24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pola Latihan Mata, Antara Menguasai dan Dikuasai : Proses Kreatif Ela Mutiara Jaya Waluya

Dian Ayu Lestari by Dian Ayu Lestari
September 7, 2022
in Persona
Pola Latihan Mata, Antara Menguasai dan Dikuasai : Proses Kreatif Ela Mutiara Jaya Waluya

18 Juli 2022, peserta Temu Seni Tari telah tiba. Saya dan beberapa kawan lain segera menyambutnya, sekaligus menghapal wajah-wajah mereka. Kami mengantar satu per satu peserta menuju kamar masing-masing. Kesempatan di hari pertama itu, tentu tidak saya lewatkan untuk melihat dan mendekati beberapa peserta untuk kemudian menitip pesan dalam perjalanan menuju kamar hotel: “Kalau ada perlu, bisa hubungi saya, ya. Dan, nanti saya juga mau ganggu sebentar untuk ngobrol-ngobrol ketika waktu luang. Hehehe..” meskipun saya tanya satu per satu, tapi mereka kompak menjawab, “Siap.”

Temu Seni Tari yang merupakan rangkaian Indonesia Bertutur 2022 berlangsung sejak tanggal 18-24 Juli 2022 di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan ini merupakan Temu Seni ketiga setelah Temu Seni Monolog di Kalimantan Timur, Temu Seni Musik di Papua, dan setelah temu Seni Tari, digelar pula Temu Seni Performance Art di Makassar.

Penampilan Ela Mutiara (kiri) dan Krisna Satya (kanan) dalam program Kunjungan Budaya

Ela Mutiara Jaya Waluya atau dikenal Ela Mutiara adalah peserta pertama yang saya minta waktunya untuk ngobrol tentang proses kreatifnya. Kami memilih duduk bersampingan di meja resto yang dekat dengan kolam renang, udara Ubud memang selalu begitu, tak terlalu dingin, juga sebaliknya—suasana yang nyaman untuk ngobrol santai pada malam itu. Saya mengeluarkan catatan kecil yang sudah berisikan beberapa pertanyaan, dan Ela agaknya sedikit terkejut melihat rentetan pertanyan-pertanyaan itu, tapi saya hanya nyengir, dan terjadilah obrolan yang mengalir.

Ela Mutiara, rupanya lahir dari keluarga yang memang memiliki darah seni, Ayahnya menekuni seni musik. Ia sempat diarahkan untuk menggeluti bidang musik, mengikuti beberapa kejuaraan musik, dan vokal dasar saat dirinya masih duduk di bangku SD. Namun, seiring waktu berjalan, Ela semakin merasa bahwa musik ternyata bukan passion-nya.

Pengalaman-pengalaman selama menempuh pendidikan justru memperkenalkan Ela dengan seni tari. Tari tradisi—Jaipong, adalah basic dari bentuk-bentuk ketubuhannya. Berangkat dari jenis kesenian tersebut, kedua orang tuanya memberikan pertimbangan untuk mengembangkan bakat seni tari yang dimilikinya, hingga akhirnya Ela menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta.

 “Apa aku akan berlanjut di jalan seni tari ini?” Ela mencoba mengulang pertanyaan yang katanya sempat muncul beberapa kali di benaknya. Keraguan terhadap diri sendiri masih sering hadir di tengah proses belajarnya. Hingga akhirnya ia menemui banyak orang-orang yang menginspirasi, terutama senior-senior yang beberapa di antaranya ia bantu dalam penyelesaian tugas akhir, menjadikannya mengenal konsep tari kontemporer dan mendalaminya hingga kini.

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Saat saya tanya siapakah yang mempengaruhi proses kreatifnya, Ela Mutiara langsung menjawab sembari celingak-celinguk mencari keberadaan orang yang ia sebut: “Ayu Permata Sari,” katanya. Ayu Permata Sari adalah salah satu peserta yang juga ikut dalam kegiatan Temu Seni Tari Indonesia Bertutur, dan Ela menjelaskan bahwa pengalamannya turut serta pada manajemen Ayu Permata membuat Ela semakin terimpuls untuk terus berkembang. Kesempatan dan kepercayaan yang diberikan untuk menggarap projek-projek yang ada, membuatnya semakin semangat untuk mengupas lebih dalam lagi tentang tari kontemporer.

    Krisna Satya (kiri) dan Ela Mutiara (Kanan) dalam persiapan pertunjukan

    Bukan hanya Ayu Permata Sari, Ela Mutiara juga menyebut Melati Suryodarmo sebagai salah satu orang yang merangsangnya untuk berkarya lebih baik lagi, “ Aku suka karya-karya Mbak Melati, dan sekarang aku mulai bisa paham tentang konsep-konsep pilihannya. Mbak Melati tidak lagi terfokus pada bentuk yang indah, melainkan beliau pintar memilih artistik dan ruang. Walau pementasan tunggal, tapi Mbak Melati bisa menguasai ruang dan membuat pementasan itu begitu hidup,” kata Ela Mutiara.

    Obrolan berlanjut begitu saja, dan saya mulai membenahi tempat duduk ketika Ela mulai bercerita tentang isu yang diangkat dalam proses penciptaan karyanya. Sebagai seseorang yang mengalami dan dekat dengan peristiwa yang ada, Ela Mutiara saat ini sedang tertarik menggarap karya dengan fokus isu stigma-stigma perempuan. Baginya, kebebasan terasa tidak lagi berpihak pada perempuan yang memasuki usia 25 tahun. Banyak tuntutan-tuntuan yang diberikan, seperti sudah harus memiliki pasangan hidup, juga momongan.

    Istilah “dapur, sumur, kasur” begitu melekat pada keberadaan perempuan. Selain menjadi seorang ibu rumah tangga, perempuan mengambil peran sebagai kepala keluarga yang harus menghidupi keluarganya. Terkhusus lagi di tempat kelahirannya di Sukabumi, Ela menjelaskan bahwa Sukabumi adalah daerah industri yang memiliki banyak pabrik di sekitarnya. Keberadaan pabrik ini pada akhirnya menyerap lebih banyak tenaga kerja perempuan, karena perempuan dirasa lebih tunduk pada ketentuan yang berlaku. Istilahnya, perempuan itu tidak banyak protes.

    Melalui karya yang diciptakannya, Ela Mutiara Jaya Waluya ingin mengungkapkan bagaimana relasi sosial antara laki-laki dan perempuan bisa saja memiliki sebuah perspektif baru: tidak selamanya perempuan adalah korban, karena pada dasarnya tidaklah semua laki-laki ingin menjadi kepala keluarga, dan tidak semua perempuan ingin bekerja pada ruang domestik saja. Kesetaraan antara laki-laki dan perempuanlah yang sesungguhnya berusaha Ela sampaikan melalui karya-karyanya.

    Ela Mutiara dalam Sesi Sharing Method di halaman hotel Amatara Agung Raka Ubud

    Sebagai proses latihan, Ela kini sedang fokus pada sebuah pola latihan mata sebagai alat pemancing gerak tubuh. Munculnya teknik latihan mata ini, ia dapatkan dari kesadarannya dalam menarikan tari Bajidor. Ela sedikit menjelaskan Bajidoran yang merupakan tarian yang mengikutsertakan penonton di dalamnya. Bila dicari tari yang cukup serupa di Bali, Bajidoran ini semacam tari Joged Bumbung, yang mana penari berinteraksi langsung bersama dengan penonton yang dipilih. Melalui tarian Bajidor ini, Ela Mutiara mendapatkan sebuah kesadaran bahwa ternyata mata memiliki kendali penuh untuk bisa berinteraksi.

    Biasanya, penari dijadikan objek oleh penonton. Namun, pada kesadaran tertentu, sebenarnya penari dan penonton sama-sama merupakan subjek pada alur tarian tersebut. Keduanya saling mempermainkan satu sama lain ketika memberi atau menerima uang, ketika mata saling bertatapan. Melalui mata, keduanya saling memberikan tendesi untuk saling menguasai. Pergerakan yang terjadi seolah-olah saling mengikuti siapa yang memiliki kuasa yang lebih besar melalui interaksi antara mata keduanya. “Dengan mata, kedua-duanya bisa saling nge-direct dan di-direct,” kata Ela menyimpulkan penjelasannya yang cukup panjang.

    Dari kesadaran tersebut, pola latihan yang sedang ia gencarkan saat ini, selain ketubuhan, adalah pola latihan mata tersebut—dari latihan yang masih sederhana, semacam saling menatap penari satu sama lain, dan fokus pada siapa yang memiliki energi yang lebih besar untuk bisa mempengaruhi gerak yang terjadi dari penari yang ditatap.

    Bagi Ela, latihan ini juga sangat berguna ketika penari berada dalam sebuah pementasan yang juga memiliki banyak penonton. Bagaimana keberanian dalam menatap penonton itulah yang ingin dicari pada pola latihan saling tatap ini. Melalui tatapan bisa diketahui, apakah penari yang mampu menguasai penonton, atau malah penonton yang ternyata menguasai penari? Hal ini pada akhirnya memberikan sebuah kesadaran bahwa mata memiliki  kemampuan yang kuat untuk bisa mentransfer energi  diri sekaligus perasaan dalam sebuah pementasan.

    Udara malam semakin dingin, saya tentu ingin mendengar lebih banyak cerita dari Ela Mutiara. Tapi ia mesti istirahat, begitu pula dengan saya. [T]

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTeater KalanganTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Penerjemahan Roman “Mlantjaran ka Sasak” dan Gugatan Terhadap Pujangga Baru

    Next Post

    Wayan Nursini Temukan Bakteri Lokal Penghasil GABA Pencegah Hipertensi Hingga Diabet

    Dian Ayu Lestari

    Dian Ayu Lestari

    Lahir di Singaraja, 22 Juni 2000 dan sedang menempuh pendidikan di Undiksha Singaraja dengan prodi Manajemen. Kini aktif di Teater Kampus Seribu Jendela

    Related Posts

    Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

    by Made Adnyana Ole
    October 17, 2026
    0
    Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

    APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

    Read moreDetails

    Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

    by Wayan Jengki Sunarta
    October 9, 2026
    0
    Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

    APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

    Read moreDetails

    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    by Yohana Purnama Fajar
    September 2, 2026
    0
    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    “Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

    Read moreDetails

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails
    Next Post
    Wayan Nursini Temukan Bakteri Lokal Penghasil GABA Pencegah Hipertensi Hingga Diabet

    Wayan Nursini Temukan Bakteri Lokal Penghasil GABA Pencegah Hipertensi Hingga Diabet

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Menyulam Masa Depan Laut Lovina
    Liputan Khusus

    Menyulam Masa Depan Laut Lovina

    PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

    by Jaswanto
    October 24, 2026
    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
    Pendidikan

    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

    NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

    by Dede Putra Wiguna
    October 24, 2026
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
    Esai

    Selamat Datang di Negara “Clickbait”

    SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 24, 2026
    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
    Pendidikan

    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

    SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

    by Wahyu Mahaputra
    October 23, 2026
    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
    Panggung

    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

    KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

    by Nyoman Budarsana
    October 23, 2026
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
    Esai

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
    Khas

    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

    SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 23, 2026
    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
    Panggung

    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

    GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

    by Dede Putra Wiguna
    October 22, 2026
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
    Esai

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
    Panggung

    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

    DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

    by Nyoman Budarsana
    October 22, 2026
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
    Esai

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co