Kami memilih duduk bersampingan di meja resto yang dekat dengan kolam renang, udara Ubud memang selalu begitu, tak terlalu dingin, juga sebaliknya—suasana yang nyaman untuk ngobrol santai pada malam itu. Saya mengeluarkan catatan kecil yang sudah berisikan beberapa pertanyaan, dan Ela agaknya sedikit terkejut melihat rentetan pertanyan-pertanyaan itu, tapi saya hanya nyengir, dan terjadilah obrolan yang mengalir.

Ela Mutiara, rupanya lahir dari keluarga yang memang memiliki darah seni, Ayahnya menekuni seni musik. Ia sempat diarahkan untuk menggeluti bidang musik, mengikuti beberapa kejuaraan musik, dan vokal dasar saat dirinya masih duduk di bangku SD. Namun, seiring waktu berjalan, Ela semakin merasa bahwa musik ternyata bukan passion-nya.

Pengalaman-pengalaman selama menempuh pendidikan justru memperkenalkan Ela dengan seni tari. Tari tradisi—Jaipong, adalah basic dari bentuk-bentuk ketubuhannya. Berangkat dari jenis kesenian tersebut, kedua orang tuanya memberikan pertimbangan untuk mengembangkan bakat seni tari yang dimilikinya, hingga akhirnya Ela menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta.

 “Apa aku akan berlanjut di jalan seni tari ini?” Ela mencoba mengulang pertanyaan yang katanya sempat muncul beberapa kali di benaknya. Keraguan terhadap diri sendiri masih sering hadir di tengah proses belajarnya. Hingga akhirnya ia menemui banyak orang-orang yang menginspirasi, terutama senior-senior yang beberapa di antaranya ia bantu dalam penyelesaian tugas akhir, menjadikannya mengenal konsep tari kontemporer dan mendalaminya hingga kini.

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Saat saya tanya siapakah yang mempengaruhi proses kreatifnya, Ela Mutiara langsung menjawab sembari celingak-celinguk mencari keberadaan orang yang ia sebut: “Ayu Permata Sari,” katanya. Ayu Permata Sari adalah salah satu peserta yang juga ikut dalam kegiatan Temu Seni Tari Indonesia Bertutur, dan Ela menjelaskan bahwa pengalamannya turut serta pada manajemen Ayu Permata membuat Ela semakin terimpuls untuk terus berkembang. Kesempatan dan kepercayaan yang diberikan untuk menggarap projek-projek yang ada, membuatnya semakin semangat untuk mengupas lebih dalam lagi tentang tari kontemporer.

    Krisna Satya (kiri) dan Ela Mutiara (Kanan) dalam persiapan pertunjukan

    Bukan hanya Ayu Permata Sari, Ela Mutiara juga menyebut Melati Suryodarmo sebagai salah satu orang yang merangsangnya untuk berkarya lebih baik lagi, “ Aku suka karya-karya Mbak Melati, dan sekarang aku mulai bisa paham tentang konsep-konsep pilihannya. Mbak Melati tidak lagi terfokus pada bentuk yang indah, melainkan beliau pintar memilih artistik dan ruang. Walau pementasan tunggal, tapi Mbak Melati bisa menguasai ruang dan membuat pementasan itu begitu hidup,” kata Ela Mutiara.

    Obrolan berlanjut begitu saja, dan saya mulai membenahi tempat duduk ketika Ela mulai bercerita tentang isu yang diangkat dalam proses penciptaan karyanya. Sebagai seseorang yang mengalami dan dekat dengan peristiwa yang ada, Ela Mutiara saat ini sedang tertarik menggarap karya dengan fokus isu stigma-stigma perempuan. Baginya, kebebasan terasa tidak lagi berpihak pada perempuan yang memasuki usia 25 tahun. Banyak tuntutan-tuntuan yang diberikan, seperti sudah harus memiliki pasangan hidup, juga momongan.

    Istilah “dapur, sumur, kasur” begitu melekat pada keberadaan perempuan. Selain menjadi seorang ibu rumah tangga, perempuan mengambil peran sebagai kepala keluarga yang harus menghidupi keluarganya. Terkhusus lagi di tempat kelahirannya di Sukabumi, Ela menjelaskan bahwa Sukabumi adalah daerah industri yang memiliki banyak pabrik di sekitarnya. Keberadaan pabrik ini pada akhirnya menyerap lebih banyak tenaga kerja perempuan, karena perempuan dirasa lebih tunduk pada ketentuan yang berlaku. Istilahnya, perempuan itu tidak banyak protes.

    Melalui karya yang diciptakannya, Ela Mutiara Jaya Waluya ingin mengungkapkan bagaimana relasi sosial antara laki-laki dan perempuan bisa saja memiliki sebuah perspektif baru: tidak selamanya perempuan adalah korban, karena pada dasarnya tidaklah semua laki-laki ingin menjadi kepala keluarga, dan tidak semua perempuan ingin bekerja pada ruang domestik saja. Kesetaraan antara laki-laki dan perempuanlah yang sesungguhnya berusaha Ela sampaikan melalui karya-karyanya.

    Ela Mutiara dalam Sesi Sharing Method di halaman hotel Amatara Agung Raka Ubud

    Sebagai proses latihan, Ela kini sedang fokus pada sebuah pola latihan mata sebagai alat pemancing gerak tubuh. Munculnya teknik latihan mata ini, ia dapatkan dari kesadarannya dalam menarikan tari Bajidor. Ela sedikit menjelaskan Bajidoran yang merupakan tarian yang mengikutsertakan penonton di dalamnya. Bila dicari tari yang cukup serupa di Bali, Bajidoran ini semacam tari Joged Bumbung, yang mana penari berinteraksi langsung bersama dengan penonton yang dipilih. Melalui tarian Bajidor ini, Ela Mutiara mendapatkan sebuah kesadaran bahwa ternyata mata memiliki kendali penuh untuk bisa berinteraksi.

    Biasanya, penari dijadikan objek oleh penonton. Namun, pada kesadaran tertentu, sebenarnya penari dan penonton sama-sama merupakan subjek pada alur tarian tersebut. Keduanya saling mempermainkan satu sama lain ketika memberi atau menerima uang, ketika mata saling bertatapan. Melalui mata, keduanya saling memberikan tendesi untuk saling menguasai. Pergerakan yang terjadi seolah-olah saling mengikuti siapa yang memiliki kuasa yang lebih besar melalui interaksi antara mata keduanya. “Dengan mata, kedua-duanya bisa saling nge-direct dan di-direct,” kata Ela menyimpulkan penjelasannya yang cukup panjang.

    Dari kesadaran tersebut, pola latihan yang sedang ia gencarkan saat ini, selain ketubuhan, adalah pola latihan mata tersebut—dari latihan yang masih sederhana, semacam saling menatap penari satu sama lain, dan fokus pada siapa yang memiliki energi yang lebih besar untuk bisa mempengaruhi gerak yang terjadi dari penari yang ditatap.

    Bagi Ela, latihan ini juga sangat berguna ketika penari berada dalam sebuah pementasan yang juga memiliki banyak penonton. Bagaimana keberanian dalam menatap penonton itulah yang ingin dicari pada pola latihan saling tatap ini. Melalui tatapan bisa diketahui, apakah penari yang mampu menguasai penonton, atau malah penonton yang ternyata menguasai penari? Hal ini pada akhirnya memberikan sebuah kesadaran bahwa mata memiliki  kemampuan yang kuat untuk bisa mentransfer energi  diri sekaligus perasaan dalam sebuah pementasan.

    Udara malam semakin dingin, saya tentu ingin mendengar lebih banyak cerita dari Ela Mutiara. Tapi ia mesti istirahat, begitu pula dengan saya. [T]

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTeater KalanganTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Penerjemahan Roman “Mlantjaran ka Sasak” dan Gugatan Terhadap Pujangga Baru

    Next Post

    Wayan Nursini Temukan Bakteri Lokal Penghasil GABA Pencegah Hipertensi Hingga Diabet

    Dian Ayu Lestari

    Dian Ayu Lestari

    Lahir di Singaraja, 22 Juni 2000 dan sedang menempuh pendidikan di Undiksha Singaraja dengan prodi Manajemen. Kini aktif di Teater Kampus Seribu Jendela

    Related Posts

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails

    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    by Made Susanta Dwitanaya
    March 26, 2026
    0
    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

    Read moreDetails

    Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    March 13, 2026
    0
    Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

    DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

    Read moreDetails

    Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

    by Nyoman Budarsana
    February 28, 2026
    0
    Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

    RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

    Read moreDetails

    Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

    by Made Adnyana Ole
    February 28, 2026
    0
    Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

    SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

    Read moreDetails

    Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

    by Nyoman Budarsana
    February 28, 2026
    0
    Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

    ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

    Read moreDetails

    I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

    by Nyoman Budarsana
    February 28, 2026
    0
    I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

    I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

    Read moreDetails

    Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

    by Made Adnyana Ole
    February 27, 2026
    0
    Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

    Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

    Read moreDetails

    Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

    by I Nyoman Darma Putra
    February 26, 2026
    0
    Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

    Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

    Read moreDetails

    Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

    by Angga Wijaya
    February 22, 2026
    0
    Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

    SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

    Read moreDetails
    Next Post
    Wayan Nursini Temukan Bakteri Lokal Penghasil GABA Pencegah Hipertensi Hingga Diabet

    Wayan Nursini Temukan Bakteri Lokal Penghasil GABA Pencegah Hipertensi Hingga Diabet

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    ‘Janji-janji Jepang’
    Esai

    ‘Janji-janji Jepang’

    SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

    by Angga Wijaya
    April 23, 2026
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
    Esai

    Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

    RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

    by Chusmeru
    April 23, 2026
    Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
    Esai

    Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

    DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

    by Agung Sudarsa
    April 22, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

    PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

    by I Made Pria Dharsana
    April 22, 2026
    ‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
    Ulas Musik

    ‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

    SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

    by Dede Putra Wiguna
    April 22, 2026
    Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
    Khas

    Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

    “Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

    by I Wayan Sujana Suklu
    April 22, 2026
    Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
    Panggung

    Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

    GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

    by Dede Putra Wiguna
    April 22, 2026
    ‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
    Pameran

    ‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

    MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

    by Nyoman Budarsana
    April 21, 2026
    Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
    Pendidikan

    Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

    Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

    by tatkala
    April 21, 2026
    Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
    Esai

    Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

    JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

    by Dodik Suprayogi
    April 21, 2026
    ‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
    Lingkungan

    ‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

    KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

    by Son Lomri
    April 21, 2026
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
    Persona

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co